
Arthur dan Raya sangat menikmati waktu berdua seperti saat ini karena memang keduanya sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
" jadi , kamu gak bisa datang acara pembukaan nya nanti ? " tanya Raya
" iya . sebenarnya aku pengen banget pergi tapi mau bagaimana lagi . Ada proyek yang harus ditinjau " ucap Arthur menggenggam tangan Raya.
Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan , melangkahkan kaki berjalan-jalan di taman bermain itu sembari melihat orang-orang yang berlalu lalang menaiki berbagai macam wahana yang ada.
" berapa lama disana ? " tanya Raya
" entahlah . mungkin seminggu atau bisa jadi juga lebih dari itu . karena dari laporan yang ku terima , situasi disana sedikit bermasalah " ucap Arthur.
" kapan berangkat nya ? " tanya Raya sembari mengeratkan pegangan nya.
" rencananya besok siang aku dan kak Lena berangkat kesana " jawab Arthur.
" kak Lena ? dia ngapain ? " tanya Raya tak paham.
" dia disana sebagai utusan dari perusahaan papa nya sedangkan aku dari perusahaan mami. karena itulah dia disana " ucap Arthur.
Raya larut dalam pikirannya karena sedikit tak rela sang kekasih akan pergi jauh bahkan untuk waktu yang tak tentu . tidak seperti biasanya yang hanya sehari dan paling lama 3 hari.
" Ra .. aku janji bakal telepon kamu setiap hari . begitu ada waktu , aku bakal kabarin kamu . aku janji kok " ucap Arthur menatap wajah sang kekasih dengan lekat.
" iya aku tau itu. Tapi aku khawatir sama kamu " ucap Raya.
Arthur menarik Raya ke dalam pelukannya.
" aku janji akan segera pulang ." ucap Arthur lembut.
" janji satu hal lagi . kamu harus pulang dengan selamat dan dalam keadaan utuh . janji kan " ucap Raya dalam pelukan tunangannya itu.
" iya aku janji. kamu juga janji ya , jaga diri baik-baik selama aku gak ada . Jangan lupa makan , aku gak mau waktu aku pulang malah lihat kamu kurus apalagi sakit . janji ya " ucap Arthur.
" iya aku janji " ucap Raya.
Keduanya pun hanyut dalam perasaan mereka sendiri bahkan tak menyadari kalau kemesraan mereka itu kini menjadi tontonan orang-orang disana .
Bahkan tak sedikit orangtua yang harus menutup mata anak mereka agar tak melihat kemesraan itu.
Arthur dan Raya menarik perhatian banyak orang dan tentu saja Rean termasuk di dalamnya . Tapi ia berlagak tak perduli dan tak kenal dengan keduanya namun bukan tanpa sebab.
Karena saat ini ia masih bersama Popy.
" kayaknya aku kenal cowok itu.. emmm bukannya itu si mantan aktor itu ya... hmmm... ah !! aku ingat , si Arthur itu kan " ucap Popy.
" kenal ? " tanya Rean sedikit penasaran.
" siapa yang gak kenal sih dengan bintang yang pernah beberapa kali bawa pulang piala penghargaan baik itu sebagai aktor ataupun penyanyi .Tapi sayang itu cuma jadi sejarah karena dua mengundurkan diri dari dunia hiburan.. uwwwhh.. aku seneng banget ketemu sama dia disini " ucap Popy ,wajahnya begitu berseri karena melihat Arthur secara langsung walaupun dari jarak yang agak jauh.
" kenapa ? " tanya Rean
" aku fans nya . hihi " Popy tertawa kecil .
Rean sedikit kaget mendengar pengakuan Popy itu.
" sebenarnya dari dulu aku udah ngefans dengan nya. Karena itulah aku masuk dunia modeling. ku pikir bakal ada kesempatan buat aku kerja sama atau paling enggak ketemu langsung. tapi belum juga kesampaian , dia nya malah pensiun " ucap Popy wajah nya yang berseri kini berubah sendu.
" oh begitu ya. tapi dia itu apa bagusnya sih ? " gumam Rean.
" maksudmu idola ku gak bagus .. gitu maksudmu ? " tanya Popy menatap tajam Rean.
" ah bukan begitu maksud ku " ucap Rean salah tingkah.
" aku mau beli minum dulu " ucap Rean lalu langsung mengambil langkah seribu.
Sementara Arthur dan Raya pun memutuskan untuk pulang .
Sepanjang perjalanan , Raya hanya diam .
Arthur menghentikan sepeda motornya di pinggir jalan hanya demi mendengar keluhan kekasihnya.
Namun Raya masih tetap diam , Arthur pun tak bisa berbuat apa-apa karena ia tau apa yang diinginkan kekasihnya itu. Tapi ia tak mungkin mengabaikan pekerjaan nya apalagi itu tugas dari orang tua nya.
" ya sudah , kita pulang " ucap Arthur kembali melajukan sepeda motornya ke jalanan yang terlihat lenggang.
#
Di tempat yang jauh. lebih tepatnya kediaman keluarga LU di Athan.
Jordan tengah kalut karena tingkah putri semata wayangnya yang selalu berulah .
Dan kali ini pun sama . bagaimana tidak , Ayana LU pergi dari rumah membawa uang tunai dan mobil yang baru di modifikasi ayahnya .
Terlebih kali ini ia juga mengajak sepupu nya Anggita Lu untuk pergi dengannya.
" apa sudah ketemu ? " tanya Vero, istri Johan.
" belum tapi akan segera ku temukan " ucap Jordan terus mencoba menghubungi putrinya.
" ketemu ! " ucap Johan memutar laptop nya.
" seharusnya aku tau kalau anak itu balik lagi kesana " gerutu Jordan karena lokasi anak nya itu ada di sebuah arena balap mobil.
" kalian tunggu disini. akan ku jemput anak nakal itu " geram Jordan langsung mengambil kunci motornya.
" Tunggu ! aku ikut. Kalian disini saja " ucap Johan pada istri dan adik iparnya.
Tak butuh waktu lama Jordan dan Johan pun sampai di tempat balapan itu.
Tanpa perduli dengan sekitarnya , Jordan langsung menarik tangan Ayana .
" hey pak tua !! mau kau bawa kemana gadis itu ?! lepaskan dia !! urusan nya dengan kami belum selesai !! " teriak seorang pemuda menghentikan Jordan.
Sedangkan Anggita yang cuma di ajak pun bersembunyi di belakang ayahnya karena takut dengan sorot tajam mata sang paman.
" diam kau bocah !! sana pulang dan kerjakan tugas sekolah kalian !! " tegas Jordan .
" hey pak tua !! gadis ini kalah taruhan dengan kami jadi sebaiknya kau enyah dari sini !! " bentak pemuda itu menahan tangan Ayana.
" atau kau mau gantikan gadis ini . syaratnya gampang , jika kau menang balapan mobil dengan ku. maka taruhan nya selesai dan gadis ini boleh pergi . Tapi jika kau kalah , Gadis ini harus jadi budak kami selama setahun .. hahaha !! " tawa pemuda itu merasa paling hebat hanya karena pernah beberapa kali memenangkan balapan disitu.
" jika kalian kalah , jangan pernah balapan lagi dan fokus dengan studi kalian . jangan pernah melawan orang tua kalian . kalian paham !?! " tegas Jordan .
para pemuda itu pun langsung menyetujui syarat dari pak tua didepan mereka tanpa tau siapa sebenarnya pak tua itu.
Jordan mengambil kunci mobil dari tangan Ayana , sedangkan Ayana dan Anggita di jaga oleh Johan.
" paman , memang nya ayah bakal menang ? " tanya Ayana membuat Johan tertawa lepas.
Ayana dan Anggita hanya bisa melihat Johan dengan wajah bertanya-tanya.
" ingat ya cantik.. jangan pernah ganggu singa yang menjaga anaknya tidur . Jangan pernah mengambil pisang dari seekor monyet . " ucap Johan .
To Be Continue 😊😘🤗