
Setelah beberapa saat Leon dan Bari duduk berhadapan dalam diam.
suasana canggung dan hening menyelimuti ruangan TV itu.
Tak lama kemudian , Suara teriakan dari Nyonya Adinson menggelegar diseluruh lantai 4 itu.
Apalagi kalau bukan memanggil mereka semua untuk makan malam , termasuk Leon dan Bari .
Bari pergi ke ruang makan bersama Lena .
Keduanya duduk bersebelahan tak jauh dari Nyonya Anson.
" nak Bari , ayo dimakan jangan sungkan-sungkan " ucap Viona mengambilkan nasi untuk Bari
" terima kasih tante " ucap Bari , hatinya sedikit lega karena diterima dikalangan jetset itu.
" Nak Bari , malam ini gak usah pulang ya , nginap aja disini tidur dengan Arthur " ucap Nyonya Adinson.
" ah baiklah tante " jawab Bari masih canggung dan segan.
" coba ini , aku yang masak tadi " ucap Lena mengambilkan sepotong lauk untuk Bari.
" makasih , kamu juga makan yang banyak " ucap Bari lembut sembari mengambilkan beberapa potong lauk dan sayur.
Leon diam dan memperhatikan interaksi keduanya.
" apa memang udah waktunya anakku diambil pria asing ? " batin Leon
Sementara para orangtua lainnya yang juga saudara Leon hanya tersenyum melihat raut wajah gundah Leon.
Sama dengan Leon , Arthur pun sedikit iri melihat kemesraan Bari dan Lena.
" ehem ehem.. tolong jaga perasaan para jomblo " ucap Arthur
" ya aku lupa , kau kan juga jomblo .. hahah " ledek Lena
" aku gak jomblo tuh , aku punya pacar " ucap Arthur
" oh ya , tapi sekarang pacarmu dibawa pergi kan.. ckck , dasar calon jomblo " ucap Lena memanasi Arthur.
" awas aja kau nenek lampir , ku culik Bari baru tau rasa kau !! " ancam Arthur
" coba aja kalau bisa , weekk " Lena menjulurkan lidahnya meledek Arthur sambil memeluk Bari.
mendadak dipeluk , sontak wajah Bari jadi merah bak kepiting rebus.
" hahahah .. kak Bari jadi kepiton " ledek Laila menyadari hal itu.
Sontak mereka semua pun tertawa karena hal itu.
Seperti yang disebutkan tadi , malam ini Bari menginap di mansion itu.
Sementara Bari dan Lena mengobrol berdua di taman belakang .
Arthur duduk sendiri di taman samping setelah mereka makan malam.
ia duduk sambil melihat foto kekasih nya.
" apa kamu baik-baik aja disana ? aku kangen " guman Arthur.
" kak " panggil Ayana berjalan mendekati Arthur
Arthur hanya melihatnya sekilas tanpa menjawab panggilannya.
" kak .. aku minta maaf , sikapku waktu itu terlalu kekanakan ,aku menyesal " ucap Ayana menunduk.
" ha sudahlah Yana , itu sudah berlalu , jangan ulangi hal itu lagi " ucap Arthur memasukkan ponselnya ke saku.
" tapi kak , kalau waktu itu aku gak begitu , kak Raya pasti gak akan marah dan pergi . ini semua salahku " ucap Ayana
" bukan salahmu , ini salah kakak yang tak bisa menjaganya . kakak belum cukup kuat " ucap Arthur .
" hari makin larut , jangan terlalu lama diluar " ucap Arthur lalu pergi meninggalkan Ayana.
Keesokan hari nya ..
Bari dan Arthur bangun bersamaan , lalu keluar dari kamar bersama.
keduanya turun ke lantai dasar.
" Ar , kok sekarang sepi , gak kayak tadi malam " ucap Bari heran dengan suasana sepi dimansion besar itu.
" ya , mereka udah berpencar kemana-mana. menyelesaikan tugas mereka " jawab Arthur.
Sepanjang malam, Bari terus bertanya tentang semua hal yang ia ingin tau . mau tak mau akhirnya Arthur menceritakan semua selain dunia gelap keluarganya.
" oh gitu , lalu sekarang kita mau kemana ? " tanya Bari
" Kak !! aku ikut !! " teriak Julian begitu keluar dari lift.
" kemana ? " tanya Arthur
" aku numpang sampai kampus aja kok , ya ya kak " bujuk Julian
" Ha kemana lagi kalau gak pergi dengan kak Laila dan Ayana . malahan sekarang si Anggita juga ikut-ikutan " ucap Julian.
" yaudah , ayo " ucap Arthur .
Ketiganya pergi bersama.
Setelah mengantar Julian dan Bari ke kampus , Arthur pergi ke gedung pusat HADK Techno.
kedatangannya yang mendadak membuat seluruh karyawan kelabakan.
gimana gak , putra sulung yang sejak lama digadang-gadang menjadi mimpinan selanjutnya tiba-tiba datang secara mendadak.
Karena kedatangan Arthur , seluruh divisi buru-buru menyiapkan laporan 3 bulan terakhir.
Sementara Arthur , langsung masuk ke ruangan maminya.
" mi , sibuk gak ? " tanya Arthur.
" kenapa Ar ? " tanya maminya
Arthur sedikit tak yakin dengan niatnya.
" Arthur boleh tanya tentang proposal perusahaan DT di kota KN gak mi ? " tanya Arthur
" oh boleh , cari di sana " ucap maminya.
Arthur pun mencari di rak berkas itu.
beberapa saat mencari , akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.
" mi , proposal ini , kok gak mami terima ? " tanya Arthur
" staf mami sibuk sayang , kerjaan mereka udah banyak " jawab Maminya tersenyum.
" kalau gitu , biar Arthur aja yang ngurus proposal proyek kerja sama ini ya mi ? " tanya Arthur
" kamu yakin ? ingat Ar , sekali kamu nerima proposal diperusahaan kita , gak ada yang namanya mundur Ar " ucap maminya mengingatkan
" bukannya dari dulu mami sama papi mau Ar gantiin kalian. mungkin sekarang waktunya " ucap Arthur
" baiklah , besok kamu kesini lagi dan kita bahas tentang proposal itu dan juga dirimu " ucap maminya.
Arthur pun pergi dari perusahaan maminya itu.
ia melajukan mobilnya membelah jalanan kota.
ia menepikan mobilnya saat menerima panggilan dari saudaranya.
" oh , oke . kakak kesana sekarang " ucap Arthur kembali melajukan mobilnya.
#
Ditempat lain.
Raya tengah bersembunyi di balik semak belukar.
ia melarikan diri dari kastil besar bak sangkar emas itu.
" hah hah ..ternyata gak sia-sia aku bakar tempat itu. tapi , tempat apaan sih itu " gumam Raya
Setelah melihat sekelilingnya tak ada lagi orang yang mengejarnya .
Raya pun keluar dari tempat persembunyiannya.
Raya berjalan disebuah jalan yang cukup lebar seperti jalan raya.
lama ia berjalan tapi tak juga melihat ada kendaraan ataupun penduduk sekitar.
" mungkin tak jauh lagi akan ada permukiman " Gumam Raya.
setelah lama berjalan , bukannya permukiman yang ia temui melainkan hamparan pasir pantai yang menjadi batas antara daratan dan lautan.
" What !! pantesan gak ada rumah ataupun orang " ucap Raya baru sadar tempatnya sekarang adalah sebuah pulau.
Raya tak tau harus bagaimana lagi
Akhirnya ia duduk di tepi pantai melihat hamparan laut didepannya.
" sekarang kita berdua bagaikan laut dan langit. sama-sama berwarna biru tapi terpisah jarak yang sangat jauh. apa disana kau merindukanku sama seperti aku disini , yang sangat merindukanmu " gumam Raya.
Tanpa Raya sadari , sebenarnya sedari tadi mike dan beberapa orang anak buahnya terus mengikuti Raya dari jauh.
sebenarnya Mike tak tega harus menyembunyikan Raya di pulau terpencil itu . tapi dengan alasan keselamatan , ia dan Rean harus melakukannya.
" sebentar lagi. sebentar lagi kamu akan bebas seperti dulu. tunggu kami memusnahkan mereka semua . mereka yang membuat keluarga kita hancur " gumam Mike.
" apapun akan kulakukan demimu , adik kecilku " lirih Mike.
to be continue 😘😊🤗
kira-kira , Arthur dan Raya bisa kembali bersama gak ya ?? 🤔🤔