YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 102



Walaupun Lista dan Lian berhasil keluar dari area kampus itu namun beberapa orang diantara mereka masih mengejar dua bersaudara itu.


" kak kenapa kita lari , bukannya lebih mudah kalau kita habisi mereka sekaligus tadi ? " tanya Lian dengan tangannya tetap di kemudi.


" Kalau begitu identitas kita bakal terbongkar dan terekspos. emangnya kau mau ? " tanya Lista.


" maksud kakak ? " tanya Lian tak mengerti


" ah sudahlah , fokus aja dengan jalanan. emang kau gak lihat mereka masih ngejar kita . lebih baik sekarang kita sembunyi di apartemen kak Ar karena lebih dekat dari sini " ucap Lista terus melihat dan memperhatikan orang-orang yang mengejar mereka.


Lian pun hanya mengangguk dan menambah kecepatan mobilnya , beruntung kondisi jalanan sekarang tidak terlalu ramai jadi sedikit mengurangi masalah yang tidak perlu.


Sedangkan orang-orang yang mengejar keduanya pun sedikit bingung dan kaget karena mobil yang mereka kejar tiba-tiba melaju kencang.


Tak butuh waktu lama hingga mobil Lian sampai di depan gerbang gedung apartemen Arthur.


Mobil masuk dengan mulus karena sudah ada sensor di pagar gerbang yang dapat mengenali kendaraan yang sudah didaftarkan.


" Berhenti !! kalian siapa ? ada keperluan apa kalian kesini !! " tegur security penjaga karena tidak mengenali mobil asing yang mengejar Lian dan Lista tadi.


" kami penghuni disini. jadi bisa tolong bukakan gerbangnya pak ? " tanya sopir mobil itu.


" kalian bukan orang sini !! Karena kalian punya niat jahat sebaiknya kalian pergi dari sini sebelum saya bertindak kasar " ucap Security itu memberikan peringatan keras .


Dan tentu saja mereka tau jika ini sudah masuk ke dalam wilayah geng The Dark Knight yang tidak boleh mereka ganggu.


" baiklah " jawab supir itu langsung memutar mobil nya dan mulai pergi menjauh dari gedung itu.


Disisi lain , Lista dan Lian melihat itu dari jendela tangga.


" Mereka sudah pergi , jadi kita bisa pulang sekarang ? " tanya Lian.


" kalian kabur dari siapa ? " tanya seseorang di belakang mereka yang sukses membuat keduanya kaget.


" AH ! kak , kukira siapa .. hah " ucap Lista menarik nafas panjang.


" sekarang katakan , kalian kabur dari siapa ? " tanya Arthur .


" Entahlah kak " jawab Lian jujur Namun malah disalah artikan oleh Arthur karena Lian sering membohonginya.


" Lista , jawab jujur . siapa !? " tanya Arthur beralih ke Lista.


" benar kak. kami gak tau mereka siapa. tiba-tiba aja menjebak kami ke aula lalu..... " ucap Lista menjelaskan dengan sejelas-jelasnya pada sang kakak.


Arthur pun langsung mengajak keduanya untuk ke unit apartemen miliknya.


" Kalian bisa disini dulu . kakak mau turun belanja sebentar. ingat jangan kemana-mana " ucap Arthur karena sebenarnya ia tau apa yang akan terjadi kedepannya jika saja kedua adiknya itu benar-benar menghabisi orang-orang itu.


Arthur pun turun meninggalkan keduanya di 'rumah' kecil nya itu.


Baik Lista maupun Lian tentu saja tidak keberatan jika harus bersembunyi di rumah sang kakak.


Bagaimana tidak , apartemen Arthur walaupun kecil dari markas The Dark Knight namun di apartemen ini suasana nya tenang dan damai berbeda dengan di The DK yang setiap saat dan setiap hari selalu ramai karena menjadi rumah sekaligus markas pusat.


Kedua bersaudara itu pun langsung sibuk dengan dunia mereka sendiri tanpa tau jika sebenarnya sang kakak turun hanya sekedar berbelanja tapi ada satu agenda lainnya.


Di saat yang sama , Disebuah gedung mangkrang tak jauh dari kampus Lian dan Lista.


Mereka kaget karena tiba-tiba saja datang orang-orang berbadan kekar dan besar , aura nya sangat kuat dan mengancam.


Namun kelompok kecil itupun tau jika mereka tidak boleh bertindak gegabah karena tamu tak diundang itu adalah anggota dari The DK.


" maaf tapi apa yang bisa kami bantu ? " tanya pria yang menjadi ketua kelompok kecil itu.


Namun tak satupun jawaban keluar dari para anggota The DK itu.


Pria itu pun mencoba bertanya berkali-kali hingga akhirnya sebuah suara yang menjawab mereka.


" Kenapa , memang nya aku tidak boleh datang meninjau wilayahku sendiri ?! " tanya sebuah suara .


Perlahan tapi pasti , sosok pemilik suara itu muncul diantara para anggota The DK.


Sontak saja orang-orang asing itu langsung bergidik ngeri dan berkeringat dingin , nafas mereka seolah-olah tersumbat oleh sesuatu.


" Maaf Tuan. Tapi sepertinya disini sudah bukan wilayah The DK . karena DK sendiri sudah membebaskan wilayah ini untuk kami jadikan tempat berteduh " ucap Pria itu grogi saat harus berbicara dengan pemuda bertopeng yang digadang-gadang menjadi salah satu penerus geng The DK , ya siapa lagi jika bukan putra DK sendiri.


Arthur tersenyum kecil mendengar ucapan pria didepannya itu.


" oh benarkah ? kalau begitu jawab pertanyaanku , peralatan kamera itu untuk apa ?! " tanya Arthur datar.


" menjawab Tuan , kami dibayar seseorang untuk memancing dan merekam target kami . tidak lebih atau kurang " jawabnya.


" Target ? kalian tentu saja tau akibat nya jika menyerang warga sipil apalagi sampai menyakiti mereka " ucap Arthur.


" tentu saja kami tau tuan , karena itulah kami hanya menerima tugas setelah benar-benar yakin jika target nya bukanlah warga sipil biasa. seperti Target kami tadi , menurut info yang kami dapat , mereka berdua adalah penjahat buronan internasional dalam kasus pembunuhan berantai " jawab nya.


" siapa yang menyuruh kalian ?! " tanya Arthur dingin.


" kami tidak tau Tuan. karena orang itu hanya datang sekali dan belum pernah muncul lagi " jawab nya takut.


" Bawa mereka semua , jika ada yang melawan habisi ! " tegas Arthur memberi perintah yang langsung di laksanakan para anggota The DK yang dibawanya.


Orang-orang itu paham dan mengerti jika pemuda didepan nya akan benar-benar melakukan apa yang ia katakan. Karena itu mereka semua dibawa pergi dengan damai tanpa kekerasan.


Arthur pun kembali ke unit apartemennya dengan tangan yang mendorong troli berisi belanjaan.


" Sudah ku duga . dasar bocah " ucap Arthur melihat kedua adiknya yang tidur pulas di ruang TV dan tentu saja lengkap dengan sisa-sisa cemilan mereka.


Tak lama kemudian , Raya pun datang sesuai janjinya pada sang tunangan.


#


Siang berganti malam , Tapi Lian dan Lista masih saja di rumah sang kakak apalagi kalau bukan Arthur yang melarang mereka pulang.


" Tapi gimana kalau mami nyariin kita kak ? " tanya Lista.


" Udah kakak kabarin jadi gak masalah " jawab Arthur tenang.


" kak sebenarnya tuh , dia ada janji kencan sama Edward malam ini " bisik Lian pada sang kakak.


" suruh aja dia kesini , sekalian ada yang mau kakak bahas dengan Edward " ucap Arthur tegas jadi mau tak mau Lista pun menuruti perkataan sang kakak dan menyuruh kekasihnya itu datang ke rumah Arthur.


To Be Continue 😊😘🤗