
Chapter sebelumnya..
*Putra tertua Reiki Adinson dan Angela Anson , Arthur Putra Adinson.
melanjutkan pendidikannya ke jenjang universitas tapi menutupi identitas aslinya dan menyamar sebagai pemuda cupu .
suatu hari ia memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya pada salah satu bunga kampus namun ia ditolak.
beberapa hari kemudian , sang kakak sepupu pun datang menemuinya .
2 hari setelah Lena Anson datang , Arthur mendapat sebuah surat cinta dan dihari itu juga ia dan pengirim surat itu janji bertemu.
beberapa hari kenal , akhirnya perasaan gadis bernama Raya itu pun dibalas Arthur. keduanya pun berkencan Dengan identitas Arthur yang berkarir menjadi seorang Artis.
Beberapa bulan keduanya bersama , tanpa disangka Raya yang tumbuh di sebuah panti asuhan kini bertemu lagi dengan anggota keluarganya .
Namun sayang , kedua kakak Raya sedikit tak suka dengan Arthur yang dikenal sebagai Artis besar yang akan mengundang perhatian banyak orang dan pasti akan berdampak pada Raya.
Dengan sedikit masalah , Arthur pun tak sadarkan diri dan dilarikan ke Rumah Sakit.
Demi Arthur tetap mendapat perawatan , Raya terpaksa ikut kembali bersama kedua kakaknya.
Dan Arthur yang telah sadar dan pulih menerima syarat dari Rean kakak tertua Raya . syarat yang bagi Rean itu mustahil dapat Arthur selesaikan.
sebagai gantinya , Arthur harus mengikuti permintaan dari orang tuanya untuk menjalankan perusahaan keluarga..
#
Chapter saat ini*..
Sudah 3 hari Raya dan kedua kakaknya tiba di kota DA.
Awalnya ia senang karena bisa datang lagi ke kota penuh kenangannya itu , tapi ia harus menelan pil pahit karena harus menerima keputusan kakak tertuanya .
Raya menghela nafas berat sambil menatap luar jendela kamarnya.
" kamu kenapa Ray ? " tanya Mike melihat sang adik yang sedang murung.
" aku bosan , aku mau keluar jalan-jalan " ucap Raya .
" jalan-jalan atau ketemu mantan artis itu ? " goda Mike
" itu yang utama " jawab Raya tanpa melihat sang kakak kedua yang kini duduk di sampingnya.
" Ra , kakak harap kamu bisa bersabar lagi ya. kamu juga tau kan , apa yang kami lakukan sekarang demi keselamatan mu " jelas Mike
" ya aku tau . kalian berdua udah sering cerita tentang musibah itu dan aku paham " ucap Raya berbalik melihat Mike.
" ah gimana kalau lusa kakak temanin kamu ke panti , mau ? " tanya Mike
" emang kak Rean udah kasih izin ? " tanya Raya ragu.
" Lusa itu harinya dia janjian dengan perusahaan HADK Techno , jadi kita juga bisa keluar jalan sebentar " ucap Mike
" kalau gitu aku mengandalkan mu kakak " ucap Raya dengan mata bersinar karena senang.
Setelah itu kedua saudara itu pun keluar dari kamar karena dipanggil Rean sang kakak tertua untuk ikut dengannya .
" kita mau kemana ? " tanya Raya bingung karena tak biasanya kakak tertua nya itu mengajaknya pergi keluar.
" huss , ikuti aja dulu jangan ganggu kak Rean , lihat raut wajah suramnya itu " ucap Mike mengkode Raya.
Raya pun diam dan mengikuti sang kakak masuk ke dalam mobil bersama Mike tentunya.
Beberapa saat berkendara , mobil pun berhenti disebuah rumah.
Raya dan Mike tetap diam dimobil sedangkan Rean turun diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya.
" jangan keluar kalau kak Rean gak kasih kode " ucap Mike menghentikan Raya yang hendak keluar dari mobil.
" tapi aku penasaran , ini rumah siapa " ucap Raya
" kalau aku gak salah ingat , ini markas luar The DK. bisa dibilang bukan tempat sembarangan . jadi jangan bertindak sembarangan " ucap Mike
" apa itu The DK ? " tanya Raya karena memang ia tak tau.
" The Dark Knight , salah satu kelompok mafia yang sangat disegani dinegara ini . tapi mereka berbeda dengan kelompok lain yang berbisnis dengan cara menghancurkan masyarakat. The DK ini justru membimbing mereka didunia bawah." jelas Mike.
" oh gitu , jadi mereka gak berbahaya selagi kita gak membahayakan mereka kan ? " tanya Raya
" oh baiklah " ucap Raya tak mau berdebat lagi.
Tak lama Rean pun keluar dari rumah itu lalu kembali ke mobil.
" Lusa kakak ada janji ke HADK Techno , kamu ikut atau gimana ? " tanya Rean pada Raya.
" kalau dikasih izin , aku sama kak Mike mau ke panti sekalian kasih tau bu rol biar beliau gak khawatir sama aku " ucap Raya
" oke kakak izinkan tapi dengan syarat . beberapa bodyguard akan menjaga kalian , mengertikan ? " ucap Rean.
Mike dan Raya serempak mengangguk.
" yaudah , ayo pergi makan " ucap Rean lalu supir pun menjalankan mobilnya.
##
Di tempat lain.
Calista duduk di kantin kampus sendirian ditemani segelas minuman.
" hay lis , kok sendirian ? aku boleh duduk sini gak ? " tanya Gani menyapa Calista .
" oh boleh , silakan " jawab Calista.
Keduanya pun ngobrol karena sudah kenal.
Tanpa Calista dan Gani sadari , Julian datang sambil membawa sebuah paperbag.
" apaan ni ? " tanya Calista saat Julian meletakkan paperbag itu didepannya lalu duduk disamping Calista.
" hadiah. ah aku minta dikit ya , haus " jawab Julian lalu meminum jus Calista.
" eh , ngapain lu main minum aja . itu kan punya Lista " ucap Gani
" terus , masalah buat lo " ucap Julian kesal
Calista tak memperdulikan berdebatan keduanya dan ia fokus pada isi paperbag itu.
" oh gitu . baiklah aku ngerti " batin Calista.
" Lian , ayo pergi .. Kak senior , maaf ya kami ada urusan kami duluan ya " ucap Calista menarik Julian berdiri lalu pamit dengan Gani.
Gani memandang tajam Julian yang secara terang-terangan menggandeng tangan Calista .
" dia berbeda , apa aku harus gerak cepat ya " gumam Gani lalu pergi dari kantin itu.
Sedangkan Julian dan Calista kini berada disatu mobil , tepatnya Arthur lah yang menjemput mereka.
" kok tiba-tiba kakak datang jemput kami ? " tanya Julian
" mami yang suruh. katanya sekalian jemput kalian . yaudah deh " jawab Arthur.
drrt drrt
" kak , ada hubungan apa kamu dengan kakak senior itu ? " tanya Julian melihat Calista menerima telepon dari Gani
" untuk saat ini gak ada . kenapa ? " tanya Calista setelah mengakhiri panggilan singkat itu.
Arthur hanya diam dan mendengarkan kedua adik kembarnya itu.
" aku gak suka dengan orang itu. berita tentang orang itu udah tersebar luas dikampus . orang itu gak suka dengan lawan jenis dan setiap gadis yang dia dekati pasti bakal berujung naas.. jangan bergaul dengannya lagi " ucap Julian.
" adikku yang manis , memang nya ada ya laki-laki yang bisa ngalahin kakakmu ini. tenang ya adikku yang tampan , kakakmu ini kuat loh " ucap Calista , ia bersyukur karena sang adik yang terlihat cuek dan dingin diluar ternyata sangat memperhatikannya dan mengkhawatirkan dirinya.
" ehem.. kalau yang didepan ini bukan laki-laki , gitu maksudmu Calis ? " tanya Arthur tersenyum pahit mendengar ucapan sang adik.
" ah.. bukan gitu maksudku kak " jelas Calista sadar salah ucap . karena dari dulu ia selalu kalah dari Arthur yang sangat jelas laki-laki.
" kenapa nasibku begini... adikku sendiri bilang aku bukan laki-laki .. hiks hiks , malangnya nasib ku .. " ucap Arthur berdrama melow didalam mobil.
Dan malangnya Calista yang termakan mentah-mentah sandiwara sang kakak, ia pun merasa bersalah.
ia lupa berapa banyak piala yang didapat kakaknya dari aktingnya itu.
to be continue 😘😊🤗