
Arthur hendak membayar pesanan kedua adiknya Namun ia sedikit tak nyaman karena petugas kasir terus menatapnya.
" permisi , totalnya berapa ya ? " tanya Arthur .
" ya mahar ? gak perlu mahal yang penting kamu ikhlas mas " jawab kasir itu ngehalu .
" hah ?! " Arthur tak menyangka jawaban dari kasir wanita itu.
" maaf , tapi bukan itu maksud saya ! " ucap Arthur meninggikan nada suara nya.
Mendengar suara sang kakak , Julian pun menghampirinya disusul Lista dibelakangnya.
" kenapa , udah ? " tanya Lian menatap wajah bingung sang kakak sulung.
" coba kamu aja yang tanya , capek aku. gak nyambung " ucap Arthur mundur.
" HOI MBAK !! " teriak Lian tepat didepan kasir wanita yang asyik nge halu ria itu hingga kasir itu kaget karena yang ia kira mimpi itu ternyata nyata.
" ah iya . maaf , ada yang bisa saya bantu ? " tanya nya gelagapan.
" meja itu , totalnya berapa ? " tanya Lian menunjuk arah meja yang mereka pakai tadi.
" iya sebentar. totalnya ... " ucap kasir itu tak terdengar jelas karena suara teriakan dari arah luar.
" KYAAAA !! SUAMIKU !!! LIHAT KESINI !!! AAHHH !! JANGAN PENSIUN DARI FILM DONG !! AKKHHH !! KEMBALI LAGI DONG !!! " teriak dari fans fanatik Arthur yang kini tengah berkerumun didepan pintu kantin itu.
Dengan tergesa-gesa Julian mengeluarkan uang tunai setelah melihat total nya di buku catatan si kasir.
" kembalian nya ambil saja . permisi " ucap Lian meletakkan selembar uang merah ke hadapan kasir itu.
" kak gimana ni ? aku gak mau jadi bahan amukan fans kakak seperti waktu itu ya . kapok aku " ucap Lista mengingat hari dimana ia jadi bahan amukan fans kakak nya karena ketahuan jalan berdua di mall.
" kita keluar bareng. kalau kakak , ya .. kakak bisa sendiri kan ? " tanya Lian
" kalian berdua... sungguh... adek laknat !! " geram Arthur.
" hehe bye kakak ku sayang.. semangat ya !! " ucap Lista menggoda kakaknya itu.
" kalian !! " Arthur semakin geram dengan kedua adiknya itu.
Lian dan Lista menerobos kerumunan itu Namun sayang baru setengah tapi mereka sudah ketahuan oleh seseorang.
" teman-teman , mereka berdua tadi makan bareng idola kita .!!! " seru seseorang mengenali Lian dan Lista.
Sontak perhatian mereka semua langsung tertuju pada Lian dan Lista.
" habislah kita kak " bisik Lian.
" hitungan ketiga ya .. Satu .. " ucap Lista memberi aba-aba dan Lian pun bersiap.
" Tiga !! LARI !!! " seru Lista langsung lari dan tak lupa menarik sang adik .
Namun fans Arthur malah semakin mengejar keduanya hingga melupakan Arthur yang seharusnya jadi tokoh utama itu masih ada di dalam kantin .
Arthur melihat itu hanya bisa tercengang dan sedetik kemudian ia tertawa melihat kedua adiknya yang lari langsung ke mobil .
" ada ada aja sih mereka itu.. hahaha " tawa Arthur melihat kedua adiknya yang menahan kesal karena jadi bahan amukan fans kakak sulung nya .
" kak cepetan dong.. kalau enggak kita tinggal nih !! " ucap Lista menelpon kakak nya itu.
" iya iya. bentar . bertahan dulu ya .. hahaha " ucap Arthur langsung memutuskan panggilan itu.
Sementara Lian dan Lista semakin kesal karena terus didesak oleh fans kakaknya itu agar keluar dari mobil.
" gak pernah ada hasil yang baik kalau keluar dengan kak Arthur.. pasti begini terus hasilnya. mereka itu kenapa sih , padahal kak Ar kan udah pensiun juga . ngapain sih dikejar-kejar terus !! " gerutu Lista geram.
" kau ngapain ? " tanya Lista
" ngapusin semua foto dan video serta berita kita . aku gak mau identitas kita terbongkar cuma gara-gara ini " gerutu Lian sedangkan jari-jarinya dengan lincah memainkan keyboard laptop kakak nya.
" ya aku juga gak mau.. cepet hapus semuanya. kalau perlu blokir juga akun yang nyebarin nya " ucap Lista.
Saat keduanya tengah sibuk menghapus dan memblokir akun-akun di media sosial , Arthur pun sibuk meladeni fans nya yang meminta tanda tangan atau pun berfoto ria.
" hari ini sampai disini dulu ya. kami ada urusan penting. jadi maaf ya , saya harus pergi . permisi " ucap Arthur mengakhiri sesi foto dan tanda tangan nya lalu bergegas masuk ke dalam mobil dan buru-buru pergi menjauh dari tempat itu.
Ketiga bersaudara itu pun bernafas lega saat sudah masuk ke kamar rawat Layla .
" akhirnya sampai dengan selamat juga " ucap Lista.
Layla kaget saat ketiganya masuk secara tiba-tiba lalu ia tertawa melihat ekspresi Lian yang seperti melihat hantu.
" Hahahaha !! kalian kenapa ? dikejar hantu ? " tanya Layla menahan tawanya.
" ini semua karena kak Ar. kalau bukan karena fans gila nya , udah dari tadi kita sampai sini.. Yang , aku capek , numpang sebentar ya " ucap Lian menyandarkan kepalanya disandaran kursi samping ranjang Layla.
" mau minum dulu " ucap Layla menawarkan minum ke tunangannya itu.
" makasih sayang.. " ucap Lian meminum air yang diberikan Layla.
Layla tersenyum manis saat Lian menerima apa yang ia berikan.
" untukku ada ? " tanya Lista .
" disana masih ada " ucap Layla.
" makasih ya " ucap Lista mengambil minum untuknya dan juga untuk Arthur.
Arthur dan Lista duduk di sofa saat Edward yang sudah selesai mengurus surat kepulangan nya dari rumah sakit itu masuk ke dalam kamar rawat Layla karena sudah janjian dengan kekasihnya , Calista.
" uhh kayaknya capek banget sayang ku ini " ucap Edward mengelus penuh cinta rambut kekasihnya itu.
" fans kak Ar itu gila semua. ngejar orang sampai segitunya , gak capek kali kaki nya ya . " ucap Calista mengadu pada kekasihnya itu.
Arthur hanya diam melihat kedua pasangan sejoli itu memamerkan kasih sayang.
" hah !! nasib oh nasib .. mengapa jadi begini ... kini tinggallah diriku sendiri yang hanya bisa menonton mereka berbuat begitu ... uuooowwhh " ucap Arthur bernyanyi sendiri mengeluhkan kedua pasangan sejoli itu.
" udah deh kak , jangan lebay kayak gitu.. emangnya kakak pikir gimana perasaan kami waktu liat kakak dengan kak Raya bermesraan.. sekarang gantian .. wweekk " ledek Calista.
Arthur memilih diam dan menutup kedua matanya sembari mengistirahatkan tubuh dan pikirannya .
Tak lama kemudian , Arthur langsung menuju alam mimpi dan tak menghiraukan kedua pasangan sejoli itu.
Dan tanpa terduga , Raya datang ke kamar rawat Layla dan menatap lembut Arthur yang kini terlelap .
" kalian mau pulang atau masih mau disini dulu ? mami bilang kita harus datang ke acara ulang tahun perusahaan malam ini . SEMUANYA !! " ucap Raya menegaskan kata semuanya.
" benarkah ? tapi kayaknya kami gak bisa kak. " ucap Lian mengingat kondisi Layla yang baru pulih.
" ya , coba lah bilang sama mami dulu , mungkin mami lupa atau mungkin mami ada solusinya. Mami bilang di acara ini ada orang penting yang bakal datang. entah siapa " ucap Raya menyelimuti Arthur yang tidur pulas.
" ya nanti ku tanya mami . kak Raya pasti capek. istirahat aja dulu disini , entar aja baru pulang " ucap Lista.
Raya tersenyum dan mengangguk lalu berbaring di samping Arthur yang tidur dalam posisi duduk.
To Be Continue 😊😘🤗🤗