YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 53



Raya menunggu Arthur menjawab pertanyaannya.


" mami lagi introgasi mata-mata yang bocorin informasi tentang kepergianku kali ini .. " ucap Arthur


" kalau gitu dia pengkhianat dong " ucap Raya sedikit kaget.


" ya 'mereka' pengkhianat " ucap Arthur


" wah wah.. main keroyokan dong kalau begitu.. kalau gitu gak bisa dibiarkan ini " ucap Raya geram lalu menaruh mangkok kosong ke meja .


dirinya langsung keluar dari ruang perawatan itu bahkan tak mendengar panggilan dari Arthur karena sudah dilanda emosi.


" wah kayaknya bakal ada tontonan yang baru ni " gumam Arthur lalu berjalan dengan pelan hanya sampai pagar pembatas .


ia penasaran akan apa yang terjadi di lantai 1 karena keributan itu terdengar jelas ke lantai atas.


Sementara di lantai 1.


Tampak Angela memegang sebuah cambuk yang sudah berlumuran darah..


" katakan kepada siapa kalian bekerja " ucap Angela tegas.


tapi keenam orang mata-mata yang berhasil tertangkap itu hanya bungkam seribu bahasa .


mereka tak gentar menghadapi semua ancaman dari wanita paruh baya di hadapan mereka.


" cuih .. sampai kapanpun kami tidak akan katakan ! " seru salah satu nya.


" baiklah. karena itu yang kalian mau . kalian juga harus menerima apapun bayarannya " ucap Angela menyimpan kembali cambuknya.


" hahahahaha.. kalian semua orang-orang bodoh yang cuma kelebihan harta .. kalian semua tak lebih dari badut belaka .. hahaha .. nikmati saja waktu damai kalian yang tak akan berlangsung lama ini . hahaha " tawa nya meremehkan orang yang ada didepannya.


" bagus sekali sikap royalitas kalian , aku suka. tapi sayangnya sikap itu bukan untuk ku dan kelompokku tapi malah untuk para b******* yang bahkan rela melepas keluarga kalian karena kalian sudah tak berguna lagi.. ckck kasian sekali keluarga kalian harus menanggung akibat perbuatan kalian " ucap Angela


" hahah.. itu tak mungkin " ucap mata-mata itu tak percaya.


Sebelum Angela sempat menjawab.


Tiba-tiba Raya datang dan langsung menendang orang itu hingga tersungkur dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Bugh bugh bugh brak..


" DASAR TAK TAU MALU !! BERANINYA MENYENTUH BAHKAN SAMPAI MELUKAI TUNANGANKU !! DASAR PENGECUT YANG CUMA BERANI BERSEMBUNYI !! DASAR TAK TAU MALU !! KALAU AKU YANG JADI ANGGOTA KELUARGA KALIAN , AKU BAKAL CINCANG KALIAN *****-***** SAMPAI CACING PUN JIJIK DENGAN KALIAN !! " cecar Raya terus menendang dan meninju keenam orang itu tak perduli lelaki atau perempuan..


Raya terus menendang dan meninju mereka semua bahkan tanpa ada kesempatan mereka untuk mengambil nafas.


Baru beberapa saat Raya melampiaskan amarahnya itu , namun terlihat dengan jelas wajah orang-orang itu sudah babak belur akibat pukulan dan tendangan dari Raya..


" Ra udah .. bisa mati nanti tuh orang " ucap Bari berusaha menenangkan Raya


" BIARIN MATI SEKALIAN !! COBA BAYANGKAN GIMANA KEADAAN ARTHUR KALAU TADI MALAM GAK SEMPAT MENYELAMATKAN DIRI !! APA MEREKA PERNAH MIKIRIN GIMANA PERASAAN KU KEHILANGAN SESUATU LAGI !! " teriak Raya malah makin kesal karena ucapan Bari.


" oke fine.. terserah kamu " ucap Bari memilih mundur lagi .


" ampuni kami nona.. kami hanya menjalankan perintah " ucap salah satu mata-mata .


" AMPUN !! JANGAN HARAP !! " bentak Raya kembali menendang dan memukuli mereka.


Bahkan Raya sudah tak perduli lagi dengan apa yang dilihat calon mertua nya tentangnya.


Raya terus saja memukuli mereka tanpa memperhatikan sekitarnya.


bahkan saat seseorang memberikan sebuah pisau tumpul padanya.


ia hanya menerima dan berterima kasih tanpa melihat siapa orang itu.


" oke sekarang kita lihat .. oh iya , disini satu , lalu disini. terus yang ini.. ah yang disini juga " ucap Raya menusuk mata-mata itu dengan pisau yang tumpul.


Jeritan sakit terdengar di seluruh mansion itu.


dasar segar juga mengalir dari kedua lengan dan kaki mata-mata itu.


tapi hal itu tak membuat Raya jijik maupun takut.


ia terus melampiaskan amarahnya dengan menyayat seluruh anggota tubuh keenam mata-mata itu secara bergantian.


Raya pun mulai sedikit lelah sedangkan keenam orang itu sudah beberapa kali jatuh pingsan.


" sudah cukup nak " ucap Angela menahan tangan Raya yang hendak mendarat ke wajah salah satu mata-mata yang sangat parah.


" tapi mereka yang buat masalah duluan mi " adu Raya pada Angela


" iya mami tau. tapi sebaiknya sekarang kamu kembali dan menemani Arthur " ucap Angela


" hmm baiklah mi " ucap Raya lalu kembali naik ke lantai 2.


Melihat itu , Arthur langsung gelagapan karena ia tak mau kekasihnya itu tau apa yang ia lakukan barusan.


ia bergegas sebisa mungkin untuk berbaring lagi di ranjang rawatnya sebelum kekasihnya itu sampai.


Karena keenam mata-mata itu ternyata takut dengan Raya yang memukuli mereka seperti orang gila , Angela pun memanfaatkan keadaan itu.


" katakan siapa yang menyuruh kalian atau akan saya panggilkan lagi gadis tadi " ucap Angela mengancam.


Tampak keenam mata-mata itu saling kode tanda berdiskusi.


" baiklah.. geng kalajengking hitam " ucap nya pasrah


" bawa mereka ke ruang tahanan.. jangan biarkan mereka mati " ucap Angela setelah mendapat jawaban dari pertanyaan nya.


" gadis itu... sepertinya lebih bar bar daripada kita saat muda dulu. iyakan sweety " ucap Reiki


" ya. dan itu lebih baik karena setidaknya ia bisa menjaga dirinya sendiri " ucap Angela lalu masuk ke ruang penyimpanan.


Sang suami pun mengikuti dibelakangnya.


#


Disisi lain.


Mike yang ditinggal semalaman oleh kedua saudaranya kini bingung harus kemana mencarinya.


lalu tiba-tiba ia menerima sebuah pesan singkat dari Calista yang mengatakan Rean dan Raya ada di rumah nya jadi Mike tak perlu bimbang dan khawatir.


" kupikir mereka kena masalah.. syukurlah kalau mereka baik-baik aja " ucap Mike pelan lalu kembalu melanjukan pekerjaan nya dikantor sang kakak.


Tak jauh berbeda dari Mike.


Gani juga tampak gelisah karena sudah 2 hari ini ia tak melihat Calista maupun Julian ada dikampus.


bahkan Julian yang satu jurusan dengannya mengajukan cuti untuk sementara waktu.


" sebenarnya mereka kemana ya " gumam Gani khawatir.


" semoga Lista gak kenapa-napa " ucap Gani terus berharap.


#


Di metrocity.


tepatnya di gedung markas Dragon Eyes yang masih tetap berada di seberang markas Pusat Pasukan Bayangan.


ada tamu yang tak diundang datang ke markas itu dengan membawa banyak anak buahnya.


Hari itu juga tepat setelah Leon menjatuhkan hukuman untuk para pengkhianat , markas pusat yang sudah berdiri lebih dari 3 generasi diserang dengan orang asing.


Namun penyerangan itu dapat di atasi dengan bantuan dari beberapa anggota Pasukan Bayangan.


" segera cari dari mana asal para cecunguk ini " tegas Leon memberi perintah.


" baik bos !! " seru anak buahnya langsung menjalan perintah.


" katakan pada master kalian . situasi sudah kembali normal lagi " ucap Leon pada anggota Pasukan Bayangan yang langsung kembali ke markas mereka.


" sepertinya memang ada sesuatu di balik ini semua " gumam Leon.


to be continue 😘😊🤗