YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 23



Keesokan harinya , Arthur mengantar Raya pergi kerja.


" disini aja . makasih ya sayang aku masuk dulu " ucap Raya membuat Arthur menghentikan mobilnya di depan gerbang perusahaan itu


" kenapa disini , sekalian aja sampai depan pintu .. atau , kamu malu kalau orang lain tau kamu sama aku ? apa aku begitu memalukan " ucap Arthur sedih


" bukan gitu . aku gak malu dan juga gak keberatan kalau orang lain tau. hanya aja , hah.. yaudah , aku nurut aja " ucap Raya menghela nafas panjang.


Arthur kembali tersenyum lalu menjalankan perlahan mobilnya sampai di depan pintu masuk perusahaan.


Beberapa karyawan sedikit penasaran dan bertanya-tanya tentang sebuah mobil tu warna putih yang berhenti didepan kantor mereka.


Tapi mereka tak mau ambil pusing dan melanjutkan urusan masing-masing.


" udah sampai " ucap Arthur ceria lalu cepat keluar dari mobil dan berlari kecil membukakan pintu mobil untuk Raya


" silakan tuan putri " ucap Arthur tersenyum


" makasih pangeran " jawab Raya juga tersenyum


" nanti pulang jam berapa ? " tanya Arthur menutup pintu setelah Raya keluar


" biasa , jam 5 " jawab Raya


" oke nanti aku jemput . hari ini aku cuma ada 2 kelas mata kuliah " ucap Arthur.


" hm. baiklah , hati-hati . aku masuk dulu , bye " ucap Raya melambaikan tangannya lalu sedikit berlari masuk ke gedung tinggi itu sedangkan Arthur tertawa kecil melihat kekasihnya itu sambil bersandar di mobil.


Setelah Raya sudah tak terlihat lagi , Arthur pun masuk ke mobil lalu menjalankan mobilnya pergi dari perusahaan itu.


Sementara tak jauh dari tempat Arthur tadi ,tampak seseorang melihat mobil putih itu menjauh.


" ternyata Arthur , kukira Reiki atau Angela yang datang kesini " gumam Jordan LU , saudara angkat mami Arthur.


Lelaki tua itu tak tampak seperti umurnya. jika orang tak tau , mungkin mengira dirinya masih berumur sekitar 30an. tapi kenyataan nya usianya sudah di atas 40 tahun.


" cari tau kenapa tuan muda Arthur datang kesini " ucap Jordan pada asisten yang berdiri di belakangnya.


" baik pak " jawab asisten itu , lalu melangkahkan kakinya mengikuti atasannya.


##


Sementara Arthur menuju apartemen lebih dulu.


Setelah menukar mobil putih papi nya dengan sepeda motor , ia pun berangkat ke kampus yang tak terlalu jauh dari apartemen nya.


Semester baru pun telah dimulai.


Bari saat ini mulai sibuk mengejar nilainya agar bisa lulus , sedangkan Arthur juga pergi mencari dosennya untuk mengambil jalur cepat.


" Ar , ngapain kamu disini ? " tanya Bari kaget saat melihat Arthur juga ada di perpustakaan mencari bahan materi ujian jalur cepatnya


" cari bahan lah.. emangnya kenapa ? " tanya Arthur


" cari di sebelah sana aja. disini untuk semester akhir " ucap Bari


" oh oke " ucap Arthur tapi tak juga beranjak dari tempatnya


" hah terserah kamu aja lah . oh iya , gimana kabar Raya , udah lama aku gak lihat dia " ucap Bari


" Raya baik , dia udah mulai kerja di JDR Corp " jawab Arthur sambil melihat daftar buku di rak buku


" syukurlah kalau gitu. bilang Raya ya , hari minggu nanti datang ke panti . pesan dari ibu rol sih " ucap Bari


" emang ada acara apa ? " tanya Arthur


" entahlah , ibu rol cuma bilang mau semua anak berkumpul hari minggu itu. ya kan cuma Raya dan aku yang tinggal diluar jadi ibu nitip pesannya sama aku.. ibu bilang ponsel Raya gak bisa dihubungi " ucap Bari


" ah iya , aku lupa belikan ponsel untuk Raya." ucap Arthur menepuk keningnya.


" dasar pelupa " gumam Bari lanjut dengan tugasnya sendiri.


Kedua sahabat itu pun lanjut mencari buku referensi dan sesekali juga keduanya beradu argumen tentang buku yang mereka cari.


Setelah beberapa jam di perpustakaan , keduanya pun pergi menuju kantin.


Keduanya duduk di meja dekat jendela setelah mendapat makanannya.


" Eh Ar , gue boleh nanya sesuatu gak ? " tanya Bari


" hm. tanya apa ? " jawab Arthur


" itu mm.. Lena , kapan dia kesini lagi ? aku kangen. " Tanya Bari dengan mencicit di ujung kalimatnya.


" apa loe bilang , kangen ? gue gak salah dengerkan.. loe kangen dengan nenek lampir itu ? " cerocos Arthur tanpa henti


" huss diam ! emangnya salah apa kalau gue kangen sama dia , lagian dia kan belum ada yang punya " ucap Bari


" No no no. loe salah Bar. sejak lahir Lena itu udah ada yang punya " ucap Arthur


" hah ? maksud loe udah dijodohin gitu ? " tanya Bari kaget.


" hahaha .. bukan o'on , maksudnya Lena itu punya Orangtuanya. hahaha " tawa Arthur


" dasar . gue kira udah dijodohin. kalau udah dijodohin berarti gue gak ada kesempatan lagi. tapi untung aja gak " ucap Bari


" ya gak dijodohin tapi udah banyak yang masuk mengajukan lamaran untuk nenek sihir itu sih " ucap Arthur


" terus terus ? " tanya Bari semangat


" semuanya di tolak pamanku. dan yang terbaru , cowok itu berani menodong pisau ke leher Lena karena lamarannya ditolak ... " ucap Arthur terhenti


" terus Lena gimana , apa lukanya serius ? " tanya Bari khawatir


" hahaha iya serius banget . siapa suruh gangguin tuh nenek lampir , cowok itu langsung dihajar sama Lena sampai sekarat . hahaha " tawa Arthur mengingat kejadian makan malam waktu itu.


" berarti Lena gak apa-apa kan " ucap Bari


" iya selain keluarga , aku gak percaya ada yang bisa ngelukain tuh nenek lampir " ucap Arthur meminum air


jeruknya.


Bari bernafas lega lalu sedetik kemudian wajahnya terlihat serius.


" Ar , setelah lulus dan gue dapat kerjaan. loe mau kan temenin gue , ketemu Lena dan orangtuanya ? " tanya Bari


" mau ngapain Loe ? " tanya Arthur


" gue mau minta izin sama orang tuanya dan juga Lena sendiri . gue minta izin buat mengenal Lena lebih dalam lagi . loe mau kan ? " tanya Bari serius


" hm oke gue mau nemenin loe. tapi ada syaratnya " ucap Arthur


" apaan ? " tanya Bari


" kalau loe ditolak , jangan berbuat nekad oke kalau gak , gue gak tanggung jawab jika terjadi sesuatu sama loe , oke ? " tanya Arthur


" oke . gue bakal terima apapun keputusannya " ucap Bari


" yaelah bro. lagian masih lama. sekarang aja kita belum lulus dan belum ada kerjaan kan " ucap Arthur


" gue sih belum . tapi loe kan udah ada Ar. karir loe itu kan kerjaan juga " ucap Bari


" ah iya ya.. hehe gue lupa " ucap Arthur


#


Sementara di gedung JDR Corp.


tepatnya bagian divisi manajemen , seorang wanita yang menjabat HRD pun masuk ke ruangan divisi bersama seorang gadis muda.


" semuanya tolong perhatiannya sebentar !! mulai hari ini divisi kalian kedatangan pegawai magang yang baru , tolong jaga baik-baik ya " ucap HRD itu


" perkenalkan nama saya Ayana . mohon bimbingannya semua " ucap gadis muda itu tersenyum manis namun dari matanya terlihat sorot mata tak bersahabat saat melihat Raya.


" baiklah Ayana , saya harap kamu betah dan bisa beradaptasi dengan semuanya ya. saya pergi dulu " ucap HRD lalu pergi meninggalkan ruangan divisi itu


dan entah kebetulan atau disengaja , meja Ayana berada tepat di depan meja kerja Raya.


" hai , Ayana.. siapa namamu ? " tanya Ayana mengulurkan tangannya ke Raya


" saya Raya " jawab Raya menjabat tangan Ayana.


Ayana pun berbisik pelan ditelinga Raya .


" jangan merasa dirimu sudah hebat karena berhasil menggoda Arthur. ingat posisimu " bisik Ayana


Raya tersenyum kecil mendengar ancaman Ayana.


" gadis kecil , sebaiknya kamu belajar dengan sungguh-sungguh kalau gak bisa-bisa nanti kamu gak lulus loh " ucap Raya balik berbisik.


Raya pun kembali duduk dimejanya meninggalkan Ayana yang sedikit emosi dengan ucapan Raya.


" kayaknya setelah ini bakal ribet nih " batin Raya .


to be continue 😘😊🤗