YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 16



Hari minggu , Sama seperti hari lainnya.


Setiap pagi Raya membantu ibu Rol mengurus anak-anak panti sedangkan ibu Rol dan beberapa pengurus mengurus urusan dapur .


Setelah Sarapan Bersama , Raya ke halaman depan menelpon Arthur sambil melihat anak-anak yang lainnya pergi bermain.


" halo , bisa bicara dengan bapak Arthur ? " goda Raya pura-pura sebagai orang asing.


" hm siapa ya ? Disini gak ada yang namanya Bapak Arthur " jawab Arthur asal dengan nada serak khas orang baru bangun tidur.


" pangeranku , tadi malam kamu tidur jam berapa sih , tumben baru bangun jam segini " ucap Raya lembut


" hoam.. wahai tuan puteriku tercinta.. tadi malam pangeranmu pulang larut lagi soalnya banyak yang nantangin di arena " jawab Arthur jujur. ya Arthur sudah cerita ke Raya tentang pekerjaan nya yang satu itu.


bahkan dirinya sempat mengajak Raya tadi malam , tapi Raya menolak dengan alasan gak ada yang bantuin bu Rol.


" hah.. masih ngantuk ? " tanya Raya


" udah gak kan udah bangun sayangku " ucap Arthur


" hm yaudah , aku tutup dulu ya . ibu manggil aku . entar aku telepon lagi .. bye , Love you " ucap Raya langsung menutup telepon itu.


" Love you too " ucap Arthur memejamkan matanya dan kembali tidur.


ibu Rol heran melihat Raya yang terburu-buru.


" mau kemana Ra ? " tanya ibu Rol


" ah bu , Raya keluar dulu ya . nanti kalau perlu bahan apa tinggal kasih tau Raya , biar Raya beli waktu pulang " ucap Raya memakai sepatunya.


" iya. hati-hati di jalan Ra " ucap ibu Rol .


Raya pun pergi menggunakan menggunakan bis umum.


" tuh bocah mau kemana bu ? " tanya Bari keluar dari kamarnya.


" entahlah Bar , tadi sih ibu lihat dia habis teleponan terus langsung buru-buru pergi.. ibu juga gak tau dia mau kemana " jawab ibu Rol


" pasti ke apartemen Arthur .. dasar cewek " batin Bari.


Tak lama setelah Raya pergi , Tiba-tiba datang beberapa buah mobil masuk ke halaman panti asuhan.


bahkan sampai berjejer rapi diluar halaman.


ibu panti dan juga seluruh pengurus panti langsung keluar menyambut kedatangan rombongan itu.


Bari sendiri dibantu oleh 3 orang anak yang sudah remaja membawa masuk anak panti yang kebanyakan masih anak-anak.


Dari mobil yang ditengah , keluarlah 4 orang.


" selamat datang ditempat kami Tuan dan Nyonya Adinson " ucap ibu Rol


" SELAMAT DATANG TUAN DAN NYONYA SERTA TUAN MUDA DAN NONA BESAR Adinson " ucap pengurus panti asuhan


Ya, yang datang tidak lain adalah keluarga Adinson.


keluarga itu memang hampir setiap 2 minggu sekali datang ke berbagai panti asuhan yang mereka donasikan.


dan untuk minggu ini , kebetulan adalah panti asuhan tempat Raya dan Bari.


" kak bukannya itu cowok yang jalan sama Kak Lena ya ? " bisik Julian melihat Bari menggendong seorang bocah perempuan.


" iya itu dia . kakak juga lihat sendiri waktu di mall " ucap Calista


" silakan masuk Tuan , Nyonya " ucap ibu Rol.


" terima kasih Nyonya " ucap Angela .


" turunkan semua " perintah Reiki ke ajudannya.


" papi , mami .. kita bantu disana dulu ya " ucap Julian .


" hm.. jangan terlalu jauh " ucap Angela


Calista dan Julian pun ikut membantu para bodyguard menurunkan semua barang yang mereka siapkan.


sedangkan para orang tua masuk ke dalam panti.


Sesekali Calista maupun Julian memotret Bari secara diam-diam.


keduanya punya satu pikiran , yaitu untuk Lena.


" maaf bu Rol, tapi apa disini hanya ada 1 orang anak yang cukup dewasa untuk membantu pekerjaan panti ? " tanya Angela.


" sebenarnya ada 2 Nyonya tapi kebetulan yang satu nya lagi pergi " jawab bu Rol.


lalu para orang tua itu pun berbincang santai layaknya orang biasa.


Sementara Bari juga ikut membantu menyusun barang dapur yang dibawa keluarga Adinson itu.


Disisi lain.


Arthur yang masih tidur pulas pun terbangun karena mencium bau harum dari dapur apartemen nya.


Dengan wajah yang bangun tidur , ia berjalan menuju dapur.


" ah , maaf aku ribut ya jadi kamu kebangun " ucap Raya kaget melihat Arthur masuk dapur.


" gak kok sayang.. ah sejak kapan kamu disini ?! " tanya Arthur kaget dan langsung sadar sepenuhnya.


" hehe.. maaf ya .. aku kesini buat masakin makanan untukmu.. tapi ku lihat kamu masih tidur jadi sengaja aku gak bangunin " ucap Raya .


Sebelumnya Arthur sudah mendaftarkan Retina Raya di sistem kunci pintu agar kekasihnya itu bisa bebas keluar masuk apartemen nya.


" sekarang cuci muka dulu ya , biar aku selesaikan ini dulu " ucap Raya.


" baik tuan putri " ucap Arthur masuk ke kamar mandi.


Setelah itu keduanya makan bersama.


" maaf ya karena aku hanya masakin kamu ini aja " ucap Raya


" aku gak masalah kok.. apapun masakanmu , itu adalah makanan terenak untukku. " ucap Arthur tersenyum manis.


Keduanya makan dengan bahagia walaupun hanya dengan sayur bayam bening dan omelette yang menemani si nasi.


Arthur senang karena Raya perhatian padanya.


" Ayo aaaaa " ucap Arthur menyuruh Raya membuka mulutnya.


" aaa .. ham .. mmm " Raya menerima suapan dari sang kekasih.


Raya pun membalas menyuapi Arthur.


beberapa saat kemudian.


mereka sudah selesai dengan acara suap-suapan itu.


selagi Raya membereskan peralatan makan mereka tadi , Arthur pergi membersihkan dirinya karena kemarin mereka berdua sudah sepakat akan kencan hari minggu ini.


Setelah semua sudah beres ,Raya berkeliling apartemen besar Arthur selagi menunggu Arthur selesai berganti pakaian.


Raya merasa heran dengan sebuah pintu besi yang terkunci rapat.


" ini ruang apaan ya ? " guman Raya penasaran.


" Ra !! kamu dimana ? " teriak Arthur mencari dirinya.


" aku disini " jawab Raya langsung berlari ke Arthur.


Begitu melihat Raya , Arthur langsung memeluknya dengan erat.


" kukira kamu pergi .. jangan pergi oke , jangan tinggalkan aku " ucap Arthur . dari nada bicara nya Raya bisa merasakan kecemasan dan rasa takut yang dirasakan Arthur.


" aku gak kemana-mana kok.. aku cuma keliling rumahmu ini soalnya besar banget.. selain dapur sama ruang tv , aku akan gak pernah lihat yang lain .. aku takut kalau suatu saat terjadi hal buruk padamu , aku gak bisa menemukanmu disini " ucap Raya.


" sayangku.. kamu tenang saja.. didunia ini selain keluarga ku dan kamu , gak akan ada orang yang bisa menyakitiku " ucap Arthur menatap dalam wajah Raya.


" yaudah , ayo berangkat entar keburu siang " ucap Raya mengalihkan wajahnya yang merona.


Arthur tersenyum kecil lalu menggandeng Raya keluar .


hari ini , keduanya memilih mengendarai motor dibandingkan mobil.


Arthur melajukan motornya dengan kecepatan rendah menuju tempat tujuan mereka.


Arthur menarik tangan Raya agar memeluknya .


" pegangan yang erat , biar gak jatuh " ucap Arthur sedikit keras.


Tanpa menjawab , Raya langsung memeluk erat pinggang Arthur dari belakang sambil tersenyum malu.


Banyak dari pengendara lainnya yang mencuri gambar pasangan itu .


selain dari karena mereka yang keliatan sweet , ada juga yang karena mengenali Arthur.


tapi ada satu mobil yang sedari tadi pagi mengikuti Raya sejak ia meninggalkan panti hingga saat ini.


orang didalam mobil itu terus mengambil foto Raya dan Arthur .


" iya tuan .. benar .. saya masih mengikuti mereka .. baik tuan " ucap orang itu menerima perintah dari 'tuannya' diseberang telepon.


to be continue 😘😊🤗


mampir juga ke ' My Dear Queen Mafia ' ya..