YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
195



Aula yang ramai itu terus berfokus pada sosok yang sedang menjadi berita panas selama sebulan ini..


Satu per satu wartawan terus menanyakan Angela tentang hubungan nya dengan Reiki dan Jeni.


' wanita itu disini ketua ' lapor anak buah nya yang berjaga dari di kegelapan.


" ternyata tidak susah memancing ular keluar dari lubang nya ' batin Angela.


dan benar saja , tak lama kemudian .


Jeni bisa dengan mudahnya masuk ke Aula konferensi pers itu karena memang seluruh gedung itu tak di jaga security , security yang terlihat maksudnya.


Angela melihat Jeni duduk berbaur bersama para wartawan di barisan belakang dekat pintu..


" Nona menurut anda , apa benar anak dalam kandungan nona Jeni adalah buah dari Tuan Adinson ? bagaimana menurut anda nona ? " tanya salah satu wartawan swasta


" kalau pertanyaan itu , kalian bisa minta yang bersangkutan untuk menjawabnya " ucap Angela


para wartawan pun berbisik-bisik tak mengerti maksud sang narasumber..


Yang bersangkutan itu hanyalah dua orang , yakni Reiki dan Jeni .


" apa anda masih mau bersembunyi dan menjadi penonton gelap disitu , atau anda bersedia menjawab pertanyaan bapak ini ? " tanya Angela menatap ke satu arah..


Sontak semua wartawan pun langsung mengikuti arah pandang Angela.


" Nona Jeni, sejak kapan anda disini ? " tanya salah satu wartawan yang lainnya.


" apa anda disini untuk memata-matai atau ada niat tersembunyi ? "


" apa maksud anda datang secara sembunyi-sembunyi kesini ? "


Jeni yang tidak siap pun keringat dingin saat wartawan langsung memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan.


" Saya.. saya kesini .. .." jawab Jeni gugup


" apa nona Jeni kesini karena mendengar tantangan saya tadi ? " tanya Angela lewat mikrofon nya tanpa berniat bangun dari posisi duduk nya di atas panggung itu.


" apa itu benar nona ? " tanya wartawan.


Jeni meminta pada para wartawan itu agar memberinya sedikit ruang.


" maaf ya nona.. saya tidak punya bodyguard untuk berjaga di samping anda .. bisa anda lihat sendirikan , saya hanya ditemani robot-robot ini " ucap Angela tersenyum lebih tepatnya menyeringai kecil.


" dasar j***** ban****.. kau sengaja mempermainkan ku " batin Jeni.


" perhatian semuanya " ucap Angela mengalihkan perhatian para wartawan kembali ke dirinya didepan.


" karena nona itu tidak bersedia memberikan kalian jawaban , mungkin orang ini bisa " ucap Angela


Lalu masuklah seorang dokter .


kehadiran nya langsung menarik perhatian awak media.


" izinkan saya memperkenalkan diri.. saya dokter spesialis kandungan dirumah sakit SEHATI " ucap Dokter itu sopan.


" RS SEHATI !! bukannya itu rumah sakit milik Tuan Adinson .."


" kenapa dokter ini kesini ya "


" wah kayaknya bakalan ada berita baru nih "


Suara heboh para wartawan yang makin penasaran..


" silakan dokter . " ucap Angela sopan memberikan mikrofon pada dokter itu.


" *saya disini untuk memberikan penjelasan terkait pertanyaan yang ditanyakan barusan "


" dengan tegas saya katakan .. janin itu bukanlah anak dari Tuan Adinson dan tidak ada hubungan darah apapun dengan beliau* " ucap Dokter itu tegas


" apa anda punya bukti terkait pernyataan anda ini dok ? " tanya wartawan yang ada di depan


" ini buktinya . bisa kalian lihat disini .. menurut gen yang bisa kami ambil .. nilai kecocokannya dengan milik Tuan Adinson bahkan dibawah 1% . ini bukti bahwa anak itu bukanlah anak Tuan Adinson " ucap Dokter itu memperlihatkan hasil tes DNA .. karena janin diperut Jeni sudah terbentuk dan memiliki darahnya sendiri.


" apa pendapat anda nona ? " tanya wartawan pada Jeni yang masih diam mematung..


" KALIAN BERDUA BOHONG !! PASTI KALIAN KERJA SAMA UNTUK MEMISAHKAN KAMI KAN !! NYONYA , DARI AWAL TUAN ADINSON BUKANLAH MILIK ANDA .. LEPASKAN LAH DIA NYONYA .. KASIHANILAH ANAK KAMI INI !! " teriak Jeni berjalan maju mendekati Angela.


" Oh benarkah ? apa kau punya bukti kalau itu adalah anak suamiku ? " tanya Angela


" tentu saja .. lihat ini , kami sudah bersama sebelum kalian menikah " ucap Jeni melempar foto-foto dirinya dan Reiki malam itu.


" karena kalian bekerja dibidang ini , bisakah kalian lihat dari sudut mana foto-foto ini diambil ? " tanya Angela pada para wartawan yang melihat foto itu.


" kayaknya itu diambil secara diam-diam .. coba lihat , hanya terlihat bagian belakang saja " ucap salah satu kameraman


" jadi nona Jeni , apa anda memang sengaja berniat menjebak suami saya ? dengan ini " ucap Angela.


" TIDAK.. TIDAKK..ITU TIDAK BENAR !!! INI BENAR ANAK KAMI !! KAU JANGAN PISAHKAN ANAKKU DARI AYAHNYA " teriak Jeni berusaha menyudutkan Angela..


Sementara para penonton setia makin memanas , sepanas hawa diruang konferensi pers itu..


" gak bisa gini.. aku harus kesana sekarang " ucap Leon sudah tak bisa menahan emosinya


" gak kek.. Angel butuh aku sekarang .. aku gak bisa biarkan dia berjuang sendiri lagi " ucap Leon hendak beranjak dari tempatnya.


" DUDUK !! " bentak kakek tio


Leon pun kaget dan langsung duduk lagi.


" hah.. jangan kesana , adikmu punya rencana nya sendiri , jika kau kesana sekarang. bukannya membantu yang ada malah merusak rencana nya " ucap kakek Tio


" tapi kek ... "


" pergilah kalau kau mau buat adikmu marah lagi .. apa kau tak jera waktu dimarahin habis-habisan kemarin karena kesana sendirian padahal lihat istrimu yang mengandung anak kalian " ucap kakek Tio


Leon merasa bersalah pada Viona , ia tau sebenarnya Viona juga sangat ingin berdiri disamping Angela saat ini.


Tapi , karena dirinya . Viona harus tinggal dirumah sampai anak mereka lahir .


" maafkan aku sayang.." ucap Leon merangkul Viona


" hm aku gak apa-apa " ucap Viona melepaskan rangkulan Leon dan kembali fokus ke TV.


##


Kreek


Semua perhatian langsung tertuju pada orang yang muncul dari sebuah pintu .


" siapa dia ? "


" apa yang orang itu lakukan ? "


" mau ngapain orang itu kesini ? "


begitulah bisik-bisik pertanyaan dari para wartawan saat melihat seorang pria masuk membawa sebuah map.


" ayo pulang ! " bentak pria itu menarik tangan Jeni untuk pergi dari situ.


" lepaskan aku !! siapa kau ?! " bentak Jeni.


" CUKUP !! JANGAN MEMBUAT MALU LAGI !! " bentak pria itu terus menarik Jeni


" tahan mereka ! " perintah Angela.


keduanya pun langsung di hadang robot Angela.


" kau siapa ? kenapa kau menarik nona ini .. apa kau tau nona ini sedang mengandung dan tak boleh dipaksa begitu " ucap Angela turun dari panggung dan berjalan menghampiri mereka.


" ah tentu saja kau pasti tau dia hamil.. karena Kaulah AYAH BAYI ITU , KAN !!! " teriak Angela memukul jatuh topi yang dipakai pria itu .. dan tampaklah wajah pria yang menarik Jeni itu.


" KAU.. KAU.. APA YANG KAU LAKUKAN DISINI ! " tanya Jeni gugup.


" hah.. karena sudah begini ya mau bagaimana lagi.. memang benar , saya Ayah biologis Bayi ini !! dan saya akan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap anak saya " teriak pria itu didepan Angela dan seluruh wartawan.


" ternyata kau cukup bernyali juga ya . mana buktinya ? " tanya Angela


Pria itu memberikan map yang dia bawa ke Angela.


Angela meneliti isi map itu . lalu berkata ;


" kalian bisa melihat ini . tapi , ku pikir ini tak pantas disebarkan " ucap Angela memberikan map itu pada wartawan


" apa sudah cukup ? jika sudah , maka akan saya bawa mereka pergi dari sini " ucap Pria itu.


" apa kau tak ingin memperkenalkan diri mu sebelum pergi ? " tanya Angela tersenyum kecil


" baiklah .. nama saya ... Dio martin . saya pacar Jeni selama 3 tahun ini . dan sebenarnya kami akan menikah sebelum akhirnya ia pergi mencari tuan Adinson .. ini salah saya !! saya mohon maaf karena masalah kami berdua sudah menyusahkan tuan dan Nyonya Adinson. " ucap Dio membungkuk.


" TIDAK .. TIDAK.. AYAH ANAKKU BUKAN KAU.. TUAN ADINSON LAH AYAHNYA.. BUKAN PRIA MISKIN SEPERTIMU !! " teriak Jeni bersikeras menolak.


PLAK


" CUKUP !! HARUSNYA KAU BERSYUKUR AKU TAK PERHITUNGAN DENGANMU KARENA PERGI MEMBAWA ANAKKU ... SEKARANG KITA PULANG !! " bentak Dio lalu langsung menarik Jeni yang masih bengong karena tak percaya dirinya ditampar didepan seluruh negeri.


Hancur sudah .. semuanya hancur . bahkan karir nya kini sudah hancur tak bersisa..


Angela menghela nafas panjang melihat keduanya pergi meninggalkan dirinya dengan para wartawan dan dokter .


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊