
Angela keluar dari toilet umum itu lalu pergi dari situ setelah memasukkan selembar uang kedalam kotak yang ada.
Angela melajukan motor Ducati itu dengan kecepatan tinggi karena dirinya juga sudah terlambat.
Syuut..
" itu nona besar.. tambah kecepatan " ucap orang kepercayaan Leon saat motor itu melaju melewati mobil mereka.
Karena melaju dengan kecepatan tinggi ..
mereka sampai di area gedung HADK Techno II dalam waktu singkat.
Seluruh pegawai yang tadinya harap-harap cemas karena bos mereka belum juga datang padahal sudah lewat dari jam yang di umumkan , akhirnya bisa bernafas lega saat melihat sebuah mobil berhenti depan pintu masuk.
Para karyawati terpana saat melihat seorang pemuda yang turun dengan setelan abu-abu nya.
mereka berpikir itu bos mereka.
Namun , khayalan itu buyar saat pemuda itu ternyata tidak sendiri.
2 orang pria berbadan tinggi kekar keluar dari mobil dengan menarik 11 orang yang terikat.
sontak semua karyawan jadi kaget dan takut melihat itu.
dan yang tambah mencuri perhatian adalah sebuah motor berhenti tepat di depan pria-pria itu.
" bawa mereka masuk . seret bila perlu " ucap Angela datar sesaat setelah berhenti.
Para karyawati kembali berbunga-bunga saat mengira sosok yang menaiki motor Ducati itu seorang pemuda tampan karena bajunya bahkan sebelum helm itu dibuka.
Leon tadi mengirimkan baju ganti untuk Angela . namun , si orang kepercayaannya itu salah mengira dan membeli baju untuk pria . bersyukurlah Angela gak protes karena baju itu juga terlihat cocok dengan dirinya.
Namun sekali lagi , para karyawati mendapat tamparan keras karena imajinasi mereka buyar.
bukannya wajah tampan di balik helm itu melainkan wajah seorang wanita yang cantik .
hancur sudah hati mereka. jika bisa mendengar hati manusia , pasti akan terdengar bunyi patahan yang luar biasa.
Angela masuk setelah membuk helm nya.
diikuti orang kepercayaan Leon dan 2 orang anak buah Leon yang menarik paksa ke 11 orang yang terikat itu.
" Selamat Datang Nona " sapa mereka membungkuk serempak.
" siapa diantara kalian sekretaris nya Hyper ? " tanya Angela tenang.
lalu seorang pemuda mengangkat tangan nya sedikit takut saat melihat Angela secara langsung.
padahal hampir tiap hari atasannya selalu bercerita tentang adiknya itu pada dirinya.
tiba-tiba ia teringat pesan Hyper sebelum ia pergi cuti.
" jangan ganggu kucing yang tidur . karena saat emosi kucing yang imut dan manis pun bisa berubah jadi singa betina yang menyeramkan dan buas.. hati-hati " pesan Hyper berputar di ingatannya.
Namun ,ia tak menyangka akan secepat ini melihat sosok ' singa betina' yang di antisipasi atasannya itu.
Angela berjalan melewati para karyawan nya.
" Kau.. semua ketua divisi harus ada di ruang rapat dalam 5 menit . siapapun yang terlambat akan tau akibatnya " ucap Angela menatap dingin sekretaris itu tapi , suara nya dapat didengar oleh seluruh karyawan.
sontak saja , begitu Angela dan rombongan nya menghilang dari pandangan mereka.
semua ketua divisi langsung ngibrit ke ruang rapat dengan membawa alat tulis yang bisa mereka bawa.
bahkan tanpa menunggu sang sekretaris mengumumkan nya.
FLASHBACK OFF
Dan inilah yang terjadi saat ini di ruang rapat itu.
Orang-orang yang duduk di lantai itu adalah 11 orang yang mencoba membunuhnya tadi serta si botak gendut yang ada di foto alias orang yang menyuruh mereka.
Suasana mencekam tadi perlahan sedikit lega karena ketua divisi perencanaan meminta maaf karena jujur saja mereka sebenarnya tak tau apa penyebabnya sampai bos besar mereka marah.
" kalian semua.. aku mau laporan dari setiap divisi selama tiga bulan ini harus ada di meja ku sebelum jam makan siang . jika tidak , kalian akan tau akibatnya " ucap Angela datar .
Belum sempat mereka menjawab.
salah seorang anak buah Leon yang sebenarnya berjaga diluar masuk ke dalam ruang rapat menarik seorang wanita .
" maaf Nona Besar.. ini dia " lapor nya ke Angela.
Pria tegap itu langsung melemparkan wanita yang ia tarik paksa tadi ke rombongan yang duduk di lantai.
lalu keluar dari ruangan itu.
" apa kalian masih mau disini ?! " tanya Angela datar menatap tajam ke seluruh ketua divisi itu.
" maaf .. nona. kami permisi " ucap mereka serempak. lalu buru-buru keluar dari ruang rapat itu.
begitu di luar barulah mereka bisa bernafas lagi.
Tekanan itu jika sedikit lebih lama lagi , mungkin mereka bisa mati berdiri.
" tak kusangka ada orang yang lebih menakutkan dari tuan Johan dan Tuan Hyper " ucap ketua divisi pelaksanaan.
" iya. kenapa aku tiba-tiba jadi rindu dengan tuan Johan ya. kapan mereka kembali " ucap pelan ketua divisi keuangan.
" DARIPADA KALIAN NGERUMPI DISITU.. SEBAIKNYA CEPAT SELESAIKAN LAPORAN KALIAN JIKA MASIH MAU KERJA DISINI " teriak Angela dari dalam ruang rapat membuat para ketua divisi itu langsung ngibrit takut campur kaget.
" lumayanlah buat tontonan " ucap anak buah Leon yang berjaga di pintu melihat tingkah kocak sekumpulan orang yang ngibrit itu.
balik ke dalam ruang rapat.
Angela diam tak bersuara dan tidak bertanya apa pun ke mereka yang duduk di lantai itu.
tapi , aura nya cukup untuk mengintimidasi mereka membuat mereka ketakutan apalagi orang-orang yang berbaju hitam itu.
cukup lama mereka diam didalam ruang rapat itu.
si sekretaris Hyper itu pun tetap diam dalam duduknya
Lalu orang kepercayaan Leon masuk membawa ponselnya.
" dari Tuan Muda , Nona " ucapnya menyerahkan ponselnya.
Angela menerima itu.
" kenapa ? " tanya Angela
" lanjutkan pekerjaan mu. biar mereka yang mengurus sampah-sampah itu. nanti malam baru selesaikan " ucap Leon dari seberang sana.
" iya . terserah kakak.. " ucap Angela
Angela pun menyerahkan kembali ponsel itu setelah memutuskan panggilannya.
" bawa mereka . tapi ingat , jangan disatukan " ucap Angela datar
" baik Nona Besar " jawab nya.
Angela pun keluar dari ruang rapat itu sedang si sekretaris mengikutinya dari belakang.
setelah Angela keluar , 13 orang itu langsung diseret pergi.
#
Angela duduk di sofa yang menghadap keluar.
" katakan apa jadwalku " ucap Angela sambil menekan tombol kecil di sebuah remot lalu jendela kaca itupun bergerak dan terbuka.
si sekretaris itu kaget karena ia tak tau jendela itu ternyata sebuah pintu bahkan ada balkon diluar.
dengan masih sedikit kaget sekretaris itu pun memberitahukan Angela jadwalnya untuk hari ini dan besok.
Angela mendengarkan sambil memejamkan matanya.
" hanya itu saja Nona " ucap sekretaris itu.
" hmm..utus sebuah tim untuk meeting dengan klien nanti. kau boleh pergi " ucap Angela malas membuka matanya.
sekretaris itu pun keluar meninggalkan bos besarnya itu sendiri menikmati angin dari luar.
Beberapa menit saja Angela memejamkan matanya lalu berpindah duduk ke meja kerjanya dan mulai melakukan pekerjaannya.
disela pekerjaan , ia sempat berkirim pesan ke suaminya ,Reiki.
tak banyak hanya tanya menu makan siang mereka saja.
lalu keduanya kembali sibuk sesaat dengan pekerjaan.
to be continue 🤗😘😊