
Angela dan Leon panik dan khawatir karena kehilangan jejak Arthur dan Lena..
" kak.. gimana ni , dimana mereka ?! " tanya Angela panik
" tenang sedikit.. kita masih di ruang publik.. jangan terbawa emosi " ucap Leon memperingati Angela karena api biru nya perlahan keluar dari tangannya.
" gimana aku bisa tenang kak.. anakku .. hidupku.. sekarang gak tau dimana dia sekarang , gimana keadaannya.. dia pasti ketakut sekarang " ucap Angela panik
" kita cari disana.. lihat dipinggir , mungkin mereka sembunyi " ucap Leon merangkul sang adik.
Mereka pun mencari ke arah pintu keluar , berharap menemukan Arthur dan Lena disekitar situ.
#
di sisi lain , Reiki terus berusaha berbicara pada dua bocah didepannya itu.
Reiki sangat gemas melihat bocah lelaki didepannya.
Sejenak , wajah bocah itu mirip dengan pujaan hati nya.
" nama om Reiki.. kalau kalian siapa ? " tanya Reiki tersenyum manis pada kedua bocah didepannya itu..
" om orang jahat kan ? " tanya Lena
" hahah.. om ini bukan orang jahat kok cantik.. kalian tenang aja , kalau om ini jahatin kalian , biar om yang hukum dia " ucap Diyan muncul dibelakang Reiki
" sejak kapan lo disini ? " tanya Reiki
" barusan , ah gue capek.. " ucap Diyan
" om numpang ya cantik " ucap Diyan duduk di bawah pohon tepat disamping Arthur dan Lena.
" capek apaan lo ? " tanya Reiki
" gue capek , dan ini gara-gara lo.. " tuding Diyan
" kok gue , emang gue kenapa ? " tanya Reiki
" ya gara-gara lo lah.. coba lo gak main turun aja dari mobil. mana masih jalan mobilnya.. lo bosan hidup apa ? " tanya Diyan emosi
" ah habisnya lo sih yang pelit.. lo juga yang janji mau beritahu gue tentang my sweety.. " ucap Reiki tak mau kalah..
" om berdua , bisa gak jangan bertengkar disini.. !! " ucap Arthur dalam mode galak.
" ah maaf ya.. yaudah , kalau kalian takut om bawa .. om temani kalian disini ya.. paling tidak , sampai orangtua kalian disini " ucap Reiki lembut
" ki.. kok nih bocah mirip lo ya " ucap Diyan melihat jelas wajah Arthur yang tadi tak terhalang bayangan pohon.
" ya mana gue tau.. ketemu aja baru ini . " ucap Reiki.
" ah iya.. om punya ini . kalian mau ? " tawar Reiki menyodorkan sekotak coklat kesukaan Angela sebenarnya.
" biar Arthur coba dulu.." ucap Arthur menahan tangan Lena yang hendak mengambil coklat itu.
Lena mengangguk .
Reiki tersenyum melihat tingkah Arthur yang sangat menjaga gadis kecil dibelakangnya itu.
" aman.. ini " ucap Arthur memberikan coklat pada Lena setelah ia memakan sepotong .
Reiki pun senang karena kedua bocah itu mau memakan pemberiannya itu.
" kalau om boleh tau. nama kalian siapa ? " tanya Diyan.
" nama .... " ucapan Arthur terpotong karena seseorang..
" ARTHUR !!! LENA !! " teriak seseorang berlari ke arah kedua bocah itu tanpa memperhatikan orang disekitarnya.
" MAMI !! AUNTY !! " teriak Lena dan Arthur serempak lalu langsung berlari kecil.
Angela jongkok dan langsung memeluk Arthur dan Lena dengan erat sekali..
" hiks hiks hiks.. Arthur.. jangan tinggalin mami lagi ya ... " ucap Angela menangis haru menemukan anaknya..
"mami jangan nangis.. Arthur sama Lena gak apa-apa " ucap Arthur menepuk pelan punggung Angela agar sang Maminya itu berhenti menangis.
" Papa !! " teriak Lena langsung menghambur ke pelukan sang papa setelah dari pelukan sang bibi..
" kamu gak apa-apa ? " tanya Leon melihat sang putri.
Lena tersenyum lalu sedetik kemudian menangis dalam peluk sang papa..
" udah sayang.. udah gak apa-apa .. papa disini " ucap Leon lembut
Reiki diam tak bergeming melihat sosok didepannya..
sosok yang selama ini ia rindukan , yang ia cari-cari selama 5 tahun ini.
" sadar woi " ucap Diyan menepuk bahu Reiki
Tanpa ia sadari , air matanya mengalir tanpa izin nya.
" mami ,, disana ada om yang nemanin Arthur sama Lena .. om nya baik kasih ini untuk Arthur sama Lena " ucap Arthur menunjukkan kotak coklat di tangan nya..
Angela melihat ke arah yang ditunjuk Arthur.
Sesaat , mata mereka bertemu satu sama lain..
dengan sorot mata yang sama.
saat mulut tak mampu berkata..
tubuh akan lebih jujur dalam mengungkapkan perasaan.
seperti saat ini..
" mami " panggil Arthur hendak menyadarkan sang mami..
" Arthur sama papa sini.. " ucap Leon dan Lena sudah menahan tangan Arthur.
" tapi mami " ucap nya.
" mami mu gak apa-apa sayang.. udah jangan ganggu mami dulu ya.. ayo kita cari makan dulu ya " ucap Leon membujuk Arthur.
' kau ikut aku** ' ucap Leon tanpa suara ke Diyan.
Diyan hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu berjalan mengikuti Leon meninggalkan Reiki dan Angela berdua.
" lama tak berjumpa " ucap Reiki dan Angela serempak.
hening dalam kecanggungan..
" apa kabar ? " tanya Angela memecah keheningan.
" kabar ? ah ya.. haha " tawa canggung Reiki..
" terima kasih karena udah nemanin Arthur dan Lena.. " ucap Angela.
" hmm kalau kamu gak keberatan , mau makan siang sama aku ? " tanya Reiki kikuk .
" tapi .. eh mana kak Leon ? " tanya Angela melihat kebelakang tapi tak menemukan Leon serta Lena dan Arthur..
" mereka udah lapar , jadi mereka duluan " ucap Reiki setelah membaca pesan dari Diyan.
" yaudah kalau gitu .. permisi " ucap Angela hendak menyusul Leon.
" kamu mau kemana ? " tanya Reiki secara reflek menahan tangan Angela
" mau nyusul kak Leon " jawab Angela tak melepaskan tangan Reiki.
" aku antar .. lagipula , Diyan juga ikut kak Leon kesana.. " ucap Reiki memberi alasan..
belum sempat Angela menjawab , Reiki sudah lebih dulu menariknya ke mobil.
brak..
Reiki menjalankan mobilnya setelah Angela dan dirinya masuk ..
Setengah jalan , yang ada hanya keheningan .
" apa kamu tau , aku selalu menunggumu kembali " ucap Reiki pelan
" aku rindu " ucap nya lirih.
Angela diam mendengarkan nya.
" apa bisa kita kembali seperti dulu lagi ? " tanya Reiki to the point.
" tapi , aku sudah punya anak " ucap Angela langsung membuat Reiki diam
" aku tak masalah " ucap Reiki tapi sedetik kemudian ia bertanya.
" siapa ayahnya ? " tanya Reiki
" kita sampai " ucap Angela melihat mobil Leon terparkir di sebuah rumah makan yang sederhana.
Angela langsung berlari masuk ke dalam rumah makan itu meninggalkan Reiki dalam rasa penasaran nya.
" biar aku cari jawabannya sendiri " ucap Reiki melihat punggung Angela menjauh . lalu ikut masuk menyusulnya.
" Mami !! " teriak Arthur melihat Angela masuk .
" cup cup.. sayang mami.. kok kamu gak makan ? " tanya Angela melihat sang putra tak menyentuh makanannya.
" Arthur nungguin mami " jawab Arthur tersenyum
" yaudah , mami disini.. jadi makan ya " ucap Angela mengelus kepala sang putra
" hay boy.. " panggil Reiki sambil mengelus pelan kepala Arthur.
Arthur kaget dengan perlakuan Reiki.
" mami , kok om ini disini ? " tanya Arthur pada Angela.
" itu... " Angela bingung mau jawab apa.
" om suami mami mu " jawab Reiki dengan wajah polos duduk di samping kiri Arthur ..
Angela kaget mendengar pernyataan Reiki.
sedangkan Arthur tak mengerti maksud perkataan Reiki..
Leon dan Diyan hanya tersenyum kecil mendengarnya..
.
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊