
Saat Calista pergi bersama Edward.
Disaat yang sama Julian juga sudah sampai dirumahnya.
Namun ada hal yang tak terduga ia lihat saat ini , Hyper dan Aurora yang kini sudah resmi memikul tanggung jawab kerajaan Trian alias Raja dan Ratu kerajaan Trian saat ini tengah berada di rumahnya ditambah suasana yang mencekam menyelimuti rumah itu.
" emm.. mi , Lian pulang " ucap Lian agak pelan takut malah memperkeruh suasana.
" oh iya , kakakmu mana ? " tanya Maminya tak melihat keberadaan sang putri.
" kak Lista masih ada tugas di perpus tadi mi. jadi Lian pulang duluan " ucap Julian
Papinya langsung mendorong pelan Julian mengarah ke kamarnya.
" sekarang mandi lalu ganti bajumu habis itu makan . mami mu udah masakin sayur kesukaan kamu " ucap Papinya .
" tapi pi .." Julian merasa ada yang tak beres.
" lebih baik sekarang kamu dengar perkataan papi. situasi diluar lagi tidak bagus . jadi kamu diam dikamar aja sampai papi atau mami yang nyuruh kamu keluar , paham " ucap papinya serius.
" emang ada apa pi , tadi ku lihat paman Hyper sama bibi Aurora ada disini .. pi kasih tau aku , sebenarnya ada apa ? " tanya Julian sedikit mendesak papinya.
" ha .. jangan beritahu siapapun oke.. Layla menghilang dari 3 hari yang lalu dan sampai sekarang belum ada kabarnya bahkan jejak nya pun tidak ada . makanya paman dan bibi mu kesini minta kami untuk mencarinya " jelas papinya.
Julian kaget mendengar itu karena satu hal yang ia tau dan ia yakin tapi ia ragu untuk bilang ke papinya jika sebenarnya Layla sempat menghubunginya tadi malam.
Julian mengunci kamarnya dari dalam setelah sang papi turun .
" halo .. kak kamu dimana sekarang ? " tanya Julian menghubungi Calista
" aku dijalan , mungkin 5 menit atau 10 menit lagi baru sampai rumah .. kenapa ? " tanya Calista dari seberang telepon
" ehem.. siapa ta ? " suara disamping Calista sukses membuat Julian terdiam sesaat.
" oh Lian nanya aku lagi dimana " jawab Calista
" Lian , kakak bentar lagi sampai kok. emang nya kenapa sih " tanya Calista lagi.
" ehem gak jadi deh.. eehh , bentar kak .. jangan pulang sekarang !!! putar arah kak.. tunggu aku di apartemen kak Arthur aja soalnya ada hal penting yang mau aku bilang ke kak arthur juga " ucap Julian rada kaget.
" oh oke . putar arah katanya , ke apartemen nya kak Arthur aja " ucap Calista lalu langsung memutuskan panggilan itu.
Setelah berkemas sedikit , Julian langsung keluar dari kamarnya dan suara tangisan berhasil menarik pendengaran nya.
" gimana Angel.. gimana nasib putriku .. oh anakku .. dimana kamu nak .. bunda rindu nak .. pulang lah sayang " suara tangis pilu dari seorang ibu yang mencemaskan anak semata wayang nya cukup menggetarkan hati Julian yang sekeras batu pada orang lain.
Aurora terus menangis di pelukan Angela.
sedangkan Hyper hanya bisa menunduk , menahan kekhawatiran nya.
" hmm pi. Lian jemput kak Lista dulu ya " ucap Julian berbisik pada sang papi yang sibuk mencari jejak digital Layla.
Julian langsung bergegas ke garasi setelah mendapat anggukan dari papinya.
Sebuah mobil merah melesat keluar dari kediaman itu.
#
Sementara suasana Calista dan Edward saat ini seperti ada di kutub utara.
Yang satu diam tanpa suara , dan yang satu nya lagi juga fokus dengan kemudi mobil.
" ehm.. kamu , kok ada disini ? apa paman Dyan juga ada di kota DA ini ? " tanya Calista berusaha memecah keheningan.
" gak aku datang sendiri " jawab Edward
" oh , lalu kenapa kamu tadi ada di kampus ku ? " tanya Calista lagi
" aku kangen kamu " jawab Edward spontan sambil melihat wajah Calista.
sedangkan kini wajah Calista memerah seperti kepiting rebus.
keduanya langsung reflek memalingkan wajah mereka yang sama-sama memerah itu.
" emm. kamu belum makan kan. gimana kalau kita makan dulu " ucap Edward mengajak Calista makan siang.
" kayaknya gak sekarang deh. lain kali aja ya makan diluarnya , nantikan bisa makan di rumah kak Arthur " jawab Calista.
" kenapa , apa kamu malu makan diluar dengan aku yang seperti ini ? " tanya Edward melihat Calista dengan tatapan sendunya.
" ah. bukan begitu maksud ku. hanya saja , sepertinya hal yang mau dibicarakan Lian sampai melarangku pulang sekarang itu pasti hal penting . " ucap Calista juga merasakan perasaan gundah yang sekarang tengah dirasakan Julian.
" contohnya ? " tanya Edward
" entahlah aku sendiri kurang yakin . tapi .. ITU DIA !! CEPAT KEJAR MOBILNYA !! " ucap Calista kaget saat mobil merah milik adiknya melewatinya dengan kecepatan yang tinggi.
Edward pun sedikit kaget dan cemas karena ia juga melihat mobil merah itu.
hanya butuh waktu 15 menit bagi Julian untuk tiba di apartemen milik kakak sulungnya , padahal biasanya 30 menit ia baru sampai .
Security yang berjaga pun agak kaget karena pintu gerbang terbuka sendiri dan disusul 2 buah mobil yang masuk begitu saja ke lift khusus.
" ya ternyata mereka " gumam security yang hafal dengan mobil Julian.
#
Lian tak menyadari keberadaan kakak kembarnya walaupun Calista ada dibelakangnya.
ia masuk Begitu saja tanpa memencet bel.
Arthur dan Raya yang sedang bermanja di ruang tv pun kaget dengan kedatangan mendadak Julian.
" ku pikir siapa ! " teriak Arthur menyimpan kembali pistol kecilnya ke bawah meja.
" eh , kak Lista belum datang ya " ucap Lian tak melihat kakak kembarnya itu.
" ya , lalu itu siapa ? " tanya Raya menunjuk belakang Julian.
" EEEHHH !! COPOT KEPALA LU COPOT !! " teriak Julian yang kaget setengah mati saat melihat sosok bertopeng dibelakang nya.
" kepala siapa yang copot Lian ?! " geram Edward.
" Hahhahaha " Calista tertawa karena geli melihat kembarannya itu kaget bercampur latah.
" ish apaan sih. lagian ini siapa lagi " gerutu Lian
" yang harus nya disini menggerutu itu aku , NGAPAIN KALIAN GAK BILANG DULU SEBELUM DATANG HAH !!! " bentak Arthur kesal.
" eh kupikir ni kucrut udah kasih tau kakak. soalnya dia yang ngajak kesini " ucap Calista yang takut dengan bentakan kakaknya itu lebih memilih ngumpet di belakang Edward.
" dan juga , kamu siapa ? " tanya Arthur
" oh saya lupa perkenalkan diri. Nama saya Edward . lama gak jumpa kak Ar " ucap Edward.
" oh si bungsu ya!! .. haha lama gak jumpa , sampai-sampai gak ngenalin tadi.. haha. ayo masuk , duduk disini " ucap Arthur mengenali Edward.
" ehem. kak , ada hal penting yang mau aku kasih tau . makanya aku kesini " ucap Lian kembali ke tujuan awalnya.
" duduk dulu dan minum ini , kalian pasti capek " ucap Raya meletakkan minuman dingin di meja.
" KAK !! KAK LAYLA HILANG !!! " teriak Julian tak bisa menunggu lagi.
Pfftt !!
Air yang baru diminum Arthur langsung menyembur keluar bukan karena berita yang dibawa Julian melainkan karena adik bungsu nya itu berani berteriak didepannya..
" Lian. ngapain teriak sih " bisik Lista menyadarkan Lian tapi itu terlambat.
" Julian Satria Adinson " panggil Arthur dengan wajah dinginnya.
" SIAP HADIR SIR !! " jawab Julian langsung berdiri siaga ala militer.
" habislah kau " gumam Calista tau apa yang akan terjadi dengan kembarannya itu.
To Be Continue๐๐๐ค