
15 menit menunggu hingga Hyper tiba .
Angela dan Reiki mengintai lebih dekat rumah yang dijadikan markas lama The Dark Knight yang sekarang menjadi markas persembunyian musuh nya sendiri.
Angela dan Reiki dengan mudahnya melompat ke atas atap rumah itu.
Sambil membawa pedang di punggung mereka dan tak ketinggalan juga sebuah pistol dipinggang.
Keduanya dengan mulus memantau orang-orang yang ada didalam markas persembunyian itu.
" HEI !!! SIAPA KALIAN !!?? " teriak seorang bawahan yang tanpa sengaja melihat Reiki dan Angela.
disisi lain , Hyper yang sudah tiba pun bergegas masuk ke mobil bus itu.
" Angel mana ? " tanya Hyper begitu ia masuk karena tak melihat keberadaan Angela.
" Angel sama Reiki lagi memantau situasi " jawab Vero
sedangkan Johan dan Jordan sedang fokus dengan peralatan mereka.
ting ting ting..
Alarm merah berbunyi tanda Angela dan Reiki sudah ketahuan.
" bagaimana mungkin mereka bisa ketangkap ! " ucap Jordan kaget.
" tunggu apa lagi , ayo cepat bantu mereka !! " tegas Hyper
" kalian berdua tetap disini. jangan buka pintu ataupun jendela sampai kami kembali " ucap Hyper pada dua gadis itu.. kedua nya pun mengangguk.
Hyper , Johan dan Jordan pun langsung melesat ke area Markas persembunyian itu.
Namun, ketiganya kaget sekaligus tak percaya dengan apa yang dilihat nya.
baik Reiki dan Angela yang sudah melumpuhkan para anak buah musuh pun harus mengalami sedikit kesulitan kala melawan seseorang yang tampak seperti big boss itu.
SRIING SRIING SRIING... BRAK ....BUGH... PRANGG..
Seorang pria yang mungkin sebaya dengan Raja Rian , Ayah Hyper itu pun melawan Reiki dan Angela dengan pedang juga.
Tampak ilmu pedang nya berada diatas Reiki dan Angela.
" kamu cari aurora .. biar kami bantu mereka " ucap Johan ke Hyper.
hyper pun langsung masuk ke dalam mencari kekasihnya itu..
Johan dan Jordan pun membantu Angela dan Reiki.
sekarang jadi 4 versus 1.
" siapa sebenarnya kalian , kenapa menyerang rumahku ?! " tanya orang itu disela pertandingan pedang mereka.
" Kau yang siapa ? " tanya Angela terus menyudutkan orang itu.
" gadis kecil. aku tak punya masalah dengan kalian , kenapa kalian harus mengangguku " ucap nya , tak lama kemudian orang itupun kelelahan dan akhirnya tersudut.
" jika kalian menginginkan nyawaku , Ambillah " ucap nya pasrah lalu membuang pedang nya .
" siapa kau ?! " tanya angela menatap nya tajam.
" kalian yang siapa ?! " bukannya menjawab , orang itu malah balik bertanya.
" jawab selagi kami masih berbaik hati " ucap johan.
" ah aku tau kalian . tuan muda LU. " ucap nya menunjuk ke arah johan dan Jordan.
Jordan dan Johan yang kaget pun tak dapat mengelak lagi.
keduanya pun membuka masker tengkorak mereka.
" kau sudah tau siapa kami. sekarang katakan siapa kau ?! " tanya Johan kini sedikit emosi.
" HAHAHAHA.. ternyata benar perkiraan ku. keluarga LU , si bajing**n Brian itu punya anak iblis .. hahahaha " ledek nya merendahkan Tuan LU didepan anak nya sendiri.
Belum sempat Jordan menendang orang itu .
tiba-tiba ada aura kuat yang mendekati mereka.
Reiki , Angela , Johan dan Jordan langsung pada posisi siaga mereka.
namun yang datang bukan orang lain melainkan Hyper .
ia datang sembari menggendong Aurora yang tampak acak-acakan.
Hyper menitipkan Aurora ke Angela , lalu ia sendiri mendekati orang itu..
" KAAUUU... KAUU.. HAHAHAHA .. TERNYATA PUTRA RIAN JUGA DISINI .. HAHAHA SUDAH LAMA SEKALI AKU TAK MELIHAT MATA ITU. TERNYATA KINI MENURUN PADAMU " ucap nya hendak memegang wajah Hyper yang kini warna mata nya telah berubah..
" siapa kau sehingga berani menyakiti tunangan ku !! " bentak Hyper.
" aku.. teman lama dari sofia dan Diana sekaligus panglima di kerajaan Phoenix " ucap nya membungkuk hormat pada Hyper
mendengar itu ,mereka pun kaget dan tak percaya.
" kami bertiga berteman sejak kecil hingga kami tumbuh dewasa. aku menyayangi kedua sahabat ku. hingga waktu perlahan memisahkan kami. pertama raja rian itu mengambil sofia , lalu ada pengkhianatan di kkerajaan phoenix yang membuat Diana serta kakak nya harus pergi . aku mencari mereka berdua sampai akhirnya aku dapat berita bahwa sofia telah tiada bersamaan dengan hilangnya sang putra mahkota. " terangnya.
" lalu apa hubungan nya itu semua dengan keluarga Anson dan Adinson hingga kau membuat mereka sengsara " ucap johan
" ini semua salah mereka karena tak bisa menjaga dan melindungi sahabatku hingga akhirnya harus kehilangan nyawa " ucapnya dingin.
" apa maksudmu ? " tanya reiki
" hahahah ,, maksudku tentu saja sudah jelas kan.. jika bukan karena mereka. kami bertiga pasti akan terus bersama hingga sekarang !! "ucap nya..
" JANGAN PERCAYA UCAPANNYA !! " teriak Ari yang keluar dari persembunyian nya.
" KAU .. DASAR KEPAR*T TAK TAU DIUNTUNG.. !! " bentak orang itu hendak menggapai ari.
Syuut..
dengan cepat Reiki menarik Ari ke belakangnya .
" aku mendengar apa yang ia dan rekannya rencanakan bersama.. sebenarnya ia adalah jendral kerajaan phoenix yang berkhianat dulu. tapi ia berhasil meloloskan diri setelah membuat orang tak bersalah mati atas nama dirinya.. ia merencanakan untuk mengkudeta kerajaan phoenix sekali lagi . tapi ,sebelum itu ia harus melenyapkan semua bala bantuan yang dimiliki kerajaan phoenix. karena itulah ia mau menghancurkan keluarga Anson dan Adinson sebagai awalnya setelah itu keluarga Athan dan dua kerajaan lainnya dan sebagai tujuan akhir adalah kerajaan phoenix. " terang Ari menceritakan semua yang didengarnya .
" KAUU... MATI SAJA KAU PENGKHIANAT !! " teriak orang itu hendak menusuk ari dengan pedang nya.
SYUUUT SRIING
sebelum pedang nya menyentuh tubuh Ari , pedang itu terlempar lebih dulu dan langsung menancap di dinding.
" SIAPA ITU !? KELUAR KAU JIKA BERANI !!! " teriaknya menantang orang yang melempar bumerang yang tepat mengenai pedang nya..
" kak leon " ucap Angela saat melihat Leon beserta anak buah nya dan juga Viona mendekati mereka..
" master , biar saya bawa Aurora keluar " ucap Viona lembut lalu Angela yang memang sedikit sakit dan lelah itupun menyerahkan Aurora yang setengah sadar itu ke viona untuk dibawa ke mobil bayangan angela..
" ayo. kita bereskan sama-sama pengkhianat yang buat ayah dan bunda meninggalkan kita " ucap Leon merangkul angela dan membantunya berdiri.
" hahahaha... ternyata putra mahkota ah salah , setengah putra mahkota ada disini.. hahaha . jika tau begini , lebih baik ku hancurkan kalian dulu " ucap nya meremehkan.
" benar , aku bukan putra mahkota. tapi , aku adalah putra yang telah kau renggut nyawa orang tuanya " ucap Leon sarkas sambil menatap tajam orang itu..
" kalian bawa pemuda itu pergi dari sini ! " perintah Leon ke anak buah nya , ari pun mengikuti mereka setelah dapat anggukan dari Johan dan Angela..
" hanya kalian berenam .. hahahaha apa yang kalian bisa lakukan haah ?! " ucapnya memancing emosi Angela.
" biar aku saja. kau bisa terluka " ucap Reiki langsung merangkul Angela dan melepaskan rangkulan Leon.
" aku bisa sendiri . aktifkan saja pelindungnya " ucap Angela ke Reiki sambil memberikan sebuah rubik .
Reiki pun paham dan langsung membuka rubik itu..
" Kau telah salah besar " ucap Angela mendekati orang itu sambil memegang pedang di tangan kanan nya.
Perlahan tapi pasti Api biru pun keluar dari tangan Angela dan langsung menyelimuti pedang nya itu..
" ITUUU.. TIDAK MUNGKIN.. BUKANNYA PEDANG ITU SUDAH HANCUR.. BAGAIMANA MUNGKIN .. KAUU.. KAUU SEHARUSNYA KAU SUDAH MATI BERSAMA DENGAN HANCURNYA PEDANG ITU.. BAGAIMANA MUNGKIN.." ucap orang itu kaget dan tak percaya melihat pedang pusaka milik kerajaan Phoenix itu.
" KAA..UUU..DIANA.. AH BUKAN .. RATU DIANA.. MAAFKAN SAYA .. SAYA MOHON AMPUNI SAYA " ucap nya bersujud memohon ampun pada Angela yang dipikirnya itu Diana putri , bunda nya Angela..
" Lihat dengan jelas .. siapa yang kau panggil Ratu ini " ucap Angela dingin dan menusuk
" KAAUU.. SIAPA KAU.. AHH .. NONA KU MOHON MAAFKAN AKU.. AKU BERSALAH " ucap nya memegang kaki angela seraya meminta ampun..
namun , itu semua hanya pura-pura belaka..
Saat Angela sedikit lengah , orang itu langsung menarik kaki angela hingga membuat Angela terjatuh bersama pedang nya..
" HAHAAHAHA... DASAR ANAK INGUSAN.. APA KAU PIKIR BISA MENGALAHKAN KU .. HAHAHA TERIMA LAH KEMATIANMU . " teriak nya hendak menusuk sebilah pisau ke Angela yang sedikit kaget.
Sreek.. Jleeb ..
" TIDAAAKKK.. KAK BANGUN.. " teriak Angela menggunjang tubuh Leon yang bersimbah darah karena melindungi Angela dari pisau itu.
" syukurlah kamu baik-baik aja . maafin kakak ya. kakak udah buat kamu menderita selama ini. kakak harap mulai sekarang kamu bisa bahagia . " ucap Leon lemah .
BUGH.
tubuh Leon pun terjatuh bersamaan dengan hilangnya kesadaran miliknya.
" TIIIDAAAAKKK ... KAAAKKK .. JANGAN TINGGALKAN ANGEL.. !!! " teriak Angela mengguncangkan tubuh Leon.
namun leon tak juga membuka matanya.
"HAHAHAHA.. DASAR BODOH.. TENANG SAJA GADIS KECIL.. SEBENTAR LAGI KAU JUGA AKAN BERTEMU DENGAN KAKAKMU SERTA ORANGTUAMU.. HAHAHAHA " ucap orang itu bahagia melihat Leon yang terkapar dilantai itu..
Angela bangkit lalu mengambil pedangnya.
Hyper , Johan dan Jordan langsung membawa pergi tubuh Leon.
sedangkan Reiki berusaha secepatnya mengaktifkan Pelindung itu..
Saat pelindung itu sudah aktif dan berhasil membuat rumah itu terpasang sejenis energi yang dapat menghalau api dan es milik Angela dan Reiki..
" mereka gimana ? " tanya Jordan melihat rumah itu sudah tertutup lapisan pelindung itu..
" aku dan viona akan bawa Leon dan aurora ke Rumah Sakit dan mungkin sebaiknya kalian berdua ikut kami " ucap Hyper pada Vero dan Nana.
" iya .. kami akan disini menunggu mereka berdua dan secepatnya akan menyusul kalian . tenang saja " ucap Jordan membelai lembut wajah nana..
" ingat ya.. hati-hati " ucap Nana lalu ikut pergi bersama hyper . begitu juga Vero.
Belum lama mobil yang dibawa Hyper itu pergi , tiba-tiba .
BOOOMMM BOOMM.
tanah di sekitar perumahan itu bergetar dengan sangat kuat bahkan hampir seluruh kota merasakannya..
#
Didalam rumah itu , penuh akan kepungan api biru Angela yang bercampur dengan Es Reiki yang kini berubah warna menjadi Merah.
Orang itu pun telah binasa tak tersisa.
begitu juga Angela yang langsung jatuh terduduk karena lelah ..
Dengan sisa tenaganya , Reiki menggendong Angela keluar dari rumah itu..
Lalu , BOOMM BOOMMM BOOOOM
Johan dan Jordan yang sempat kaget pun langsung berlari begitu melihat keduanya keluar dengan selamat.
Melihat wajah reiki yang memucat , Johan langsung menggendong Angela , sedangkan Reiki pun langsung di gendong Jordan..
Mereka pun pergi dari lokasi itu menyisakan tanda tanya besar dari para penghuni perumahan itu. bahkan petugas polisi juga datang ke lokasi.
" Mereka disini tadi " ucap kepala polisi yang melihat sisa api biru dari bangunan yang rata dengan tanah itu.
to be continue 😘😊🤗
jangan lupa vote nya ya 🤗