
Jessica kembali ke sebuah apartemen di daerah pusat kota metrocity.
Beberapa mata-mata yang dikirim Hyper pun kembali untuk melaporkan semua gerak-gerik jessica.
Mendengar laporan dari mata-mata nya itu membuat hyper merasa semakin muak dengan gadis itu.
hyper pun menyuruh mata-mata untuk tetap mengawasi semua gerak-gerik Jessica dan orang yang ditemuinya.
#
Beberapa hari pun berlalu.
Angela dan Reiki sibuk dengan persiapan pernikahan mereka , yang akan digelar setelah pertunangan Johan dan Jordan yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan di ATHAN.
Johan apa Jordan sendiri sudah kembali ke Athan bersama Vero dan Nana.
begitu juga Hyper dan Aurora , mereka sudah kembali ke kerajaan TRIAN .
Malam pun tiba ..
Leon turun dengan sedikit terburu-buru dan hampir saja menabrak pelayan yang membawa beberapa gelas.
" maaf tuan muda . saya tidak sengaja " ucap pelayan itu takut .
" saya yang minta maaf . saya buru-buru . anda tidak apa-apa ? " tanya Leon sopan pada pelayan yang sudah terbilang tua itu.
" saya tidak apa-apa tuan muda . saya permisi " ucap pelayan itu lalu melarikan diri takut mengganggu majikannya itu.
" kakak mau kemana , kok buru-buru gitu sih ? " tanya Angela bingung.
karena seharian itu ia belum bertemu sang kakak. tapi begitu bertemu sang kakak malah seperti tak melihat dirinya yang baru turun dari mobil.
" itu .. kakak mau kerumah sakit dulu . kalau kakek nanya , bilang aja kakak ada perlu bentar oke sayang , bye . " ucap Leon pergi setelah sempat mencium kening sang adik.
" kak Leon kenapa ? " tanya Reiki yang baru datang pun heran dengan Leon yang terburu-buru dan seolah tak melihat keberadaannya.
" entah lah, katanya sih ke rumah sakit " ucap Angela
" siapa yang sakit ? " tanya Reiki , Angela pun berpikir sejenak lalu teringat sesuatu.
" kak viona.. ayo sweety kita juga ke rumah sakit. kalau bukan kak viona siapa lagi yang bisa buat kak Leon kayak gitu " ucap Angela menarik Reiki ke dalam mobil.
Keduanya pun mengikuti mobil Leon dan memang benar , mobil Leon berhenti di rumah sakit keluarga nya.
Angela dan Reiki melihat Leon masuk dengan terburu-buru ke dalam rumah sakit itu.
Mereka pun juga ikut masuk.
" kalian lanjutkan saja pekerjaan kalian. jangan hiraukan kami disini " ucap Angela kepada para suster dan dokter yang kaget dengan kehadiran Angela dan Reiki.
Keduanya pun terus mengikuti Leon yang masuk ke sebuah ruangan ..
" kita bener kesini sweety ? " tanya Reiki melihat tulisan diatas pintu ruangan yang dimasuki Leon .
" iya bener lah sweety. kak Leon kan masuk ke situ tadi " ucap Angela.
" kayaknya ada yang salah ni sweety " ucap Reiki terus melihat sekelilingnya.
" apa yang salah sweety ? " tanya Angela bingung.
" itu bener kan tulisan nya gitu " ucap Reiki menunjuk ke arah atas pintu itu.
Angela kaget setelah membaca tulisan itu. bagaimana tidak , diatas pintu itu tertulis jelas 'Dokter Kandungan'.
" kenapa kak Leon kesini.. ayo kita lihat ke dalam " ucap Angela berjalan mendekat hingga didepan pintu ruangan itu.
" kak viona ?? " ucap angela kaget melihat Viona terbaring lemas dan Leon yang sedikit berdebat dengan sang dokter.
Karena sudah tak bisa membendung rasa penasarannya. Angela dan Reiki pun masuk ke dalam ruangan itu membuat Leon dan sang dokter kaget.
" kalian .. kenapa bisa ada disini ? " tanya Leon setengah kaget.
" kak bisa jelasin ke aku , sebenarnya ada apa ini ? " tanya Angela lalu berjalan mendekati Viona yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
hati angela pilu melihat wajah pucat Viona .
" gak ada apa-apa angel.. sekarang kamu pulang aja ya. nanti kakek bingung nyariin kamu " ucap Leon berusaha menutupi emosi nya.
" kalau kakak gak mau jujur . yaudah .. Dokter silahkan bicara ! " tegas Angela ke dokter yang takut melihat aura Angela.
" maaf nona .. sebenarnya .. " ucap dokter itu sengaja dipotong Leon
" ANGEL.. !! INI URUSAN KAKAK.. KALIAN PULANG SAJA .. KAKAK BISA MENGATASINYA . " ucap Leon meninggikan suara nya dan mengeluarkan aura nya.
dokter yang ketakutan melihat aura yang kuat dari Angela dan Leon pun memilih untuk mundur perlahan hingga mendekati pintu dan keluar dari ruangan itu.
Angela yang jadi emosi pun dalam sekejap berdiri didepan Leon sambil menatap tajam sang kakak seolah tak terima dibentak.
Kedua saudara itupun saling mengeluarkan api mereka .
" KAAUU !! " bentak Leon saat Reiki menyiramkan air yang ia ambil dari kamar mandi tepat ke arah kedua orang itu.
" jangan buat keributan kita masih dirumah sakit . kalau mau ribut , entar ditempat yang aman aja " ucap Reiki sebelum Leon mulai memarahinya.
" sweety , maaf ya . aku terpaksa melakukannya " ucap Reiki memakaikan jaket nya ke Angela yang basah kuyup.
" master... maaf.. tapi .. tolong.. selamatkan anakku. saya rela menukarkan.. hidup saya untuknya " ucap Viona pelan tapi mampu memecah ketegangan diantara ketiga orang itu.
Angela diam mencerna apa maksud perkataan viona itu..
" VI ..sudah kukatakan jangan keras kepala. lakukan saja apa kataku. " ucap Leon mendekati viona yang terbaring itu.
" sayang ... aku cinta sama kamu. ku mohon jaga anak ini dan cintailah ia seperti kamu mencintai ku.. " ucap Viona pelan.
" tapi aku gak mau kehilangan kamu " ucap Leon lirih sambil menunduk di samping Viona
" aku gak akan pergi karena aku ada disini " ucap Viona menunjuk ke dada Leon
" sweety .. kamu gak apa-apa ? " tanya Reiki melihat Angela yang masih diam tak bergeming.
" blue . panggil kakek kemari ! " perintah Angela ke sistem nya yang selalu ia bawa bersama dengan gelang kecil nya itu.
" kak viona.. berapa usianya ? " tanya Reiki hati-hati
" baru 7 minggu dan ia sehat " jawab Viona mengelus perut nya.
" kalau gitu lahirkan saja . " ucap Angela
" terima kasih master mau menerimanya " ucap Viona.
" jangan dengar kata ibu mu ya nak. panggil aunty jangan master .. " ucap Angela mengelus lembut perut Viona.
viona tersenyum melihat itu begitu juga Reiki . namun Leon sedih.
" ya jika ia lahir , mungkin ibu nya takkan ada lagi untuknya " ucap Leon pelan.
" apa maksud kakak ? " tanya Angela yang bisa mendengar dengan jelas perkataan sang kakak itu.
" jika kamu disuruh memilih antara viona dan janin itu , mana yang kamu pilih dek ? " tanya Leon lirih
" dua-duanya " ucap Angela tegas.
" andai kan itu bisa. tapi sayangnya tidak semua hal bisa sesuai dengan keinginan kita " ucap Leon lalu keluar dari ruangan itu tanpa mau menoleh kebelakang lagi.
" sweety , tolong jaga kak viona bentar . aku kejar kak Leon dulu " ucap Angela pergi mengejar Leon.
Angela melihat Leon duduk sendiri di bawah pohon di halaman belakang Rumah Sakit itu sambil menangis memeluk kakinya yang ditekuk.
Angela pun ikut duduk disamping sang kakak.
" kak. maaf kalau Angel terlalu ikut campur. tapi Angel gak mau melihat kakak seperti ini . jika kakak mau , angel siap mendengarkan cerita kakak " ucap Angela lembut
mendengar itu ,Leon makin menangis sejadi-jadi nya.
Angela tak bisa berbuat apa-apa selain menemani sang kakak yang sedang dalam dilema dan kesedihan itu.
bahkan mereka berdua pun tak sadar bahwa Kakek Tio melihat kedua nya dari kejauhan.
" Bara .. kini apa yang harus ayah lakukan sekarang " gumam kakek tio . hatinya pun sedih begitu mendengar kondisi Viona dari sang dokter.
Leon pun akhirnya menceritakan kondisi viona ke Angela.
Angela kaget dan ikut sedih dengan kondisi Leon .
disatu sisi Leon senang sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
namun disisi lain , ia tak sanggup jika harus kehilangan belahan jiwanya.
Leon pun mau kembali setelah dibujuk Angela.
keduanya pun masuk ke ruang tempat Viona terbaring lemah.
mereka kaget melihat Viona yang sedang dipersiapkan untuk dibawa pulang.
" kakek . ini kenapa ? " tanya Angela
" lepaskan tangan kalian !! " bentak Leon pada beberapa suster yang hendak memindahkan Viona ke kursi roda.
para suster yang ketakutan pun langsung keluar
" Angel.. kakek mau memindahkan Viona ke markas Pasukan Bayangan mu. kakek tau keahlian medis kalian melebihi keahlian para dokter disini .. soal biaya , kakek yang tanggung semua " ucap Kakek Tio .
Angela pun menyetujuinya dengan syarat apapun yang ia perlukan harus tersedia bahkan jika itu barang langka.
kakek tio pun setuju.
" Sayang.. bisakan kamu sendiri yang bawa kami kesana ? " tanya Viona pelan.
Leon pun mengangguk lalu dengan perlahan menggendong Viona ala bride style.
Angela pun menghubungi shiro untuk mempersiapkan ruang medis baru mereka itu.
Leon menggendong Viona dan memasukkan dengan hati-hati kedalam mobil.
" mengemudi dengan hati-hati atau kepalamu jadi taruhannya " ucap Leon mengancam supirnya.
mobil Leon pun perlahan mulai melaju menuju markas Pasukan Bayangan.
Reiki yang membawa Angela pun mengikuti mobil Leon dari belakang.
sedangkan kakek tio langsung mengutus orang untuk mencari bahan yang sempat Angela tuliskan tadi.
" semoga aku bisa , aku tak mau kehilangan mereka " ucap Angela
" kamu pasti bisa sweety . aku percaya itu " ucap Reiki memberi semangat pada sang kekasih.
#
ditempat lain.
jessica mengunjungi sebuah bar dan menemui seseorang.
" aku mau gadis ini hancur apapun caranya " ucap Jessica memberikan foto Angela pada pemuda itu.
" apapun keinginan mu . tapi kau tau kan apa yang harus kau lakukan " ucap Pemuda itu meraba paha Jessica.
" tentu saja. ayo " ucap Jessica menarik pemuda itu ke kamar kecil pria yang ada di dalam bar itu ..
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊