YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 49



Hari berganti .


Bari dan Arthur duduk bersama di meja makan . keduanya sarapan tanpa Calista dan Julian yang entah jam berapa sikembar itu berangkat , yang pasti mereka sudah tak ada dirumah..


" kalian dimana ? kenapa gak kasih tau aku dulu ! " ucap Arthur menelpon Julian.


" haha maaf kak. aku lupa . hehe " ucap Julian


" Lista mana ? dia gak sama kamu ? " tanya Arthur.


" Lista ? ada kok. kami lagi dikampus sekarang kak " ucap Julian.


" yaudah , baguslah. ingat jangan pulang terlambat. hari ini mami pulang " ucap Arthur mengingatkan adiknya itu.


" oke oke. aku ingat. udah ya kak , aku lagi dikelas ni " ucap Julian langsung mematikan sambungan panggilan itu.


" dasar bocah !! beraninya langsung matikan telepon !! " ucap Arthur.


" aku udah selesai." ucap Bari menaruh sendok nya.


Bari dan Arthur pun berangkat ke kampus karena hari itu ada sidang kelulusan mereka.


#


Siang pun berganti sore.


Calista menunggu diatas motor Julian yang terparkir .


" kenapa lama banget sih " gumam Calista


" siapa yang lama Lis ? " tanya Gani tiba-tiba berdiri di belakang nya.


" bukan urusanmu " ucap Calista ketus.


" Lis , aku memang salah karena bilang tak kenal denganmu waktu itu. tapi ada alasannya dan ku harap kamu mau dengarkan alasanku itu.. ku mohon " ucap Gani.


Plak !


" mudah kau bilang gitu , tapi apa pernah kau memikirkan bagaimana perasaanku karena pacarku sendiri tidak mengakui kehadiran ku. malahan lebih memilih wanita lain dibanding pacarnya yang jelas-jelas ada didepan nya. Pernah kah ?!! " geram Calista menampar Gani..


" maaf . aku gak bisa memenuhi janjiku dulu " ucap Gani


" sudahlah , lebih baik sekarang kita tempuh jalan kita masing-masing dan jangan ikut campur urusan satu sama lain . sampai sini saja . aku juga udah capek " ucap Calista lalu mengeluarkan kalung pemberian Gani dulu.


" apa yang ku berikan padamu. maaf aku gak akan mengambilnya lagi . tapi satu hal yang mau ku sampaikan.. aku akan tetap menjagamu walaupun dari kejauhan , sampai kamu menemukan lelaki yang lebih baik dariku ." ucap Gani lalu pergi


Calista melihat punggung Gani yang mulai menjauh.


" masih gak rela ? " tanya Julian


" ya bisa dibilang gitu " ucap Calista


" mau tau apa obatnya ? " tanya Julian


" apa ? " tanya Calista


" cari yang baru lagi . jadi yang lama bisa terlupakan . gimana ? " tanya Julian


" haha.. udah lah. ayo pulang " ucap Calista


" hahaha.. iya iya.. ayo " ucap Julian memberikan helm ke Calista


Dari pojokan parkiran , Gani menatap sedih Calista yang pulang bersama Julian .


" seharusnya itu tempatku bukannya orang lain " gumam Gani.


#


Malam itu mansion kembali ramai karena kebanyakan anggota The Dark Knight sudah kembali dari berbagai misi.


Bari duduk diam di lantai 1 , melihat orang yang lalu lalang lengkap dengan berbagai senjata di tangan mereka..


Arthur dan si kembar baru keluar dari ruang 0 di lantai 1.


" ada masalah ? " tanya Bari melihat raut wajah murung Ketiga saudara itu .


" bukan hal yang besar . hanya sedikit masalah luar " ucap Julian


" kalian dengar kan apa kata mami tadi. jadi kalian bisa sedikit tenang karena sudah pasti bukan kalian yang pergi kesana kali ini " ucap Arthur.


" ya kak.. " ucap Calista


Julian dan Calista naik lebih dulu dan masuk ruang latihan.


Arthur juga mengajak Bari untuk ikut latihan dasar bersamanya.


" disini ? " tanya Bari


" waaahh " Bari kagum dengan isi ruangan yang dari luar tampaknya kecil tapi didalam kebalikannya.


" pilih alat mu sendiri ya " ucap Arthur


" kalau Lena sering kesini ? " tanya Bari


" ya kalau kak Lena bukan diruangan ini. kalau dia kesini , dia ke ruangan yang dibuka Calista sama Julian tadi " ucap Arthur


" oh aku tau . kalian berbeda latihan nya kan " ucap Bari mengambil salah satu pisau panjang.


Baik Arthur maupun Bari mulai latihan fisik mereka..


Tapi , Arthur sedikit heran karena Bari tampaknya sudah biasa bermain dengan pisau panjang yang mirip pedang itu.


#


Hari pertunangan pun tiba.


pesta pertunangan yang diselenggarakan di ballroom hotel pun kini mulai ramai didatangi tamu undangan.


Tampak juga teman-teman Raya pun sudah datang.


" wah banyak juga orang penting yang datang ya " ucap Tia melihat banyak pengusaha yang datang


" ya kayaknya selebriti juga gak mau kalah ya " ucap Toni


" kayaknya disini kita yang paling rendah deh " ucap Luna


" status itu gak penting karena itu semua juga sebatas profesi , sedangkan kita kan sahabat dari yang punya acara . iya kan ? " ucap Yuni


" hahaha.. iya benar yang Yuni katakan.. karena kita kan tamu istimewa ,hehehe " ucap Toni


Acara pun sudah pada puncak nya , yaitu pertukaran cincin diantara pasangan yang berbahagia itu..


Tampak aura bahagia terpancar dari Arthur dan Raya yang kini resmi berganti status dari pacar menjadi tunangan.


Saat kedua insan itu tengah berbahagia.


Pras yang berdiri di pojokan menatap tajam pasangan itu.


" jika kau tak bisa ku miliki , maka jangan harap ada satu orang yang berhak memilikimu .. " ucap Pras marah lalu pergi meninggalkan pesta yang masih berlangsung..


Disisi lain , Gani yang entah bagaimana juga bisa masuk ke pesta itu .


Dihatinya ia sedikit lega karena yang bertunangan bukanlah Calista tapi gadis lain.


Hanya saja ia geram saat melihat Calista duduk menikmati hidangan bersama Mike.


sedangkan Julian sendiri sibuk merayu artis wanita yang datang.


" ada apa dengan mereka .. kenapa gak ada yang cemburu satu sama lain " gumam Gani aneh melihat itu.


" kau disini ? kenapa gak langsung mengabariku ? " tanya seorang wanita yang ternyata teman Gani malam itu.


" haha .. sebenarnya aku mau kasih kejutan eh tau nya kesasar " ucap Gani menyengir bak kuda.


" okelah.. ayo temani aku menyapa tuan rumah " ucap wanita itu langsung merangkul lengan Gani.


Sama seperti Gani tadi , sebenarnya Julian sendiri juga sudah melihat kedatangan Gani.


tapi karena Calista bersama Mike bukannya Gani , maka nya ia pun tak ingin menimbulkan keributan..


" sekali lagi kau mendekati kakakku. awas aja kau !! " batin Julian


Lalu Julian beralih melihat ke arah Calista yang kini duduk bersama Mike dan Arthur serta Raya.


" sejak kapan mereka jadi akrab gitu ? " gumam Julian heran dengan kedekatan Mike dan Calista


" ah selagi bukan masalah . itu bukan urusanku " ucap Julian lalu lanjut merayu beberapa wanita .


" dasar playboy. ayo ikut " ucap Layla yang juga datang dan langsung menarik Julian pergi dari kerumunan wanita itu.


" aw awak .. iya iya .. gak perlu pakai cubit segala kan .. huh tangan kepiting " gerutu Julian pada sepupunya itu.


" oh tangan kepiting ya.. kalau gitu kau mau lagi hah !! " geram Layla yang memang tak jarang berdebat dengan Julian..


" waah !! mami !! ada kepiting ngamuk.. aku takuutt !! kabuuur !!! " ucap Julian kekanakan lalu lari dari Layla .


" awas aja kau !! dasar playboy teri !! " geram Layla mengejar Julian hingga ke meja Arthur dan Raya.


pasangan itu hanya tersenyum dan tertawa kecil saat Layla dan Julian berlari mengitari meja itu..


to be continue 😘😊🤗