YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 13



Karena acara makan malam itu .


Lena dan Arthur terpaksa harus mendengarkan semua nasihat dan kekesalan yang di ucapkan Leon sepanjang malam dan baru selesai saat mentari mulai menampakkan dirinya.


Setelah mandi dan sarapan ,Arthur kembali ke hotel tempatnya menginap sementara.


Dan merupakan hal biasa bagi Arthur saat melihat banyak fans nya yang menunggu diluar.


Arthur masuk ke hotel dengan cara sembunyi-sembunyi.


dan syukurlah ia masuk dengan selamat tanpa harus mendapatkan luka cakar ataupun baju yang robek karena antusiasme dari Fansnya.


Karena sesuai jadwal yang disepakati .


pihak perusahaan PL datang menjemput Arthur menuju lokasi syuting iklan mereka.


Mereka sendiri senang karena Arthur menerima tawaran mereka setelah lama mereka berdiskusi.


" oke kerja bagus semuanya !! " teriak sang penanggung jawab saat syuting itu selesai dengan lancar.


" boleh istirahat sekarang pak ? " tanya Arthur ke fotografer nya.


" iya , silakan . terima kasih atas kerja samanya " ucap si fotografer menepuk pundak Arthur dan di balas senyuman oleh Arthur.


Arthur memilih duduk di bangkunya sambil mengarahkan kipas kecil kearah wajahnya .


" kakak Arthur , ini untuk kakak " ucap seorang gadis yang juga menjadi bintang iklan bersama Arthur.


" makasih " ucap Arthur menerima kotak itu lalu meletakkannya di atas meja.


" kakak capek , mau aku pijitin gak ? " tanya gadis itu.


" gak usah makasih.. sebaiknya anda juga istirahat " ucap Arthur menolak dengan sopan.


" tapi ... " ucap gadis itu berhenti karena Arthur langsung mengangkat panggilan masuk diponselnya.


merasa dicuekin , akhirnya gadis itu pergi dengan sendirinya.


" hay sayang , gimana harimu ? lancar ? " tanya Arthur ceria


" iya semua lancar disini.. kamu disana gimana , lancar juga ? " Tanya Raya.


" kerjaan sih lancar . cuma tadi malam ada sedikit insiden aja " ucap Arthur


" insiden ? tapi kamu gak apa-apa kan ? " tanya Raya panik


" iya sayangku , aku gak apa-apa.. nanti pulang baru ku ceritain ya " ucap Arthur lembut


" oke.. mmm.. aku.. kangen " ucap Raya


Arthur tersenyum lebar mendengar Raya mengatakan itu.


" aku juga.. banget malah.. hehe " ucap Arthur


" oh iya , besok aku ada acara .. hmm mirip pertemuan antar fotografer gitulah.. bolehkan ? " tanya Raya


" tapi kamu pergi dengan siapa ? aku gak tenang kamu pergi sendiri " ucap Arthur


" rencananya sama Luna dan Pras.. senior ku dulu.. yang bantuin aku waktu pameran itu , kamu ingatkan " tanya Raya


ingatan Arthur langsung tertuju pada sosok pria yang menatapnya tajam saat Arthur memperkenalkan diri sebagai pacar Raya.


" ya aku ingat .. tapi ingat ya, hati-hati.. jangan pernah buka gelang nya ya . aku bakal cepat-cepat pulang kalau urusanku disini udah selesai ya sayangku " ucap Arthur


Setelah itu mereka terus mengobrol tentang hal-hal yang remeh dan terkesan gak penting dimata orang lain.


Saat Arthur sibuk teleponan dengan Raya , hampir semua kru wanita yang bertugas merasa tak punya kesempatan lagi untuk mendekati Arthur.


Namun lain hal nya dengan Nia , wanita yang menjemput Arthur dan mengantarnya ke hotel waktu itu , ya karena perintah dari atasannya.


Nia langsung berjalan dan duduk di depan Arthur begitu Arthur selesai dengan ponselnya.


" hmm .. kayaknya usia kita gak beda jauh.. gimana kalau aku panggil kamu kak Arthur ? " tanya Nia


Arthur mengerutkan keningnya mendengar ucapan tiba-tiba dari wanita didepannya itu.


" maaf , maksud anda apa ya ? "tanya Arthur berusaha sopan


" bolehkan kalau aku panggil kamu kak Arthur , biar lebih akrab " ucap Nia menggoda Arthur


" saya masih ada urusan , permisi " ucap Arthur berdiri


" kak Arthur mau kemana sih , disini aja dulu.. nanti ku antar kembali ke hotel , kalau perlu aku pijitin deh nanti " ucap Nia dengan nada menggoda sedangkan tangannya menahan tangan Arthur.


" aku paling benci dipegang orang asing.." ucap Arthur


" aa.. kak Arthur , kita kan bukan orang asing lagi .. kemarinkan aku yang jemput Kakak di bandara " ucap Nia makin berani menggoda Arthur dengan bergelayut manja dilengan Arthur.


Arthur pun tak bisa menahan emosinya lagi..


SYUUT !! BRAK !!


semua orang pun langsung melihat ke arah bangku istirahat Arthur dan kaget melihat Nia jatuh terduduk ke lantai dan yang membuat mereka lebih kaget adalah tatapan mata serta aura Arthur yang terlihat jelas kemarahannya.


" HEY KAU PEREMPUAN !! DENGARKAN BAIK-BAIK !! PERTAMA AKU GAK KENAL DAN GAK AKAN PERNAH MAU KENAL DENGAN ORANG TAK TAU MALU SEPERTIMU !! KEDUA KAU HARUS TAU , KAU ITU LEBIH TUA 5 TAHUN DARIKU ,JADI JANGAN PANGGIL AKU DENGAN SEBUTAN KAKAK.. ITU MEMBUATKU JIJIK !! KETIGA AKU GAK AKAN PERNAH MAU SELINGKUH DARI TUNANGAN KU !! " bentak Arthur emosi.


" mbak .. kalau bukan karena mbak yang pegang iklan ini , percayalah aku gak akan pernah mau kerja sama dengan orang kayak ini " ucap Arthur menunjuk Nia yang syok karena dihempaskan lalu dibentak Arthur.


" iya iya mbak minta maaf , tapi Nia ini putri direktur perusahaan PL ini .. tenang dulu ya , jangan libatkan dirimu dalam masalah " ucap Poppy , wanita yang umurnya 6 tahun lebih tua dari Arthur..


Poppy ini jugalah yang pertama kali menawarkan Arthur untuk menjadi model beberapa tahun yang lalu.


" kau.. kau..beraninya kau mempermalukanku begini " ucap Nia bergetar , sedangkan tangannya langsung mengetik nomor sang ayah di ponselnya.


" bilang !! bilang sana sama ayahmu !! aku gak takut karena memang kau yang memulainya " ucap Arthur tambah kesal.


sedangkan usaha Poppy untuk menenangkan nya sama sekali tak berhasil.


dan pada saat yang bersamaan , ponsel Arthur berdering .


Arthur langsung menerima panggilan itu tanpa melihat nama sang penelpon .


" katakan !! jangan menggangguku jika bukan hal penting ! " bentak Arthur.


diseberang sana , si penelpon yang kaget pun langsung kesal dibentak Arthur.


" HEY ANAK NAKAL !! BEGINI CARAMU BICARA SAMA PAPIMU HAH !! PULANG SEKARANG ATAU PAPI YANG KESANA MEMUKULMU " teriak Reiki , sontak Arthur langsung diam ditempat begitu mendengar suara papinya.


" KAU BOCAH!! SUDAH BESAR SEKARANG KAU HAH !!BERANI KAU DENGAN PAPIMU SENDIRI ?!! SINI KAU SEKARANG JUGA !! BIAR KU BERI PELAJARAN ANAK BANDEL SEPERTIMU !! " teriak Reiki membuat Arthur menjauhkan ponsel dari telinganya.


sebelum Arthur menjawab , ayah Nia pun tiba dilokasi syuting iklan itu dengan membawa belasan bodyguard dibelakangnya.


" SIAPA YANG MENYAKITI PUTRIKU!! " teriak pria paru baya itu emosi.


Reiki diseberang sana pun mendengar dengan jelas saat putra sulungnya dimarahi.


" Jadi kau , dasar artis tak tau diuntung .. putriku menyukaimu itu berarti anugrah untukmu .. beraninya kau menolaknya !! " bentak pria itu.


Syuut Plak !!


sebuah tamparan kuat jelas terdengar ditelinga Reiki.


Reiki yang sebenarnya menelpon Arthur untuk sekedar ingin mengabari sang putra jika dirinya saat ini juga berada di metrocity .


namun ternyata dirinyalah yang di buat emosi .


Dengan kecepatan diatas rata-rata , Reiki langsung melaju ke lokasi putranya.


Sedangkan Arthur sama sekali tak membalas tamparan dari ayah Nia karena ia tau orang tua didepannya itu tak akan mampu menahannya.


" ha .. selama ini papi bilang mau hajar aku.. tapi ternyata tamparan pertama yang kudapat malah dari orang asing.. kasian papi " ucap Arthur tenang sambil meraba pipinya yang kini memerah.


" kau !! kau ku pecat !!jangan pernah muncul di perusahaan ku lagi atau kau dan seluruh keluargamu akan membayarnya ! " bentak pria paru baya itu..


" Benarkah ? kalau gitu , bagaimana denganmu ?! " tanya sebuah suara yang sangat Arthur kenal.


tubuh pria itu bergetar saat melihat Reiki masuk dan berjalan ke arah mereka dengan tatapan tajamnya.


" Tuan.. tuan Adinson.. apa maksud anda ? " tanya pria itu takut.


bukan hanya pria paru baya itu yang takut , seluruh kru pun juga takut dengan kehadiran bos besar dunia entertainment dan dunia bisnis itu.


Tatapan tajam Reiki langsung berubah jadi tatapan membunuh saat melihat pipi Arthur yang kini biru karena tamparan.


" hmm.. maaf.. soalnya dia orang tua yang gak mungkin bisa tahan bahkan dari satu tamparanku " ucap Arthur pelan sambil menunduk.


" kau bocah !! kita selesaikan nanti dirumah " ucap Reiki menjitak pelan kening Arthur.


" dan kau !! mulai sekarang dan seterusnya , jangan pernah muncul dinegara ini lagi atau kau dan keluargamu akan menanggung akibatnya.. " ucap Reiki menunjuk pria paru baya itu.


" tuan.. apa salah saya ? " tanya pria itu.


" salahmu ??! Kau berani menamparnya .. lihat baik-baik perbuatanmu ini " ucap Reiki tambah emosi.


" saya .. saya hanya memberi artis kecil ini pelajaran karena menolak dan mempermalukan putri saya tuan " ucap pria itu membela diri.


" itu karena perempuan itu yang memulainya.. aku paling benci disentuh perempuan asing apalagi dia berani menggoda dengan modal payudara palsu gitu.. untung dia perempuan , kalau aja bukan , udah ku buat masuk ke kuburan " ucap Arthur emosi.


" kalian , bawa mereka berdua.. " ucap Reiki ke bodyguard yang kebetulan anggota The Dark Knight yang bertugas.


" tuan.. tolong ampuni kami.. kami gak bersalah !! " teriak pria paru baya itu.


" dengarkan baik-baik kesalahmu !! kau melukai dan merendahkan putraku , ARTHUR ADINSON !! " bentak Reiki melayangkan satu kakinya .


Brak !!


Pria paru baya itu langsung pingsan karena satu tendangan dari Reiki.


" Kau !! Pulang sekarang ! " ucap Reiki menarik Arthur.


seketika itu juga semua kru syok mendengar identitas asli Arthur .


Nia pun juga pingsan karena takut..


Arthur yang pasrah ditarik papinya pun hanya bisa diam mendengarkan amarah papinya.


" baru tadi malam paman Leon ngomel sampai pagi.. sekarang papi , bisa-bisa sampai tujuh hari tujuh malam.. nasib-nasib " batin Arthur duduk dimobil.


to be continue 😘😊🤗