
# FLASHBACK OFF
@kembali ke masa sekarang
Leon dan Reiki larut dalam pikiran mereka masing-masing.
bahkan mereka tak sadar jika mereka sudah terlalu lama di ruang bawah tanah itu..
" bipp... tuan muda , tuan besar menunggu anda berdua di ruang makan " suara blue yang menggema di ruangan itu mampu menyadarkan lamunan kedua pemuda itu..
" ah iya . kayaknya kita udah terlalu lama disini. ayo kembali " ucap Leon berjalan keluar ruang bawah tanah itu disusul Reiki dibelakangnya karena jalan menuju ruang bawah tanah itu memang dibuat khusus hanya untuk 1 orang saja.
Leon dan Reiki masuk lift menuju lantai 4.
Sesampainya di ruang makan , terlihat Kakek Tio serta Angela dan Viona sudah mulai makan terlebih dulu..
" kakek .. kenapa gak nungguin aku sih .. " ucap Leon cemberut tanda ia ngambek.
Ketiga nya pun saling lempar pandang tak menyangka Leon bisa bertingkah seperti anak kecil.
" kakak mu salah makan apa angel ? " tanya Kakek Tio.
" entahlah kek " ucap Angela juga heran.
" sayang.. sini .. duduk .. makan dulu " ucap Viona lembut sambil tersenyum manis.
Leon berjalan sambil menghentak-hentakkan kakinya..
lalu menarik kursi di sebelah Viona.
Viona dengan telaten mengambil sayur dan lauk untuk suami nya itu.
" makasih sayang .. memang hanya istriku yang cantik ini yang sayang sama aku " ucap Leon manja ke Viona.
Reiki pun memilih duduk di samping Angela dan mengambil sendiri makanan nya.
Suasana makan siang itu sangat hangat diiringi dengan candaan dan tawa mereka yang mengisi waktu makan mereka..
setelah selesai makan .
Angela dan Reiki pamit pada kakek Tio untuk pergi .
" memang nya kalian mau kemana ? " tanya kakek Tio
" hmm .. saya mau ajak Angel melihat gaunnya kek " ucap Reiki .
" memangnya kamu gak jadi pakai gaun mu dek ? " tanya Leon
" kayaknya enggak jadi kak " ucap Angela menunduk.
" kenapa ? " tanya Leon lagi.
" gaunnya terlalu terbuka. Reiki gak suka itu " bisik Viona membuat Leon mengerti.
" gak apa-apa dek.. toh masih bisa dipakai juga kan " ucap Leon menenangkan adiknya. ia tau , sudah lama Angela merancang gaunnya itu.
" kan masih bisa di pakai di kamar dan hanya aku aja yang boleh lihat " bisik Reiki membuat wajah Angela memerah.
" hahaha . sudah sudah.. jika kalian mau pergi , pergilah . tapi ingat hati-hati . " ucap kakek tio.
" baik kek. kalau gitu kami berangkat dulu " ucap Angela lalu mencium pipi kakeknya
sedangkan Reiki mencium tangan kakek tio.
keduanya turun setelah Angela mengambil tas dan ponsel nya.
Reiki dan Angela pergi dengan mobil putih milik Reiki.
#
Tak lama kemudian.
Mobil putih itu pun tiba disebuah butik yang terletak di tengah pusat kota metrocity.
Kebetulan siang itu keadaan butik sedang ramai pengunjung nya.
dan dengan kedatangan mobil putih reiki membuat mereka mengalihkan perhatian nya.
" siapa ya ? artis kah ? " tanya pengunjung A
" mungkin penjabat " ucap pengunjung B.
" yang pasti orang kaya itu " ucap pengunjung C.
Dan banyak lagi bisik-bisik yang terdengar .
Hingga mereka jadi hening seketika saat Reiki keluar dari dalam mobil.
Mata para pengunjung yang kebanyakan kaum hawa itu jadi terpana dengan sosok Reiki yang memakai kacamata hitamnya.
" heh.. paling juga orang kaya generasi kedua atau mungkin simpanan nya tante-tante " sindir seorang pengunjung pria yang datang bersama ibunya .
Namun , sedetik kemudian mata nya juga terpana setelah melihat Angela keluar dari mobil .
" wah bu.. lamarkan gadis itu untukku " ucap nya merengek ke ibunya.
" huss.. jangan aneh aneh kamu. gadis itu sudah ada yang punya. lihat yang benar ! " ucap si ibu menjitak anaknya.
Reiki dan Angela masuk ke butik bersama tanpa melepaskan pegangan tangan mereka.
" disini tempatnya sweety ? " tanya Angela bingung.
" iya sweety. tenang aja , disini gaunnya juga bagus. " ucap Reiki tersenyum.
seketika terdengar suara beberapa orang yang jatuh pingsan.
" mana bos mu ? " tanya Angela ke salah satu pegawai butik itu.
" boss... bos " ucap nya tergagap karena terlalu terpana pada Reiki yang berdiri tepat didepannya.
" kenapa rasanya jadi panas ya " ucap Angela melepaskan kacamata nya dan menatap tajam pegawai itu.
tak tak tak
terdengar suara langkah kaki yang turun dan mendekat ke arah mereka.
" well , bro . lama kita gak ketemu . gimana kabarmu sekarang ? " tanya seorang perempuan sambil memeluk Reiki.
" gue baik-baik aja. makasih " ucap Reiki melepaskan pelukan perempuan itu.
Angela yang melihatnya hanya berusaha menahan emosi agar tak membakar orang yang tak bersalah.
Namun Reiki yang merasa hawa membunuh Angela jadi merasa bersalah..
" sweety .. ini kak sinta . kak sinta ini calon ISTRIKU Angela " ucap Reiki merangkul Angela
perempuan bernama Sinta itu melihat Angela dari atas ke bawah berulang kali.
" dia ? " tanya Sinta ke reiki memastikan sesuatu.
" iya Dia " ucap Reiki tegas.
Sinta melihat sekeliling mereka lalu membuang nafas panjang.
" bocah . lain kali kalau mau datang kesini kasih kabar dulu jangan mendadak kayak gini " ucap sinta mengetuk pelan kepala Reiki
" iya iya.. galak amat sih .. entar gak laku baru tau rasa " ucap Reiki memegang kepalanya..
" yaudah.. kita ngobrol ke atas aja . jangan ganggu pelanggan ku lagi " ucap Sinta mengajak kedua insan itu ke atas.
Reiki memegang lembut tangan angela namun karena emosi Angela melepaskan nya dan berjalan mendahului Reiki.
" sweety .. cintaku jangan marah dong. aku salah apa ? " tanya Reiki lembut mengejar kekasihnya itu.
Namun Angela tetap mengabaikan nya.
bahkan hingga mereka sampai di ruang kerja Sinta di lantai atas.
DUAK..
" aduuhh" rintih Reiki memegang kepala nya yang terbentur pintu kaca transparan .
" sakit kah.. maaf " ucap Angela mengelus lembut kepala Reiki.
Reiki memegang tangan Angela lalu membelai kan wajah nya..
" sweety.. cintaku .. jangan ngambek lagi ya.. aku gak punya wanita lain selain kamu cintaku " ucap Reiki manja.
" hmm iya . " ucap Angela singkat.
" ehm.. ehem.. kalau mau bermesraan lihat tempat dulu dong .. " ucap Sinta .
Reiki dan Angela kaget . terlebih Reiki yang kaget melihat sesuatu yang tak ia duga.
" ini... anak siapa ? " tanya Reiki kaget melihat Sinta menutup kedua mata seorang bocah laki-laki.
" mami .. kenapa mataku ditutup ? " tanya bocah lima tahun itu.
" sayang maafin mami. " ucap Sinta melepaskan tangannya.
" mami .. mereka siapa ? " tanya polos bocah itu.
" ah iya .. mami lupa. hehe " ucap Sinta salah tingkah.
" papi juga bilang mami pelupa. " ucap Bocah itu
" bocah ini siapa dan perempuan itu siapamu ? " tanya Angela ke Reiki matanya sudah berkaca-kaca.
" tante.. jangan nangis. kata papi , orang cantik gak boleh nangis " ucap bocah itu memeluk kaki Angela.
" iya . tante gak nangis kok " ucap Angela berjongkok didepan bocah itu sambil tersenyum.
" kenalkan saya Sinta dan anak itu , anak saya Dion. Saya kakak sepupu Reiki dari pihak ibu " ucap Sinta tau Angela telah salah faham
" iya sweety.. dia kak Sinta . dia juga besar dengan nenek sama sepertiku dan kak Lina " ucap Reiki lembut.
" dan kak.. kapan kamu nikah ? .. kenapa aku gak tau.. apa kak Lina tau ? siapa ayah Dion ini ? " Reiki memberondong kakak sepupunya dengan berbagai pertanyaan.
" bocah . kalau nanya itu satu-persatu. " ucap Sinta menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Saat Sinta bingung mau menjawab pertanyaan Reiki.
tiba-tiba seorang pria masuk.
" biar saya yang jawab " ucap pria itu.
" PAPIII " teriak Dion senang dan langsung berlari memeluk pria itu..
Sedangkan Reiki dan Angela tampak sangat kaget melihat pria itu.
" KAMUU ... "
.
.
.
.
.
.
.
TO be continue 🤗😘😊
hayo siapa ya ?
komentar nya saya tunggu loh. 😘