
sore hari di mansion kakek Tio lebih ramai dari biasanya..
namun , itu tak bisa bertahan lama karena 2 dari mereka sudah harus pergi.
" jaga dirimu baik-baik .. kalau kau berulah akan ku minta ayah mengirimmu pulang dengan jet " ucap Johan pada Jordan..
" ya ya.. aku tau.. kamu tenang aja , disini kan ada pangeran kecilku.. iya kan pangeran " ucap Jordan yang memang menggendong Arthur..
" iya paman.. kalau ayah Jordan nakal akan Arthur pukul pantatnya sama kayak papi hukum mami semalam " ucap Arthur polos sedangkan Reiki dan Angela yang mendapat hujan tatapan pun langsung merona wajah mereka..
" hmm.. Arthur , itu hukuman khusus untuk papi sama mami mu aja.. jadi Arthur gak boleh " ucap Jordan
" kenapa ? kan mami nakal karena nekan-nekan papi dari atas " ucap Arthur lagi
" HEI KALIAN !! kalau malam itu kunci pintu kamar kalian.. masa anak kecil gini disuruh nontonin kalian kayak gitu. lihat ni , jadi tercemar pikiran polos Arthur " ucap Johan mengomeli Reiki dan Angela.
" kenapa sih ramai banget ? " tanya Leon baru kembali dari kantornya
" biasalah , kayak gak tau yang habis malam pengantin lagi . eh ada yang nontonin lagi gara-gara gak kunci pintu " ucap Hyper yang sedari tadi diam dan mendengarkan.
" sudahlah.. jangan dibahas lagi , nanti tambah tercemar pikiran polos pangeran kecilku.. Arthur , kita main ke kolam ikan aja yuk " ucap Jordan
" ayuk.. hahaha hahaha " tawa Arthur menggema karena digelitiki Jordan.
Setelah Jordan membawa Arthur pergi , barulah mereka membahas sesuatu yang memang tak harus didengar Jordan .
" anak buahku sudah menemukan orang yang ada dibalik pembajakan itu dan mungkin kalian kenal " ucap Hyper menunjukkan map berisi beberapa foto lengkap dengan data nya.
Reiki memperhatikan setiap detail orang-orang itu.
" mereka dari suatu organisasi ya " ucap Reiki
" maksudku , coba lihat ini . mereka punya tanda yang sama " ucap Reiki menunjukkan sebuah tanda kecil di leher semua orang difoto.
" ya mungkin.. aku juga belum pernah melihat tanda ini . Angel , gimana menurutmu ? " tanya Leon karena Angela hanya diam sambil menatap sebuah foto..
" sweety kenapa ? " tanya Reiki.
" kenapa .. lambang ini ... " ucap Angela tak percaya.
" kenapa ? " tanya Leon langsung mengambil foto dari tangan Angela.
" itu gak mungkin kan kak ?! " tanya Angela ke Leon yang juga diam setelah melihat foto itu.
" katakan , kapan dan dimana anak buahmu memotret ini ! " ucap Leon meninggikan nada suaranya.
" hey leon.. tenanglah , jelaskan dulu . apa yang terjadi " ucap Johan
" bagaimana bisa mereka masih ada " ucap Angela bertanya-tanya..
" apa yang terjadi , kenapa kalian sampai tegang begini ? " tanya kakek Tio muncul sambil menggandeng tangan Arthur dan Lena diikuti Jordan dan Viona dibelakangnya.
" Kek... mereka.. kelompok itu , kelompok yang dulu membunuh ayah dan bunda .. mereka kembali lagi " ucap Leon.
" tapi , siapa target mereka sekarang ? sedangkan Angel dan aku kan sudah dewasa dan mampu melawan .. jadi apa yang mereka cari sekarang " ucap Leon
" hah.. mungkin ini saatnya kalian jujur ke mami dan papa " ucap kakek Tio lembut pada Lena dan Arthur.
Lena dan Arthur pun mengangguk lalu berjalan mendekati Leon dan Angela.
" papa jangan marah ya " ucap Lena memegang kedua tangan Leon
" mami dan papi juga jangan marah ya.. dan jangan panik oke mi ? " ucap Arthur memegang tangan Angela dan Reiki.
ketiga mengangguk serempak..
Lena dan Arthur berkonsentrasi lalu ..
blaar blaaarr..
Semua orang kaget kecuali kakek Tio dan Viona.
" APA !! SEJAK KAPAN ?! " Leon tak percaya putri kecilnya mampu menahan api biru dari tangannya.
sedangkan Arthur warna matanya berubah bersamaan dengan api biru di tangan kanannya dan hawa dingin dari tangan kirinya..
##
Hari itu , baik Johan maupun Hyper batal pulang karena kejadian mengejutkan sore tadi..
" kalau mereka punya anak lagi.. anak kedua dan seterusnya mungkin udah gak bisa punya kekuatan dari orangtuanya ya " ucap Hyper
" belum tentu.. buktinya , Leon dan Angela . mereka berdua punya kekuatan dari mendiang bunda diana " ucap Johan
" aku jadi penasaran , Relina istrinya skyper . bukannya kakak kandung Reiki ya.. apa dia juga punya 'sesuatu' gitu " ucap Hyper.
" tapi , ngomong-ngomong . mau sampai kapan kita berdua aja disini .. emang kau gak penasaran sama apa yang mereka lakukan dibawah sana " ucap Hyper.
ya saat ini , hanya ada mereka berdua di ruang tv.
sedangkan yang lainnya , mereka semua turun ke ruang bawah tanah.
" yaudah , ayo turun " ajak Johan
akhirnya mereka berdua pun ikut turun..
#
" gimana , udah ? " tanya Hyper berbisik ke Jordan
" bentar , lagi di cek " jawab Jordan
ya terlihat Angela mengambil sedikit darah dari Lena dan Arthur lalu memasukkannya ke sebuah alat kuno berlambang burung phoenix.
" mami itu benda dari mana ? " tanya Arthur polos
sedangkan Lena terus menatap benda yang sedang berputar itu dengan sangat penasaran.
" jangan dilihatin terus sayang.. nanti kamu pusing " ucap Leon menutup mata sang putri dengan tangannya
benda itu pun berhenti.
Reiki mengelus sayang Arthur yang ada dipangkuannya itu..
Angela melihat hasilnya . ia terkejut dan tak mengira hasilnya lebih bagus dari miliknya maupun milik Leon.
" Blue.. apa kau disini ?! " teriak Angela membuat Lena dan Arthur kaget.
dan mereka jauh lebih kaget saat mendengar ada suara tapi tanpa wujud.
" tenang sayang.. itu sistem penjaga rumah ini " ucap Viona mengelus Lena yang tiba-tiba memeluk erat dirinya.
" ya master .. saya disini .. apa perintah anda , master ? " Suara Blue yang sudah lama tak terdengar itu..
" blue , bisakah kau menghubungi raja Rius dan raja Alvin sekarang ? " tanya Angela
" baik master " jawab Blue lalu masuk dalam mode video dengan keluarnya sebuah layar dari dinding.
tuut tuut
" ya keponakanku yang cantik. ada apa nelpon paman malam-malam gini ? " tanya Raja Alvin
zoonggg..
mereka diam tak percaya tingkah konyol seorang raja.
" paman , Angel nelpon video karena mau lihat wajah tampan paman.. bukannya mau tau betapa gelapnya lubang telinga paman " ucap Angela membuat mereka Arthur dan Lena tertawa.
" ah maaf.. paman pikir telpon biasa.. hehe " ucap Raja Alvin sudah membenarkan posisi ponsel nya.
" paman lihat ini " ucap Leon menunjukkan ke kamera hasil darah Lena dan Arthur.
Raja Alvin melihat hasil itu lalu melihat Arthur dan Lena bergantian..
" paman berangkat kesana sekarang ! " ucap Raja Alvin serius mode on.
" paman , jika kesini .. tolong ajak ayah ku " ucap Hyper nimbrung.
" kenapa kau disitu ? ah sudahlah.. nanti jelaskan apa yang terjadi .. semuanya ! jangan sampai ada yang tertinggal.. paman kesana sekarang " ucap raja Alvin langsung mematikan panggilan .
" master , raja rius tak bisa menerima panggilan . jadi saya hanya mengirimkan pesan " lapor Blue
" baiklah.. terima kasih blue " ucap Angela lalu layar monitor itupun masuk ke dinding lagi..
" sayang.. sekarang udah malam.. kamu sama Lena tidur ya.. ayo " ucap Angela menggendong Arthur lalu membawanya naik ke atas bersama Viona , Lena serta kakek Tio.
" persiapkan dirimu.. paman masih marah sama kamu " ucap Leon pada Reiki lalu pergi meninggalkan nya sendiri.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊