
Reiki dan Angela merasa risih dengan rektor kampus BTI itu..
" apa kau sudah puas , mau sampai kapan kau seperti ini ? " tanya Reiki mendorong wajah rektor itu menjauh dari mereka.
Ya , rektor itu tak bisa melepaskan pandangan kagum nya karena dua orang yang sangat berpengaruh dan sangat susah untuk ditemui. kini , duduk di depan nya..
" ah maafkan saya tuan dan nyonya.. apa ada yang bisa saya bantu untuk anda ? " tanya Rektor itu sopan.
" aku sedang mencari seseorang .." ucap Angela belum selesai
" nyonya tenang saja .. anak-anak disini semuanya berbakat , berprestasi , dan berpengalaman.. nyonya bisa memilih mereka sepuas nyonya . " ucap rektor itu menyela Angela.
" aku paling benci dengan orang yang suka menyela ucapan orang lain.. kurasa sudah tak ada keperluan lagi disini .. ayo pergi " ucap Angela berdiri mengajak Reiki pergi.
" Maaf maafkan saya nyonya.. maafkan atas kelancangan saya ... tolong beri saya kesempatan lagi " ucap Rektor itu menahan tangan Angela . maksud hati ingin menahan dua orang itu agar tak jadi pergi . tapi kenyataanya , itu malah membuat Reiki dan Angela makin kesal.
" Lepaskan tanganmu dari istriku !! " ucap Reiki menatap tajam rektor itu..
" Maafkan saya Tuan Adinson , Nyonya.. maafkan saya . saya mohon , beri saya kesempatan untuk melayani Tuan dan Nyonya Yang Terhormat " ucap Rektor itu memelas.
" sudahlah.. bawa kesini yang namanya Pit .. " ucap Reiki
" aku tak punya banyak waktu luang .. cepat bawa orang itu kesini " ucap Angela .
" baik Tuan , Nyonya .. akan saya bawa Pit " ucap Rektor itu lalu keluar dari kantor nya ke tata usaha .
10 menit kemudian .
Rektor itu kembali . namun ia membawa petugas tata usaha bersamanya..
" maafkan kami Tuan , Nyonya Adinson.. tapi , di universitas ini tidak ada mahasiswa yang terdaftar dengan nama Pit seperti yang Tuan cari " ucap Rektor itu mengelap keringat di wajah nya.
" dan siapa kau ? " tanya Angela.
" maaf tuan nyonya.. saya petugas tata usaha dan ini saya membawa daftar nama mahasiswa kami disini . silahkan anda periksa " ucap petugas itu memberikan daftar yang ia sebutkan.
" sudahlah.. jika memang gak ada . biarkan saja. " ucap Reiki
" kita pulang sekarang ? " tanya Angela ke Reiki..
Reiki menjawab nya dengan anggukkan kepala saja.
" semua yang terjadi disini .. sebaiknya kau simpan baik-baik , jangan kau sebarkan dikeluar.. atau kau akan tau akibatnya " ancam Reiki menatap tajam Rektor itu.
" baik tuan Nyonya.. " jawab rektor itu
Angela dan Reiki pun kembali ke mansion..
" selamat datang ketua " sapa twin yang sementara menjaga markas selagi Hyper belum kembali..
" mmmm.. bagaimana ? " tanya Angela.
" ada di ruang bawah tanah ketua " jawab twin.
" baiklah.. kau kembali kerjakan tugasmu " ucap Angela
" baik Ketua " jawab Twin.
##
Angela ke ruang bawah tanah bersama Reiki.
" apa kabar , gimana disini , nyaman kan ? " tanya Angela masuk ke ruang tahanan Pino.
" baik kepalamu... apa kau tak lihat gimana aku ?!! " bentak Pino
" wah ternyata berani juga kau ya " ucap Reiki di belakang Angela..
" kenapa hah.. apa salah ku , sampai kalian perlakukan aku seperti ini ? " tanya Pino bergetar menahan sakit akibat cambukan dari Twin sebelumnya.
" kenapa katamu.. pertama , kau membohongi kami. kedua , kau mencuri sesuatu yang bukan milikmu . ketiga , kau masuk ke daerahku tanpa seijin ku .. sekarang kau tau kan apa salah mu " ucap Angela.
" sudah ku bilang bukan aku pencurinya.... AAKKKHHHH " teriak Pino karena jari tangan kanan nya di potong Reiki.
" diamlah !! " ucap Angela geram memasukkan kaos kaki bekas orang gila ke dalam mulut Pino.
" mmmm.mmmm." Pino berusaha meronta saat Reiki kembali memegang jari tangan kiri nya..
"MMMMMMM...MMMM" teriakan yang tertahan dari Pino malah menambah kesan sadis dari hukuman yang sedang terjadi itu..
" sweety , mau ? " tanya Reiki memberikan potongan jari Pino ke Angela..
Angela tersenyum dan menerima itu.
" lumayan untuk makan malam teman-teman ku " ucap Angela menjadikan satu potongan-potongan jari Pino.
Pino tambah ketakutan saat melihat Angela dengan santai nya memasukkan bagian tubuhnya itu ke dalam sebuah wadah..
" apa masih butuh yang lainnya sayangku ? " tanya Reiki siap dengan pisau nya
" kayaknya iya sayang " jawab Angela menimbang wadah itu.
" hmm .. kayaknya kita bawa aja dia sekalian.. biar teman-teman ku yang membagi dagingnya " ucap Angela
" itu juga bagus .. kemana ? " tanya Reiki menarik tangan tanpa jari milik Pino.
" kayaknya dia ada permintaan terakhir " ucap Reiki melihat mata Pino
Angela melepaskan sumpalan nya..
" aahh.. ku mohon. aku memang salah telah mencuri disini.. jika kalian mau nyawaku , ambillah.. tapi ku mohon , lakukan dengan cepat " ucap Pino bersujud di depan Reiki dan Angela.
sreek
" baiklah .. ku kabulkan permintaanmu " ucap Angela menarik pedangnya .
Pino melongo melihat pedang api biru milik Angela.
" saya merasa beruntung bisa memberikan hidupku untuk pedang biru yang melegenda " ucap Pino.
" sebelum saya mati.. saya minta , nyonya datang ke BE TOP Bar .. disana ada seseorang yang menunggu Nyonya.. " ucap Pino.
" siapa kau sebenarnya ? " tanya Reiki
" saya hanya orang kecil .. yang tidaklah penting dibandingkan Nyonya dan Tuan " ucap Pino.
" sudahlah.. ku biarkan kau hirup udara beberapa hari lagi.. dan jika kau masih berbohong.. jangan harap kau mati dengan cepat " ancam Angela lalu keluar dari ruangan itu disusul sang suami..
##
hari berganti malam.
Jordan baru pulang dari perusahaan nya ..
ia kaget melihat Angela dan Reiki di mansion itu..
" kapan kalian datang ? " tanya Jordan kaget.
" tadi siang " jawab Reiki.
" kamu mau ? " tanya Angela menawarkan steak .
" mau lah.. toh gratis " ucap Jordan mengambil seporsi steak.
Ketiganya pun makan tanpa suara di depan TV.
hanya ada suara TV dan Garpu serta pisau saja yang terdengar.
" Angel.. lusa aku pulang kerumah.. nenek sakit . kamu mau ikut atau gimana ? " tanya Jordan setelah meletakkan garpunya.
" aku juga mau sih.. tapi , gimana .. disini gak ada orang . Hyper juga belum bisa pulang kesini . " ucap Angela bingung
" yaudah.. itu sih terserah kamu aja.. " ucap Jordan
" udah malam.. aku capek banget hari ini.. aku tidur dulu ya " ucap Jordan lalu masuk ke kamar nya.
" sweety , kita juga tidur yuk " ucap Reiki manja.
" sebentar.. aku bereskan ini dulu " ucap Angela mengumpulkan piring habis mereka makan tadi.
" ku bantu " ucap Reiki membawa setumpuk piring itu ke tempat piring kotor di dapur.
Reiki melihat ke belakang tapi tak melihat istrinya.
" sweety ? " panggil Reiki .. tak ada jawaban.
Reiki pun langsung ke kamar .
Kreek
" sayang.. sini " ucap Angela manja sambil menepuk pelan bantal di sampingnya.
" dengan senang hati " ucap Reiki mengunci pintu lalu berbaring di samping Angela..
Malam yang panjang pun terjadi..
dan Jordan kembali membuat kamar nya jadi kedap suara..
" dasar pengantin baru " gerutu Jordan menyalakan keras-keras musik di kamarnya..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊