
Rombongan yang berhasil menarik perhatian orang-orang di bandara itu bukan tanpa sebab , karena rombongan itu turun dari sebuah pesawat yang langsung tersimpan di tempat khusus keluarga paling berpengaruh di kota DA , keluarga Adinson . Ditambah rombongan itu tengah mengawal seorang pemuda yang tak pernah mereka lihat.
Para calon penumpang maupun yang hanya mengantar dan menjemput mengira bahwa pemuda itu adalah salah satu dari Adinson bersaudara. tapi nyatanya pria itu bukan siapa-siapa.
Rombongan itu pun pergi dari bandara dengan mobil-mobil yang sudah menanti diluar. Beberapa menit kemudian , pria dan rombongan nya pun tiba di depan gerbang mansion The Dark Knight.
Walaupun awalnya pria itu keberatan dengan pemeriksaan yang harus ia dan rombongannya jalani , akhirnya mereka diperbolehkan untuk masuk.
Pria itu terpana dan terpesona saat memasuki halaman luas dan besar mansion The DK.
Saat hendak masuk ke dalam , Mereka di cegat oleh penjaga pintu .
" Maaf hanya anda yang diperbolehkan masuk , sedang sisanya dilarang masuk , harap menunggu disini saja " ucap penjaga pintu menghentikan rombongan pria itu .
" kenapa ? " tanya Pria itu
" karena sudah menjadi aturan di tempat ini . orang luar dilarang masuk ke dalam " jawab penjaga itu menjelaskan dengan tenang.
" APA KAU TAK TAU SIAPA AKU HAH !! AKU DAV , CALON SUAMI DARI PUTRI KERAJAAN TRIAN. AYAHKU BANGSAWAN TERTINGGI DI KERAJAAN DAN KAU BERANI MENGHALANGI KAMI !! " bentak pria itu mendorong penjaga pintu.
" ini sudah peraturan mutlak disini dan jangan salahkan kami jika ikut berbuat kasar seperti anda " ucap penjaga memberi peringatan pada pria sombong di depannya itu.
Tanpa Dav tau , jika sebenarnya seisi mansion melihat kelakuan nya yang sangat sombong itu.
Walau ada sedikit insiden , Dav pun masuk ke dalam sendirian dan diantar oleh salah satu anggota The Dark Knight menuju ruang keluarga sesuai perintah yang didapatnya. Mata Dav tak bisa berhenti melihat isi mansion besar dan megah itu.
" Selamat siang om dan tante " ucap Dav menyapa Hyper dan Aurora tapi seolah tak melihat jika disitu juga ada Reiki dan Angela.
" oh kau sudah tiba " jawab Hyper tanpa melihat Dav tapi memperhatikan ekspresi dan suhu di sekitar Reiki dan Angela.
" iya om. ini rumah om ya . Bagus banget om. kalau boleh rumah ini aja yang dijadiin hadiah pertunangan nya om " ucap Dav tanpa malu dan lebih tak tau malu lagi ia duduk di kursi santai Reiki yang bahkan Arthur harus izin dulu jika mau duduk disitu.
Melihat perubahan ekspresi Reiki , Hyper pun hendak memarahi 'tunangan' putrinya itu. Namun belum sempat bibirnya terbuka , tiba-tiba suara Raya memecah ketegangan.
" Siang Pi , Siang Mi. oh siang Om Tante. Aya gak tau kalau ada om dan tante disini maaf. apa kabar om tante ? " tanya Raya , ia datang ke mansion begitu dapat telepon dari Arthur.
o
" Siang juga cantik . duduk sini . Gimana acara pameran nya , sukses ? " tanya Angela menepuk sofa disebelahnya.
" Semua nya lancar mi. oh iya , Aya bawa sedikit oleh-oleh untuk semuanya " ucap Raya .
" Wah Om ! apa karna ini om nyuruh aku datang kesini. karena Layla ngilang jadi om mau nyuruh ni Cewek buat jadi pengganti Layla ? ya sedikit lebih tua dari Layla sih , tapi gak masalah kok om " ucap Dav.
" Siapa yang kau bilang pengganti !? " sebuah suara familiar membuat Raya tersenyum mendengar suara Arthur yang menggema namun suara itu membuat Dav tertekan.
" Sayang . kalian habis dari mana ? kok basah kayak gini ? " tanya Raya menghampiri kekasihnya.
" Kamu udah lama sampai , Sayang ? " tanya Arthur mengelus pipi Raya.
" Baru aja kok. " jawab Raya
" ehem. om , kayak nya masalah pengganti Layla harus dibicarakan lagi dengan ayah ku. kalau gitu , saya pamit pulang ke Trian . permisi , sampai jumpa lagi manis " ucap Dav pamit tapi tak lupa menggoda Calista.
Setelah Dav dan Rombongan nya pergi dari Mansion. Arthur menarik Raya dan Calista ke lantai 4 secepat mungkin. Ketiganya bersembunyi di kamar Julian yang berada di dekat lift , mereka takut terkena imbas kemarahan para orangtua. Namun , hal yang mereka takutkan itu tidak terjadi . bukannya berkelahi para orang tua justru bertukar pendapat tentang kelanjutan pertunangan dan pernikahan Layla setelah melihat kelakuan Dav dengan mata kepala sendiri.
" ya mau gimana lagi dek . kami sendiri belum pernah berbicara dengan pemuda itu tanpa didampingi orangtuanya seperti tadi. setiap kali ia datang ke istana , pasti selalu ditemani ayah dan ibunya. hanya Layla yang pernah ngobrol sendiri dengan pemuda itu dan setelah itu Layla menolak dengan tegas pertunangan ini. Tapi ia tak pernah cerita apapun tentang sifat pemuda itu " ucap Aurora menjelaskan menjadi ke Angela.
" ya bisa jadi karena sifat dan kelakuan yang seperti itu , makanya Layla enggan. aku juga gak akan mau Lista ataupun Lian mendapat pasangan yang potongan nya kayak anak itu. " ucap Angela.
Tak lama kemudian , Julian pun datang.
ia masuk dari pintu garasi. Lian tanpa tau apa yang baru saja terjadi pun menghampiri para orangtua.
" Pi , mi. Lian bawain kue tadi beli di pasar " ucap Lian memberikan 2 paperbag sedang berisi jajanan.
" Lian , udah pulang nak. sini duduk dengan mami " ucap Angela
Sedangkan dilantai 4 , Calista merasa ada yang mengganjal dihatinya . lantas ia turun ke lantai 1 dan melihat Julian yang sedang berbicara dengan orangtua mereka dan orangtua Layla , entah apa yang mereka bicarakan namun satu yang Lista paham jika Lian mulai tertekan dan trauma nya mulai kambuh lagi.
" Pi ! Mi ! Cukup !! Jangan bahas itu lagi.. Ku mohon , cukup sekali aku merasakan nya , jangan buat aku merasakan sakit ini lagi.. sudah cukup selama ini ku merasakannya , Tolong Jangan menambahkan nya lagi. Ku mohon !! " Lirih Lian dengan mata yang berkaca-kaca.
" Lian !! Huss , kakak disini. tenang ya " ucap Lista memeluk sang adik dari belakang.
Lian berbalik dan menatap mata sang kakak.
" Kak , jangan lagi !! " ucap Lian
" iya , gak lagi . jadi kamu tenang ya . tarik nafas pelan-pelan lalu keluarkan " ucap Lista .
Namun Lian yang dalam pengaruh trauma tak mendengar apa yang diucapkan kakaknya.
Pandangan Julian makin buram dan BRUUKK !!
" LIAN !! KAK ARTHUR LIAN KAK !!! " teriak Calista yang terdengar hingga ke telinga Arthur yang sedang di lantai 2.
Dengan setengah berlari Arthur turun dan langsung menggendong Lian.
" bawa ke kamarnya, jangan ke rumah sakit " ucap Lista.
Arthur pun langsung membawa Julian.
" Hey kalian !! ngapain bengong.. cepat panggil dokter !! " Teriak Hyper menyadarkan Angela dan Reiki yang terdiam syok melihat anak bungsu yang mereka tau sangat kuat dan tak pernah sakit kini tak sadarkan diri.
Reiki yang tersadar langsung menyuruh dokter datang.
sedangkan Angela masih syok dan harus di sanggah Hyper agar tidak jatuh.
To Be Continue 😍😘😊🤗