YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 14



Keesokan harinya.


Arthur yang dipaksa Reiki untuk tinggal dirumah mereka yang ada di metrocity , akhirnya menyelesaikan latihannya.


sama seperti saat sebelum ia tinggal diluar .


setiap pagi Arthur selalu latihan angkat beban dan yang lainnya.


namun karena setahun ini ia tinggal diluar , jadi latihannya diganti dengan hanya lari pagi .


" udah selesai ? " tanya Reiki melihat Arthur keluar dari ruang latihan.


" hm iya pi " jawab Arthur mengelap keringatnya.


" ayo sarapan dulu " ucap Reiki membawa masakannya.


Pagi itu , hanya keheningan yang terasa .


tak ada satupun yang bicara hanya sendok dan garpu yang saling bertarung.


" habis cuci piring , papi mau bicara " ucap Reiki menghentikan langkah Arthur yang membawa piring kotor.


" iya pi " jawab Arthur


Reiki bangkit meninggalkan Arthur yang mencuci peralatan makan mereka .


" semoga bukan hukuman yang berat " gumam Arthur.


Dari awal ia memulai debutnya , ia paham jika kedua orang tua nya sedikit tak suka dengan pilihannya.


Tapi mereka tak melarang dirinya hingga karir nya mencapai puncak dan bertahan lama disana.


Arthur pun juga tau , jika suatu hari ia harus siap dengan segala suasana hati papi dan mami nya demi karirnya.


Tapi melihat kejadian kemarin , Arthur merasa karirnya tak bisa dipertahankan lebih lama lagi.


Selesai dengan tugasnya , Arthur pun melangkahkan kakinya menuju ruang kerja sang papi.


tok tok


" masuk " jawab Reiki dari dalam.


" pi.." panggil Arthur


" duduk sini " ucap Reiki


Arthur mendudukkan dirinya di kursi depan meja kerja sang papi.


" lihat itu " ucap Reiki menunjukkan sebuah majalah berisi berita tentang kejadian kemarin.


" maaf " cicit Arthur.


Reiki menghela napas berat.


" kamu bisa lega karena beruntung berita itu bisa diatasi sebelum waktu terbitnya. dan juga semua video dan gambar apapun tentang kemarin juga sudah diurus.. " ucap Reiki


" makasih pi " ucap Arthur


" siang ini kamu ikut papi pulang ke kota DA..satu yang mau papi ingatkan padamu , persiapkan dirimu sebelum ketemu mamimu " ucap Reiki mengingatkan


Sesaat Arthur pun terdiam.


baru saja ia merasa lega karena sang papi masih mau menutupi identitas serta karirnya.


namun ia harus kembali merasakan khawatir karena ia tau jika sang mami mengetahui kejadian kemarin , maka bisa dipastikan ia akan kehilangan karirnya.


Pagi itu adalah pagi yang berat bagi Arthur.


ia memilih menenangkan diri sambil duduk diayunan taman.


ia sedikit terhibur ketika mendengar suara Raya diseberang telepon.


" udah makan ? " tanya Raya


" udah sayangku.. kalau kamu sendiri , udah belum ? " tanya Arthur


" ini lagi makan dengan Luna sama Pras .. kita lagi mau ke pertemuan yang ku bilang kemarin " ucap Raya


" emang pertemuannya kapan ? " tanya Arthur


" jam 10 pagi sayangku " ucap Raya lembut


" dimana ? " tanya Arthur


" di gedung jalan x . gedung pameran " jawab Raya


" jam berapa selesai nya ? " tanya Arthur.


" mungkin agak sore " ucap Raya


" oh yaudah . hati-hati ya .. kabarin aku kalau ada sesuatu , oke " ucap Arthur


" iya pacarku sayangku.. miss you " ucap Raya lembut


" miss you too.. makan yang banyak ya ,jangan sampai sakit " ucap Arthur penuh perhatian


" iya pasti.. kayaknya udah ramai yang datang.. nanti ku telepon lagi ya .. bye " ucap Raya


" oke. bye " ucap Arthur lalu mengakhiri panggilan itu.


Sementara di kota DA.


Raya dan Luna serta Pras pun masuk ke gedung itu.


tampak banyak sekali fotografer terkenal yang datang.


acara ini memang sudah berlangsung lama sekali , dan akan di selenggarakan setiap 6 bulan sekali ditempat yang sama.


Raya senang karena dirinya berkesempatan untuk belajar sedikit dari para seniornya itu.


" iya aku suka.. Lun ,lihat itu.. mereka semua udah pernah keliling dunia dengan kamera mereka " ucap Raya senang.


" iya iya. gue tau , dan sebaiknya jaga sikap loe Ra.. gak bagus kalau orang lain nganggap loe aneh " ucap Luna mengingatkan Raya yang terkadang tingkahnya terbilang absurd kalau udah semangat.


" iya ya.. hehe " ucap Raya tertawa pelan


Pras senang karena Raya menyukai acara yang ia rekomendasi ini.


tapi sudut hatinya juga sedih dan cemburu saat ia kembali mengingat jika kini Raya sudah tak bisa ia miliki .


Acara itu berjalan lancar dan sekarang waktu menunjukkan jam 4 sore.


Tiba-tiba seorang pria dewasa berjalan ke arah tempat duduk mereka.


" hai Pras..apa kabar , kapan kamu balik ? " tanya pria itu ke Pras


" hai , kabar baik.. udah 5 bulan aku balik" jawab Pras.


" kamu tuh memang gak berubah ya.. pergi tanpa pamit sekalinya balik juga gak ada kabar " ucap pria itu.


" ya biasalah. harap maklum aja .. haha " ucap Pras


" ya harap maklum aja ya .. toh kita-kita disini juga hampir sama .. haha " tawa pria itu lalu tak sengaja matanya menangkap sosok Raya yang sedari tadi entah bagaimana bisa Pras tutupi dari pria didepannya itu.


" wah Pras , loe ngajak cewek kok gak bilang-bilang sih " ucap pria itu mendorong Pras .


" hai , boleh kenalan kan .. namaku Barok , siapa namamu manis ? " tanya Barok langsung mengeser Luna yang duduk disebelah Raya.


" eh ! " Raya sendiri kaget dengan sikap orang yang tiba-tiba menarik tangannya.


" ah harumnya " ucap Barok mencium tangan Raya


" maaf , tapi jaga sikap anda .. saya tidak mengenal anda " ucap Raya menarik tangannya lalu berdiri dan menjauh dari Barok.


" haha , jangan malu-malu manis.. sini temani aku minum " ucap genit Barok .


Raya jengkel dengan pria itu namun ia tahan karena tak mau mempermalukan Pras maupun dirinya.


" Lun.. cabut yuk " bisik Raya ke Luna.


" ya cabut aja yuk " bisik Luna.


" Pras , kenalin dong . masa mau loe embat dua-duanya sih ? " ucap Barok yang tampaknya tak mengijinkan Raya dan Luna pergi.


" sorry Rok , untuk yang ini gak " ucap Pras menggeleng.


" ya loe gak asik Pras. kalau loe gak mau dengan lembut , jangan salahkan gue buat pakai cara keras " ucap Barok mulai tak sabar.


" Ayo Pras , kita pulang aja yuk " ucap Luna menarik Pras.


Dengan cepat Barok menarik Raya yang sendirian .


Barok memaksa Raya duduk dan minum bersamanya.


" manis , sebaiknya loe jadi anak baik ya.. kalau gak , gue bakal pakai cara yang lebih keras loh " ucap Barok menahan Raya.


" Pras , orang itu siapa sih ? " bisik Luna


" Barok , putra bungsu dari Direktur Perusahaan PL.. dan juga playboy " ucap Pras menatap tajam Barok.


" lalu buat apa orang itu kesini ? " tanya Luna


" ayahnya yang adalah donatur tetap untuk acara ini . jadi ia disini " ucap Pras tak mengalihkan perhatiannya dari Raya dan Barok.


Raya yang makin kesal pun berdiri dan berjalan menjauh dari Barok yang fokus ke minumannya.


" ayo pergi ! " ucap Raya menarik Pras dan Luna menuju pintu keluar.


Baru beberapa langkah mereka keluar , Namun...


" hei manis , kamu gak sabar mau ke hotel ya .. yaudah ayo " ucap Barok yang entah sejak kapan berdiri dibelakang Raya dengan tangannya memegang pundak Raya.


Tanpa banyak kata Raya menangkap tangan Barok.


Dan...


SYUUT


BRAAK !.


Sontak semua orang yang ada disitu tercengang melihat Raya dengan mudahnya menumbangkan Barok yang badannya 2 kali lebih besar dari Raya.


" sebaiknya kau ingat ini. jangan pernah muncul didepanku lagi atau bakal ku hajar kau sampai ibumu tak mengenalimu ! " tegas Raya


" dan ini untuk sikap kurang ajar kau tadi " ucap Raya


Krek !


" AAAAAHHH!! J***** B****** BERANINYA KAU !! APA KAU TAU SIAPA AKU !! " teriak Barok kesakitan karena tangan kanan nya telah dipatahkan Raya.


" kenapa aku harus takut ?!! Kau bukan siapa-siapa bagiku.. " kesal Raya memukuli Barok.


Bugh Bugh bugh


Baik Luna maupun Pras tak berani mendekat karena sekarang Raya dalam mode marah , mereka masih sayang badan.


Sementara didalam mobil tak jauh dari pintu keluar.


Seseorang tersenyum kecil melihat Raya yang memukuli Barok dengan sangat buas.


" Tuan , akhirnya sudah ketemu " ucap orang itu melalui earphone ke orang yang dipanggilnya 'Tuan'.


" baik Tuan " jawab orang itu kembali menjalankan mobilnya .


to be continue 😘😊🤗