YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
179



Belum selesai Hyper bertanya lebih jauh tentang segerombolan Hyena yang disembunyikan Angela..


Perhatian mereka semua langsung teralihkan karena seseorang keluar dari itu medis dengan terburu-buru..


" gimana keadaan Jordan ? " tanya Johan langsung mencengkram kerah leher perawat yang keluar..


" maaf tuan , kami sedang berusaha semampu kami " ucap perawat itu ketakutan.


" kenapa kamu keluar ? bagaimana kondisi didalam ? " tanya Hyper sedangkan Angela membujuk Johan untuk melepaskan cengkraman nya..


" maaf ketua , tuan .. kami kekurangan stok darah untuk tuan Jordan , sedangkan beliau butuh banyak stok darah mengingat telah kehilangan banyak darah " ucap perawat itu .


" apa didalam sudah tak ada stok lagi , bagaimana dengan bank darah ? " tanya Angela heran karena seingat nya , ia sudah menyimpan banyak stok darah untuk mereka semua.


" maaf ketua , bank darah kita sudah hancur " ucap dokter sekaligus Alinko tingkat 1 yang baru keluar dari ruang medis.


Angela mengingat lagi , dan ia baru sadar letak bank darah itu ada di ruang pendingin di barat mansion.


" lalu kemana kita harus mencarinya ? " tanya Hyper


" apa diantara kalian ada yang punya golongan darah yang sama dengan Pasien ? " tanya dokter


Angela , Reiki , Hyper saling lempar pandang , lalu ketiganya menggelengkan kepala..


Si dokter pun menghela nafas berat karena memang baik Angela maupun Reiki punya darah spesial yang tak bisa di berikan pada orang lain..


sedangkan Hyper , golongan darah nya tidak sama dengan Jordan.


" ambil darah ku ! " ucap Johan tegas


" kamu bawa tuan Johan periksa apa darah nya cocok atau tidak " ucap dokter ke perawat yang langsung membawa Johan masuk ruang medis untuk mengecek darah nya .


" bagaimana keadaan Jordan sekarang ? " tanya Angela terlihat jelas kekhawatiran di matanya.


" sementara ini pasien masih dalam kondisi kritis dan mungkin sebaiknya ketua hubungi orang-orang yang disayanginya untuk menghadapi kemungkinan terburuk " ucap dokter lalu masuk kedalam ruang medis kembali menangani Jordan.


" bagaimana ini , aku... aku gak mau kehilangan mereka " ucap Angela lirih kakinya tak mampu menopang berat tubuh nya dan hampir saja tubuhnya jatuh ke lantai jika saja tak di tangkap oleh Reiki.


" kau bawa Angel ke kamar itu aja , lebih dekat. dan untuk urusan lainnya akan aku tangani. sepertinya Angela terguncang " ucap Hyper.


" baiklah.. jika ada sesuatu segera beritahukan padaku " ucap Reiki menggendong Angela masuk ke salah satu kamar di lantai 2 itu.


##


Di dalam ruang medis..


Karena darah Johan cocok maka langsung di transfusikan ke Jordan.


Johan berbaring tepat disamping Jordan yang masih tak sadarkan diri .


Hati Johan seperti teriris jutaan bahkan milyaran pisau saat ia melihat sang adik yang biasanya jahil , blakblakan , senang menggodanya kini harus terbaring tak berdaya di ranjang operasi ..


bahkan untuk bernafas saja harus mengandalkan peralatan medis.


badan nya yang tegap kini dipenuhi dengan selang dan segala macam alat-alat yang berguna untuk menopang nafasnya saat ini.


" hey bodoh.. sebaiknya kau cepat sadar dan pulih. jika tidak , akan ku jual semua koleksi mobil dan motor mu " ucap Johan mengajak bicara Jordan yang terbaring penuh dengan alat penunjangnya.


" hei .. aku serius . ini terakhir kalinya aku berikan darahku untukmu . jika kedepannya kau berbuat bodoh lagi , maka jangan harap akan ku berikan darahku padamu " ucap Johan berusaha tegas namun hati tak dapat dibohongi.


walaupun suaranya terdengar tegas namun matanya tak bisa menahan air mata yang turun tanpa permisi.


" hei .. apa kau tau , dari dulu aku juga tak pernah benci padamu. aku malah bersyukur karena kau selalu ada disisi ku.. apa kau ingat , saat kita kecil , kita sering sekali rebutan 1 mainan padahal dibelakang kita masih banyak mainan yang nganggur.. haha.. kalau makan , kau selalu manja dan selalu minta suapin ibu . terkadang aku iri padamu , kita berbagi darah yang sama , rahim yang sama , wajah yang sama tapi kenapa sifat kita sangat bertolak-belakang.. tapi sekarang aku mengerti alasan itu semua.." ucap Johan panjang lebar dan air matanya terus mengalir.


" itu karena kita saling melengkapi dan saling menjaga.. dan apa kau ingat , saat pertama kali aku pergi dari rumah dan karena itu pula lah aku bisa bertemu Angela yang membawa warna tersendiri di hidup kita.. aku masih ingat dengan jelas , bagaimana marahnya kau saat aku baru pulang pagi itu.. aku sempat berpikir apa benar aku ini kakak mu atau sebaliknya . aku tau itu semua karena kau khawatir padaku karena kau sayang padaku. aku juga menyayangimu lebih dari apapun .. jadi ku mohon kembalilah , kembali dan marahi aku atau kalau kau mau semua koleksi sarung tinju ku untukmu. hanya satu yang ku mohon dari mu.. aku mohon sadarlah dan kembali ke tengah-tengah kami. apa kau mau Nana jadi janda bahkan sebelum kalian menikah ? aku mohon sadarlah dan bangunlah.. " ucap Johan mengeluarkan seluruh unek-unek nya.


Seluruh anggota medis yang ada diruangan itu menangis saat mendengar seluruh perkataan Johan ..


walau terdengar tak manis ataupun indah tapi banyak makna mendalam disetiap katanya.


" Hei !! jika dalam waktu dekat kau tak mau bangun.. jangan salahkan aku kalau ku nikahkan Nana dengan orang lain ! " ancam Johan .


perawat dan dokter kembali melanjutkan operasi pengangkatan peluru itu.


setelah beberapa saat , peluru pun berhasil dikeluarkan.


dan mereka menjahit kembali lukanya.


namun ada sesuatu yang mengganjal bagi dokter yang mengoperasi nya..


Johan keluar dari ruangan , ia kaget melihat ayah dan ibu serta Nana dan Vero menunggu di depan ruang medis.


" syukurlah kamu baik-baik saja sayang " ucap ibu Mariana menangis memeluk Johan.


" ibu , Jordan.. hiks hiks huuuaaaaa , jordan ., bocah itu , selalu bertindak bodoh. karena aku.. hiks hiks.. karena aku dia jadi seperti itu . hiks hiks " tangis pilu Johan kembali pecah dalam pelukan sang ibu.


" iya .. tapi itu Jordan lakukan karena ia sayang dan peduli padamu.. itu bukan salah mu sayang dan bukan juga salah Jordan. " ucap ibu Mariana menenangkan putra sulungnya.


" ini salah aku kak.. jika bukan karena aku , kalian tidak akan menderita seperti ini .. dari awal ini salahku karena menyeret kalian ke dunia gelap ini " ucap Angela lemah , ia berjalan lemah dan di papah oleh Reiki.


ayah Brian ,ibu Mariana dan Johan kaget melihat kondisi Angela.


Matanya terlihat jelas kalau ia juga habis menangis dan tubuhnya saat ini benar-benar lemah bahkan wajahnya sangat pucat.


" putri ibu , apa yang terjadi padamu sayang ? " tanya ibu Mariana memegang lembut kedua pipi Angela.


" ayah , ibu.. maaf .. ini salah Angel " ucap Angela pelan


" gak sayang. ini bukan salah mu.. bukan juga salah JJ.. ini sudah takdir sayang.. jangan terlalu menyalahkan dirimu.. ayah dan ibu sedih melihat kondisi kalian bertiga seperti ini.. mana putri ibu yang semangat. kalian harus kuat agar Jordan juga ikut kuat sayang " ucap ibu Mariana memeluk putrinya itu.


Tangis pilu Angela pun kembali pecah saat merasakan hangatnya pelukan sang ibu .


Johan pun menangis , memeluk ibu dan adiknya itu.


Nana sedari tadi gelisah , khawatir dan sedih. tapi ia yakin , Jordan takkan meninggalkan dirinya sendiri.


ia berusaha agar tak terlalu menjadi beban dikeluarga itu. jadi ia menyimpan sendiri sedihnya.


" jika mau menangis , menangislah. jangan kau tahan , aku ada disini " ucap Vero memeluk erat Nana.


Di tengah haru dan sedih itu.


Sang dokter keluar dengan wajah sedih.


" ada apa dok ? bagaimana keadaan putra saya ? " tanya Tuan LU


" operasi berjalan dengan lancar.. tapi saya mohon maaf " ucap dokter menunduk


" apa , apa yang terjadi ? " tanya Nana panik


" maaf , detak jantung pasien tidak ada " ucap Dokter .


mendengar itu , ibu Mariana langsung jatuh pingsan.


Angela pun juga syok dan langsung tak sadarkan diri.


Reiki menggendong istrinya langsung masuk ke ruang medis sedangkan Johan membawa sang ibu menyusul Reiki.


" KAMU BOHONG!! GAK MUNGKIN !! JORDAN GAK MUNGKIN NINGGALIN AKU.. ITU GAK MUNGKIN.. AKU GAK PERCAYA.. JORDAN .. KAMU UDAH JANJI SAMA AKU !! " teriak histeris Nana , air mata yang ia tahan selama ini akhirnya tak bisa dibendung lagi.


Nana pun ikut jatuh pingsan.


" biar aku yang bawa" ucap Hyper menggendong Nana masuk ke ruang medis diikuti Vero dan Aurora dibelakang nya.


" maaf tuan , apa mau diurus sekarang atau nanti ? " tanya dokter pada tuan LU yang masih syok


" biarkan ia tetap disitu dulu. biarkan mereka menemuinya untuk terakhir kali " ucap tuan LU.


dokter paham dan langsung meninggalkan tuan LU sendiri.


" Nak.. semoga di alam sana kau bahagia dan tak lagi tersiksa. ayah ikhlas " ucap ayah Brian menangis sendiri .


..


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊


😭😭😭😭😭