YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 51



Keesokan harinya..


Arthur yang baru saja bertunangan dengan sang kekasih terpaksa harus pergi jauh sementara waktu.


ia di utus mami nya pergi mengatasi masalah yang ada di markas Darkness di Athan.


seminggu yang lalu , Arthur mengirim salah satu mata-mata The Dark Knight untuk memantau situasi yang sebenarnya di markas itu.


Namun , mata-mata itu kembali dengan keadaan yang hampir tak bisa diselamatkan..


Selain karena status dan kemampuan fisik serta taktik nya , Arthur dipilih juga karena kemampuan elemen nya.


jadi , jika terjadi sesuatu yang tak ingin. maka Arthur masih bisa kembali dengan selamat..


Hari itu juga Arthur berangkat ke Athan menggunakan penerbangan komersial.


sedangkan pekerjaan di perusahaan kembali di handle oleh mami nya.


Saat Arthur pergi ke Athan , Raya sang tunangan di ajak sang kakak pergi mengunjungi kediaman keluarga Adinson.


" emang benar disini tempatnya dek ? " tanya Rean saat mobil mereka memasuki kawasan perumahan elit yang tampak sepi. jelas saja sepi karena sejak 10 tahun yang lalu kawasan itu sudah resmi berpindah tangan ke Reiki Adinson.


hal itu untuk meminimalisir kemungkinan terburuk yang bisa menimpa warga sekitar.


" iya kak.. kata Bari benar disini tempatnya. tapi ya Bari juga kasih peringatan jangan kaget apapun yang kita lihat nanti. " ucap Raya .


" begitu ya.. kalau gitu yaudah kita teruskan " ucap Rean kembali menjalankan mobil nya.


5 menit mobil itu pun akhirnya berhenti tepat di depan sebuah mansion yang berada di ujung perumahan itu.


" maaf , ada keperluan apa anda kemari ? " tanya security yang berjaga di gerbang.


" saya Rean . kami kesini untuk berjumpa Nyonya Adinson " ucap Rean membuka kaca mobil nya.


" apa anda sudah buat janji ? " tanya security itu.


" hmm.. maaf pak. tapi saya diberi ini . katanya sih untuk akses masuk.. apa bisa ? " tanya Raya keluar dari mobil lalu menunjukkan sebuah gelang yang diberikan oleh kekasihnya.


Security itu mengenal dengan sangat baik gelang yang ada di tangan Raya itu..


" maafkan saya Nona . saya tidak mengenali anda. silakan masuk " ucap Security lalu membukakan gerbang untuk Rean dan Raya.


Baru beberapa meter dari gerbang.


keduanya takjub dan kaget saat melihat mansion yang dikelilingi tembok besar itu.


" dek ini bukan mimpi kan.. keluarga kita memang punya beberapa properti tapi baru kali ini kakak lihat yang kayak gini.. " ucap Rean


" ya . tapi gimana pun ini kan punya orang tua nya. bukan punya Arthur sendiri.. lagipula aku juga gak keberatan kalau di masa depan kami tinggal di rumah yang sederhana. dimana pun itu asalkan bersamanya . " ucap Raya tak terlalu heboh dengan mansion besar di depannya.


Tanpa mereka sadari ,radio mobil mereka sudah diretas sejak mobil itu memasuki gerbang depan , jadi apapun yang mereka katakan akan langsung terdengar di ruang kontrol.


Julian yang sedang ada di ruang kontrol pun tersenyum senang karena sang kakak benar-benar menemukan sebuah intan berlian diantara lautan batu jalanan.


" hah.. semoga suatu hari nanti aku juga bisa seperti kak Arthur " ucap Julian.


" TES TES TES !! PERHATIAN KEPADA SELURUH YANG MENDENGARKAN SIARAN INI.. DIDEPAN ADA 2 ORANG YANG DATANG DAN SEBENTAR LAGI AKAN MASUK KE RUMAH INI. BAGI SIAPAPUN YANG MEMEGANG SENJATA , HARAP SEGERA MENYIMPANNYA DENGAN RAPI . JIKA TIDAK SEMPAT LAGI , LANGSUNG SEMBUNYI SAJA.. !! HARAP DIPERHATIKAN !! PERLAKUKAN MEREKA DENGAN SANGAT BAIK . KARENA KEDUA ORANG ITU ADALAH TUNANGAN DARI KAKAK SULUNG DAN JUGA SAUDARANYA.. !! INGAT !! JANGAN ADA KESALAHAN !! " ucap Julian dari ruang kontrol.


karena siaran dari Julian itu .


kebanyakan anggota The Dark Knight yang sedang memeriksa senjata di lantai 1 harus kocar kacir sambil menyembunyikan senjata ditangan mereka.


Dan benar saja , baru 5 menit pengumuman dari Julian itu disiarkan.


mobil Rean dan Raya pun berhenti tepat di depan pintu .


" kalian sudah datang. ayo masuk " ucap Bari yang memang sedari tadi menunggu keduanya diluar.


" kau ngapain disini bukannya kuliah ? " tanya Raya


" ya ya.. syukurlah , akhirnya selesai juga tugas berulang itu .. " ucap Raya menghela nafas panjang.


" iya iya.. tugas berulang , sampai-sampai bisa kau dului kan " ucap Bari.


" ehem " Rean berdehem karena sedikit cemburu karena Bari lebih dekat dengan Raya dibandingkan dirinya.


" haha .. maaf . ayo masuk , Lena udah nunggu didalam " ucap Bari tertawa canggung.


Ketiganya pun masuk ke dalam mansion itu.


Bagai tersihir , Rean dan Raya kaget sekaligus takjub dengan isi didalam nya.


" kata Lena , kita disuruh langsung naik aja . ayo lewat sini " ucap Bari memandu jalan keduanya.


Sementara di setiap pojokan , bersembunyilah para anggota The Dark Knight yang tak sempat menyimpan kembali senjata ditangan mereka.


Mereka pun berbisik-bisik saat melihat seorang gadis manis berbaju putih masuk bersama kekasih dari Nona Besar Anson itu.


" gaya nya mirip ketua waktu masih muda dulu " ucap salah satu nya.


" hus , ketua masih awet muda sampai sekarang " jawab temannya yang lain.


Sesaat kemudian , Bari serta Rean serta Raya menginjakkan kaki nya di lantai 4.


mereka sudah disambut Lena dan Calista sedangkan Julian berdiri dibelakang mereka.


" hay anak manis. kita ketemu lagi .. sekali lagi selamat ya " ucap Lena memeluk Raya


" makasih ya kak .. kakak tambah cantik " ucap Raya


" ah , masa sih. hahaha sudahlah . ayo kalian pasti laparkan .. " ucap Lena..


" siap kapten !! " seru Raya bertingkah layaknya bocah bersama Lena.


" ya kok aku ditinggalin sih.. kak !! tungguin !! " ucap Calista berlari kecil mengejar keduanya.


" yo kak Rean. dipanggil mami , katanya ditunggu diruang kerja nya.. ayo aku tunjukkan " ucap Julian yang memang sudah dapat pesan dari sang mami.


" oh baiklah " ucap Rean canggung.


" ya kok giliran ku ditinggal.. ah nyusul ayang ku aja lah " ucap Bari memilih menyusul Lena.


Asyik bermain dan berbincang , siang pun berubah malam.


Mereka sekeluarga makan malam bersama.


Namun tiba-tiba Blue si Sistem Mansion pun menampilkan layar monitornya.


" tuan dan nyonya .. keadaan darurat.. harap segera ke atas . karena tuan muda pertama meminta izin pendaratan darurat " suara sistem itu menghentikan acara makan malam itu.


semula Raya merasa itu bukan urusannya.


Namun begitu mendengar kata tuan muda pertama ia paham kalau kekasihnya lah yang meminta pendaratan darurat .


Tanpa memikirkan apapun lagi , Raya langsung berlari dengan cepat.


insting nya yang menuntun nya ke pintu menuju atap.


dibelakang nya juga baik Tuan maupun Nyonya Adinson mengikuti langkah Raya.


" sampai sini aja kak.. berbahaya kalau kamu nekat mendekat lebih dari ini. " ucap Julian yang entah sejak kapan ada didepannya.


" tapi , Arthur ,, bagaimana dengannya ?! " ucap Raya dilanda panik..


to be continue 😘😊🤗