
Aula yang ramai itu terus berfokus pada sosok yang sedang menjadi berita panas selama sebulan ini..
Satu per satu wartawan terus menanyakan Angela tentang hubungan nya dengan Reiki dan Jeni.
' wanita itu disini ketua ' lapor anak buah nya yang berjaga dari di kegelapan.
" ternyata tidak susah memancing ular keluar dari lubang nya ' batin Angela.
dan benar saja , tak lama kemudian .
Jeni bisa dengan mudahnya masuk ke Aula konferensi pers itu karena memang seluruh gedung itu tak di jaga security , security yang terlihat maksudnya.
Angela melihat Jeni duduk berbaur bersama para wartawan di barisan belakang dekat pintu..
" Nona menurut anda , apa benar anak dalam kandungan nona Jeni adalah buah dari Tuan Adinson ? bagaimana menurut anda nona ? " tanya salah satu wartawan swasta
" kalau pertanyaan itu , kalian bisa minta yang bersangkutan untuk menjawabnya " ucap Angela
para wartawan pun berbisik-bisik tak mengerti maksud sang narasumber..
Yang bersangkutan itu hanyalah dua orang , yakni Reiki dan Jeni .
" apa anda masih mau bersembunyi dan menjadi penonton gelap disitu , atau anda bersedia menjawab pertanyaan bapak ini ? " tanya Angela menatap ke satu arah..
Sontak semua wartawan pun langsung mengikuti arah pandang Angela.
" Nona Jeni, sejak kapan anda disini ? " tanya salah satu wartawan yang lainnya.
" apa anda disini untuk memata-matai atau ada niat tersembunyi ? "
" apa maksud anda datang secara sembunyi-sembunyi kesini ? "
Jeni yang tidak siap pun keringat dingin saat wartawan langsung memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan.
" Saya.. saya kesini .. .." jawab Jeni gugup
" apa nona Jeni kesini karena mendengar tantangan saya tadi ? " tanya Angela lewat mikrofon nya tanpa berniat bangun dari posisi duduk nya di atas panggung itu.
" apa itu benar nona ? " tanya wartawan.
Jeni meminta pada para wartawan itu agar memberinya sedikit ruang.
" maaf ya nona.. saya tidak punya bodyguard untuk berjaga di samping anda .. bisa anda lihat sendirikan , saya hanya ditemani robot-robot ini " ucap Angela tersenyum lebih tepatnya menyeringai kecil.
" dasar j***** ban****.. kau sengaja mempermainkan ku " batin Jeni.
" perhatian semuanya " ucap Angela mengalihkan perhatian para wartawan kembali ke dirinya didepan.
" karena nona itu tidak bersedia memberikan kalian jawaban , mungkin orang ini bisa " ucap Angela
Lalu masuklah seorang dokter .
kehadiran nya langsung menarik perhatian awak media.
" izinkan saya memperkenalkan diri.. saya dokter spesialis kandungan dirumah sakit SEHATI " ucap Dokter itu sopan.
" RS SEHATI !! bukannya itu rumah sakit milik Tuan Adinson .."
" kenapa dokter ini kesini ya "
" wah kayaknya bakalan ada berita baru nih "
Suara heboh para wartawan yang makin penasaran..
" silakan dokter . " ucap Angela sopan memberikan mikrofon pada dokter itu.
" *saya disini untuk memberikan penjelasan terkait pertanyaan yang ditanyakan barusan "
" dengan tegas saya katakan .. janin itu bukanlah anak dari Tuan Adinson dan tidak ada hubungan darah apapun dengan beliau* " ucap Dokter itu tegas
" apa anda punya bukti terkait pernyataan anda ini dok ? " tanya wartawan yang ada di depan
" ini buktinya . bisa kalian lihat disini .. menurut gen yang bisa kami ambil .. nilai kecocokannya dengan milik Tuan Adinson bahkan dibawah 1% . ini bukti bahwa anak itu bukanlah anak Tuan Adinson " ucap Dokter itu memperlihatkan hasil tes DNA .. karena janin diperut Jeni sudah terbentuk dan memiliki darahnya sendiri.
" apa pendapat anda nona ? " tanya wartawan pada Jeni yang masih diam mematung..
" KALIAN BERDUA BOHONG !! PASTI KALIAN KERJA SAMA UNTUK MEMISAHKAN KAMI KAN !! NYONYA , DARI AWAL TUAN ADINSON BUKANLAH MILIK ANDA .. LEPASKAN LAH DIA NYONYA .. KASIHANILAH ANAK KAMI INI !! " teriak Jeni berjalan maju mendekati Angela.
" Oh benarkah ? apa kau punya bukti kalau itu adalah anak suamiku ? " tanya Angela
" tentu saja .. lihat ini , kami sudah bersama sebelum kalian menikah " ucap Jeni melempar foto-foto dirinya dan Reiki malam itu.
" karena kalian bekerja dibidang ini , bisakah kalian lihat dari sudut mana foto-foto ini diambil ? " tanya Angela pada para wartawan yang melihat foto itu.
" kayaknya itu diambil secara diam-diam .. coba lihat , hanya terlihat bagian belakang saja " ucap salah satu kameraman
" jadi nona Jeni , apa anda memang sengaja berniat menjebak suami saya ? dengan ini " ucap Angela.
" TIDAK.. TIDAKK..ITU TIDAK BENAR !!! INI BENAR ANAK KAMI !! KAU JANGAN PISAHKAN ANAKKU DARI AYAHNYA " teriak Jeni berusaha menyudutkan Angela..
Sementara para penonton setia makin memanas , sepanas hawa diruang konferensi pers itu..
" gak bisa gini.. aku harus kesana sekarang " ucap Leon sudah tak bisa menahan emosinya
" gak kek.. Angel butuh aku sekarang .. aku gak bisa biarkan dia berjuang sendiri lagi " ucap Leon hendak beranjak dari tempatnya.
" DUDUK !! " bentak kakek tio
Leon pun kaget dan langsung duduk lagi.
" hah.. jangan kesana , adikmu punya rencana nya sendiri , jika kau kesana sekarang. bukannya membantu yang ada malah merusak rencana nya " ucap kakek Tio
" tapi kek ... "
" pergilah kalau kau mau buat adikmu marah lagi .. apa kau tak jera waktu dimarahin habis-habisan kemarin karena kesana sendirian padahal lihat istrimu yang mengandung anak kalian " ucap kakek Tio
Leon merasa bersalah pada Viona , ia tau sebenarnya Viona juga sangat ingin berdiri disamping Angela saat ini.
Tapi , karena dirinya . Viona harus tinggal dirumah sampai anak mereka lahir .
" maafkan aku sayang.." ucap Leon merangkul Viona
" hm aku gak apa-apa " ucap Viona melepaskan rangkulan Leon dan kembali fokus ke TV.
##
Kreek
Semua perhatian langsung tertuju pada orang yang muncul dari sebuah pintu .
" siapa dia ? "
" apa yang orang itu lakukan ? "
" mau ngapain orang itu kesini ? "
begitulah bisik-bisik pertanyaan dari para wartawan saat melihat seorang pria masuk membawa sebuah map.
" ayo pulang ! " bentak pria itu menarik tangan Jeni untuk pergi dari situ.
" lepaskan aku !! siapa kau ?! " bentak Jeni.
" CUKUP !! JANGAN MEMBUAT MALU LAGI !! " bentak pria itu terus menarik Jeni
" tahan mereka ! " perintah Angela.
keduanya pun langsung di hadang robot Angela.
" kau siapa ? kenapa kau menarik nona ini .. apa kau tau nona ini sedang mengandung dan tak boleh dipaksa begitu " ucap Angela turun dari panggung dan berjalan menghampiri mereka.
" ah tentu saja kau pasti tau dia hamil.. karena Kaulah AYAH BAYI ITU , KAN !!! " teriak Angela memukul jatuh topi yang dipakai pria itu .. dan tampaklah wajah pria yang menarik Jeni itu.
" KAU.. KAU.. APA YANG KAU LAKUKAN DISINI ! " tanya Jeni gugup.
" hah.. karena sudah begini ya mau bagaimana lagi.. memang benar , saya Ayah biologis Bayi ini !! dan saya akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak saya " teriak pria itu didepan Angela dan seluruh wartawan.
" ternyata kau cukup bernyali juga ya . mana buktinya ? " tanya Angela
Pria itu memberikan map yang dia bawa ke Angela.
Angela meneliti isi map itu . lalu berkata ;
" kalian bisa melihat ini . tapi , ku pikir ini tak pantas disebarkan " ucap Angela memberikan map itu pada wartawan
" apa sudah cukup ? jika sudah , maka akan saya bawa mereka pergi dari sini " ucap Pria itu.
" apa kau tak ingin memperkenalkan diri mu sebelum pergi ? " tanya Angela tersenyum kecil
" baiklah .. nama saya ... Dio martin . saya pacar Jeni selama 3 tahun ini . dan sebenarnya kami akan menikah sebelum akhirnya ia pergi mencari tuan Adinson .. ini salah saya !! saya mohon maaf karena masalah kami berdua sudah menyusahkan tuan dan Nyonya Adinson. " ucap Dio membungkuk.
" TIDAK .. TIDAK.. AYAH ANAKKU BUKAN KAU.. TUAN ADINSON LAH AYAHNYA.. BUKAN PRIA MISKIN SEPERTIMU !! " teriak Jeni bersikeras menolak.
PLAK
" CUKUP !! HARUSNYA KAU BERSYUKUR AKU TAK PERHITUNGAN DENGANMU KARENA PERGI MEMBAWA ANAKKU ... SEKARANG KITA PULANG !! " bentak Dio lalu langsung menarik Jeni yang masih bengong karena tak percaya dirinya ditampar didepan seluruh negeri.
Hancur sudah .. semuanya hancur . bahkan karir nya kini sudah hancur tak bersisa..
Angela menghela nafas panjang melihat keduanya pergi meninggalkan dirinya dengan para wartawan dan dokter .
.
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊