YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 41



Hari itu Arthur dan Raya pun berkencan , menikmati waktu berdua.


Tak perduli apa pendapat orang yang mencemooh Raya karena bersama Arthur.


Menjelang sore , Arthur mengantar Raya pulang ke rumah tua , ya walaupun dengan sepeda motor Raya sendiri.


" emm.. kak Rean ada dirumah gak ? " tanya Arthur


" kayaknya sih gak ada. mungkin belum pulang " jawab Raya karena tak melihat mobil kakaknya .


" yaudah kalau gitu aku pulang ya . jangan lupa rindukan aku " ucap Arthur mengecup kening kekasihnya.


" hati-hati di jalan. jangan lupa hubungi aku " ucap Raya


Arthur tersenyum manis sambil membelai lembut pipi Raya.


Sesaat kemudian , sebuah mobil silver datang dan berhenti tepat didepan rumah Raya.


" aku pamit. titip salam sama orang dirumah ya . " ucap Arthur masuk ke mobil silver yang datang menjemputnya.


Raya mengangguk . matanya tak lepas memandangi mobil silver yang kini sudah menjauh.


Raya masuk kerumah Setelah mobil itu tak terlihat lagi.


" kayaknya ada yang habis makan bunga ni " ucap Mike saat melihat Raya masuk dengan senyum yang terus mengembang di wajah manisnya.


" biarin , blleekk " ledek Raya lalu langsung masuk ke kamarnya.


" dasar adek luc***t " geram Mike.


#


Sementara Arthur dijemput pulang ke kediaman keluarga Anson.


Disana sudah ada Lena yang juga dijemput dari apartemen nya.


" habis dari mana lo ?! main kabur-kabur aja . pokoknya gue gak mau tau . lo harus ganti samsak gue " ucap Lena


Arthur yang tengah sibuk dengan pikirannya tak terlalu mendengarkan celotehan sang kakak sepupu malahan dirinya langsung duduk dan meminum softdrink nya.


" ARTHUR !!! " teriak Lena tepat di telinga Arthur .


Arthur kaget dan secara spontan menyemburkan air yang ia minum.


" apaan sih kak !! ngomong pelan kan bisa " keluh Arthur membersihkan mulutnya.


" salahmu sendiri !! aku ngomong daritadi malah kau cuekin !! " gerutu Lena .


" oke oke .. aku salah.. maafkan saya tuan putri " ucap Arthur mengalah.


emosi Lena perlahan mulai mereda. lalu ia pun mendudukkan dirinya di depan Arthur.


" masih kepikiran soal yang tadi pagi ? " tanya Lena


" iya . tapi kayaknya aku ada satu kesempatan yang baik dan bagus " ucap Arthur


Arthur membisikkan sesuatu ke Lena.


" kau yakin ? " tanya Lena


" ya aku yakin. yaudah kak , aku mau cari mami sama papi dulu " ucap Arthur lalu beranjak ke atas mencari orang tuanya.


" aku sih terserah Bari aja. kapan dia siap " gumam Lena


#


Beberapa hari kemudian .


Arthur kembali ke kota DA sehari setelah Raya dan Mike kembali.


" kak kita langsung pulang ? " tanya Raya ke Mike


" ya , si Rean bilang kita harus langsung pulang . gimana pelajaranmu hari ini ? " tanya Mike


" ya susah-susah gampang . bilang susah gak juga , tapi kalau dibilang gampang yang ada aku jadi keliatan sombong " ucap Raya


Raya termenung sesaat karena ada pertanyaan yang sangat menggangunya selama ini .


" kak , kakak janji jangan marah ya kalau aku nanya ini " ucap Raya


" oke mau nanya apa ? " tanya Mike


" sebenarnya kenapa aku bisa sampai diletakkan di depan panti asuhan ? lalu selama ini kalian ada dimana ? " tanya Raya


" kalau boleh jujur , sebenarnya kakak juga gak tau apa penyebabnya sampai kediaman kita diserang orang tak dikenal . yang kakak tau dan ingat dengan jelas , malam itu kakak disembunyikan oleh salah satu pelayan sedangkan kamu di bawa pergi sama ajudan mama. sejak itu kakak gak tau kamu kemana dan bagaimana keadaanmu " ucap Mike


" lalu bagaimana kak Rean ? " tanya Raya


" kak Rean ,dijadikan sandera demi mengancam orang tua kita . dan papa tertembak demi menggantikan kak Rean. melihat hal itu , mama langsung melempar keluar kak Rean agar ia selamat tapi karena hal itu , mama juga meninggalkan kita untuk selamanya " ucap Mike .


" siapa mereka dan apa yang mereka cari dirumah kita ? " tanya Raya


" entahlah . sampai sekarang itu jadi misteri tapi satu hal yang pasti. Rean sudah tau identitas mereka yang sekarang dan masih terus memburu mereka . " ucap Mike


" lalu , bagaimana kak Rean bisa bertahan disana ? " tanya Raya


" entahlah , dia sih bilangnya ada yang nyelamatin dia . begitu sadar , yang dia lihat itu rumah di tepi pantai dan seorang wanita dewasa . selama beberapa waktu orang itu merawatnya . sedangkan kakak tetap sembunyi bahkan sampai kak Rean kembali " ucap Mike


" beberapa tahun berlalu , kami juga sudah tumbuh dari anak laki-laki penakut jadi sampai seperti saat ini. kak Rean juga belajar bisnis dari wanita dewasa itu . tapi sampai sekarang aku juga gak tau siapa sebenarnya orang yang dibilang si Rean itu " ucap Mike


Raya diam dan hanya mendengarkan cerita dari kakak keduanya itu.


" kenapa gak sewa jasa kelompok mafia yang waktu itu aja , buat nyari penjahat-penjahat itu " ucap Raya


Mike menggelengkan kepalanya.


" gak semudah itu adikku sayang..ada kemungkinan mereka mau nerima tawaran itu tapi secara bersamaan ada taruhan yang harus kita mainkan " ucap Mike


" maksudnya ? " tanya Raya


" markas luar kelompok itu bisa menerima langsung misi yang diberikan tapi hanya sebatas pengawalan ataupun sejenisnya. sedangkan jika kita mengajukan misi itu , mereka harus melapor ke ketua mereka lebih dulu. dan jika diterima , besar kemungkinan para elit itu menghabisi penjahat-penjahat itu langsung ditempat tanpa merundingkan nya dengan kita lebih dulu " ucap Mike


" dan kak Rean gak setuju dengan itu " sambung Mike.


Tanpa sadar , mereka sudah tiba di rumah .


Setelah Raya masuk ke rumah , Mike pun langsung pergi lagi.


##


Di tempat lain.


Rean yang tengah memeriksa berkas di ruangannya tiba-tiba mendapatkan kunjungan dari utusan Adinson Corp


" maaf menggangu waktu anda Tuan " ucap utusan itu


" tidak mengganggu sama sekali Tuan . Silakan " ucap Rean mempersilahkan utusan itu untuk duduk lebih dulu.


" sebenarnya kedatangan kami kemari hanya untuk mengantarkan undangan dari Tuan Besar. Tuan dan Nyonya dengan tulus mengundangkan Tuan beserta keluarga ke acara ini " ucap utusan menyerahkan kartu undangan .


" terima kasih karena telah mengundang kami. kami akan datang dengan senang hati " ucap Rean


Setelah berbincang beberapa saat , utusan itu pun pergi.


" kenapa mendadak banget sih.. cuma 3 hari waktunya. " gumam Rean membaca undangan itu.


" ya , mau gimana pun harus tetap datang sih " ucap Rean.


" halo . kirimkan beberapa gaun keluaran baru ke rumah kami sore ini " ucap Rean menelpon seseorang dari butik


" baik Tuan " jawab orang itu.


" untuk Raya udah. giliran ku dan Mike " gumam Rean.


Walaupun dari luar ia tampak sangat cuek dan acuh tak acuh.


tapi dalam hatinya kebahagiaan kedua adiknya lah yang utama dan yang paling penting


To Be Continue 😘😊🤗