YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 38



Keesokan harinya , Arthur berangkat ke Metrocity dari bandara kota.


kedatangannya di bandara membuatnya menjadi pusat perhatian .


padahal pakaian yang ia pakai tidaklah mencolok hanya saja 3 orang berbadan besar dan tegap yang mendampingi nya lah yang membuatnya lebih mencolok.


" hah .. bukankah kita udah ada kesepakatan . tapi maksudnya semua ini , pi ? " tanya Arthur berjalan sambil menelpon sang papi.


" kesepakatan tetap berlaku. kalau itu bukan bagian dari kesepakatan kita tapi bentuk perhatian dari orang tuamu.. " jawab Reiki


" perhatian ? Pi , gak ada yang bisa menyentuh anakmu ini. apalagi sampai melukaiku.. sebaliknya , dengan 3 orang ini malah buat aku jadi pusat perhatian sekarang " gerutu Arthur


" ya . Papi juga gak bisa apa-apa. kamu terima aja , daripada mamimu ngamuk . ya kan ? " tanya Reiki diseberang telepon.


" ha ! Mami ? jangan bilang mami tau kejadian kemarin. gak kan pi " ucap Arthur kaget.


" menurutmu siapa yang mengirim paman Sam mu kesana tepat waktu ? padahal seharusnya Sam itu ada disini " ucap Reiki menyadarkan Arthur


" ah aku lengah. yaudah deh pi. aku udah dipesawat , bentar lagi take off . " ucap Arthur.


" ya hati-hati " ucap Reiki langsung memutuskan panggilan itu.


Tanpa Arthur sadari , ternyata Mike dan Raya serta Rean juga berangkat ke Metrocity dengan pesawat yang sama seperti yang Arthur tumpangi saat ini.


Arthur duduk di kelas bisnis A , sedangkan Raya dan kedua kakaknya duduk di kelas bisnis C.


Baik Raya maupun Arthur tak tau tentang rencana perjalanan sang kekasih.


" kak tumben gak pakai helikopter kakak ? " tanya Raya ke Rean.


" ya , helikopter nya lagi diperbaiki. gak tau kenapa mendadak rusak " ucap Rean


" oh gitu " ucap Raya


" Ray , mau ? " Mike menawarkan cemilan ke Raya.


" boleh. makasih " ucap Raya mengambil cemilan itu.


" kakak mau ? " tanya Raya menawarkan Rean


" makasih , untukmu aja " ucap Rean mengelus kepala Raya.


Raya tersenyum dan senang dengan perlakuan lembut dari Rean , kakak pertamanya walaupun sudah 20 tahun mereka terpisah.


Raya sibuk dengan cemilannya sedangkan Mike malah sibuk menggoda salah satu pramugari.


" hay cantik , boleh minta sesuatu ? " goda Mike


" tuan butuh sesuatu ? " tanya Pramugari profesional


" ya , boleh saya minta hatimu ? " goda Mike


" maaf " ucap pramugari.


PLETAK !


" aww.. apaan sih " gerutu Mike memegangi kepalanya yang di ketok Rean.


" maafkan kelancangan adik saya. jangan anggap gurauan dia " ucap Rean


" iya tuan. saya permisi " ucap pramugari itu lalu berlalu dengan wajah merona .


Raya tersedak cemilannya sendiri.


" kamu kenapa dek ? " tanya Rean sambil menepuk pelan belakang Raya.


" hahaha.. pantesan aja kakak masih jomblo sampai sekarang.. ternyata kakak gak peka sama perempuan " ucap Raya.


Rean mengangkat satu alis nya tanda tak mengerti.


" benarkan omonganku waktu itu " ucap Mike


" ya ya. benar " ucap Raya.


" hahahah " keduanya pun tertawa , menertawakan sikap cuek Rean yang terlalu berlebihan.


PLETAK PLETAK !


keduanya diam sambil memegangi kepala masing-masing.


" lebih baik kalian diam kalau gak mau benjol " ancam Rean memejamkan matanya.


" tersinggung dia " bisik Mike


" ha ah.. lihat aja nanti ,ku carikan gadis yang sesuai dengan orang yang kayak kak Rean " ucap Raya.


" ya ya.. silakan aja . kalau ada yang mau " jawab Rean.


Raya tersenyum misterius sambil membayangkan sesuatu.


" Rean versi perempuan " batin Mike melihat senyum Raya.


1 setengah jam kemudian.


Pesawat yang mereka tumpangi kini telah landing dengan selamat dibandara internasional Metrocity.


Raya turun dibelakang Rean bersama Mike.


" kak , pesawat disana untuk apa ? " tanya Raya


" oh itu pesawat pribadi keluarga Anson , keluarga Adinson dan keluarga LU dari ATHAN " jawab Mike.


" dan juga keluarga SMITH di Kota DA. " Sambung Rean.


" oh. tapi kok nyimpannya disini ? " tanya Raya.


" entahlah tapi kayaknya pesawat itu baru sampai juga " ucap Mike melihat salah satu pesawat berwarna hijau yang baru masuk ke bangunan khusus itu.


" ya sepertinya begitu " ucap Rean.


Saat semua penumpang sudah turun dari pesawat , barulah Arthur turun dari pesawat sesuai permintaan dari orangtuanya .


" terima kasih untuk penerbangan yang nyaman ini. semangat " ucap Arthur ke pilot dan para pramugari yang berbaris mengantarnya turun.


" sebuah kehormatan bagi kami untuk melayani anda tuan muda " ucap Pilot


Arthur hanya tersenyum lalu turun dan langsung masuk ke mobil yang sudah menjemputnya tepat di dekat tangga pesawat.


" silakan Tuan Muda " ucap supir membukakan pintu mobil untuk Arthur


Tanpa banyak kata. mobil pun melaju setelah Arthur masuk.


Sementara Raya dan kedua kakaknya juga dijemput oleh anak buah Rean.


dan mengantar mereka ke rumah utama atau bisa dibilang rumah masa kecil ketiganya .


#


Raya sedikit merinding begitu menginjakkan kakinya di halaman rumah besar itu.


tapi ia tak berani berkata-kata karena terlihat jelas di mata Rean dan Mike kesedihan yang sangat mendalam.


ia hanya diam dan menggenggam tangan kedua kakaknya.


" ma , pa , Kami pulang " lirih Rean membuka pintu besar.


" ma , pa , Mike pulang " ucap Mike mengelus pelan pintu rumah.


Raya tetap diam dan melihat sekelilingnya sambil mengamati keadaan.


PAK


" AAHHH !! " jerit Raya refleks mencengkram tangan yang menepuk pundak nya lalu langsung membanting pemilik tangan itu.


Rean dan Mike kaget dengan reaksi Raya.


begitu juga pemuda yang terbaring dilantai dengan pandangan kosong dan kaget. tak percaya apa yang baru saja ia alami.


Begitu sadar , Mike membantu pemuda malang itu berdiri.


sedangkan Rean memeluk Raya yang kaget dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


" itu manusia dek. bukan hantu " ucap Rean


Perlahan Raya membuka matanya.


ia lega karena orang didepannya manusia.


" minta maaf dulu ya " ucap Rean


" maaf saya gak bermaksud untuk melukai anda " ucap Raya


" maaf sih maaf. tapi rasanya lumayan sakit " ucap pemuda itu.


" halah. jangan bohong lu , sakitnya gak seberapa cuma malunya yang luar biasa iyakan ? " ejek Mike


" ya . ketahuan " ucap pemuda itu menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


" dia siapa ? " tanya Raya serempak dengan pemuda itu.


" sampai lupa. kenalkan. ini Raya adikku dan ini Petra . sahabat kakak sekaligus tetangga kita " ucap Rean memperkenalkan pemuda malang itu.


" oh ini adikmu yang dulu sering ngompol itu kan " ledek Petra.


" benaran kak ? " tanya Raya tak ingat .


" jangan dengerin dia. dia ketularan gilanya Mike . ayo masuk " ucap Rean membawa masuk sang adik.


" itu benar-benar adik lu ? " tanya Petra ke Mike


" menurut lu ? " tanya Mike.


" mungkin. habisnya mirip banget dengan si monyet " ucap Petra


" kayaknya lebih ganas deh " ucap Mike


" ya kau benar .. aduh belakang gue benaran sakit nih " gerutu Petra mengelus punggungnya.


" siapa suruh bikin kaget orang. rasain tuh akibat nya " ledek Mike lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Petra yang masih ngedumel.


to be continue 😘😊🤗