YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
191



Malam itu , setelah Angela meninggalkan Villa Biru bersama Arta.


Reiki terduduk lemas bagaikan kehilangan jiwanya.


" sayang .. ayo masuk, jangan duduk disini nanti kamu sakit " ucap Jeni membujuk Reiki untuk ikut masuk bersamanya.


" tinggalkan aku sendiri " ucap Reiki tanpa mengalihkan perhatiannya pada cincin pernikahan Angela..


" ku mohon.. ayo kita masuk . aku gak mau ayah anakku sakit " ucap Jeni memasang wajah sedihnya.


" apa kau puas sekarang ?? bukankah sudah sering ku tegas kan.. sampai kapanpun aku gak akan pernah menikahimu.. istriku hanya satu dan selamanya itu adalah Angela , bukan kau !! " tegas Reiki menepis tangan Jeni.


Reiki berdiri lalu masuk ke dalam Villa.


Jeni langsung menyusulnya .


Sedangkan para tamu sudah mulai meninggalkan lokasi itu saat Angela pergi tadi..


" Reiki , kamu mau kemana ? " tanya Jeni


Reiki keluar dari kamarnya membawa kunci mobil dan dompet nya.


tanpa memperdulikan Jeni yang terus berteriak bertanya padanya.


Reiki dengan buru-buru menuju garasi.


" Reiki.. jawab aku atau aku juga akan ikut " ucap Jeni tapi Reiki tetap tak perduli..


Akhirnya Jeni pun ikut masuk ke dalam mobil.


Reiki yang sedang gundah itu pun bahkan tak sadar kalau Jeni di sampingnya.


Reiki menghubungi Twin.


" apa Queen di rumah ? " tanya Reiki


" maaf tuan , dari tadi siang queen belum kembali " jawab Twin


Reiki langsung memutuskan sepihak sambungan telepon itu.


" apa nyonya sudah pulang ? " tanya Reiki menghubungi Mansion nya.


" maaf tuan , Nyonya belum pulang " jawab pelayan yang mengangkat panggilannya.


Tut


" AAAKHH.. KAMU DIMANA SWEETY !! " teriak frustasi Reiki memukul setir mobil.


Reiki langsung mengingat sesuatu lalu memutar balik arah mobilnya menuju pinggiran kota.


" sebenarnya kamu mau kemana ? " batin Jeni bertanya-tanya.


Mobil Reiki memasuki area halaman rumah kecil Angela.


tanpa buang waktu , Reiki langsung keluar dari mobil dan mengetuk-ngetuk pintu rumah .


" ANGEL .. ANGELL .. AKU TAU KAMU ADA DIDALAM.. KUMOHON , BERI AKU KESEMPATAN UNTUK MENJELASKAN " teriak Reiki menggedor-gedor pintu.


Angela yang awalnya sudah tidur pun kaget mendengar suara pintu di gedor.


dan ia lebih kaget karena panggilan dari Arta belum berakhir.


Angela keluar dari kamar setelah memutuskan panggilan dari Arta tadi karena ia pikir Arta juga sudah tidur.


Angela membuka pintu rumahnya sambil tangannya memegang cambuk.


" ada urusan apa kau kesini ? " tanya Angela dingin


" kumohon , beri aku kesempatan sekali lagi. aku tau kesalahanku kali ini tak bisa dimaafkan. tapi , kumohon beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya.. setelah itu aku janji ,aku akan menghargai segala keputusan yang kamu ambil " ucap Reiki berlutut di depan Angela.


" aku lelah . pergilah " ucap Angela berusaha tegas.


" ku mohon " ucap Reiki memelas.


" Tuan , jangan berlutu disini.. jika dia sudah tak mau , yasudah . Kamu masih punya kami " ucap Jeni berusaha mengangkat Reiki.


" Kau.. kenapa kau disini ? " tanya Reiki kaget.


" sayang .. bukannya daritadi aku duduk di sampingmu " ucap Jeni.


" haha.. ya baguslah.. sekarang kalian bisa tinggalkan rumahku.. bawa dia " ucap Angela dingin.


" Sweety , ku mohon.. dengarkan penjelasan ku dulu " ucap Reiki tak mau bangun.


" PERGI selagi aku masih terkontrol sebelum aku berubah pikiran " ucap Angela menatap tajam Jeni.


" gak aku gak akan pergi dari sini sebelum kamu dengarkan penjelasan ku " ucap Reiki bersikeras.


" penjelasan apa lagi.. bukannya itu sudah jelas " ucap Angela mulai emosi menujuk perut Jeni yang sedikit membesar.


" Nyonya , saya tau perbuatan kami salah . tapi , dia tak salah.. janganlah Nyonya iri dengan dirinya " ucap Jeni makin memancing emosi Angela.


" KAU DIAMLAH !! " bentak Reiki ke Jeni.


CLATAAK


" kalian PERGI DARI SINI !!! " bentak Angela mencambuk ke arah Jeni.


Seketika itu juga Jeni langsung pucat ketakutan karena tanah disampingnya retak akibat cambukan Angela.


" PERGI DARI SINI !! " bentak Angela makin emosi.


" sweety .. ku mohon.. beri aku kesempatan.. " ucap Reiki memegang tangan Angela


" LEPASKAN !! KAU BILANG KESEMPATAN.??!! APA KAU LUPA BARU BEBERAPA BULAN KAU MINTA KESEMPATAN .. KU BERIKAN KAU KESEMPATAN WALAUPUN HARUS MENENTANG KAKAKKU.. TAPI SEKARANG APA YANG KU DAPATKAN ? NOTHING !! " teriak Angela mulai mengeluarkan api biru di tangannya.


CKIITT..


BRAK BRAK BRAK BRAK BRAK..


BUGH BUGH BUGH.


" AH HENTIKAN .. KU MOHON .. JANGAN PUKULI DIA LAGI " teriak Jeni histeris melihat Reiki di tarik dan langsung di hajar.


" tenang ya.. kakak disini . tenang oke " ucap Leon lembut memeluk Angela.


" kakak ? " panggil Angela tak percaya.


" ya .. kakak disini , jadi sekarang tenang ya .. ayo kakak bawa kamu masuk oke " ucap Leon menarik lembut sang adik masuk ke dalam rumah..


Sementara Reiki terus di pukuli Jordan , Johan , dan Hyper.


sebenarnya Arta juga sangat ingin menghajar Reiki . tapi , ia sadar posisinya.


BUGH BUGH ..


BRAK BRAK..


malam itu terasa panjang dan mengesalkan bagi kelima pemuda itu..


Jordan terus memukuli Reiki tanpa henti , seraya mencacinya.


Johan dan Hyper mulai berhenti membiarkan Jordan sendiri yang menghajar Reiki..


" Sebaiknya kau tetap disini . jika tidak , aku tak bisa menjamin kau selamat.. ya walaupun sekarang kau juga belum tentu selamat " ucap Arta menahan Jeni yang hendak membantu Reiki..


" tapi .. dia .. dia bisa mati jika terus dihajar seperti itu " ucap Jeni takut.


" Jordan.. Berhenti .. temani adikmu didalam ! " ucap Leon menahan pukulan yang hampir mengenai wajah Reiki yang sudah babak belur..


" Ah.. Queen. !! " ucap Jordan langsung berhenti dan berlari masuk ke dalam rumah melihat keadaan adik kesayangan nya itu.


BUGH BUGH BUGH KLANG PLAAK BAGH..


Leon menghajar Reiki dengan lebih ganas daripada ketiga saudaranya..


" AHH TOLONG HENTIKAN.. JANGAN !! " teriak Jeni menangis tersedu-sedu..


" Kenapa , apa kau mau menggantikannya ?! " tanya Leon menatap tajam Jeni.


" uhuk.. ja..ngan .. jangan sakiti dia .. ini salah.. ku " ucap Reiki menahan kaki Leon yang hendak menghampiri Jeni.


" MEMANG .. INI MEMANG SALAHMU.. !! KAU TAK MAU DIA KU SAKITI.. LALU , KENAPA KAU SAKITI LAGI ADIKKU .. DASAR B*****T B****NG** .. MATI SAJA KAU !! " teriak Leon makin emosi.


Reiki hanya pasrah menerima semua amarah dari keempat pemuda itu karena memang dirinya yang bersalah.


" KAKAK !! sudah cukup .." ucap Angela memeluk Leon yang mulai hilang kendali dari belakang.


" LIHAT !! SAMPAI SEKARANG ADIKKU MASIH MEMBELA KAU B****** ..APA LAGI KURANGNYA DIA .. APA KELEBIHAN SI J***** ITU DARI ADIKKU .. " teriak Leon menendang Reiki..


" Sekarang tinggalkan tempat ini sebelum aku hanguskan wanita baru mu itu " ucap Leon..


Johan langsung menarik Reiki dan memasukkannya ke dalam mobil..


" kau bawa pulang b****** ini .jika ia mati , maka itu salahmu " ucap Johan .. Jeni pun dengan panik melajukan mobil Reiki meninggalkan area rumah Angela..


" kakak .. kapan kalian datang , ? " tanya Angela.


" APA KAU TAU BETAPA KHAWATIR NYA AKU DENGANMU !! " bentak Leon


Angela kaget karena baru pertama inilah kakaknya membentak nya.


" maaf " ucap Angela menunduk .


" Leon .. sudahlah , kasian Angel " ucap Hyper


" kau baik-baik saja kan ? " tanya Johan ke Angela


" ya aku gak apa-apa " jawab Angela


" sayang.. kakak minta maaf . bukan maksud kakak mau membentakmu .. maafkan kakak sayang " ucap Leon memeluk adiknya..


Angela mengangguk dan membalas pelukan sang kakak..


" mmm.. udah malam.. kalau gitu , aku pulang dulu ya .. nikmati waktu kalian " ucap Arta hendak pamit.


" kamu mau kemana ? ini udah tengah malam.. nginap disini aja " ucap Angela melepaskan pelukan sang kakak..


" hmm.. itu " ucap Arta ragu


" gak apa-apa kan kak ? " tanya Angela menatap kakaknya satu persatu..


Akhirnya malam itu mereka semua menginap di rumah kecil Angela..


.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😊😘


part selanjutnya mungkin bisa dibilang refreshing untuk mereka..


yang mau recommend tempat liburan untuk mereka..


silahkan komentar ya 😉😊