YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 26



Saat kecanggungan melanda Bari dan Lena.


tiba-tiba datang beberapa orang lelaki berbadan tegap dan mereka semua memakai baju yang seragam.


Mereka semua ada di setiap arah mata memandang.


tepat ditengahnya , tampak 2 orang lelaki yang satunya berbadan tinggi tegap dan sedikit gelap. sedangkan satunya lagi sedikit lebih rendah ,putih dan terlihat tak berbahaya.


" maaf apa anda melihat gadis ini ? " tanya Pria yang tinggi sedikit gelap itu pada Lena dan Bari sambil menunjukkan sebuah foto.


" kalian siapa ya ? " tanya Bari , ia kaget dan langsung waspada saat mereka menunjukkan foto Raya


" apa kalian melihat gadis ini ? atau mungkin kalian tau diruangan mana dia sekarang ? " tanya nya lagi.


Lena menjadi waspada dan bersiap membuka kopernya karena gerombolan orang asing didepannya itu.


Bari tak sengaja melihat pistol yang terselip di belakang orang didepannya itu.


Bari mengkode Lena dan Lena pun juga melihat senjata itu.


" katakan apa tujuan kalian kemari " ucap Lena dingin.


" siapa kalian beraninya ingin tau urusan kami " ucap pria itu tak kalah dingin dari Lena.


" kau tak berhak tau siapa aku.. ku katakan pada kalian , sebaiknya kalian semua pergi dari sini jika tak ingin memulai perang " ucap Lena tegas.


Lena dan Pria itu saling menatap tajam seakan saling membunuh.


" ah , nona cantik maafkan sikap kakakku ini ya. sebenarnya kami kemari hanya ingin tau bagaimana kondisi gadis didalam foto itu . karena kami khawatir saat tau ia masuk rumah sakit ini " ucap pemuda yang satunya itu.


" kalian siapa ? " tanya Bari


" ah aku lupa .. kenalkan Namaku Mike dan ini kakak sulungku , Rean " ucap pemuda yang bernama Mike itu.


Bari dan Lena saling pandang seolah berkomunikasi.


saat suasana hening.


tiba-tiba pintu ruang rawat Arthur terbuka dan Raya yang sedang panik dan khawatir pun berlari keluar sembari berteriak mencari dokter


saking paniknya , ia bahkan tak memperhatikan suasana didepan kamar rawat Arthur itu.


" DOKTER !! *SUSTER!! " teriak Raya berlari melewati barisan bodyguard berbadan tegap itu.


Semua yang ada di depan kamar rawat itu melongo melihat Raya yang menganggap mereka seakan mereka angin.


Tak lama , beberapa suster dan dokter pun terlihat datang sambil berlari dan Raya pun mengikuti mereka.


Dokter dan suster masuk ke ruang rawat Arthur sedangkan Raya di tahan suster agar tidak ikut masuk.


" maaf Nona , sebaiknya nona tunggu diluar biar kami memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu " ucap suster itu menghadang Raya didepan pintu lalu langsung masuk tak menunggu jawaban dari Raya.


Raya melihat dari balik kaca pintu itu.


" semoga gak terjadi sesuatu yang buruk padamu Ar " Batin Raya.


Tap.


Raya refleks langsung melayangkan tangannya karena dikagetkan seseorang yang menepuk bahunya dari belakang.


Syut.


" apa ini hal pertama yang kamu lakukan setelah bertemu denganku ? " ucap Rean menangkap tangan Raya yang berada di depan wajahnya.


" siapa kau ? " tanya Raya berusaha melepaskan tangannya.


Tanpa banyak kata , Rean langsung menarik Raya menjauh dari tempat itu.


" maaf tapi sebaiknya kalian berdua jangan ikut campur dalam urusan keluarga kami ya . permisi " ucap Mike pergi menyusul Rean dan Raya setelah memberikan peringatan pada Lena dan Bari.


" bagaimana sekarang ? " tanya Bari


" kita tunggu dokter keluar dulu. Raya baik-baik aja . mereka gak akan berani macam-macam disini " ucap Lena .


Tak lama dokter pun keluar dan mempersilakan Bari dan Lena masuk melihat keadaan Arthur.


drrt drrt


" halo paman " ucap Lena menerima panggilan dari Shiro.


" oh iya aku bawa paman " ucap Lena


" baiklah akan kucoba " ucap Lena lalu mematikan panggilan itu.


" pamanmu ? kenapa ? " tanya Bari , ia melihat Lena membuka koper sedangnya lalu mengeluarkan sebuah botol seukuran parfum dengan kaca bening.


" hus , jangan tanya sekarang . kamu bakalan tau kalau memang sudah waktunya. yang perlu kamu tau sekarang . ini milikku dan bisa juga untuk Arthur " ucap Lena.


" maksudnya ?" tanya Bari.


Lalu berjalan mendekati Arthur yang terbaring.


" kamu mau ngapain ? " tanya Bari menghentikan Lena saat akan menyuntik Arthur dengan cairan biru itu.


" kamu jawab pertanyaan ku.. kamu suka sama aku dan benar-benar mau ketemu sama orangtua ku,? " tanya Lena menatap mata Bari


" kamu tau darimana ? " tanya Bari kaget.


" kalau itu niatmu . maka kamu harus melihat sesuatu dariku setelah itu silakan ambil keputusan mau terus atau mundur . terserah kamu " ucap Lena


" apa maksud mu ? " tanya Bari


Syut Blaaarr..


Bari kaget dan langsung mundur beberapa langkah saat tiba-tiba muncul api dari tangan Lena.


" inilah aku yang sebenarnya. aku bukan bidadari ataupun malaikat seperti bayanganmu . aku hidup dalam bayang-bayang , hidup dalam keadaan seperti ini.. sekarang , terserah padamu , apapun keputusanmu. " ucap Lena menatap sayu Bari yang masih kaget.


Dalam hatinya , ia pun memiliki sebuah rasa untuk Bari. tapi jika Bari ingin menjauh maka ia juga rela melepaskannya pergi.


Tapi tanpa disangka , Bari mundur untuk mengambil teko ai lalu mendekati Lena dan langsung menyiram api biru dari tangan Lena.


" lain kali jangan keluarkan itu ditempat umum " ucap Bari memeluk Lena.


" itu .. aku masih punya tugas " ucap Lena


lalu Bari pun melepaskan pelukannya dan mundur kebelakang memberi Lena ruang.


Lena pun langsung menyuntikkan cairan biru itu tepat ke dada Arthur.


" ah aku lupa!! cepat masuk ke kamar mandi !! " teriak Lena langsung menarik Bari dan masuk ke kamar mandi.


" apapun yang terjadi , jangan keluar dari sini sebelum aku izinkan " ucap Lena keluar dari kamar mandi itu.


ternyata , reaksi tubuh Arthur saat cairan itu bekerja membuat Lena takut sesuatu terjadi.


dan memang benar. kini seisi ruangan itu seperti kutub es.


dan Lena berdiri didekat pintu untuk mencairkan es itu.


Beberapa menit kemudian , suhu diruangan itu pun kembali normal.


Bari keluar setelah Lena bilang selesai.


ia melihat Lena duduk bersandar di sofa.


" kamu gak apa-apa ? " tanya Bari.


" ya aku gak apa-apa . cuma sedikit capek.. hah , kalau tau gini aku bakal latihan ekstra " ucap Lena.


" istirahatlah.. pulihkan tenagamu dulu " ucap Bari membaringkan Lena dan membiarkan pahanya sebagai bantal kepala Lena.


" terima kasih " ucap Lena.


" jadi sekarang bagaimana keadaan Arthur ? " tanya Bari


" well seharusnya sih udah gak diambang koma kayak tadi " ucap Lena


" Lalu Raya gimana ? " tanya Bari


" mereka gak akan bisa pergi jauh dari sini kalaupun bisa , aku yakin Arthur akan menjemput Raya begitu ia pulih " ucap Lena memejamkan matanya.


1 jam kemudian.


Beberapa orang masuk ke ruang rawat Arthur dan sedikit kaget melihat Lena tertidur dipangkuan Bari yang juga terlelap.


" hus .. jangan ribut " ucap Reiki menutup mulut Leon yang hampir teriak marah.


" kayak kakak gak pernah muda aja. " sindir Angela lalu memeriksa keadaan Arthur.


" gimana sweety ? " tanya Reiki.


" syukurlah udah gak apa-apa " ucap Angela .


" ya sepertinya Lena telah bekerja keras " ucap Reiki tau perubahan diruangan itu.


" aku keluar " ucap Leon tak bisa menahan diri.


" dasar pak tua " ucap Reiki dan Angela serempak.


to be continue 😘😊🤗


Jangan lupa dengan \=\=>Akita dan kawan-kawan [Si Cantik Misterius]


dan juga si pendatang Baru \=\=>Aldi dan Gladis [My Dear Queen Mafia]


🤗🤗🤗