YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
186



Reiki dan Angela merasa risih dengan rektor kampus BTI itu..


" apa kau sudah puas , mau sampai kapan kau seperti ini ? " tanya Reiki mendorong wajah rektor itu menjauh dari mereka.


Ya , rektor itu tak bisa melepaskan pandangan kagum nya karena dua orang yang sangat berpengaruh dan sangat susah untuk ditemui. kini , duduk di depan nya..


" ah maafkan saya tuan dan nyonya.. apa ada yang bisa saya bantu untuk anda ? " tanya Rektor itu sopan.


" aku sedang mencari seseorang .." ucap Angela belum selesai


" nyonya tenang saja .. anak-anak disini semuanya berbakat , berprestasi , dan berpengalaman.. nyonya bisa memilih mereka sepuas nyonya . " ucap rektor itu menyela Angela.


" aku paling benci dengan orang yang suka menyela ucapan orang lain.. kurasa sudah tak ada keperluan lagi disini .. ayo pergi " ucap Angela berdiri mengajak Reiki pergi.


" Maaf maafkan saya nyonya.. maafkan atas kelancangan saya ... tolong beri saya kesempatan lagi " ucap Rektor itu menahan tangan Angela . maksud hati ingin menahan dua orang itu agar tak jadi pergi . tapi kenyataanya , itu malah membuat Reiki dan Angela makin kesal.


" Lepaskan tanganmu dari istriku !! " ucap Reiki menatap tajam rektor itu..


" Maafkan saya Tuan Adinson , Nyonya.. maafkan saya . saya mohon , beri saya kesempatan untuk melayani Tuan dan Nyonya Yang Terhormat " ucap Rektor itu memelas.


" sudahlah.. bawa kesini yang namanya Pit .. " ucap Reiki


" aku tak punya banyak waktu luang .. cepat bawa orang itu kesini " ucap Angela .


" baik Tuan , Nyonya .. akan saya bawa Pit " ucap Rektor itu lalu keluar dari kantor nya ke tata usaha .


10 menit kemudian .


Rektor itu kembali . namun ia membawa petugas tata usaha bersamanya..


" maafkan kami Tuan , Nyonya Adinson.. tapi , di universitas ini tidak ada mahasiswa yang terdaftar dengan nama Pit seperti yang Tuan cari " ucap Rektor itu mengelap keringat di wajah nya.


" dan siapa kau ? " tanya Angela.


" maaf tuan nyonya.. saya petugas tata usaha dan ini saya membawa daftar nama mahasiswa kami disini . silahkan anda periksa " ucap petugas itu memberikan daftar yang ia sebutkan.


" sudahlah.. jika memang gak ada . biarkan saja. " ucap Reiki


" kita pulang sekarang ? " tanya Angela ke Reiki..


Reiki menjawab nya dengan anggukkan kepala saja.


" semua yang terjadi disini .. sebaiknya kau simpan baik-baik , jangan kau sebarkan dikeluar.. atau kau akan tau akibatnya " ancam Reiki menatap tajam Rektor itu.


" baik tuan Nyonya.. " jawab rektor itu


Angela dan Reiki pun kembali ke mansion..


" selamat datang ketua " sapa twin yang sementara menjaga markas selagi Hyper belum kembali..


" mmmm.. bagaimana ? " tanya Angela.


" ada di ruang bawah tanah ketua " jawab twin.


" baiklah.. kau kembali kerjakan tugasmu " ucap Angela


" baik Ketua " jawab Twin.


##


Angela ke ruang bawah tanah bersama Reiki.


" apa kabar , gimana disini , nyaman kan ? " tanya Angela masuk ke ruang tahanan Pino.


" baik kepalamu... apa kau tak lihat gimana aku ?!! " bentak Pino


" wah ternyata berani juga kau ya " ucap Reiki di belakang Angela..


" kenapa hah.. apa salah ku , sampai kalian perlakukan aku seperti ini ? " tanya Pino bergetar menahan sakit akibat cambukan dari Twin sebelumnya.


" kenapa katamu.. pertama , kau membohongi kami. kedua , kau mencuri sesuatu yang bukan milikmu . ketiga , kau masuk ke daerahku tanpa seijin ku .. sekarang kau tau kan apa salah mu " ucap Angela.


" sudah ku bilang bukan aku pencurinya.... AAKKKHHHH " teriak Pino karena jari tangan kanan nya di potong Reiki.


" diamlah !! " ucap Angela geram memasukkan kaos kaki bekas orang gila ke dalam mulut Pino.


" mmmm.mmmm." Pino berusaha meronta saat Reiki kembali memegang jari tangan kiri nya..


"MMMMMMM...MMMM" teriakan yang tertahan dari Pino malah menambah kesan sadis dari hukuman yang sedang terjadi itu..


" sweety , mau ? " tanya Reiki memberikan potongan jari Pino ke Angela..


Angela tersenyum dan menerima itu.


" lumayan untuk makan malam teman-teman ku " ucap Angela menjadikan satu potongan-potongan jari Pino.


Pino tambah ketakutan saat melihat Angela dengan santai nya memasukkan bagian tubuhnya itu ke dalam sebuah wadah..


" apa masih butuh yang lainnya sayangku ? " tanya Reiki siap dengan pisau nya


" kayaknya iya sayang " jawab Angela menimbang wadah itu.


" hmm .. kayaknya kita bawa aja dia sekalian.. biar teman-teman ku yang membagi dagingnya " ucap Angela


" itu juga bagus .. kemana ? " tanya Reiki menarik tangan tanpa jari milik Pino.


" kayaknya dia ada permintaan terakhir " ucap Reiki melihat mata Pino


Angela melepaskan sumpalan nya..


" aahh.. ku mohon. aku memang salah telah mencuri disini.. jika kalian mau nyawaku , ambillah.. tapi ku mohon , lakukan dengan cepat " ucap Pino bersujud di depan Reiki dan Angela.


sreek


" baiklah .. ku kabulkan permintaanmu " ucap Angela menarik pedangnya .


Pino melongo melihat pedang api biru milik Angela.


" saya merasa beruntung bisa memberikan hidupku untuk pedang biru yang melegenda " ucap Pino.


" sebelum saya mati.. saya minta , nyonya datang ke BE TOP Bar .. disana ada seseorang yang menunggu Nyonya.. " ucap Pino.


" siapa kau sebenarnya ? " tanya Reiki


" saya hanya orang kecil .. yang tidaklah penting dibandingkan Nyonya dan Tuan " ucap Pino.


" sudahlah.. ku biarkan kau hirup udara beberapa hari lagi.. dan jika kau masih berbohong.. jangan harap kau mati dengan cepat " ancam Angela lalu keluar dari ruangan itu disusul sang suami..


##


hari berganti malam.


Jordan baru pulang dari perusahaan nya ..


ia kaget melihat Angela dan Reiki di mansion itu..


" kapan kalian datang ? " tanya Jordan kaget.


" tadi siang " jawab Reiki.


" kamu mau ? " tanya Angela menawarkan steak .


" mau lah.. toh gratis " ucap Jordan mengambil seporsi steak.


Ketiganya pun makan tanpa suara di depan TV.


hanya ada suara TV dan Garpu serta pisau saja yang terdengar.


" Angel.. lusa aku pulang kerumah.. nenek sakit . kamu mau ikut atau gimana ? " tanya Jordan setelah meletakkan garpunya.


" aku juga mau sih.. tapi , gimana .. disini gak ada orang . Hyper juga belum bisa pulang kesini . " ucap Angela bingung


" yaudah.. itu sih terserah kamu aja.. " ucap Jordan


" udah malam.. aku capek banget hari ini.. aku tidur dulu ya " ucap Jordan lalu masuk ke kamar nya.


" sweety , kita juga tidur yuk " ucap Reiki manja.


" sebentar.. aku bereskan ini dulu " ucap Angela mengumpulkan piring habis mereka makan tadi.


" ku bantu " ucap Reiki membawa setumpuk piring itu ke tempat piring kotor di dapur.


Reiki melihat ke belakang tapi tak melihat istrinya.


" sweety ? " panggil Reiki .. tak ada jawaban.


Reiki pun langsung ke kamar .


Kreek


" sayang.. sini " ucap Angela manja sambil menepuk pelan bantal di sampingnya.


" dengan senang hati " ucap Reiki mengunci pintu lalu berbaring di samping Angela..


Malam yang panjang pun terjadi..


dan Jordan kembali membuat kamar nya jadi kedap suara..


" dasar pengantin baru " gerutu Jordan menyalakan keras-keras musik di kamarnya..


.


.


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊