
Hari berganti malam.
Calista dan Arthur pun menceritakan penyebab trauma Lian kepada kedua orangtua mereka dan juga orang tua Layla.
Angela tak henti-henti nya menangis mendengar penjelasan dari anak-anak nya.
" sweety , semua sudah berlalu. yang penting sekarang kita cari solusi bagaimana Lian bisa menghadapi trauma nya dan membuka hatinya lagi. " ucap Reiki memeluk istrinya.
" kenapa anak-anak juga harus mengalami penderitaan seperti kita .. apa tidak cukup pahit yang kita alami dulu sehingga anak-anak juga merasakannya semua itu. dulu kita lalu kak Leon , sekarang anak-anak . ku harap semua ini sudah cukup. " ucap Angela sedih
" ya , semoga ini sudah cukup. sudah jangan menangis lagi , nanti Lian jadi sedih melihat mu menangis seperti ini sweety " bujuk Reiki.
Angela mengangguk dan menghapus air matanya.
Disaat yang sama , alam bawah sadar Lian tak ingin bangun dulu.
sekarang ia sedang bersama sosok yang ia sayangi dan rindukan.
Di temani luasnya padang rumput dan juga sinar rembulan yang menjadi bintang terbesar diantara banyaknya bintang.
Lian berbaring diatas rerumputan menggenggam sebuah tangan . Pemandangan malam tak mampu mengalihkan perhatian Lian dari sosok cantik yang kini juga menatapnya.
" aku rindu kamu " ucap Lian tak terasa air matanya menetes.
" aku juga rindu kamu " ucap sosok cantik itu.
" kenapa kamu pergi meninggalkan ku , kenapa harus seperti ini ?! " tanya Lian.
" karena aku sayang padamu , aku ingin melindungimu , aku tidak mau kamu sakit apalagi terluka karena aku ." jawab sosok itu membelai lembut pipi Lian
" Tapi aku gak mau kamu seperti itu. aku bisa melindungi mu , aku lebih dari bisa . Tapi , kenapa kamu gak percaya ?? " tanya Lian
" aku percaya itu . Jadi gunakanlah kemampuan itu untuk melindungi orang yang menyayangimu " ucap nya.
" kamu orang yang ku sayang , tapi sekarang kamu pergi dariku . apa kamu udah gak sayang sama aku , makanya kamu pergi ? " tanya Lian sendu
" dasar anak manja , apapun yang terjadi di masa lalu . aku gak pernah menyesal dan saat-saat bersamamu adalah saat yang sangat membahagiakan bagiku. Tapi aku sedih karena aku , kamu jadi begini. jika kamu memang sayang denganku , cobalah untuk mengikhlaskan ku pergi . ya sayangku . Aku sayang kamu " ucap sosok itu perlahan memudar.
" TIDAK JANGAN PERGI !! JANGAN TINGGALKAN AKU LAGI !! TIDAAKK !! " teriak Lian berusaha meraih sosok yang kini sudah menghilang.
" karena aku , bahkan sekarang kamu masih tidak tenang. maafkan aku karena gagal melindungi mu. aku juga sayang padamu ." ucap Julian lirih melihat ke langit.
Sementara didalam kamar , semua orang khawatir dan panik saat Lian yang masih tidak sadarkan diri kini berkeringat dingin bahkan tangan nya seolah mengepal sesuatu dengan sangat kuat.
" Lian .. hiks hiks .. maafkan aku , jika aku menjadi beban untukmu . ku mohon sadarlah , jika kau ingin aku menjauh , maka aku akan menjauh darimu selamanya. tapi ku mohon sadarlah , bukan demi aku . Tapi demi orangtua dan saudara mu. Ku mohon " ucap Layla menggenggam tangan Julian.
Perlahan Julian mulai tenang tapi ketenangan itu justru membuat semua orang tambah khawatir.
Perlahan Julian membuka matanya , Layla reflek melepaskan tangannya dan menjauh hingga ke pintu.
Julian melihat ke sekeliling nya , namun matanya tak melihat Layla yang kini sudah ditarik keluar oleh ayahnya.
Namun mata sayu Julian melihat sekilas sosok yang ia sayangi dan ia rindukan itu tersenyum disampingnya.
" walau dulu aku gagal melindungi kamu. tapi sekarang aku akan berubah agar kamu bisa tenang disana. aku akan selalu menyayangimu " batin Lian menatap sendu ruang hampa itu membuat pilu hati orangtua nya.
Hari berganti hari.
Sekarang , bukan hanya bodyguard yang menjaga dari jauh bahkan kini 3 orang anggota terbaik The Dark Knight yang bertugas mengawal kemanapun Adinson bersaudara itu pergi.
" kan sudah ku bilang , jangan sampai ketahuan mami sama papi. kan begini deh jadinya " ucap Lian.
kini tiga bersaudara itu berkumpul disebuah cafe dan tak ketinggalan para bodyguard nya itu.
" coba kau bilang sekali lagi.. Kau pikir ini salah siapa hah !! siapa yang pingsan mendadak di depan mami sama papi .. HAH !! " geram Arthur karena selama ini ia selalu menolak bodyguard dari orangtua nya namun kali ini ia tak bisa mengelak .
" eh hehe maaf , aku salah aku salah. ya mau gimana lagi , udah gak kuat nahannya. hehe " ucap Lian memamerkan gigi kelincinya.
" ya ya terserah. oh iya kak. apa berita itu benar ? " tanya Calista pada Arthur
" iya benar . rencana pertunangan nya tetap berlanjut dan sekarang lagi proses katanya " jawab Arthur meminum es nya.
" pertunangan ?? proses ?? maksudnya apa dan siapa ? kok aku gak tau ? " tanya Lian.
" oh Layla . dia setuju dengan Dav sebagai calon tunangannya. " ucap Arthur
" hah ?? bukannya Layla masih sembunyi ya. " ucap Lian kaget
" gak , dia datang waktu kamu gak sadarkan diri. jadi ia dibawa pulang sama orangtua nya. katanya sih pertunangan itu gak bisa dibatalkan soalnya gak ada pemuda yang pangkatnya lebih tinggi dari Dav itu. dan itu udah jadi tradisi di Trian , jika putra atau putri kerajaan harus menikahi orang dengan status tertinggi. katanya menolak bencana " jelas Calista
" berarti sama dengan di kerajaan kakek ya ." sambung Arthur
Sementara Julian diam mendengarkan kedua saudara nya berbicara.
" aku pulang duluan . ada sesuatu yang harus ku lakukan .. bye " ucap Julian berdiri dan buru-buru pergi.
" Babak pertama selesai " ucap Arthur dan Calista saling tersenyum penuh makna.
#
Sementara Kerajaan Trian sedang sibuk dengan persiapan pesta pertunangan sang putri mahkota.
Dan tak kalah heboh si Dav itu.
ia terus memberi perintah yang aneh-aneh pada pelayan dan memarahi mereka bahkan tak segan untuk menghukum nya.
" CUKUP !! BISAKAH KAU HENTIKAN KEGILAAN KAU ITU !! " teriak Layla sudah tak tahan dengan kelakuan Dav.
" kenapa ? kau tak suka ? siapa yang bisa melarangku disini . aku calon putra mahkota disini , siapa yang berani denganku ?!! dan kau , kau itu calon istriku , sebagai istri kau harusnya menghormati aku bukannya meneriaki suami mu didepan umum " ucap Dav mencengkram kuat dagu Layla hingga memerah.
Layla menepis tangan Dav itu.
" oh sayangku , apa sakit ? coba sini ku obati " ucap Dav langsung mencium dagu Layla yang merah itu.
PLAAK !!
Layla langsung menampar wajah Dav tepat di pipinya.
" sekali lagi kau menyentuhku , jangan salahkan aku kalau kau akan kehilangan tanganmu " ancam Layla lalu pergi menjauh.
" ya ya .. cepat atau lambat kita akan menjadi pasangan suami istri yang sah. dan sampai saat itu tiba , tidak ada yang bisa menghalangiku bahkan jika aku akan membunuhmu dan keluargamu " gumam Dav menyentuh pipi nya yang memerah.
To Be Continue 🤗😊😘