
Hari itu Arthur dan Raya pun berkencan , menikmati waktu berdua.
Tak perduli apa pendapat orang yang mencemooh Raya karena bersama Arthur.
Menjelang sore , Arthur mengantar Raya pulang ke rumah tua , ya walaupun dengan sepeda motor Raya sendiri.
" emm.. kak Rean ada dirumah gak ? " tanya Arthur
" kayaknya sih gak ada. mungkin belum pulang " jawab Raya karena tak melihat mobil kakaknya .
" yaudah kalau gitu aku pulang ya . jangan lupa rindukan aku " ucap Arthur mengecup kening kekasihnya.
" hati-hati di jalan. jangan lupa hubungi aku " ucap Raya
Arthur tersenyum manis sambil membelai lembut pipi Raya.
Sesaat kemudian , sebuah mobil silver datang dan berhenti tepat didepan rumah Raya.
" aku pamit. titip salam sama orang dirumah ya . " ucap Arthur masuk ke mobil silver yang datang menjemputnya.
Raya mengangguk . matanya tak lepas memandangi mobil silver yang kini sudah menjauh.
Raya masuk kerumah Setelah mobil itu tak terlihat lagi.
" kayaknya ada yang habis makan bunga ni " ucap Mike saat melihat Raya masuk dengan senyum yang terus mengembang di wajah manisnya.
" biarin , blleekk " ledek Raya lalu langsung masuk ke kamarnya.
" dasar adek luc***t " geram Mike.
#
Sementara Arthur dijemput pulang ke kediaman keluarga Anson.
Disana sudah ada Lena yang juga dijemput dari apartemen nya.
" habis dari mana lo ?! main kabur-kabur aja . pokoknya gue gak mau tau . lo harus ganti samsak gue " ucap Lena
Arthur yang tengah sibuk dengan pikirannya tak terlalu mendengarkan celotehan sang kakak sepupu malahan dirinya langsung duduk dan meminum softdrink nya.
" ARTHUR !!! " teriak Lena tepat di telinga Arthur .
Arthur kaget dan secara spontan menyemburkan air yang ia minum.
" apaan sih kak !! ngomong pelan kan bisa " keluh Arthur membersihkan mulutnya.
" salahmu sendiri !! aku ngomong daritadi malah kau cuekin !! " gerutu Lena .
" oke oke .. aku salah.. maafkan saya tuan putri " ucap Arthur mengalah.
emosi Lena perlahan mulai mereda. lalu ia pun mendudukkan dirinya di depan Arthur.
" masih kepikiran soal yang tadi pagi ? " tanya Lena
" iya . tapi kayaknya aku ada satu kesempatan yang baik dan bagus " ucap Arthur
Arthur membisikkan sesuatu ke Lena.
" kau yakin ? " tanya Lena
" ya aku yakin. yaudah kak , aku mau cari mami sama papi dulu " ucap Arthur lalu beranjak ke atas mencari orang tuanya.
" aku sih terserah Bari aja. kapan dia siap " gumam Lena
#
Beberapa hari kemudian .
Arthur kembali ke kota DA sehari setelah Raya dan Mike kembali.
" kak kita langsung pulang ? " tanya Raya ke Mike
" ya , si Rean bilang kita harus langsung pulang . gimana pelajaranmu hari ini ? " tanya Mike
" ya susah-susah gampang . bilang susah gak juga , tapi kalau dibilang gampang yang ada aku jadi keliatan sombong " ucap Raya
Raya termenung sesaat karena ada pertanyaan yang sangat menggangunya selama ini .
" kak , kakak janji jangan marah ya kalau aku nanya ini " ucap Raya
" oke mau nanya apa ? " tanya Mike
" sebenarnya kenapa aku bisa sampai diletakkan di depan panti asuhan ? lalu selama ini kalian ada dimana ? " tanya Raya
" kalau boleh jujur , sebenarnya kakak juga gak tau apa penyebabnya sampai kediaman kita diserang orang tak dikenal . yang kakak tau dan ingat dengan jelas , malam itu kakak disembunyikan oleh salah satu pelayan sedangkan kamu di bawa pergi sama ajudan mama. sejak itu kakak gak tau kamu kemana dan bagaimana keadaanmu " ucap Mike
" lalu bagaimana kak Rean ? " tanya Raya
" kak Rean ,dijadikan sandera demi mengancam orang tua kita . dan papa tertembak demi menggantikan kak Rean. melihat hal itu , mama langsung melempar keluar kak Rean agar ia selamat tapi karena hal itu , mama juga meninggalkan kita untuk selamanya " ucap Mike .
" siapa mereka dan apa yang mereka cari dirumah kita ? " tanya Raya
" entahlah . sampai sekarang itu jadi misteri tapi satu hal yang pasti. Rean sudah tau identitas mereka yang sekarang dan masih terus memburu mereka . " ucap Mike
" lalu , bagaimana kak Rean bisa bertahan disana ? " tanya Raya
" entahlah , dia sih bilangnya ada yang nyelamatin dia . begitu sadar , yang dia lihat itu rumah di tepi pantai dan seorang wanita dewasa . selama beberapa waktu orang itu merawatnya . sedangkan kakak tetap sembunyi bahkan sampai kak Rean kembali " ucap Mike
" beberapa tahun berlalu , kami juga sudah tumbuh dari anak laki-laki penakut jadi sampai seperti saat ini. kak Rean juga belajar bisnis dari wanita dewasa itu . tapi sampai sekarang aku juga gak tau siapa sebenarnya orang yang dibilang si Rean itu " ucap Mike
Raya diam dan hanya mendengarkan cerita dari kakak keduanya itu.
" kenapa gak sewa jasa kelompok mafia yang waktu itu aja , buat nyari penjahat-penjahat itu " ucap Raya
Mike menggelengkan kepalanya.
" gak semudah itu adikku sayang..ada kemungkinan mereka mau nerima tawaran itu tapi secara bersamaan ada taruhan yang harus kita mainkan " ucap Mike
" maksudnya ? " tanya Raya
" markas luar kelompok itu bisa menerima langsung misi yang diberikan tapi hanya sebatas pengawalan ataupun sejenisnya. sedangkan jika kita mengajukan misi itu , mereka harus melapor ke ketua mereka lebih dulu. dan jika diterima , besar kemungkinan para elit itu menghabisi penjahat-penjahat itu langsung ditempat tanpa merundingkan nya dengan kita lebih dulu " ucap Mike
" dan kak Rean gak setuju dengan itu " sambung Mike.
Tanpa sadar , mereka sudah tiba di rumah .
Setelah Raya masuk ke rumah , Mike pun langsung pergi lagi.
##
Di tempat lain.
Rean yang tengah memeriksa berkas di ruangannya tiba-tiba mendapatkan kunjungan dari utusan Adinson Corp
" maaf menggangu waktu anda Tuan " ucap utusan itu
" tidak mengganggu sama sekali Tuan . Silakan " ucap Rean mempersilahkan utusan itu untuk duduk lebih dulu.
" sebenarnya kedatangan kami kemari hanya untuk mengantarkan undangan dari Tuan Besar. Tuan dan Nyonya dengan tulus mengundangkan Tuan beserta keluarga ke acara ini " ucap utusan menyerahkan kartu undangan .
" terima kasih karena telah mengundang kami. kami akan datang dengan senang hati " ucap Rean
Setelah berbincang beberapa saat , utusan itu pun pergi.
" kenapa mendadak banget sih.. cuma 3 hari waktunya. " gumam Rean membaca undangan itu.
" ya , mau gimana pun harus tetap datang sih " ucap Rean.
" halo . kirimkan beberapa gaun keluaran baru ke rumah kami sore ini " ucap Rean menelpon seseorang dari butik
" baik Tuan " jawab orang itu.
" untuk Raya udah. giliran ku dan Mike " gumam Rean.
Walaupun dari luar ia tampak sangat cuek dan acuh tak acuh.
tapi dalam hatinya kebahagiaan kedua adiknya lah yang utama dan yang paling penting
To Be Continue 😘😊🤗