
Pagi itu Arthur hanya jogging setengah dari biasanya .
" Bar .. aku duluan ya " ucap Arthur memisahkan diri dari sahabatnya itu
" oke .. good luck ya " teriak Bari karena Arthur sudah menjauh.
" semoga semua berjalan lancar untuk kalian berdua " ucap Bari tulus . karena ia menyayangi Raya dan Arthur.
Bari meneruskan jogging nya tanpa Arthur.
#
Di asrama putri.
Raya membongkar isi lemarinya.
" WAHH !! kok ada kapal pecah disini ?! " teriak Luna kaget melihat kamar asrama mereka berantakan.
" loe ngapain Ray ? " tanya Luna membuat Raya kaget.
" Aah !! " teriak Raya kaget dan hampir aja wajah Luna kena tinju Raya kalau saja tidak di hindari..
" bisa gak jangan pakai tangan ?! " kesal Luna
" maaf . habisnya loe ngagetin gue sih.. loe kan tau kalau gue gak bisa di kagetin " ucap Raya membela diri
" ah udahlah.. tapi loe itu ngapain sih ? kok sibuk amat " ucap Luna duduk di kursi belajar nya.
" AA .. Lun.. bantu gue dandan dong " ucap Raya memelas.
" loe gini aja udah cantik kok.. ngapain pakai dandan segala " ucap Luna membuka ikatan rambut Raya.
Raya memperbaiki rambutnya yang acak-acakan lalu mengganti atasannya dan mengambil sepatu dan tasnya.
" semangat ya ! " ucap Luna saat Raya keluar dari kamar .
Langkah kakinya semakin mendekat ke tempat yang ia tuju dan hatinya juga semakin berdetak kencang.
Namun , Raya harus sedikit bersabar karena Arthur belum tiba atau mungkin gak datang..
Raya memilih duduk di bangku penonton lalu mengeluarkan buku sketsa dari dalam tas nya.
ia membunuh waktu dengan fokus pada gambar sketsa yang ia buat saat ini.
saking fokusnya , ia sampai tak sadar kalau sebenarnya Arthur ada di dekatnya hanya saja Arthur memilih bersembunyi karena ia ingin tau apa isi surat itu benar atau hanya jebakan dari fans Sonya yang selalu mengganggu nya.
tapi , Arthur salah.
kini ia melihat seorang gadis duduk sambil sesekali melihat kearah pintu masuk .
" apa itu dia ? " batin Arthur
dengan rasa penasaran , Arthur melangkahkan kakinya mendekati Raya.
" ehm.." Arthur berdiri dibelakang Raya hatinya sedikit tersentuh saat ekor matanya tak sengaja melihat gambar yang digambar Raya ternyata dirinya.
" ah maaf .. aku gak tau ada orang disini " ucap Raya spontan menutup bukunya.
" mm.. ini dari kamu ? " tanya Arthur menunjukkan botol jus yang tadi pagi .
" ah.. itu .. hm.. iya " jawab Raya gugup.
Sudut bibir Arthur sedikit terangkat melihat tingkah Raya yang menurutnya lucu.
" gak usah takut. toh aku gak makan orang juga kok " ucap Arthur tersenyum
Sebuah senyum dari Arthur mampu membuat Raya sejenak membatu.
" hm itu , kita belum kenalan kan ? " tanya Arthur
Raya hanya mengangguk
" Arthur " ucap Arthur mengulurkan tangannya
" Raya " ucap Raya menjabar uluran tangan Arthur
Lalu Arthur mengajak Raya untuk ngobrol santai sambil mengenali nya.
" oh jadi secara tingkatan , kamu kakak senior ku dong hehe " ucap Arthur saat Raya bilang jika dirinya mahasiswi semester akhir.
" hm bisa dibilang gitu " ucap Raya menunduk
" ya walaupun aku junior , tapi kayaknya aku lebih tua ya .. hehe " ucap Arthur mencoba membuat suasana lebih dekat.
" gimana ya .. kok jadi canggung gini ya.. apa kalau pertama kali ketemuan emang gini ya" batin Arthur
" WAAA!! AKU HARUS BILANG APAAN NI .. AH AKU BINGUNG !! " Perang batin Raya.
Sejenak keduanya larut dalam pikiran masing-masing.
drrrt drrt
" hm.. maaf aku angkat telepon dulu " ucap Arthur.
" iya silakan " ucap Raya
" halo " ucap Arthur begitu panggilan terhubung.
" hai jagoan ! udah bangun ya . gimana kabarmu nak ? " suara diseberang telepon dengan nada yang lemah lembut
" mami.. Kabar Arthur baik-baik aja kok.. mami sama papi apa kabar ? " tanya Arthur
" sekarang baru kamu tanya gimana kabar papi hah !! selama setahun ini kemana kamu gak pernah pulang kerumah !? " tanya suara lelaki dari seberang telepon .
" maaf tadi orangtua ku " ucap Arthur ke Raya
" iya gak apa-apa .. " jawab Raya tersenyum
" hm.. gimana kalau kita sarapan dulu ? " tanya Arthur
" mm boleh .. " jawab Raya.
lalu keduanya berjalan keluar gedung renang menuju kantin yang berada di area belakang kampus.
Karena hari sudah gak terlalu pagi , jadi banyak dari mahasiswa yang sudah beraktivitas.
Arthur dan Raya berjalan berdua hanya saja masih canggung.
Banyak pasang mata yang menatap aneh ke mereka berdua.
gimana enggak aneh.
Raya yang dikenal lumayan cantik walaupun sangat cuek dengan lawan jenis . sekarang jalan berdua dengan Arthur culun yang terkenal ditolak ratu kampus.
Seolah tak perduli dengan pandangan orang lain.
Raya memberanikan dirinya memegang tangan Arthur.
" maaf. tapi aku gak suka dengan pandangan mereka terhadapmu.. jadi ayo " ucap Raya menjelaskan ke Arthur
Arthur yang tadinya kaget pun tersenyum dan balas menggenggam tangan Raya.
Keduanya terus berpegangan tangan bahkan sampai masuk ke kantin
" kamu cari tempat duduk aja.biar aku yang antri " ucap Arthur
" hm . oke " ucap Raya mencari tempat duduk dekat jendela.
sedangkan Arthur mengeluarkan ponselnya dan memotret Raya secara diam-diam sambil ia mengantri.
Tak lama kemudian , Arthur datang membawa 2 nampan makanan lalu duduk didepan Raya.
" makasih " ucap Raya
" sama-sama.. ayo dimakan " ucap Arthur
lagi ! keduanya diam yang ada hanya suara sendok dan garpu.
" hm.. hari ini , jam berapa kamu selesai ? " tanya Raya
" hari ini aku gak ada jadwal kelas " jawab Arthur
Raya mengeluarkan sesuatu dari tasnya.
" kalau kamu ada waktu , datang ke pameran ku ya " ucap Raya memberikan tiket ke Arthur
" pameran ? " cicit Arthur melihat tiket itu dengan jelas.
" ya . hobi ku selain melukis juga foto. jadi itu pameran koleksiku " ucap Raya gugup
" oke.. makasih tiketnya . ah iya .. boleh pinjem ponselmu ? " tanya Arthur
" boleh . ini " ucap Raya memberikan ponselnya.
" kata sandinya ? " tanya Arthur
" hmm.. 0810 " jawab Raya membuat Arthur sendiri kaget karena itu tanggal lahir nya.
" maaf " cicit Raya
" ini nomorku. kalau ada apa-apa kamu bisa hubungi aku " ucap Arthur
" ah iya..ngomong-ngomong , boleh aku tanya sesuatu ? " tanya Raya
" boleh tanya aja " ucap Arthur
" cewek yang kemarin itu ,, apa itu pacarmu ? " tanya Raya membuat Arthur tersedak minumannya
" maaf .. ini " ucap Raya memberikan tisu
" hahaha.. nenek lampir itu bukan pacarku.. " ucap Arthur tertawa.
" ah bukan ya.. ku pikir dia pacarmu " ucap Raya malu
" hmm.. gimana kalau kamu aja yang jadi pacarku ? " tanya Arthur
" HAH !? " kaget Raya mendengar apa yang Arthur katakan.
" kenapa ? bukannya kamu bilang , kamu suka aku dan mau kenal lebih jauh.. jadi kamu mau ? " tanya Arthur
" hm iya " jawab Raya .
" terima kasih , pacarku " ucap Arthur.
wajah Raya langsung memerah mendengar kata 'pacar' dari Arthur
" semoga kamulah yang ku cari " batin Arthur
" ah.. pacar.. aku.. pacar Arthur " batin Raya senang dan tak percaya
to be continue 😘😊🤗
nantikan gimana kisah Arthur dan Raya..