
Waktu pun terus berjalan.
Setelah beberapa bulan menjalani pengobatan di rumah sakit , Edward pun kini sudah diperbolehkan untuk pulang.
Sementara kondisi Layla juga sudah membaik.
Karena itu Julian dan Calista pun kembali ke kampus dan mengejar materi yang tertinggal.
" kak nanti mau bareng ke rumah sakit gak ? " tanya Calista menelpon Arthur.
" ya boleh. nanti kakak jemput kalian sekalian ya " ucap Arthur dari seberang telpon.
" apa kata kak Ar ? " tanya Lian saat Lista menyimpan ponselnya lagi
" katanya pulang nanti kita disuruh nunggu bentar. Kak Ar yang jemput " ucap Calista
" oh yaudah. aku lapar ni. cari makan yuk " ajak Lian yang kini keroncongan.
Calista mengangguk dan berjalan di samping Julian.
Kedua kakak adik itu asyik berbincang dan bercanda dengan santai seperti biasanya Namun yang terlihat di mata orang lain adalah mereka seperti sepasang kekasih yang mengumbar kemesraan di publik.
" eh kalian berdua !! bisa gak jangan pamer disini ?! kalau mau mesra-mesraan tuh bukan kampus tempatnya , noh sana yang jauh !! " ucap seorang gadis berdiri didepan Calista dan Julian
" kenalan mu ? " tanya Calista ke Julian dengan tatapan curiga.
" eh gak .. aku gak kenal. jangan bilang yang aneh-aneh ya nanti " ucap Lian membela diri.
" HEI !! GAK LIAT APA ADA ORANG NGOMONG DIDEPAN MALAH ASYIK BISIK-BISIK SENDIRI !!! " gerutu gadis itu.
" lah , loe siapa ? emang nya kita kenal ya ? dan lagi mau kami ngobrol canda kek mau jungkir balik kek emangnya ada masalah sama elu !! lebih baik utus aja masalah elu sendiri , jangan ikut campur dengan urusan orang . lagipula kampus ini tempat belajar bukan nya night club jadi pakailah baju yang sopan sedikit " balas Calista karena geram.
" heeh.. mending kulit nya bagus jadi enak dipandang. lah ini boro-boro , satpam didepan aja ogah ngelirik. merusak pemandangan. " ucap Lian ikut berkomentar.
" lain kali kalau mau belajar ke kampus , jangan pakai baju begini.. emang apa sih yang mau elu pamerin ? da*a rata , pinggang kekecilan , bo**** tepos. hidung palsu .. haduh.. udah ah , yuk jadi gak ? " tanya Calista pada Lian karena sudah capek meladeni orang aneh.
" Kau !! BERANINYA KAU BILANG BEGITU PADAKU ?! HEI KAU !! KU TANTANG KAU !!, KITA LIHAT SIAPA YANG MENANG DI CATWALK MINGGU DEPAN NANTI.. ITU PUN KALAU KAU BERANI !! " gadis itu dengan lantangnya meneriakkan tantangan pada Lista. Teriakan itu mengundang perhatian dari banyak orang.
" BAIK AKU TERIMA , JANGAN MENYESAL KAU !! " teriak Calista membalas nya.
Julian langsung menarik lembut kakaknya yang sudah terbawa emosi itu menjauh dari keramaian.
" Yuk kak. aku lapar " ucap Lian berbisik.
Gadis itu pun juga pergi karena suatu hal.
#
Lian memilih mengajak kakaknya itu ke kantin luar , padahal sebenarnya ia mau ngajak Lista makan di kantin dalam saja . Namun apa daya , kantin luar lebih sepi dan aman jika Arthur tiba-tiba saja datang.
" nih minum dulu biar tenang " ucap Lian memberikan segelas jus kesukaan kakaknya itu.
" liat aja minggu depan , bakal kupastikan cewek itu menangis sejadi-jadinya di kontes " ucap Lista penuh tekad.
" ya ya . terserah kamu saja kak.. aku cuma jadi penonton " ucap Lian meminum smoothie nya.
Tak lama , makanan pesanan mereka pun sudah siap.
Lista dan Lian makan dengan elegan membuat pelanggan lainnya sedikit heran dan penasaran dengan identitas mereka yang mungkin orang kalangan atas.
DDRRRTTTT
" halo .. emm.. lagi makan dengan Lian di kantin depan kampus ." ucap Lista berbicara pada seseorang disebrang telepon.
" oh ya kesini aja , sekalian makan bareng . hehe " ucap Calista
"....."
" oke bos kami tunggu ya " ucap Calista manis didengar.
" siapa ? " tanya Lian penasaran.
" mau tau aja atau mau tau banget " ucap Calista menggoda adiknya itu.
" au ah gelap.. makan tuh tau !! " celetuk Lian .
" eh emang tahu kok . liat nihh .. Hahaha !! " ucap Lista mengangkat tahu disendok nya itu. Membuat Lian diam seribu bahasa tak bisa membalas kakaknya itu.
Saat Calista masih dengan gencarnya menggoda Lian , Tiba-tiba ada seorang gadis manis yang terkenal di kampus sebagai salah satu bunga kampus , gadis itu berjalan dengan ekspresi malu-malu ke arah Lian .
" ehmm.. maaf karena aku mengganggu waktu kalian sebentar , tapi apa boleh kita berkenalan ? " tanya gadis itu malu-malu mengajak Lian berkenalan.
" oh siapa ya ? " tanya Lian
" ah , kenalin saya Tiara . kalau boleh tau kamu benar Julian anak jurusan bisnis kan ? " tanya gadis bernama Tiara itu.
" kalau iya kenapa ? " tanya Lian cuek dan jutek .
Calista hanya diam dan memperhatikan , Lista sadar jika adiknya itu tidak ingin lagi memerankan playboy karena ia sudah punya Layla.
" berarti benar ya.. kalau gitu , boleh minta nomor ponsel mu ? sebenarnya , saya ingin mengenalmu lebih jauh lagi , apa boleh ? " tanya gadis bernama Tiara , gadis itu selain dikenal sebagai bunga kampus , ia juga merupakan anak dari salah satu pengusaha di kota DA itu.
" oh maaf , tapi saya sudah bertunangan dan sepertinya tunangan saya tidak suka saya memberikan nomor pribadi ke orang asing " jawab Lian dan dengan spontan gadis bernama Tiara itu melihat ke arah Lista yang tengah menyeruput jus nya.
" ah kalau begitu saya minta maaf . tapi apa boleh kita berteman ? kebetulan saya juga jurusan bisnis " ucap Tiara.
" terserah kamu saja " ucap Lian bingung mau bilang apa .
Gadis bernama Tiara itu pun pergi dengan ekspresi senang diwajahnya.
" jangan bilang yang aneh-aneh sama Layla , entar aku kena sleding lagi " ucap Lian pada Lista yang tersenyum penuh arti.
" Emang nya bilang apa ? " tanya seseorang berdiri di belakang Lian yang sedang minum.
Lian yang kaget langsung tersedak minuman nya sendiri.
" Hahahahaha !!! " Tawa Lista sangat geli melihat ekspresi kaget dari Lian .
" kau kenapa ? gak apa-apa kan ? " tanya orang itu sambil menepuk-nepuk pelan belakang Lian.
" kak , bisa gak kalau datang itu pakai suara langkah kaki atau paling enggak liat situasi dulu kalau mau ngagetin orang . syukur aku gak punya penyakit jantung , kalau enggak udah jadi janda sebelum nikah Layla " gerutu Lian tapi tetap tidak berani menaikkan nada suara nya karna orang yang ada didepannya itu adalah sang sulung , Arthur .
" ah sorry deh. heheh " ucap Arthur ikut duduk dengan kedua adiknya itu.
" em.. emang nya gak apa-apa kakak keluar begini , gak takut jadi sampul majalah gosip besok ? " tanya Calista
" ha ya , semoga aja enggak. tapi entah kenapa kok paparazi ada dimana mana ya. seingat kakak dulu waktu masih aktif job juga gak pernah sampai begini nekadnya mereka " ucap Arthur meminta jus Lista.
" ya sih , masa seminggu bisa 3-4 kali kakak jadi topik berita dan pencarian. sampai-sampai aktor aktif yang paling terkenal sekarang pun masih kalah dibanding kakak. " ucap Lian.
" sudahlah jangan bahas itu lagi , kalian udah selesai kan ? kalau udah ayo pergi ,firasat kakak gak enak " ucap Arthur merasa seakan-akan ada badai yang menunggu mereka.
To Be Continue 😊😘🤗