YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 003



Angela dan Leon panik dan khawatir karena kehilangan jejak Arthur dan Lena..


" kak.. gimana ni , dimana mereka ?! " tanya Angela panik


" tenang sedikit.. kita masih di ruang publik.. jangan terbawa emosi " ucap Leon memperingati Angela karena api biru nya perlahan keluar dari tangannya.


" gimana aku bisa tenang kak.. anakku .. hidupku.. sekarang gak tau dimana dia sekarang , gimana keadaannya.. dia pasti ketakut sekarang " ucap Angela panik


" kita cari disana.. lihat dipinggir , mungkin mereka sembunyi " ucap Leon merangkul sang adik.


Mereka pun mencari ke arah pintu keluar , berharap menemukan Arthur dan Lena disekitar situ.


#


di sisi lain , Reiki terus berusaha berbicara pada dua bocah didepannya itu.


Reiki sangat gemas melihat bocah lelaki didepannya.


Sejenak , wajah bocah itu mirip dengan pujaan hati nya.


" nama om Reiki.. kalau kalian siapa ? " tanya Reiki tersenyum manis pada kedua bocah didepannya itu..


" om orang jahat kan ? " tanya Lena


" hahah.. om ini bukan orang jahat kok cantik.. kalian tenang aja , kalau om ini jahatin kalian , biar om yang hukum dia " ucap Diyan muncul dibelakang Reiki


" sejak kapan lo disini ? " tanya Reiki


" barusan , ah gue capek.. " ucap Diyan


" om numpang ya cantik " ucap Diyan duduk di bawah pohon tepat disamping Arthur dan Lena.


" capek apaan lo ? " tanya Reiki


" gue capek , dan ini gara-gara lo.. " tuding Diyan


" kok gue , emang gue kenapa ? " tanya Reiki


" ya gara-gara lo lah.. coba lo gak main turun aja dari mobil. mana masih jalan mobilnya.. lo bosan hidup apa ? " tanya Diyan emosi


" ah habisnya lo sih yang pelit.. lo juga yang janji mau beritahu gue tentang my sweety.. " ucap Reiki tak mau kalah..


" om berdua , bisa gak jangan bertengkar disini.. !! " ucap Arthur dalam mode galak.


" ah maaf ya.. yaudah , kalau kalian takut om bawa .. om temani kalian disini ya.. paling tidak , sampai orangtua kalian disini " ucap Reiki lembut


" ki.. kok nih bocah mirip lo ya " ucap Diyan melihat jelas wajah Arthur yang tadi tak terhalang bayangan pohon.


" ya mana gue tau.. ketemu aja baru ini . " ucap Reiki.


" ah iya.. om punya ini . kalian mau ? " tawar Reiki menyodorkan sekotak coklat kesukaan Angela sebenarnya.


" biar Arthur coba dulu.." ucap Arthur menahan tangan Lena yang hendak mengambil coklat itu.


Lena mengangguk .


Reiki tersenyum melihat tingkah Arthur yang sangat menjaga gadis kecil dibelakangnya itu.


" aman.. ini " ucap Arthur memberikan coklat pada Lena setelah ia memakan sepotong .


Reiki pun senang karena kedua bocah itu mau memakan pemberiannya itu.


" kalau om boleh tau. nama kalian siapa ? " tanya Diyan.


" nama .... " ucapan Arthur terpotong karena seseorang..


" ARTHUR !!! LENA !! " teriak seseorang berlari ke arah kedua bocah itu tanpa memperhatikan orang disekitarnya.


" MAMI !! AUNTY !! " teriak Lena dan Arthur serempak lalu langsung berlari kecil.


Angela jongkok dan langsung memeluk Arthur dan Lena dengan erat sekali..


" hiks hiks hiks.. Arthur.. jangan tinggalin mami lagi ya ... " ucap Angela menangis haru menemukan anaknya..


"mami jangan nangis.. Arthur sama Lena gak apa-apa " ucap Arthur menepuk pelan punggung Angela agar sang Maminya itu berhenti menangis.


" Papa !! " teriak Lena langsung menghambur ke pelukan sang papa setelah dari pelukan sang bibi..


" kamu gak apa-apa ? " tanya Leon melihat sang putri.


Lena tersenyum lalu sedetik kemudian menangis dalam peluk sang papa..


" udah sayang.. udah gak apa-apa .. papa disini " ucap Leon lembut


Reiki diam tak bergeming melihat sosok didepannya..


sosok yang selama ini ia rindukan , yang ia cari-cari selama 5 tahun ini.


" sadar woi " ucap Diyan menepuk bahu Reiki


Tanpa ia sadari , air matanya mengalir tanpa izin nya.


" mami ,, disana ada om yang nemanin Arthur sama Lena .. om nya baik kasih ini untuk Arthur sama Lena " ucap Arthur menunjukkan kotak coklat di tangan nya..


Angela melihat ke arah yang ditunjuk Arthur.


Sesaat , mata mereka bertemu satu sama lain..


dengan sorot mata yang sama.


saat mulut tak mampu berkata..


tubuh akan lebih jujur dalam mengungkapkan perasaan.


seperti saat ini..


" mami " panggil Arthur hendak menyadarkan sang mami..


" Arthur sama papa sini.. " ucap Leon dan Lena sudah menahan tangan Arthur.


" tapi mami " ucap nya.


" mami mu gak apa-apa sayang.. udah jangan ganggu mami dulu ya.. ayo kita cari makan dulu ya " ucap Leon membujuk Arthur.


' kau ikut aku** ' ucap Leon tanpa suara ke Diyan.


Diyan hanya menjawab dengan anggukan kepala lalu berjalan mengikuti Leon meninggalkan Reiki dan Angela berdua.


" lama tak berjumpa " ucap Reiki dan Angela serempak.


hening dalam kecanggungan..


" apa kabar ? " tanya Angela memecah keheningan.


" kabar ? ah ya.. haha " tawa canggung Reiki..


" terima kasih karena udah nemanin Arthur dan Lena.. " ucap Angela.


" hmm kalau kamu gak keberatan , mau makan siang sama aku ? " tanya Reiki kikuk .


" tapi .. eh mana kak Leon ? " tanya Angela melihat kebelakang tapi tak menemukan Leon serta Lena dan Arthur..


" mereka udah lapar , jadi mereka duluan " ucap Reiki setelah membaca pesan dari Diyan.


" yaudah kalau gitu .. permisi " ucap Angela hendak menyusul Leon.


" kamu mau kemana ? " tanya Reiki secara reflek menahan tangan Angela


" mau nyusul kak Leon " jawab Angela tak melepaskan tangan Reiki.


" aku antar .. lagipula , Diyan juga ikut kak Leon kesana.. " ucap Reiki memberi alasan..


belum sempat Angela menjawab , Reiki sudah lebih dulu menariknya ke mobil.


brak..


Reiki menjalankan mobilnya setelah Angela dan dirinya masuk ..


Setengah jalan , yang ada hanya keheningan .


" apa kamu tau , aku selalu menunggumu kembali " ucap Reiki pelan


" aku rindu " ucap nya lirih.


Angela diam mendengarkan nya.


" apa bisa kita kembali seperti dulu lagi ? " tanya Reiki to the point.


" tapi , aku sudah punya anak " ucap Angela langsung membuat Reiki diam


" aku tak masalah " ucap Reiki tapi sedetik kemudian ia bertanya.


" siapa ayahnya ? " tanya Reiki


" kita sampai " ucap Angela melihat mobil Leon terparkir di sebuah rumah makan yang sederhana.


Angela langsung berlari masuk ke dalam rumah makan itu meninggalkan Reiki dalam rasa penasaran nya.


" biar aku cari jawabannya sendiri " ucap Reiki melihat punggung Angela menjauh . lalu ikut masuk menyusulnya.


" Mami !! " teriak Arthur melihat Angela masuk .


" cup cup.. sayang mami.. kok kamu gak makan ? " tanya Angela melihat sang putra tak menyentuh makanannya.


" Arthur nungguin mami " jawab Arthur tersenyum


" yaudah , mami disini.. jadi makan ya " ucap Angela mengelus kepala sang putra


" hay boy.. " panggil Reiki sambil mengelus pelan kepala Arthur.


Arthur kaget dengan perlakuan Reiki.


" mami , kok om ini disini ? " tanya Arthur pada Angela.


" itu... " Angela bingung mau jawab apa.


" om suami mami mu " jawab Reiki dengan wajah polos duduk di samping kiri Arthur ..


Angela kaget mendengar pernyataan Reiki.


sedangkan Arthur tak mengerti maksud perkataan Reiki..


Leon dan Diyan hanya tersenyum kecil mendengarnya..


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊