
Malam itu , kediaman keluarga Adinson kembali ramai dan panik karena ditengah makan malam , sang tuan muda pertama keluarga itu tiba-tiba kembali secara mendadak dan darurat.
Kekasihnya Raya juga ada dikediaman itu juga panik dan kaget saat sang kekasih kembali secara mendadak.
" Ar !! " teriak Raya yang dipaksa menunggu pesawat kecil itu mendarat .
" Ra. tenang dia gak apa-apa. tenang disini ya. jangan terlalu panik oke " ucap Nana menemani Raya menunggu di tepi lapangan terbang.
Tak lama kemudian , pesawat yang membawa Arthur pun mulai melakukan pendaratan.
Semula baik papi maupun maminya tak terlalu khawatir dengan kondisi putra sulungnya mengingat pilihan terakhir tentang kekuatan elemennya.
Namun semua nya menjadi sangat khawatir saat Arthur turun keluar dari pesawat dengan bersimbah darah .
Raya kaget tapi sedetik kemudian ia berlari menghampiri sang kekasih yang terlihat sempoyongan dan tak bisa berjalan dengan lurus.
" aku disini Ar. jangan khawatir oke.. semua akan baik-baik aja " ucap Raya membantu Arthur yang hampir terjatuh.
Arthur tersenyum saat melihat kekasihnya sangat perduli padanya bahkan saat dirinya dalam keadaan yang dapat membuat sebagian orang pergi menjauh .
Hati Raya makin terenyuh saat Arthur tersenyum seraya membelai wajahnya.
" AR !! BANGUN !! AYO BANGUN !! JANGAN TIDUR !! " teriak Raya saat Arthur mulai hilang kesadarannya.
Melihat itu Julian langsung mengambil alih Arthur dari Raya dan langsung ia gendong masuk ke dalam .
Arthur yang tak sadarkan diri kini di larikan ke ruang medis di lantai 2.
Raya yang melihat keadaan kekasihnya dari balik jendela kaca pun tak kuasa menahan air mata pilu nya.
" sebenarnya apa yang terjadi padamu Ar ? " tanya Raya entah pada siapa..
" Blue !! hubungi seluruh tetua yang ada .. Rapat Penting dalam 20 menit " ucap Angela memerintahkan sistem mansion nya.
" baik master " jawab Blue
" Julian , Calista dan kamu Lena . jaga Arthur disini. segera kabari kami perkembangannya " ucap Reiki.
" baik pi " jawab Calista dan Julian serempak.
Lalu Tuan dan Nyonya Adinson pun turun ke lantai 1 dan masuk ke ruangan 0.. (yang baca dari season 1 pasti tau isi dari ruangan 0 ini.)
waktu berjalan lambat dan kini 30 menit pun terlewatkan begitu saja.
Seorang dokter yang menangani Arthur tadi pun akhirnya keluar.
" gimana keadaannya dok ? " tanya Raya khawatir.
" kondisi nya sudah mulai stabil jika malam ini pasien sadar maka masa kritisnya sudah terlewati.. tolong diawasi " ucap dokter pribadi keluarga.
" terima kasih dok.. mari saya antar ke ruangan anda " ucap Julian sopan
" kalau gitu saya permisi " ucap Dokter itu lalu pergi bersama Julian.
" Ra , tolong jaga Arthur ya . aku dan Lista menyusul orang tua Arthur dulu . nanti kami kesini lagi. " ucap Lena.
" iya baiklah.. nanti beri tau aku apa yang terjadi dengan Arthur " ucap Raya
" iya . ayo Lis " ucap Lena membawa Calista menyusul ke ruangan 0.
Raya masuk ke ruangan perawatan Arthur.
ia duduk disamping kekasihnya yang kini masih tak sadarkan diri.
" dek , penanganan mereka lebih cepat dari di rumah sakit ya " ucap Rean.
" hmm " jawab Raya.
" kakak tunggu disana. bilang pada kakak kalau butuh sesuatu ya . kalau kamu tegar dan kuat , maka Arthur juga bakal kuat. paham kan " ucap Rean lalu memilih duduk di sofa yang tak terlalu jauh dari adiknya.
Sepanjang malam Raya terus menggenggam tangan Arthur yang tidak terpasang selang infus.
" aunty , papa " ucap Lena memberikan ponsel nya ke sang aunty.
" ini aku " ucap Angela
" ada 3 kurcaci yang sudah ku temukan disini. bagaimana dengan kalian ? " tanya Leon
" sepertinya lebih dari 5 orang tapi masih di selidiki lagi . " jawab Angela
" Bagaimana keadaan Arthur sekarang ? " tanya Leon lagi
" aku yakin dia bisa melewati masa kritis nya . " ucap Angela.
" okelah. kabarin aku jika kalian butuh sesuatu . ingat jangan gegabah " pesan Leon lalu memutuskan panggilan nya.
Angela pun mengembalikan ponsel itu pada sang keponakan.
" Lena , untuk sementara waktu kamu disini saja. dan Lista , izin dulu sama papi atau mami kalau kamu ingin pergi . jangan pergi sendirian , paham ? " tegas Angela
" baik mi ! ya Aunty " jawab Calista dan Lena serempak.
" sudah larut . sebaiknya kalian istirahat karena besok akan ada pekerjaan untuk kalian " ucap Angela
lalu Calista dan Lena naik ke lantai 4 dan masuk ke kamarnya masing-masing.
Sedangkan Bari kini juga berjaga di ruang perawatan Arthur , ia juga tak diizinkan untuk pulang sama seperti Rean dan Raya saat ini.
Keesokan harinya.
Arthur sudah mulai sadarkan diri setelah melewati masa kritisnya.
" bagaimana keadaanmu son ? " tanya Reiki menjenguk Putra sulungnya itu.
" Sudah lebih baik pi.. maaf karena Ar gak bisa menyelesaikan misi kali ini " ucap Arthur
" yang terpenting keselamatan mu son. tentang misi itu biar kami yang ambil alih.. yang terpenting sekarang fokus pemulihan dulu jangan memikirkan sesuatu yang berlebihan dan coba hibur dirimu sendiri dulu " ucap Papinya.
" iya pi. ngomong-ngomong kenapa dari tadi Ar dengar gaduh banget dibawah sana pi . emang ada apa ? " tanya Arthur
" ya , biasalah mami mu lagi introgasi kurcaci gelap " ucap Reiki terlihat amarah dari sorot matanya.
ceklek..
" ah kenapa kamu udah bangun. bukannya udah ku bilang jangan bangun dulu sebelum aku datang kan " ucap Raya datang membawa nampan berisi sarapan untuk kekasihnya itu.
" nikmati waktu kalian. tapi ingat jangan melewati batas. Son hati-hati dengan lukamu " pesan sang papi sebelum akhirnya keluar dari ruang perawatan putranya.
Raya pun duduk dan mulai menyuapi Arthur dengan lembut.
" makasih Ra " ucap Arthur tiba-tiba.
" buat apa ? " tanya Raya
" karena kamu tulus menerimaku , apapun situasinya " ucap Arthur
" sebelum itu , bisa kah kamu lebih jujur dan terbuka denganku.. bukannya kita sepakat untuk saling terbuka dan tidak menyimpan rahasia. " ucap Raya
" ya memang. hanya saja aku mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semua nya dan mungkin sekarang inilah waktunya. ku harap kamu tidak kecewa dan takut dengan apapun yang kuungkapkan ini " ucap Arthur.
Arthur pun menceritakan semua tentang keluarganya tanpa ada yang terlewat sedikit pun.
dan dengan rasa kecewa dan lega Raya menerima setiap penjelasan Arthur.
" mulai dari sekarang , jangan pernah menyembunyikan apapun dariku. dan begitu juga dengan sebaliknya . aku akan cerita apapun kepadamu.. " ucap Raya
" iya sayangku " ucap Arthur manja
" tapi , dibawah sana kok ribut sekali. ada apa ? " tanya Raya
to be continue 😘😊🤗