
Edward menemani Calista kembali ke ruang istirahat nya untuk berganti baju.
Sedangkan Lian dan Layla memisahkan diri mereka , Lian mengajak tunangannya itu untuk mencicipi berbagai menu yang ada di kantin kampus.
" jadi , kenapa tiba-tiba kamu ikut lomba ginian , sayang ? " tanya Edward saat Calista sudah berganti busana.
" oh iya , aku lupa dengan cewek itu " ucap Calista menepuk pelan keningnya.
" siapa ? teman baru ? " tanya Edward
" bisa dibilang teman satu kampus " jawab Calista karena sampai sekarang ia tidak tau siapa nama gadis yang menantangnya itu.
" sudah lah , udah selesai ? " tanya Edward.
" udah . ayo mau kemana ? " tanya Calista manja
" cari makan dulu ya , kan udah lewat jam makan siang " ucap Edward mengelus kepala kekasihnya itu.
Tok tok
Gadis yang menantang Calista masuk ke ruang istirahat Lista setelah mengetuk pintu lebih dulu.
" kalian mau pergi ? " tanya gadis itu.
" ya , kenapa ? " tanya Calista bingung
" emm itu , aku mau bilang . Selamat , aku akui kekalahan kali ini . Tapi , suatu saat nanti aku pasti bisa ngalahin kamu " ucap Gadis itu. lalu berbalik dan hendak keluar.
" emm.. tapi satu yang mau aku tanya , itu pun kalau kamu gak marah . " ucap Calista , gadis itu pun kembali menatap Lista.
" apa ? " tanya gadis itu.
" namamu siapa ? dari jurusan dan tingkat berapa ? " tanya Calista
" Popi , jurusan Bisnis tingkat 3 " jawab gadis bernama popi itu lalu keluar dari ruang istirahat Calista.
Calista dan Edward pun juga keluar , keduanya berjalan seperti biasa .
Dengan manja nya Calista terus merangkul lengan Edward.
Semua mahasiswa yang tak percaya dengan apa yang mereka dengar , kini percaya saat melihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Edward dan Calista berjalan sambil terus memamerkan kemesraan.
" kantin nya disini ? " tanya Edward.
" iya , ayo masuk dulu . biasanya kalau jam segini sih udah sep... ii " ucap Calista sedikit kaget karena kantin itu bukannya sepi malah sangat ramai.
" rupanya kak Ar sama kak Lena juga ada disini. pantesan aja ramai " ucap Calista pada Edward yang hanya tersenyum mendengar ucapan kekasihnya itu.
Edward melihat Lian dan Layla di salah satu meja dekat jendela. Kebetulan atau tidak , ukuran meja itu cukup besar jika hanya untuk berdua.
" disana ada Lian , mau gabung kesana ? " tanya Edward
" yaudah deh. daripada gak ada tempat duduk . tapi pesan dulu ya " ucap Calista lembut. Edward pun mengangguk lalu mengikuti Calista ke barisan menu.
Dengan tangan yang penuh , Edward tetap mengikuti Calista yang hanya memegang 4 botol minuman.
" gak keberatan kan kalau kita gabung disini ? " tanya Calista hanya basa basi pada adiknya itu.
" duduk ya tinggal duduk aja sih. biasanya juga main serobot " jawab Lian langsung di senggol Layla .
Edward dan Calista duduk berhadapan dengan Lian dan Layla.
" kenapa kalian gak bareng dengan kak Ar ? " tanya Edward.
" kalau gabung dengan mereka , ihhh .. bisa bisa gak kenyang aku " ucap Lian melihat sejenak meja tempat para kakaknya itu makan.
" kenyang sih , kenyang lampu kamera " sambung Calista juga melihat ke arah meja kakaknya.
Sedangkan di meja Arthur , Bari dan Raya sedikit tidak nyaman dengan orang-orang yang merekam ataupun memotret mereka .
" Ar , jangan bilang dari dulu kamu juga diginiin ? " tanya Bari yang baru pertama kalinya melihat dan mengalami secara langsung apa yang Arthur rasakan beberapa tahun ini.
" jadi karena ini dulu kamu pura-pura jadi cowok cupu dan culun " ucap Raya.
" ya bisa dibilang begitu sih " jawab Arthur menatap lembut tunangannya.
" ya walaupun jauh , toh mereka juga gak bisa makan dengan leluasa tuh " ucap Arthur melihat beberapa orang mendatangi meja dimana kedua adiknya sedang makan.
" bukannya kamu tadi bilang kalau gak mau ninggalin aku. terus katamu kan kamu single . lalu siapa dua cewek gan*en ini " ucap Tiara bertingkah manja pada Lian dengan niat membuat cemburu dan marah dua gadis di dekat Lian itu.
Namun sayang niatnya itu tidak bisa terlaksana karena baik Layla maupun Lista sama-sama tak perduli dengan omongan Tiara itu .
" Hey , emangnya kita kenal ya ? lagipula , siapa mereka itu bukan urusanmu !! " ucap Lian tegas lalu menghempas kan dengan kasar tangan Tiara di bahunya.
" ah jangan gitu dong. masa sih kamu masih marah karena semalam kita gak jadi . jangan marah lagi ya " ucap Tiara makin memanas-manasi suasana.
Sedangkan Layla tetap bertindak tenang seolah tidak perduli namun Lian bisa merasakan dengan sangat jelas api cemburu Layla di sampingnya.
" siapa kau !? " tanya Calista dingin karena tak tahan lagi .
" kau yang siapa ? ah aku lupa , bukannya kau yang barusaja dapat juara pertama modelling , sampah yang di buang Gani .. terus sekarang malah mesra dengan pria lain didepan tunanganmu sendiri.. heh dasar cewek gak tahu malu " ucap Tiara memancing amarah Calista.
KRAAATAK !!
Bukannya Lian yang marah , melainkan Edward yang marah.
ia bangkit dari kursi nya lalu SYUUURR !!
Edwars menuangkan botol minuman hingga Tiara itu jadi basah dari ujung kepala.
" apa urusanmu disini !! kalau kau masih berbuat nekad , akan ku buat kau menyesal lahir didunia ini " ucap Edward
" KAU !! BERANINYA KAU MENYIRAMKU !!! " bentak Tiara berdiri dan menarik perhatian orang-orang yang tadi tidak memperhatikan mereka.
Edward yang masih menahan emosi pun kembali menyiram Tiara namun kali ini dengan air bekas cuci tangan di meja sebelahnya.
Orang-orang pun tercengang melihat itu.
" ya , orang itu salah tempat cari masalah " ucap Arthur karena ia tau sifat amarah Edward yang tidak boleh dipancing dan jika kau berani menyulut api amarah Edward , siap-siap terbakar .
Tiara semakin malu dan marah karena dua kali disiram didepan orang banyak.
" masih mau ku siram hah !!! " bentak Edward menyambar ember yang dibawa cleaning servis.
" KAU !! TUNGGU SAJA NANTI !! " teriak Tiara marah dan malu lalu lari dari tempat itu .
" udah ya . duduk oke " ucap Calista menenangkan Edward.
" kamu gak marah di hina sama dia ? " tanya Edward.
" marah iya . tapi kenapa buang-buang tenaga ngeladeni kuman kayak gitu . selagi bukan main fisik , jangan cepat marah ya , sayang " ucap Calista.
Saat Edward sudah tenang karena Calista. Lain halnya dengan Lian yang masih dicuekin Layla.
" Ta , aku duluan ya . masih ada rapat sore ini. sekali lagi selamat ya " ucap Layla tanpa menghiraukan Lian yang sedari tadi membujuk nya.
" oh iya , makasih ya kak " ucap Calista.
Layla tersenyum lalu berdiri.
" La , tunggu . ini salah paham . aku beneran gak kenal sama orang tadi.. sumpah !! " ucap Lian mengejar Layla seperti anak kecil yang merengek pada ibunya.
Bahkan sampai keduanya masuk ke mobil Layla tetap mendiamkan Lian yang makin gelisah.
" mau pulang sekarang gak ? " tanya Lena pada Arthur , Raya dan Bari.
" bolehlah. tapi kami nebeng aja sama kalian ya . lagipula mobilku di curi sama Lian lagi tuh " ucap Arthur karena kunci mobil nya diambil sang adik.
" tentu boleh . selesai ini kita pulang bareng. lagian juga kayaknya udah lama ya kita gak pergi bareng " ucap Bari karena sewaktu kuliah dulu , ia dan Arthur sering kemana-mana berdua .
" sip lah.. kalau gitu habis dari sini kita ketempat biasa aja dulu yuk " ajak Arthur.
Bari dan Lena mengangguk setuju.
" lalu mereka berdua gimana ? " tanya Raya melirik Calista dan Edward yang tengah menikmati waktu berdua.
" biarkan aja , jangan diganggu dulu. entar sampai rumah baru deh kasih pelajaran " ucap Arthur .
To Be Continue 😊😘🤗