
Beberapa hari telah berlalu sejak insiden itu.
Kini Arthur sudah pulih dari luka nya walaupun belum sepenuhnya pulih sih..
" dek hari ini kakak pulang . kamu mau ikut atau masih mau disini dulu ? " tanya Rean setelah selesai makan malam.
" hmm gimana ya " gumam Raya bingung karena disatu sisi ia masih ingin merawat kekasihnya hingga pulih tapi disisi lain ia juga merasa kurang nyaman jika terlalu lama dirumah kekasihnya itu padahal mereka belum menikah.
" aku gak apa-apa sayang. aku udah sehat kok " ucap Arthur mengerti kegelisahan kekasihnya itu.
" beneran kamu udah sehat ? " tanya Raya
" iya .dan juga disini kan ramai . aku juga bisa merawat diri " ucap Arthur tersenyum
" yaudah. kalau gitu aku sama kak Rean pulang dulu ya. besok aku kesini lagi . ingat minum obatnya dengan teratur jangan telat makan juga " ucap Raya
" iya iya sayangku.. cintaku.. aku ingat kok " ucap Arthur mengangguk-angguk.
sepasang kekasih itu pun berpelukan sebentar sebelum akhirnya Raya dan Rean masuk mobil dan pergi dari mansion besar itu.
Arthur menatap sendu mobil yang kini semakin jauh itu.
" tuan muda pertama. sebaiknya tuan muda pertama masuk kedalam. angin malam kurang baik untuk luka tuan " ucap security mengingatkan Arthur yang masih berdiri digerbang depan.
" ya . terima kasih " ucap Arthur lalu kembali ke mansion.
Malam itu Arthur masuk ke ruangan 0 seperti orang yang kehilangan sesuatu.
" mukamu itu kenapa son ? " tanya papinya
" gak apa-apa kok pi " jawab Arthur pelan.
" Ar , dia hanya pulang kerumahnya bukannya pergi meninggalkanmu .. jadi jangan pasang wajah seolah-olah dia pergi dengan lelaki lain " ucap mami nya
" hmm kan nyatanya dia memang pergi dengan lelaki " ucap Papinya memanasi Arthur yang galau.
" PAPI !!! " teriak Arthur kesal dengan tingkah papinya.
" hahahah "
" udah puas gurau nya. ?! " tanya maminya dengan senyum evil.
" iya udah " jawab Arthur dan papinya serempak.
sedangkan Julian dan Calista yang sedari tadi diam dan menonton tingkah kakak dan papi nya itu hanya bisa menahan tawa saja.
" oke kalau gitu kita bahas masalah penting dulu " ucap maminya lalu Blue pun menampilkan layar monitor yang penuh dengan data pribadi seseorang.
" ehem.. yang kita lihat sekarang adalah ketua dari kalajengking hitam. orang ini dikenal licik dan cukup sadis . bisnis nya yang paling sadis ialah jual beli manusia . baik yang masih hidup maupun organ tubuh " ucap Julian menjelaskan hasil temuannya itu.
" tapi ada satu berita yang cukup mengejutkan. orang ini ditemukan meninggal dalam keadaan kepala yang terpisah dari badannya , sedangkan seluruh organ dalam nya juga menghilang. tak lama setelah itu diangkat lah ketua baru " ucap Julian mengganti data di layar monitor.
Arthur sedikit kaget saat melihat foto yang ada di layar saat ini.
" kenapa ? kamu kenal ? " tanya papinya.
" ya bisa dibilang kenal. orang ini dulu pernah beberapa kali mencoba mengambil job ku " ucap Arthur
" benar. dan sepertinya orang inilah dalang dibalik kematian mendiang ketua sebelumnya. yang lebih mengejutkan adalah dia orang yang sangat dipercayai mendiang ketua mereka bahkan mendiang ketua itu pernah mengungkit perihal pernikahan dengan orang ini " ucap Julian
" pernikahan ? maksudnya ? " tanya Calista
" ya pernikahan antara orang ini dan juga putri semata wayang nya. tapi anehnya , sejak sehari sebelum jenazah ketua itu ditemukan . putrinya yang bernama Kleo itu menghilang entah kemana bahkan sampai sekarang pun belum terlihat jejaknya. " ucap Julian
Arthur dan Calista melihat dengan seksama foto 2 orang di layar itu.
" sekedar info tambahan.. mendiang ketua kalajengking hitam itu adalah salah satu dari sekian banyaknya orang yang terus menyerang markas kita di ATHAN dulu . namun selalu gagal " ucap Angela.
Ketiga saudara itu kaget mendengar ucapan sang mami.
" ya padahal alasan nya itu simple .. hanya karena mamimu menolak lamarannya dulu " ucap Reiki
" ya bisa dibilang begitu . karena memang kenyataannya sebagian dari penyerang itu memang mereka " ucap mami nya enteng membuat ketiga anaknya diam seribu bahasa.
" ehem balik ke topik " ucap Julian membuat perhatian mereka semua kembali fokus ke layar besar itu.
" jadi sebenarnya musuh kita saat ini adalah pria ini sedangkan gadis bernama Kleo itu belum bisa dipastikan musuh atau sekutu jadi jika kalian harus berhati-hati jika bertemu dengan gadis itu . kalian mengerti kan ? " ucap maminya
" ya mi " jawab mereka serentak.
Mereka mendiskusikan tentang target mereka sepanjang malam .
hingga mentari mulai terbit barulah mereka keluar dari ruangan 0.
#
sementara disisi lain.
seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat sebuah foto seorang gadis.
" hahaha kau yakin mau membayar hutangmu dengan gadis ini ? kau sudah bosan dengan gadis j***** ini ya " ucap pria itu memainkan selembar foto ditangannya.
" tidak. aku belum pernah menyentuhnya sedikit pun belum. jadi aku bisa menjamin gadis itu masih polos " jawab seorang pemuda yang babak belur didepan nya.
" oh benarkah ? kalau gitu , kenapa kau mau membuang gadis polos ini " tanya pria itu tambah penasaran
" aku gak mau punya hutang dengan siapapun " ucap pemuda itu
" oh oke baiklah.. kalau begitu menginaplah kau malam ini disini. jadi besok kau bisa bertemu lagi dengan gadis polos mu ini " ucap pria itu melempar foto tepat ke wajah pemuda yang babak belur itu.
lalu pemuda itu pun digiring ke sebuah banker dan dikurung disana bersama beberapa orang lainnya.
" dasar buaya bodoh .. kalian !! segera tangkap gadis difoto itu. bagaimana pun caranya , aku mau gadis itu harus ada disini besok " ucap pria itu memerintahkan anak buahnya
" baik ketua " jawab anak buahnya lalu pergi menjalankan perintah.
##
Sinar mentari kini menyinari kediaman Rean.
" dek kamu mau kesana sekarang ? emang gak kepagian ya " ucap Rean
" emang mau kemana kamu Ra ? " tanya Mike yang tadi memberi laporan perusahaan ke Rean.
" gak kok kak. aku ada janji dengan Luna pagi ini. mungkin sore baru aku kesana lagi " jawab Raya.
" mau kakak antar gak ? " tanya Rean
" gausah kak. Raya pakai motor aja. lagian bukannya kakak ada rapat hari ini " ucap Raya
" hmm yaudah ,kalau gitu hati-hati ya. kabarin kakak kalau ada sesuatu , jangan gegabah ya " pesan Rean
" siap kapten . kalau gitu Raya pergi dulu ya.. bye bye everybody " ucap Raya lalu berangkat dengan motornya.
" kak , feeling ku gak enak. aku susul Raya dulu ya " ucap Mike langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Rean.
" kok gini amat ya hidupku. punya dua adik tapi gak ada satu pun yang mau dengerin jawabanku .. nasib nasib " ucap Rean menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sementara Raya yang terus melajukan motornya tampak tidak menyadari bahwa ada 2 buah mobil hitam mengikutinya sejak ia keluar dari perumahan kediamannya.
" itu target kita ! segera laksanakan ! " perintah salah seorang yang ada di dalam mobil hitam paling depan.
Mike yang berada tak jauh dari 2 mobil itu pun sedikit kaget saat melihat 2 mobil itu mulai memblokir jalan Raya.
" ada yang aneh dengan mereka " gumam Mike langsung menghubungi Rean dan Arthur .
Dan disaat yang bersamaan , Raya berhasil dibawa pergi rombongan itu .
dan Mike yang terus mengikuti kemana perginya mobil yang membawa adiknya itu.
to be continue 😘😊🤗