
Angela,Reiki dan JJ sudah pergi selama beberapa hari.
dan beberapa hari ini juga Arthur menjalani pelatihan yang harus ia jalani bersama Lena dan Leon.
Mulai dari mengendalikan emosi dan api biru mereka sampai ke latihan senjata untuk menjaga diri.
seperti saat ini , Arthur dan Lena memegang tongkat kayu sebagai pengganti pedang untuk berlatih di arena latihan para prajurit.
para prajurit merasa minder karena skill mereka kalah jauh dengan anak umur 5 tahun.
" Lena , Arthur !! istirahat dulu sayang " panggil Viona sembari membawa cemilan dan minuman untuk kedua bocah itu.
" iya ma " jawab Lena lalu menarik Arthur untuk menghampiri sang mama..
" jangan buru-buru makannya.. pelan-pelan aja entar kesedak " ucap Viona melihat Arthur yang makan dengan terburu-buru.
" gak apa mama vio.. Arthur mau cepat latihan lagi biar Arthur jadi lebih kuat jadi Arthur bisa ngelindungi mami sama papi " ucap Arthur meminun es nya lalu berlari kecil ke arena latihan.
" tunggu aku !! " ucap Lena ikut berlari menyusul Arthur.
" hah.. sebenarnya aku gak mau kalau mereka harus menjalani ini .. aku gak tega " ucap Leon berdiri dibelakang Viona.
" ya aku juga. tapi , mereka menuruni sifat keras kepala kamu dan Angela.. jadi ya mau bagaimana lagi " ucap Viona menghela nafas panjang.
" ya aku tau.. tapi tetap aja. aku gak berharap mereka juga mengalami ini diusia kecil mereka " ucap Leon
" tapi setidaknya aku masih bersyukur karena yang mereka dapat bukanlah pelatihan seperti yang aku dan Angela alami .. walaupun aku tau , pelatihan dari kakek itu lah yang justru membuat ku dan Angela jadi seperti sekarang " ucap Leon lagi.
Viona diam mendengarkan suaminya terus berbicara.
" ya. pelatihan yang didapat Angela bukan hanya dari kakek.. kamu tau itu kan ? " tanya Viona
" ya aku tau itu.. dan memang sama seperti sekarang.. umur Angela dulu bahkan lebih muda dari Arthur saat ini . dan ia harus menjalani latihan fisik bersama ayah dan bunda . sedangkan aku , aku hanya latihan sebentar itupun udah lelah.. " ucap Leon.
saat keduanya berbincang sambil mengamati Arthur dan Lena.
raja Alvin datang bersama Raja Rius yang baru tiba dari kerajaan Froz.
" bagaimana keadaan cucu ku ? " tanya Raja Rius.
" dia baik-baik aja.. malahan semakin lebih baik " jawab Leon
" Leon , apa sudah ada kabar dari Angel ? " tanya raja Alvin karena selama beberapa hari ini mereka belum mendengar kabar dari keempat orang itu.
" belum ada paman " jawab Leon menggeleng pelan
" hah.. semoga mereka baik-baik aja " ucap Raja Alvin menghela nafas berat.
" iya semoga.. " ucap Raja Rius juga khawatir dengan anak dan menantunya.
mereka berempat terus mengamati setiap gerakan Arthur dan Lena yang sudah mendekati sempurna bahkan diusia mereka yang masih dini..
hingga akhirnya kedua bocah itu kelelahan lalu berbaring begitu saja ditanah ..
" mereka kenapa ? " tanya Raja Rius.
" mereka istirahat " jawab Viona karena memang dari pertama kali Arthur dan Lena berlatih , Viona selalu mendampingi mereka jadi Viona tau kebiasaan kedua bocah itu.
" HAHAHAHA " tawa lepas Lena berbaring di sebelah Arthur
" HAHAHAHA " Arthur juga tertawa dengan lepas.
para orang tua yang tak bisa mendengar percakapan mereka pun hanya diam karena heran
sedangkan keduanya terus bercanda dan tertawa bersama.
##
Hari pun berganti malam.
Suasana istana yang tak pernah sepi pun kini jadi sepi karena sebagian penghuninya sudah tidur.
tapi lain halnya dengan bocah lelaki yang duduk di jendela menatap lampu-lampu di bawah ditemani sang rembulan yang memancarkan cahaya yang terang tapi tak menyilaukan.
Arthur diam sambil merasakan dinginnya angin malam.
" papi , mami , kapan kalian pulang ? " ucap Arthur memandang jauh kedepan.
" apa sesulit itu misi kalian sekarang .. Arthur akan berusaha lebih giat agar Arthur cukup kuat untuk melindungi papi dan mami . dan menggantikan mami dan papi mengambil misi-misi " ucap Arthur membuka kalung liontin berisi foto mereka bertiga.
lalu tersenyum manis menatap foto kecil itu.
" Arthur janji " ucapnya lalu turun dari jendela dan beranjak tidur.
hanya dalam hitungan detik , Arthur tertidur pulas sambil menggenggam liontin itu.
###
Disisi lain.
pencarian yang dilakukan JJ , Reiki dan Angela membuahkan hasil yang sedikit mengejutkan.
semua petunjuk yang mereka dapatkan mengarahkan mereka ke sebuah rumah di atas bukit.
" ini bukan rumah biasa . lihat orang-orang itu " ucap Reiki menunjuk orang-orang yang sedang berjaga.
" iya kita gak bisa masuk begitu aja " ucap Johan
" hmm.. tapi , kita harus masuk dan memastikan Nana disana atau gak " ucap Angela
" Nana disini.. aku yakin .. aku akan menjemputnya " ucap Jordan hendak keluar dari persembunyian mereka.
pletak.
" kau bodoh ha..!! kita gak tau mereka itu jahat atau gak.. kalau mereka penjahat dan kau muncul tiba-tiba yang ada Nana akan terluka " ucap Johan menjitak kepala adik kembarnya itu.
" kau.. kau memukulku ?! " ucap Jordan kaget
" iya.. kenapa , lagi ?! " ucap Johan dengan wajah garangnya.
" suutt ..ada yang datang " ucap Reiki melihat ada rombongan kuda yang datang.
" itu .. bandit-bandit yang kemarin kan " ucap Johan
" iya kak.. dan kayaknya mereka bandit yang di katakan paman waktu itu " ucap Angela
" ya iyalah.. toh ini memang markas mereka " celetuk pria yang diikat Johan.
Keempat nya langsung menatap tajam pria itu.
glek..
pria itu merutuki mulutnya yang tak bisa diam dan sekarang ia merasa seperti daging yang siap disantap serigala lapar.
Angela membisikkan sesuatu ke Jordan dan Johan lalu Reiki.
" kayaknya ini malam terakhir ku " ucap pria itu putus asa.
Johan menarik pria itu lalu turun ke rumah tersebut.
" buka gerbang. aku ada perlu dengan orang yang tadi " ucap Johan pada penjaga sambil menarik tali yang mengikat pria dibelakang nya itu.
salah satu penjaga pun masuk dan melapor.
tak lama kemudian , seorang pria keluar .
" ah ternyata kamu lagi.. ada apa kemari dan bagaimana kau tau tempat ini ? " tanya pria berbaju merah itu.
" aku kesini mengantarkan orang ini.. ia sudah tak berguna untukku lagi " ucap Johan melirik pria dibelakangnya.
" ahahahahah " tawa pria baju merah.
" aku tau itu hanya alasanmu.. katakan apa tujuanmu sebenarnya ? " tanya pria itu.
sebelum menjawab mata Johan menangkap sosok yang ia kenali.
" TUAN SMITH !! " teriak Johan menerobos masuk.
Pria paru baya yang merasa seseorang memanggilnya pun menoleh ke sumber suara.
" tuan smith.. syukurlah bapak selamat.. kami khawatir dan sedih mendengar berita kecelakaan itu " ucap Johan memeluk pria paru baya itu dengan senang .
" KAU !! APA TUJUANMU KESINI ?! " bentak pria berbaju merah agak kesal karena Johan menerobos masuk begitu saja.
" aku kesini mau menjemput keluargaku " ucap Johan menghalangi pria berbaju merah itu.
" siapa keluarga mu ?! disini tidak ada keluargamu !! cepat pergi sebelum aku main kasar " ucap pria itu
" aku gak akan pergi tanpa keluargaku " ucap Johan membuka topinya. kini terlihat jelas wajahnya itu.
" nak johan.. ini kamu , dimana menantuku ? " tanya bapak dibelakang Johan yang ternyata memang tuan Smith , ayah Nana.
" tuan tenang saja , kita akan bertemu dia begitu kita keluar dari sini.. sebaiknya tuan tak melihat ini " ucap Johan menggenggam pisau kecilnya.
" baiklah , jika itu kemauanmu " ucap pria baju merah mengeluarkan pedangnya dan mengarahkan ke Johan siap untuk ternoda.
Sriing sring
Suara pedang lawan pedang.
" Jangan pernah berpikir untuk menyentuh kakakku sedikit pun " ucap Angela berdiri didepan Johan menangkis serangan pedang pria baju merah itu.
" Kau !! Kalian !! sejak kapan ?! " pria itu kaget karena tak tau sejak kapan Angela , Reiki dan Jordan berada didekat Johan.
" baiklah ,, jika kalian memang datang mengantarkan nyawa.. maka jangan salahkan aku " ucap pria itu mengeluarkan satu pedang lagi.
Angela pun tak mau kalah.
ia juga mengeluarkan kedua pedang kesayangannya
SRING SRING SRING SRING SRING
keduanya terus menyerang satu sama lain.
entah kenapa jurus mereka seolah saling melengkapi.
syut syut
salah satu pedang Angela mengenai lengan pria itu hingga bajunya terjatuh.
sedangkan pedang pria itu tanpa sengaja mengenai tali cadar yang dipakai Angela hingga cadar yang menutupi wajahnya terjatuh ketanah..
" Kau !! " ucap Angela geram karena ada goresan kecil di bawah telinganya.
" kenapa ? apa kau mau ku lukis wajah jelek mu itu ? " ledek pria itu .
" sweety , kamu luka " ucap Reiki khawatir tiba-tiba ada di sebelah Angela dan mengelap darah dari goresan itu.
" KAU !! " Angela sudah dilanda emosi pun tak sengaja mengeluarkan api birunya hingga api itu juga ada dipedangnya.
" HENTIKAN !! SUDAH CUKUP !! " teriak seseorang melerai Angela dan pria itu saat hendak lanjut babak kedua.
Sontak keduanya pun berhenti dan melihat ke sumber suara.
begitu juga yang lainnya.
" sudah cukup.. jangan bertengkar lagi " ucap wanita yang keluar dari rumah itu.
" tapi .. mereka .. " ucap pria itu lalu takut saat wanita itu menatapnya dengan tajam.
" kalian pasti lelah .. istirahat lah disini akan ku siapkan kamar untuk kalian " ucap wanita itu lalu berjalan masuk.
Angela , Reiki dan JJ saling tatap mata karena masih bingung.
to be continue 🤗😘😊