
Hari ini rencana nya Lena mengajak Arthur pergi jalan-jalan , mengusir bosan dan mengganti suasana.
" beneran ni si kembar gak diajak ? " tanya Lena
" iya , lagipula Calista kan dapat hukuman dari mami " jawab Arthur.
" kalau Lian kemana ? " tanya Lena karena sedari pagi dirinya tidak melihat batang hidung si playboy insaf itu.
" Jemput Layla keluar dari rumah sakit " jawab Arthur tetap fokus pada setir ditangannya.
" kalau Raya ? " tanya Lena
" ada dirumah , belajar dengan Rean. " jawab Arthur
" kalau ... " ucap Lena berhenti karena di potong oleh Arthur.
" kalau Bari kemana ? " Arthur balas bertanya pada kakak sepupunya itu.
" Bari lagi sibuk dengan toko barunya . apalagi ada rencana buka cabang baru lagi " jawab Lena
" ya baguslah kalau gitu. berarti dia baik-baik aja kan " ucap Arthur
" emm. ya memang baik-baik aja . cuma aku kepikiran aja sama orang yang beberapa minggu ini terus mencari Bari. aku gak kenal dengan mereka . " ucap Lena
" Bari kenal ? " tanya Arthur
Lena pun hanya menggelengkan kepalanya tanda kalau Bari juga tidak kenal dengan orang asing itu.
" hubungan kalian masih tertutup atau gak ? " tanya Arthur dan Lena paham maksudnya.
" ya , dibilang tertutup gak juga sih . Bari pernah ku ajak ke acara kolega papa " ucap Lena.
" kalau gitu sebaiknya kamu bilang sama Bari supaya dia bisa berhati-hati. kamu paham kan , kalau gak ya jangan salahkan aku bertindak sebelum paman yang turun tangan sendiri " ucap Arthur.
" ya aku paham. kamu tenang aja , aku udah ngutus orang buat jaga-jaga " ucap Lena
Sepanjang jalan mereka malah membicarakan tentang berbagai peraturan mutlak yang ada di keluarga mereka.
#
Sedangkan Lian kini membantu Layla membereskan barang-barangnya.
Setelah selesai mengurus surat kepulangan , Lian dan Layla pergi ke sebuah rumah.
" kamu yakin mau tinggal disini ? gak mau pertimbangkan lagi tawaran ku ? " tanya Lian melihat ke semua arah , ia meneliti dan menilai lingkungan disekitar rumah yang akan ditinggali oleh tunangan nya itu..
" iya aku yakin kok. lagipula , ini kan memang rumah ku . lagipula kalau aku dan kamu tinggal bareng , nanti kamu cepat bosan lihat muka ku setiap saat " canda Layla membuka pintu rumah itu dengan sebuah kunci yang diberikan ayahnya.
" gak mungkin lah bosan . kalau bosan , gimana kalau kita nikah nanti . " ucap Lian.
" huss , sudah ya . aku nyaman kok tinggal disini , bukannya aku gak suka tinggal sama kamu. aku senang sekali , hanya saja nanti jika kita udah resmi menikah . kalau sekarang , nikmati saja dulu seperti ini . bukannya orang-orang juga begini kan " ucap Layla membujuk Lian.
" gak semua nya . kak Ar sama kak Raya tinggal bareng di apartemen kak Ar " ucap Lian.
" gak juga tuh. kata kak Raya mereka cuma waktu siang aja disana . kalau malam kak Raya pulang ke rumahnya " ucap Layla yang sudah mewawancarai calon kakak ipar nya itu.
" hah . baiklah . tapi aku bakal kesini tiap hari , oke " ucap Lian.
Karena sibuk ngobrol keduanya bahkan gak sadar kalau semua barang Layla kini sudah ada didalam rumah.
" kapan kita masukin nya ya ? " tanya Lian. keduanya saling tatap dengan wajah polos dan bingung . Sedetik kemudian keduanya pun tertawa bersama.
Disaat Lian tertawa dan bahagia dengan Layla , tunangan nya .
Calista kini harus menerima hukuman dari maminya.
" nak , kamu pasti bingung dan bertanya-tanya kan kenapa hanya karena sebuah kartu , kamu dapat hukuman. dan kenapa Edward yang selama ini selalu ada , akhir-akhir ini malah menjauh darimu. kamu bingung , penasaran dan gelisah kan ? " tanya Angela
" kok mami tau ? " tanya Calista dengan wajah polos nya.
" karena papi yang nyuruh Edward begitu . apa kamu tau , kalau identitas kita ini spesial ? " tanya Angela
Calista mengangguk.
" kita spesial bukan semuanya tentang hal yang baik. mami sama papi sebenarnya juga gak mau menyembunyikan keberadaan kalian dari publik hanya saja , semua itu kami lakukan agar kalian tetap aman. " ucap Angela
" maksud mami ? " tanya Calista karena walaupun ia tau jika kedua orang tua nya itu punya banyak musuh baik di dunia bisnis maupun di dunia bawah tanah.
" ya karena mami sama papi punya banyak sekali musuh yang setiap saat mengincar semua yang kami miliki. Tapi sampai sekarang mereka selalu gagal , karena mereka tidak tau kelemahan kami , kelemahan kami adalah kalian , selama kalian baik-baik saja maka itu sudah cukup untuk mami dan papi " ucap Angela
Angela pun menjelaskan tentang chip yang ada di kartu hitam milik Lista.
" lalu , apa hubungannya dengan Edward ? " tanya Lista.
" saat ini Edward sedang dalam masa ujian dari papi . karena itulah ia tidak bisa menjelaskannya padamu.percayalah padanya " ucap Angela lalu keluar dari kamar putrinya itu.
" aku percaya " gumam Lista.
##
Tak terasa hari ini adalah hari dimana tantangan untuk Calista .
Calista yang sudah bebas dari hukuman nya 2 hari sebelumnya, kini bersiap di ruang istirahat.
ia sendiri yang menyiapkan semuanya , sampai hal terkecil sekalipun.
Walaupun memang baju yang akan ia pakai ini mungkin akan membuat saudara nya marah dan emosi .
" ya mau gimana lagi , ini pilihan dari desainer nya . pakai aja lah " gumam Lista memakai rancangan itu.
Diluar panggung , perhatian orang-orang malah lebih fokus pada sosok yang tengah duduk bersama tunangannya . Siapa lagi kalau bukan Arthur dan Raya.
" Sayang , kamu yakin gak mau ngabarin Lista dulu ? " tanya Raya.
" kalau kabarin bukan surprise namanya sayangku " ucap Arthur lembut.
" ya ya . terserah deh " ucap Raya tak mau panjang lebar lagi.
Tak jauh dari Arthur dan Raya , tampak Lian yang baru tiba .
" ramai juga ya. ah disana rupanya " gumam Lian melihat kursi kosong di sebelah kakak sulung nya itu.
Lian pun berjalan mendekati kakaknya itu tanpa perduli dengan tatapan dari para fans Arthur.
Baru saja Lian duduk , tiba-tiba datang seorang gadis menyapa dengan malu-malu Julian sambil sesekali melirik Arthur di sebelah Lian.
" hay Lian. kamu sendiri aja ? mau ku temenin ? " tanya gadis itu sok akrab dengan Lian.
" siapa ya ? " tanya Lian berusaha mengingat gadis itu.
" aku Tiara yang waktu itu di kantin " ucap Tiara seolah sengaja membuat Lian tampak sombong.
" oh . lalu ada apa ? " tanya Lian datar.
" boleh aku duduk sama kamu disini ? kebetulan teman ku juga ikut lomba modelling tahun ini " tanya Tiara melihat kursi disebelah Lian yang kosong.
" oh sorry, kursi ini ada yang punya . cuma sekarang belum datang. lebih baik kau cari tempat lain. dan satu lagi , sudah ku katakan kalau aku udah punya tunangan. jadi jangan ganggu aku lagi " tegas Lian.
Gadis bernama Tiara itu pun langsung pergi dengan wajah yang merah menahan malu karena di tolak mentah-mentah.
Sedangkan Arthur dan Raya hanya diam tanpa berkata apapun.
To Be Continue 😊😘🤗
Jangan lupa Vote 🎟 , Hadiah 🎁🎁 , Tips 💰💰 , Like 👍🏾 , dan juga komen 💬💬 nya ya ..
Ku tunggu loh 💕💕❤💖💝