YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 42



Hari itu Rean pulang lebih awal daripada biasanya.


sesampainya di rumah ia disambut Raya yang lelah karena meladeni pegawai butik kiriman kakak tertuanya itu.


" kenapa Ra ? " tanya Rean


" semua gaun ini , untuk apa sih kak ? " tanya Raya


" kita diundang ke acara ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya Adinson. karena itu lah pilih gaun yang sesuai dengan acara dan yang pasti kamu juga suka " ucap Rean


" oh gitu toh. baiklah kak " ucap Raya


Rean tersenyum sambil mengacak-acak rambut sang adik.


Sementara Rean masuk ke kamarnya , Raya kembali memilih dan mencoba beberapa gaun yang dibawa pegawai butik.


Malam pun tiba .


Malam itu Raya hanya makan bersama Rean sedangkan Mike entah pergi kemana.


Setelah makan malam , keduanya sibuk dengan urusan masing-masing.


Hingga akhirnya kedua saudara itu pun istirahat di kamarnya masing-masing.


" tumben sepi , pada kemana sih 2 orang itu.. " gumam Mike yang baru pulang melihat rumah itu sudah sepi .


##


Hari acara ulang tahun pernikahan itu pun tiba.


Acara itu diselenggarakan di sebuah Ballroom hotel milik Keluarga LU.


semua orang sibuk mempersiapkan acara itu Baik pegawai hotel maupun bawahan dari Keluarga Adinson .


termasuk tiga Adinson bersaudara.


Calista bertugas mengurus semua tentang dekorasi.


Julian bertugas mengurus segala hal yang berkaitan dengan hidangan untuk tamu.


disisi lain Arthur lah yang paling sibuk.


ia mengurus semua sisa pekerjaan baik didalam maupun diluar , termasuk soal keamanan tempat dan acara.


" tim 1 fokus dengan orang yang datang dan pergi . tim 2 siaga diposisi kalian , paham ? " ucap Arthur mengecek kedua tim yang berada langsung dibawahnya.


" kami paham bos ! " jawab mereka serempak.


" kerjakan dengan baik dan ingat , jika ada sesuatu yang janggal segera laporkan padaku " ucap Arthur


" baik bos !! " ucap mereka lalu membubarkan diri dan kembali ke posisi mereka masing-masing.


#


Sore menjelang malam.


Satu per satu tamu undangan pun sudah mulai berdatangan .


Begitu juga Raya dan kedua kakaknya.


Tak berbeda dengan para tamu undangan yang lainnya , ketiganya juga diperiksa pihak keamanan walaupun pihak keamanan itu sebenarnya mengenali sosok Raya.


" bos . nona Raya sudah tiba " ketua tim 2 melapor ke Arthur melalui earphone.


" sudah datang ya " ucap Arthur senang.


Matanya mencari-cari sosok kekasih yang ia rindukan karena sudah beberapa hari ini tak berjumpa.


saat mencari secara tak sengaja ia bertemu pandang dengan Mike .


Mike hanya tersenyum melihat sosok Arthur yang sekarang berdiri diantara pelayan yang membawa minuman.


" dek coba lihat siapa itu disana " ucap Mike mengkode Raya.


Raya pun kaget saat melihat kekasihnya itu juga ada ditempat itu.


" kak aku kesana bentar " ucap Raya pada Rean lalu berjalan cepat menghampiri Arthur.


Arthur tersenyum manis sekali melihat sang kekasih berjalan ke arahnya.


" hay sayangku , maaf ya karena beberapa hari ini gak bisa mengunjungimu. aku kangennn " ucap Arthur memasang wajah memelas ditambah puppy eyes nya.


" iya aku ngerti kok , pasti kamu juga capek kan ngurus acara sebesar ini . sebenarnya aku juga kangen " ucap Raya.


" kamu cantik sekali malam ini " ucap Arthur .


" hm. ya ini juga dipaksa kak Rean buat milih gaun ini. katanya datang ke acara " ucap Raya mengadu pada Arthur.


" ya bagus kok. cocok untuk pacarku tersayang " ucap Arthur mencubit gemas pipi Raya.


Raya mengusap pelan pipinya itu.


Sedang asyik keduanya bercanda , Rean bersama Mike pun datang menghampiri.


" kau disini " ucap Rean tertuju pada Arthur


" ya , seperti yang kau lihat " ucap Arthur


" kau dapat job disini , yakin gak mau balik ke agensi lagi " ucap Mike


" gak makasih. aku disini karena disuruh orang tua. " ucap Arthur


" orang tua ?! itu artinya orang tuamu juga ada disini ? dimana ? " tanya Rean


" hmm.. ah disana ! yang pakai jas biru dan gaun biru itu orang tua ku " ucap Arthur menunjuk ke salah satu arah.


Rean pun mengikuti arah yang ditunjuk Arthur dan ia sama sekali tak percaya apa yang di katakan Arthur.


" jangan coba-coba kau ngaku-ngaku tentang itu. kalau sampai mereka dengar bisa-bisa hilang kepalamu " ucap Mike


" ha.. yaudah kalau kalian gak percaya . yang penting aku udah kasih tau. kalau gitu aku permisi dulu , mau cek yang lain " ucap Arthur lalu pergi setelah mengecup sekilas pipi Raya.


" hey kau !! awas kau ya .. dasar cari-cari kesempatan " umpat Mike langsung disumpal sepotong kue


" diam .. kita lagi ditempat orang , jangan bicara sembarangan " ucap Rean .


" apa benar yang dibilang Arthur . tapi bukannya itu sedikit memaksa ya.. ah nanti saja ku tanyakan lagi " batin Raya melihat sang kekasih yang berjalan menjauh.


Sementara di belakang panggung.


Kedua orang tua Arthur sudah menunggunya.


" kamu yakin dengan keputusanmu ini Ar ? " tanya Maminya


" iya mi. Ar yakin dialah satu-satunya yang pantas jadi pendamping hidup ku " ucap Arthur memakai jas nya.


" oke kalau gitu mami cuma bisa doain kamu. semoga berhasil nak " ucap maminya.


" nak , sekali kamu melangkah dalam keputusanmu ini. kamu harus tau , dia jadi tanggung jawab mu . paham maksud papi kan ? " tanya papinya.


" iya pi. Ar pasti akan bertanggung jawab dengan keputusan Ar " ucap Arthur.


" Good Luck Son " ucap papi nya menepuk pundak sang putra.


" yaudah lebih baik papi sama mami balik lagi ke sana. masa iya si tuan rumahnya tiba-tiba ngilang , kan gak lucu " ucap Arthur


" kak , ini pesanan kakak " ucap Anggita datang bersama Calista dan Laila .


" makasih dek " ucap Arthur menerima sebuah kotak kecil.


" semoga beruntung kak " ucap Calista


" kami jadi penonton aja ya ..hehe " ucap Laila.


Arthur tersenyum lalu pergi ke tempat acara .


#


sosok seorang pemuda tinggi dan gagah lengkap dengan pesona dan aura yang terpancar darinya.


kehadirannya yang tiba-tiba berhasil menarik perhatian para tamu undangan ,termasuk para paman dan bibi pemuda itu.


" itu Ar ? " tanya Vero , istri Johan LU.


" mau ngapain tu bocah ? " tanya Jordan


" huss lihat aja dari sini " ucap Nana menghentikan suaminya yang hendak menghampiri keponakannya itu.


" dek , sebenarnya ada sih ini ? " tanya Leon ke Angela , mami Arthur.


" rahasia." jawab Angela.


Arthur yang kini berdiri tepat di depan sang kekasih yang masih kaget dengan penampilan Arthur.


" aku jelek ya kayak gini " ucap Arthur membuyarkan lamunan Raya.


" Ar , kamu habis dari mana. bukannya tadi gak kayak gini ya " ucap Raya .


" Ra . aku tau aku bukanlah sosok yang sempurna . aku hanya seorang pemuda biasa . tapi aku bersyukur karena bisa mengenalmu dan darimu juga aku belajar dan merasakan apa itu cinta tanpa syarat. aku tau kita juga belum terlalu lama bersama. tapi aku sangat yakin dengan perasaan ku " ucap Arthur


" Ar ini maksudnya apa ? " tanya Raya pelan karena merasa dirinya ditatap para tamu undangan.


" Ra , aku bukanlah orang yang bisa menyusun kata-kata manis dan aku juga bukanlah orang yang tau bagaimana caranya memperlakukan orang . tapi sejak bersamamu , aku belajar bagaimana menghargai orang . dari mu juga aku tau bagaimana rasanya cemburu , rasanya menahan rindu karena berjauhan. " ucap Arthur


" aku juga bersyukur memilikimu apapun keadaanmu " ucap Raya tersenyum .


" karena itu , Raya . kekasihku tercinta ,, maukah kamu menghabiskan sisa hidup ini bersamaku , menjadi ibu dari anak-anak kita , bersamaku dalam suka maupun duka , hingga tua memisahkan kita ? " tanya Arthur berlutut satu kaki didepan Raya sambil mengeluarkan kotak berisi cincin berlian .


Raya kaget dan tak percaya dengan lamaran mendadak dari kekasihnya itu.


Raya menoleh ke arah kedua kakaknya yang entah sejak kapan sudah bergabung dengan Calista dan Julian serta Laila dan Anggita.


" apapun keputusanmu asalkan kamu bahagia , kakak terima " ucap Rean .


" Ra , aku akan berusaha sekuat tenagaku . aku akan melindungi mu dan membahagiakanmu. walaupun aku tak bisa memberimu yang terbaik didunia . tapi akan ku berikan semua yang terbaik milikku hanya untukmu " ucap Arthur


" Ar , dari awal aku menerima segala kekurangan dan kelebihan mu. baik suka maupun duka , hingga maut memisahkan " ucap Raya menjawab Arthur.


" jadi artinya iya ?! " tanya Arthur.


Raya pun menganggukkan kepalanya.


" HOREEE !!! AKU DITERIMA !! MAMI PAPI !!! CALON MANTU MU DATANG !! " teriak Arthur senang.


" Ra , terima kasih " ucap Arthur memasang cincin berlian itu dijari tengah Raya.


Arthur memeluk Raya dengan erat begitu juga Raya .


Kebahagiaan tengah menyelimuti hati kedua insan itu.


PROK PROK PROK.


Para tamu undangan yang turut menjadi saksi pun bertepuk tangan dan juga ikut senang dengan lamaran yang diterima itu.


Sedangkan para orang tua juga ikut bahagia karena salah satu keturunan mereka berhasil menemukan pujaan hati yang tulus .


" wah kayaknya bakal buat acara besar lagi nih " ucap Jordan


" ah kasih hadiah apa ya buat calon mantu pertama " ucap Johan.


" apa gak sebaiknya kabarin ayah dan ibu dulu ? " tanya Angela.


" benar juga . aku kabarin sekarang " ucap Johan menelpon ibunya di ATHAN.


" paman juga udah kakak kabarin. apa gak sebaiknya kamu juga kabarin kakeknya Arthur " ucap Leon mengingatkan Angela.


" sweety .. kamu ngapain ? " tanya Angela saat berbalik melihat sang suami asyik merekam video putra sulungnya itu.


" jadi barang bukti buat ayah " ucap Reiki langsung mengirim video itu ke ayahnya.


Dan yang terjadi , tiga kerajaan besar itu pun juga heboh sendiri dengan berita itu.


seakan ikut merayakan kebahagiaan sang cucu.


Raja Alvin dan Raja Rius memerintahkan para bawahan mereka membagikan makanan dan juga uang emas ke seluruh rakyat.


sementara Raja Rian langsung pergi ke gudang harta mencari sesuatu yang cocok untuk dijadikan hadiah.


#


Arthur dan Raya yang tengah Berbahagia akhirnya melepas pelukan mereka.


" besok aku akan datang kerumahmu bersama keluargaku . aku harap apapun yang terjadi besok , kalian harus siap menerimanya " ucap Arthur


" hem. iya " jawab Raya.


Malam itu suasana bahagia memenuhi acara yang masih berlanjut itu hingga acara pun selesai tanpa hambatan yang berarti.


satu yang mengganjal pikiran Rean dan Mike yang kini satu mobil dengan Raya.


" kak , kakak yakin gak nyewa jasa pengawalan kan ? " tanya Mike


" gak. kakak pikir itu kamu " ucap Rean.


" tambah kecepatan kak ! " ucap Mike mera janggal dengan mobil van hitam yang mengikuti dibelakang mereka.


" dek .. pegangan !! " ucap Rean melirik spion .


Raya dan Mike reflek langsung berpegangan erat pada pegangan saat Rean tiba-tiba menambah kecepatan mobilnya.


Sedangkan orang-orang yang ada di dalam mobil van bingung dengan mobil didepannya yang tiba-tiba melaju.


" wakil ketua .. kok mereka tiba-tiba ngebut gitu ? " tanya seorang pemuda berpakaian kasual lengkap dengan sebuah pin logo pedang.


" suruh tim 2 selalu didekat mereka. ingat , misi kali ini adalah mengawal nona dan kedua kakaknya pulang dengan selamat " ucap wakil ketua tim 1 , gabungan dari tiga geng yang berada dibawah komando maminya Arthur.


" baik wakil ketua " ucap pemuda itu langsung berkoordinasi dengan tim 2 yang mengendarai sepeda motor.


Akhirnya Raya beserta kedua kakaknya tiba di rumah dengan selamat.


Sedangkan Tim 2 mendapat tugas tambahan , yaitu berjaga disekitar kediaman itu tanpa diketahui pemiliknya.


Malam itu Raya tak bisa tidur , begitu juga Arthur.


terkadang rasa bahagia bisa buat mata jadi siaga.


To be Continue 😘😊🤗