YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 28



Di depan apartemen Arthur , tampak sangat ramai awak media yang datang meminta sepatah kata dari sang Aktor.


Begitu juga dengan Arta , sebagai pensiunan Artis dan juga hubungan nya dengan Arthur juga sudah diketahui publik.


karena itu , pengumuman Arthur itu juga berdampak terhadap kehidupan tenangnya.


Bahkan ia harus mematikan ponsel nya karena terus dihubungi pihak media.


Namun , bukan hanya pengumuman saja.


Saat ini Arthur sedang berada di mansion .


ia sedang mendiskusikan sesuatu dengan kedua orang tuanya.


" apa kau yakin dengan keputusanmu ini Ar ? " tanya Angela


" iya mi. Ar yakin " ucap Arthur


" oke papi akan mendukung apapun keputusan mu , asalkan kau bertanggung jawab dengan keputusanmu itu " ucap Reiki.


Arthur menelpon seseorang begitu ia keluar dari ruangan kerja papinya itu.


" dimana mereka ? " tanya Arthur


" lokasi mereka ada di antara kota DA dan metrocity . Kota KN " ucap orang itu


" baiklah , aku berangkat sekarang . berkumpul di markas " ucap Arthur lalu mematikan ponselnya..


Arthur masuk ke garasi mencari mobil yang ia tinggalkan di mansion orangtuanya itu..


" kak." panggil Calista


Arthur menoleh ke arah sumber suara.


" kakak mau kemana ? " tanya Calista


" Kota KN. Misi A " jawab Arthur


" boleh gak aku ikut bantu kakak ? " tanya Calista.


" lain kali aja oke " ucap Arthur


" baiklah. hati-hati kak. kami menunggumu pulang dengan selamat " ucap Julian menahan Calista


Arthur tersenyum lalu mengelus kepala Calista


" selama kakak pergi kalian harus menjaga papi dan mami dan juga diri kalian sendiri. mengerti kan ? " ucap Arthur.


Calista dan Julian mengangguk mengerti.


Calista memandang mobil Arthur yang kini mulai tak terlihat lagi.


Bahkan Julian harus memaksa kakaknya itu agar mau masuk ke rumah.


#


Di sebuah hutan tepi kota , mobil Arthur masuk semakin dalam hingga sampai di sebuah area terlarang bagi umum.


mobil Arthur masuk melewati sebuah pos yang ada diatas pohon.


Beberapa orang berbaju hitam dengan lambang pedang dan permata berkumpul ditengah tanah lapang menyambut Arthur yang keluar dari mobilnya.


" apa semua sudah disiapkan ? " tanya Arthur .


" semua sudah disiapkan , kami sudah siap berangkat " ucap wanita yang menjadi tangan kanan Arthur.


.


" misi kali ini termasuk berbahaya. jadi aku harap kalian bisa menjaga diri kalian sendiri dan juga menolong rekan kalian yang terdesak , kalian ngerti ? " tegas Arthur


" kami mengerti !! " jawab mereka serentak


" oke kita berangkat sekarang " ucap Arthur


Rombongan itu mulai masuk ke kendaraan yang telah ditentukan.


Arthur dan wanita bernama zena berada di satu mobil.


Sepanjang malam mereka berkendara .


Saat di pertengahan jalan , Sebuah motor melintas melewati Mobil Arthur.


Arthur menghela nafas berat karena tau siapa pengendara motor itu.


" biarkan mereka mengikuti dari belakang " ucap Arthur saat Zena hendak melapor.


" baik " jawab Zena lalu memberikan instruksi kepada seluruh pasukan itu menggunakan walkie talkie.


Setelah beberapa lama diperjalanan.


Rombongan itu tiba di sebuah penginapan kecil.


Setelah memesan kamar , mereka pun kembali merencanakan strategi mereka.


Malam semakin larut , mereka pergi ke sebuah club malam terbesar di kota itu.


Mereka masuk secara terpisah dan memilih tempat duduk yang masing-masing.


yang terakhir masuk adalah Arthur bersama Lena .


Lena ??


Ya , beberapa saat sebelum rombongan Arthur tiba di penginapan , Lena sudah lebih dulu tiba disana.


" target berada di ruangan VVIP dilantai 2 " ucap Lena sedikit berbisik.


" haha , ini kan buatan mamimu. kau lebih paham fungsinya daripada aku kan " ucap Lena


" terserah ,fokus tugas " ucap Arthur.


keduanya duduk di meja bar.


Sesaat kemudian , seorang pemuda datang menghampiri Lena lalu duduk disamping kirinya


" hai cantik , sendirian aja . mau aku temanin ? " goda pemuda itu merayu Lena


Arthur hanya diam , tapi sebenarnya ia memberi kode pada pasukan kecilnya jika target mereka sudah terlihat.


" ah benarkah ? " tanya Lena dengan nada menggoda.


" tentu saja benar cantik. ayo pesan apapun yang kamu mau , malam ini aku yang traktir " ucap pemuda itu.


Setelah 2 jam , telah berjejer botol-botol kosong dan pemuda itu pun sudah setengah tak sadarkan diri .


" kita pindah ketempat lain aja ya " bisik Lena lalu memapah pemuda itu.


" oke aku tau hotel yang bagus disekitar sini " gumam pemuda itu


" ya ya " jawab Lena risih


Setelah Lena dan pemuda itu keluar , satu per satu pasukan Arthur pun ikut keluar.


bukannya ke hotel . Tapi , Lena membawa pemuda itu ke sebuah bunker bersama beberapa anggota dari pasukan Arthur.


" tugas ku udah selesai , sekarang giliran kalian " ucap Lena melempar pemuda itu ke sebuah ruangan besar.


pasukan kecil Arthur pun mengikat dan menggantung terbalik pemuda itu.


Sedangkan Arthur memimpin beberapa rekannya ke sebuah villa .


villa yang lumayan besar dan juga dijaga dengan ketat pula.


Setelah semua sudah diposisi masing-masing.


BOOM BOOM


Villa itu dibuat gempar karena serangan bom mendadak .


beberapa dari mereka bahkan langsung gugur seketika.


Arthur maju dengan memegang pedang ditangannya.


zena yang berposisi sebagai sniper menjaga Arthur dari jarak jauh.


Sedangkan 5 orang rekan lainnya , terus melemparkan bom granat dan hujan peluru ke vila itu.


Sementara Arthur yang kini berlumuran darah musuhnya itu melangkah maju semakin dalam area villa itu.


Tak ada kata yang terucap darinya , hanya ada suara pedang yang beradu dengan daging-daging segar dan bermandikan cairan merah pekat itu.


" siapa kau ?! ada dendam apa diantara kita ? " tanya seorang pria yang bersembunyi di balik sebuah tiang.


Arthur tak menjawab melainkan hanya melangkah semakin dekat.


" jangan .. jangan bunuh aku.. kita tak punya dendam apapun .. tolong lepaskan aku !! " pintanya memohon sambil berlutut di depan Arthur.


" jangan buang waktu lagi. orang itu hanya ketua boneka , ketua aslinya sudah ada di bunker " ucap Lena terdengar lewat earphone di telinga Arthur.


Syuut CRRAAASS .


Cairan merah segar memenuhi tiang itu .


vilaa besar yang megah dan indah , dalam sekejap berubah menjadi kolam darah dengan tubuh yang tergeletak dimana-mana.


Arthur kembali ke pasukan kecilnya setelah meletakkan beberapa bom dibeberapa titik .


" kita kembali sekarang " ucap Arthur masuk ke mobil.


Tak lama setelah mereka pergi..


BOOM BOOM BOOM BOOM


bunyi ledakan yang silih berganti bergema sepanjang malam itu membuat pihak keamanan kaget dan panik seketika.


" ternyata inilah alasannya mami sama papi sering begini .. ini.. indah " ucap Arthur melihat dari jauh kobaran api itu.


Ditempat lain ,


Mike terpaksa harus bangun saat di seret kakaknya ke ruang kerjanya.


" ngapain sih , orang masih ngantuk juga " gerutu Mike


plak


" lihat itu , bagaimana bisa petunjuk yang kita cari-cari selama ini malah datang dengan sendirinya " ucap Rean


" ya berarti ada yang sedang membantu kita " ucap Mike


" aku khawatir bukan itu tujuannya. mulai sekarang lebih perketat penjagaan Raya , jangan biarkan ia sendirian jika diluar. aku takut , mereka mengincar Raya " ucap Rean


" oke oke . kalau gitu akan ku perketat " ucap Mike.


Sementara Raya berdiri di depan pintu mendengarkan obrolan kedua 'kakaknya' itu..


" aku harus cari kesempatan buat nelpon Arthur " batin Raya lalu bergegas kembali ke kamarnya.


to be continue 😘😊🤗