
Dari siang Arthur menjadi supir karena rencana nya mereka berempat akan bersantai sebentar di caffe shop. Tapi apalah daya , Lena dan Arthur sama-sama mendapat panggilan kembali ke Metrocity mau tak mau mereka harus menurut.
Bari yang kini menggantikan Arthur mengemudikan mobil Lena , ia melirik ke belakang lalu tersenyum karena melihat Lena yang memejamkan matanya sambil bersandar pada Raya di kursi belakang.
" hooaamm.. Bar , lu gak capek ? mau gantian gak ? " tanya Arthur yang duduk di sebelah nya.
" belum capek sih. kalau lu mau tidur lagi , tidur aja dulu . kayaknya kita masih jauh dari tujuan " ucap Bari melihat layar GPS di dekatnya.
" ya , mau dihitung gimanapun . jarak antara kota DA sama Metrocity itu memang jauh. naik pesawat aja hampir 1 jam lebih , apalagi ini kita disuruh kesana pakai mobil. ya bisa seharian " ucap Arthur .
" emm.. belum sampai ? " tanya Lena yang terbangun.
" belum sayang.. tapi sepertinya didepan sana ada perkampungan " ucap Bari melihat lampu-lampu di kejauhan.
" mau singgah sebentar gak ? " tanya Arthur
" boleh deh sekalian beli cemilan atau air minum . kayaknya kita baru setengah jalan " ucap Lena.
" oke nanti aku berhenti di minimarket ,tapi itu pun kalau ada ya sayang " ucap Bari
Perlahan mobil mereka pun semakin mendekati sumber lampu yang mereka pikir permukiman. Semakin dekat ... Dekat .. Dekat..
Saat sudah hampir memasuki daerah itu , tiba-tiba Bari menginjak pedal gas dan mobil itu pun melaju dengan kecepatan tinggi tanpa niat berhenti.
Baru saja Lena dan Arthur hendak protes , Tapi mereka disela oleh Raya.
" ini yang terbaik , dan sebaiknya kita jangan pernah singgah disini " ucap Raya sedikit pelan.
Arthur dan Lena melihat ke arah luar dan mereka kaget dengan apa yang mereka lihat.
Yang mereka pikir daerah itu sebuah permukiman, Tapi sayang , bukan sebuah permukiman biasa yang mereka temui melainkan sebuah permukiman makhluk lain yang mereka jumpai.
Entah kenapa , daerah yang tampak sangat makmur dan kaya itu sangat panjang hampir sekitar 100 kilometer.
Suasana hening didalam mobil , Bari terus melajukan mobil mereka dengan kecepatan tinggi hingga Raya bersuara.
" Bar , lebih baik pelan sedikit dan gimana kalau nyalakan musik agak nyaring " ucap Raya.
Dan benar saja , Bari mulai memperlambat laju mobil nya.
" Jangan hidupkan musik nya , biar gak menarik perhatian . bertingkah seperti biasa aja " ucap Lena .
Arthur melihat kebelakang lewat kaca spion mobil , rasa takut ada , tapi rasa waspada lebih menguasainya.
" masih jauh kah ? " tanya Lena
" semoga gak " jawab Arthur melihat layar GPS.
Dan benar saja , 50 meter kemudian mereka keluar dari permukiman tak biasa itu.
Keempatnya pun menghela nafas lega.
Tapi , Tiba-tiba ...
TENG TONG TONG .
Mereka berempat terperanjat mendengar suara aneh yang begitu tiba-tiba itu.
" ah kirain apaan . sorry ya " ucap Bari baru sadar kalau ponselnya lah sumber suara aneh itu.
Bari menepikan mobil lebih dulu lalu melihat ponselnya yang sudah sunyi lagi.
" siapa ? " tanya Lena
" resto . " jawab Bari melihat layar ponselnya.
Lena mengangguk lalu mengecek ponselnya sendiri.
" mumpung berhenti , tukeran aja yuk " ucap Arthur dan Bari pun menggangguk.
Karena masih ada rasa sedikit takut akibat melewati daerah mistis tadi , Bari dan Arthur pun buru-buru bertukar tempat .
Tanpa kata , Arthur langsung menjalankan mobil itu begitu Bari sudah duduk.
" kenapa Sayang ? " tanya Raya.
" Kak Lena , lu ada nyimpan senjata di mobil ini kan ? " tanya Arthur.
" ada di belakang sini terus di bawah bangku kalian juga ada . kenapa ? " tanya Lena
" pasang sabuk pengaman kalian . kunci pintu dan naikkan kaca nya " ucap Arthur .
" sejak kapan ? " gumam Lena
" entahlah , mungkin sejak awal mereka sudah mengikuti kita " ucap Arthur
" Ar , kita gak bisa ngelawan mereka . setidaknya gak sekarang. kita kalah jumlah dan terlebih lagi senjata Lena gak banyak " ucap Bari mengeluarkan senapan dan pisau dari bawah kursinya.
" kalau gitu kita cuma bisa bertaruh . " ucap Arthur melihat layar GPS dan layar bahan bakar mereka.
Arthur terus menambah kecepatan sedangkan motor dan mobil di belakang mereka juga ikut menambah kecepatan .
Hingga membuat orang yang ada di mobil belakang itu kesal karena sudah ketahuan.
" hentikan mereka tapi ingat jangan sampai target kita terluka " ucap orang didalam mobil itu memberi perintah yang langsung didengar 4 pengendara motor di depannya.
" ah ****. kenapa sih mobil lu boros banget !! " gerutu Arthur karena mobil Lena itu berhenti mendadak.
" kenapa ? kok berhenti " ucap Raya
" bensin nya habis " jawab Bari.
" tetap disini. jangan keluar apapun yang terjadi ya " ucap Arthur pada Raya.
Sedangkan Lena dan Bari sudah siap dengan senjata ditangan.
Arthur juga memegang senjata di tangan nya .
" untuk jaga-jaga. tetap coba hubungi mereka ya . karena kita gak bisa pergi dari sini " ucap Lena memberikan sebuah pistol untuk Raya.
" baiklah. " ucap Raya.
Dan tepat , para pengendara motor suruhan itu berhenti di sekitar mobil Lena.
Seseorang pria dewasa keluar dari mobil dibelakang , ia melangkah maju dengan santainya.
" yo mobil kalian kenapa ? " tanya pria itu seolah tak tau .
" siapa kau ! " ucap Arthur tegas dan dingin.
" yo aku cuma bertanya saja , apa tak bisa sedikit lebih bersahabat " ucap pria itu.
Arthur hanya diam tanpa meladeni pria asing itu .
" oh ayolah , kalian sudah gak bisa kemana-mana lagi. sebaiknya kalian keluar dengan sendiri . bukannya sayang kalau mobil bagus seperti ini hancur " ucap pria itu memberi ancaman.
" Kalian tetap waspada " ucap Arthur pada Bari dan Lena sedangkan Raya sudah bersembunyi di balik kursi belakang yang sudah dimodifikasi.
" nah , kan begitu bagus " ucap pria itu saat Arthur dan Bari keluar sedangkan Lena tetap di dalam mobil.
" kalian tenang aja , kalau si manis itu gak bermain trik , dia gak bakal ku sentuh kok " ucap pria itu tersenyum .
" apa mau mu ? " tanya Bari
" aku ? mau kamu " jawab Pria itu .
" iihhhh.. gue masih normal gak bengkok ..sorry dorry .. gue gak mau !! " ucap Bari merinding dengan jawaban pria asing itu.
Pria itu kesal dengan jawaban Bari.
" tangkap dia !! " ucap nya tegas.
Sontak seseorang yang entah sejak kapan berdiri di belakang Arthur dan Bari langsung menyetrum keduanya hingga pingsan.
" Hey !!! Bangun !!! " teriak Lena mencoba membangun kan Bari dan Arthur tanpa ia tau tentang pistol bius yang menargetkan dirinya.
Dor ! .
Lena pun jatuh pingsan karena obat bius itu.
" bos , satu orang lainnya menghilang " ucap salah satu anak buahnya.
" biarkan saja , lagipula target sudah kita dapatkan. bawa target dan kita pergi dari sini " ucap pria itu kembali ke mobil nya.
Sedangkan dari tempat persembunyian nya , Raya melihat semua itu.
Rombongan pria asing itu pun pergi meninggalkan mobil Lena dan Raya begitu saja.
To Be Continue 😊😘🤗