YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S2 -- 010



Leon , Reiki dan Angela berkumpul di markas Pasukan Bayangan setelah Leon dan Reiki mendapat pesan mengancam yang disertai foto Arthur dan Lena.


" bi**ab !! beraninya menyandera anak kecil " ucap Angela makin marah sekaligus sedikit tenang karena Arthur dan Lena tak disakiti mereka.


" udah dapat lokasinya.. " ucap Reiki.


" kalian semua , kepung gedung olahraga lama dan tutup semua akses keluar masuk menuju lokasi.. awasi dari tempat aman dan jangan sampai mereka tau " ucap Leon memberi perintah pada bawahan nya lewat sambungan earphone.


" Shiro , jaga kedua markas ini .. karena bisa jadi mereka akan menyerang saat markas kosong " ucap Angela


" baik Master " jawab Shiro


" kak , apa gak sebaiknya aku juga ikut " ucap Angela .langsung di tatap tajam Leon yang artinya gak boleh.


" sweety , tunggu saja disini . aku pasti akan bawa pulang putra kita dengan selamat " ucap Reiki


" aku ikut atau kak Viona yang ikut ? " tanya Angela sekaligus mengancam Leon


" hah.. baiklah.. tapi ingat jangan gegabah " ucap Leon.


lalu ketiganya pun melajukan mobilnya menuju lokasi itu..


sementara kondisi Lena dan Arthur.


" paman.. kok paman bawa kami kesini ? memangnya paman siapa ? " tanya Arthur


" paman teman orangtua kalian.. kalian tenang saja , selagi kalian menurut dan tidak bertingkah , paman jamin kalian gak akan terluka dan akan paman kirim kalian begitu urusan ini selesai " ucap orang itu berjongkok didepan Arthur yang duduk di lantai.


" paman , Aku lapar.. apa paman punya sesuatu ? " tanya Lena dengan wajah polosnya.


" ah iya sebentar " ucap orang itu lalu keluar dari ruangan dimana Arthur dan Lena disekap.


" hah.. tanganku pegal " ucap Lena mengayunkan tangan nya.


" aku juga pegal.. dasar orang gak berpengalaman ,, masa ngikat anak kecil aja mesti pakai tali gini " ucap Arthur.


" yaudah , tunggu apa lagi .. ayo keluar " ucap Lena berdiri..


BRAAK


DOR DOR DOR .


SRING SRING..


" SEMBUNYI !! " Arthur menarik Lena untuk bersembunyi karena mendengar suara tembakan diluar.


" apa papa dan aunty udah datang ? " tanya Lena sedikit berbisik.


" entahlah , kita sembunyi dulu disini sampai gak ada suara tembakan lagi " ucap Arthur juga berbisik.


suara tembakan masih terus terdengar diluar sana..


" KATAKAN !! DIMANA MEREKA ?!! " seru Angela mengacungkan pedangnya tepat ke leher pria yang dipanggil 'bos' itu.


" hahaha.. ternyata diluar dugaan ku.. nona Anson yang bagai bidadari ternyata bisa sangat kejam melebihi iblis " ucap nya melirik sekelilingnya yang sudah penuh dengan gelinang darah..


" CEPAT KATAKAN DIMANA MEREKA !! " teriak Angela.


" TUNJUKKAN SEBELUM KU HABISI KELUARGAMU ! " ancam Leon menyeret pria itu.


" mereka disana , aku tak menyentuh mereka jadi jangan sentuh keluargaku " ucap pria itu.


Angela langsung mendobrak pintu besi itu.


BRAAK


Arthur dan Lena kaget karena pintu besi itu melayang tepat diatas mereka.


" nyaris saja " batin Lena dan Arthur saling pandang.


" MANA !! DIMANA MEREKA !! " teriak Angela tak melihat keberadaan putranya.


" well , kan sudah kubilang . aku tak menyentuh mereka . jadi aku tak tau .. mungkin anak buahku sudah memindahkan mereka " jawab pria itu cuek.


" dimana anak buahmu itu ? " tanya Leon


" itu dia " ucap pria itu enteng sambil menunjuk sesosok tubuh yang tanpa kepala tak jauh dari keberadaan mereka.


Sementara kakak adik itu 'mengintrogasi' orang itu.


Reiki mencari disetiap sudut ruangan itu.


" Papi kesini.. mulai " ucap Arthur.


sedetik kemudian Lena dan dirinya pura-pura meringkuk ketakutan dibalik tumpukan boks kosong itu.


" Ah.. syukurlah kalian gak apa-apa.. ayo kita keluar.. sekarang udah gak apa-apa " ucap Reiki lembut.


" Papi " panggil Arthur dengan suara bergetar.


Angela dan Leon langsung berlari menghampiri Reiki yang menggendong keluar Lena dan Arthur dari tumpukan box itu.


" Ah syukurlah sayang kamu baik-baik aja " ucap Angela memeluk Arthur yang gemetar.


" sayang.. sudah , mami disini.. tenang ya " ucap Angela


" papa khawatir sama kamu sayang " ucap Leon memeluk Lena yang gemetar ketakutan sampai tak bisa bicara..


" mami .. kok mami berdarah.. mami luka ? " tanya Arthur melihat baju Angela , Reiki dan Leon penuh darah cipratan musuhnya.


" gak sayang.. mami gak luka kok " ucap Angela tersenyum lembut pada sang putra.


" kesempatan " batin pria yang menculik Arthur dan Lena itu sembari mengeluarkan pistol kecilnya.


" MATILAH KAU !! " teriak Pria itu menembakkan tiga peluru mengarah tepat ke Angela dan Arthur.


DOR DOR DOR


" AWASS !! " teriak Reiki mendorong Angela yang langsung memeluk Arthur ke tumpukan box itu.


" Reiki !! PAPI !! " teriak Angela dan Arthur melihat Reiki berdiri menutupi mereka dari peluru.


" aku senang... putraku.. selamat... tolong.. maafkan.. papi " ucap Reiki lalu tumbang tak sadarkan diri..


" HAHAHAHA !! MATI KAU !! " teriak pria itu kembali mengarahkan pistolnya ke arah Angela dan Leon


Lena mengambil pistol yang ada di belakang Leon dan langsung menghujani pria itu dengan peluru yang mengarah tepat ke area jantung , kepala , tangan , dan leher pria itu..


" Lena " batin Leon kaget melihat dengan mata kepalanya sendiri , Putrinya memegang pistol dan tepat sasaran .


" kak.. Reiki .. cepat kak !! " Teriak Angela menyadarkan Leon.


" kamu bawa Arthur dan Lena.. biar kakak bawa dia " ucap Leon menggendong Reiki dipunggungnya.


Angela pun menggendong Arthur dan Lena dan berlari menyusul sang kakak ke mobil.


" IKI.. BANGUN.. JANGAN TIDUR !! " bentak Angela memukul pelan pipi Reiki.


" HEY !! KALAU KAU PERGI .. JANGAN HARAP ADA KESEMPATAN LAGI !! AKAN KU BAWA ARTHUR PERGI JAUH " teriak Angela berusaha membuat Reiki membuka matanya.


" HIKS HIKS.. REIKI.. KU MOHON BANGUNLAH " Angela menggenggam erat tangan Reiki


Arthur dan Lena menangis tapi tak kuat .


Leon menghentikan mobilnya tepat di depan Rumah Sakit keluarga Anson.


" DOKTER !! CEPAT !! SELAMATKAN DIA !! " teriak Leon menggendong tubuh Reiki masuk kedalam rumah sakit..


kedatangan mereka membuat kaget dan panik semua orang.


para dokter bedah yang ahli pun langsung turun tangan dalam mengoperasi Reiki..


##


Angela duduk lemas di kursi tunggu.


" mami " ucap Arthur memeluk sang mami.


" Arthur.. papimu.. mami gak bisa kehilangan papimu.. Kamu dan papimu sangat berharga untuk mami " ucap Angela memeluk Arthur.


Tak lama kemudian , Kakek Tio dan Viona pun tiba di rumah sakit setelah mendapat kabar dari pihak rumah sakit.


" KAK.. REIKI KAK " tangis Angela pecah dipelukan viona.


" sabar ya.. dia kuat.. dan kakak yakin dia gak bakal ninggalin kalian lagi " ucap Viona menepuk pelan punggung Angela.


" DIMANA REIKI ?? GIMANA KEADAANNYA ?! " teriak Relina datang bersama suaminya , Skype . dan juga orangtuanya.


" hiks hiks hiks.. GAK BOLEH..AKU GAK IZINKAN " ucap Angela ditengah tangisnya bahkan ia tak sadar akn kehadiran Relina .


" HIKS HIKS.. ANGEL.. " tangis Relina pecah saat ikut memeluk angela..


" siapa bocah ini ? " tanya raja Rius yang memang belum pernah melihat Arthur secara langsung .


Klak


" dokter .. bagaimana keadaan suami saya..?! " tanya Angela langsung mencengkram erat baju dokter itu.


" maaf .. kami sudah berusaha semampu kami.. tapi , beliau terlalu terlambat dibawa kesini.. maafkan kami dan saya turut berduka " ucap dokter itu menundukkan kepalanya..


jederr..


bak disambar jutaan petir.


Angela tak bisa menahan sakit nya lagi.


" katakan kalau itu bohong atau ku bakar kalian semua " ucap Angela mencengkram kuat kerah leher dokter itu.


" Angel.. hentikan !! biarkan dia pergi .. ikhlaskan dia " ucap Leon memeluk Angela dan melepaskan cengkraman nya.


" LEPASKAN !! BIARKAN AKU BANGUNKAN DIA !! DIA GAK BOLEH PERGI !! " teriak Angela menangis sambil memberontak .


PLAK


satu tamparan mendarat mulus di pipi Angela.


" SADARLAH.. JANGAN BEGINI ,, KASIAN ARTHUR .. APA KAU MAU ARTHUR JADI YATIM PIATU SEPERTI KITA !! " bentak Leon .


Angela pun mencari keberadaan Arthur..


" ARTHUR .. DIMANA ARTHUR ?!! KAK MANA ARTHUR !! " teriak angela panik..


" maafkan kakak Angel " ucap Leon pelan.


BUGH


Leon memukul belakang Angela hingga membuatnya jatuh pingsan..


" kek , aku bawa Angel ke ruang periksa dulu.. Arthur dan Lena sudah masuk kesana " ucap Leon menggendong Angela.


" ya biar kakek urus sisanya.. Viona tolong bawa Relina ya " ucap kakek Tio.


" apa yang mau dilakukan kedua bocah itu ? " tanya raja Rius pada kakek Tio saat masuk mereka melihat Lena dan Arthur naik ke meja operasi..


" well , entahlah. tapi yang pasti bukan niat jahat " ucap kakek tio


" tunggu dan lihat saja ! " sambungnya lagi..


" papi .. jangan tinggalin Arthur dan mami lagi " batin Arthur.


.


.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa vote , like , komen dan share ya.


To Be Continue 🤗😘😊