
Siang berganti malam..
Sang mentari kini berganti rembulan.
Gani berdiri didepan pintu sebuah rumah .
Ada rasa enggan dan ragu melangkahkan kakinya masuk kedalam.
" ha , ini yang terakhir. " gumam Gani lalu masuk kedalam rumah itu.
Kedatangannya disambut hangat seorang wanita paru baya .
" kamu pulang sayang.. ayo mandi dulu lalu makan malam, ibu udah masakin makanan kesukaanmu " ucap wanita paru baya yang ternyata ibunya Gani.
" iya bu " jawab Gani lalu pergi membersihkan dirinya.
Tak lama kemudian ia pun selesai dan segera duduk dimeja makan menemani sang ibu.
" ayah kemana bu ? " tanya Gani karena suasana rumah yang sepi.
" oh ayahmu belum pulang . katanya ada undangan sebuah acara gitu " jawab ibunya.
" syukurlah " gumam Gani tapi terdengar oleh ibunya.
" kenapa sayang ? " tanya ibunya
" gak apa kok bu. hehe " tawa Gani
ibunya pun hanya tersenyum hangat melihat tawa putra bungsunya itu.
Selesai makan malam , Gani pun pamit keluar pada ibunya.
#
Di satu sisi , Calista pun juga pamit pergi sebentar pada sang mami .
Calista mengendarai motornya , melaju membelah jalanan kota.
Calista berhenti pada sebuah taman di tengah kota.
kedatangannya menarik perhatian banyak pria yang melihatnya.
" Lis !! sini !! " teriak Gani melambaikan tangannya.
Calista pun menghampiri Gani.
ya keduanya memang janjian tadi siang melalui telepon.
" senior , kenapa ngajak ketemu disini ? " tanya Calista
" ehem.. bisa gak jangan manggil senior terus , panggil Gani aja " ucap Gani
" oh. Kak Gani " ucap Calista
Gani tersenyum mendengar Calista memanggil namanya.
" Lis , sebenarnya .. ada yang mau aku omongin.. tapi , kamu jangan marah ya " ucap Gani
" marah kenapa ? kak Gani ngomong aja . gak apa-apa " ucap Calista.
Gani pun langsung mengeluarkan sebuah bunga dan boneka yang ia bawa.
" sebenarnya dari pertama aku melihat mu , aku merasa ada yang istimewa padamu. Kupikir pertemuan tak disengaja itu hanya akan sepintas lalu dan akan terlupakan. tapi tak ku sangka , bayanganmu terus berputar dikepalaku , suaramu terus terdengar ditelingaku.. aku tau mungkin ini terlalu mendadak bagimu . tapi mungkin inilah kesempatanku untuk bicara jujur.. Calista aku menyukaimu , maukah kamu menjadi kekasihku ? " tanya Gani penuh harap.
Calista kaget dengan pernyataan mendadak itu.
ia tak tau harus mengatakan apa.
jujur sebenarnya ia juga sedikit menaruh perhatian pada pemuda didepannya ini.
tapi , mereka belum lama saling mengenal.
" ini terlalu mendadak " ucap Calista
" aku terima apapun keputusan mu " ucap Gani.
" kak Gani kenapa kamu bisa suka sama aku ? " tanya Calista
" kamu baik dan kamu mau bergaul denganku tanpa memperdulikan rumor yang beredar. aku suka kepribadian mu dan aku ingin lebih mengenalmu " ucap Gani
" terima kasih kak. tapi .. " ucap Calista ragu
" kenapa ? apakah...kamu udah punya pacar ? " tanya Gani menguatkan hatinya jika Calista mengakuinya.
" gak . sampai sekarang aku masih sendiri. hanya saja , bisa beri aku waktu berpikir kak ? " tanya Calista .
Gani melihat dengan jelas rasa kaget dan tak percaya yang terlihat diwajah Calista
" ah kak . ini udah larut , aku izin ke orangtua hanya sebentar " ucap Calista
" oke , kalau gitu terima aja ini dulu ya " ucap Gani memberikan Bunga dan Boneka itu.
" terima kasih. kalau gitu , aku pamit dulu kak " ucap Calista sedikit canggung.
Gani mengantar Calista hingga ke parkiran motor dan hanya melihat kepergian sang gadis idamannya itu.
" sabar.. sabar.. beri dia sedikit waktu lagi " gumam Gani lalu juga pergi dari taman itu.
#
Baru saja Calista memarkirkan motornya di garasi . ia sudah disambut Julian dengan tatapan kesalnya.
" kamu kenapa sih ? kok lihatin aku kayak gitu ? " tanya Calista
Julian tambah kesal karena melihat bunga dan boneka yang dibawa sang kakak.
" benar dugaanku .. orang itu pasti udah nembak kakak kan " ucap Julian menahan rasa kesalnya.
" kalau iya kenapa ? lagian dia juga orangnya baik kok. kalau rumor itu benar , coba lihat buktinya aku pulang dengan utuhkan " ucap Calista.
" CALISTA !! SEKALI INI AJA DENGARKAN AKU !! JANGAN PERNAH BERHUBUNGAN DENGAN ORANG ITU LAGI !! ORANG ITU BERBAHAYA " teriak Julian sudah emosi
" Julian , ingat ini dengan baik. kamu memang saudara kembarku , apapun akan ku maklumi . tapi untuk yang satu ini , ku harap kamu sadar diri dan jangan terlalu ikut campur . sekarang kita udah dewasa , apa salahnya kalau aku mulai berkencan " ucap Calista.
Mendengar perdebatan di garasi itu , membuat penghuni mansion sekaligus markas utama menjadi was-was.
Dan akhirnya dengan terpaksa salah satu anggota naik ke lantai 4 dan melapor pada ketua mereka.
Menerima laporan itu , Arthur pun bergegas ke garasi untuk melerai.
" huss !! diam ! jelaskan apa yang terjadi disini !? " ucap Arthur menghentikan pertengkaran yang hampir membesar itu.
" HA !! KALAU ITU MAUMU.. FINE !! APAPUN YANG TERJADI JANGAN SALAHKAN AKU KARENA TAK MENGHENTIKAN KEGILAANMU ITU !! " teriak Julian lalu langsung menghidupkan mobilnya dan melaju meninggalkan area mansion.
" kita masuk dulu , lalu jelaskan apa yang terjadi padaku , mengerti ? " tegas Arthur pada Calista
" baik kak " jawab Calista lalu ikut masuk bersama Arthur.
Begitu duduk di ruang tv lantai 4 , Calista pun menceritakan apa penyebab pertengkaran nya dengan Julian, semuanya tanpa ada yang ia tutupi.
" kalian berdua beruntung karena papi sama mami lagi pergi ke acara private . kalau gak , kakak juga gak bisa bantu " ucap Arthur
" kalau memang kamu juga punya perasaan dengan pemuda itu , kakak gak akan melarangmu . tapi ingat jaga dirimu , keselamatanmu yang utama. paham kan ? " ucap Arthur
" iya kak. aku paham " jawab Calista
" kalau gitu istirahatlah. biarkan Julian sendiri dulu , tunggu ia tenang baru bicarakan lagi dengannya secara baik-baik . oke ? " ucap Arthur
" baik kak " jawab Calista
Calista pun masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Sedangkan Julian , ia mengemudikan mobilnya hingga ke mansion bukit milik sang papi.
Malam itu Julian menginap di mansion itu dan hanya ditemani oleh para pelayan .
tentu saja berita tentang pertengkaran keduanya pun sampai ditelinga orangtua mereka.
" iya mi.. Ar paham. mami sama papi lanjutkan aja agenda kalian. disini ada Arthur yang jagain mereka berdua " ucap Arthur diseberang telepon
" baiklah papi papi mami mungkin masih beberapa hari ditempat kakekmu . jaga adik-adikmu ya " ucap Angela lalu memutuskan panggilan itu.
@
Arthur lanjut memeriksa laporan tentang perusahaan keluarganya didalam ruang kerja sang papi.
Sementara Gani pulang kerumahnya dan bertemu dengan ayahnya.
tapi tak ada obrolan dari ayah dan anak itu.
Gani masuk ke kamarnya lalu tidur setelah mengirim satu pesan singkat ke Calista.
#
Ditempat Raya..
ia berbaring ditanah sambil melihat langit ditemani bintang-bintang.
" sampai kapan kita harus begini. dan juga sebenarnya siapa sih yang dicari kak Rean " gumam Raya penasaran.
to be continue 😘😊🤗