YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 02



Siang berganti sore.


Bari dan Arthur pun sudah selesai dengan kelas terakhir mereka hari ini dan mereka pun kembali ke kamar asrama putra.


Menjelang malam , seperti biasa .


Arthur memakai baju kaos besarnya dan juga sebuah jaket biasa tak ketinggalan juga kacamata yang sudah setahun ini menemaninya.


" Ri aku pergi dulu ya " ucap Arthur


" kemana ? " tanya Bari melihat penampilan Arthur


" biasa kerja part time " jawab Arthur tersenyum


" oke .. hati-hati ya " ucap Bari melambaikan tangannya saat Arthur keluar kamar.


Ya semenjak Arthur melanjutkan kuliahnya karena bujukan sang mami dan juga ada persyaratan yang ia ajukan.


Flashback on.


Malam sudah sangat larut.


*Seorang pemuda turun dari mobil merahnya lalu langsung masuk ke dalam mansion besar dan indah itu.


didalam mansion , tampak seorang wanita cantik walaupun kini sudah menginjak usia 40an.


" darimana saja ? " tanya wanita itu tampak dari raut wajah nya ia sangat khawatir.


" maaf mi.. Arthur habis pergi ke rumah paman Jordan " jawab Arthur menunduk.


" ya sudah. lain kali kasih kabar ke mami ya " ucap wanita yang tak lain adalah mami nya Arthur , Angela Anson.


" iya mi " jawab Arthur lalu berjalan ke kamarnya.


Namun langkahnya berhenti saat sang mami menanyakan keputusannya.


" jadi gimana tawaran mami kemarin. kamu mau ? " tanya Angela


" hah .. iya mi.. tapi dengan syarat.. aku mau mandiri , aku mau kuliah dengan biayaku sendiri .. aku mau coba kerja sambil kuliah . apa boleh mi ? " tanya Arthur


Angela menghela nafas berat sebelum akhirnya ia mengangguk tanda setuju.


sebenarnya ia tau , jika beberapa hari ini putra sulungnya itu pergi ke sebuah arena balapan untuk mendapatkan uang dengan hasilnya sendiri dan Angela tak melarang nya karena semasa muda ia lebih nekad daripada itu .


Arthur tersenyum lalu mencium sang mami sebelum akhirnya ia masuk ke kamarnya untuk istirahat.


Flashback off*


Saat ini , Arthur mengayuh sepeda nya ke sebuah parkiran gedung apartemen yang tak jauh dari kampusnya.


Seorang satpam yang sudah hafal dengan Arthur pun membukakan pintu lift untuknya masuk dengan sepedanya.


" terima kasih pak " ucap Arthur dibalas senyuman oleh si satpam.


Arthur menekan tombol untuk lantai paling atas .


sesaat kemudian , pintu lift pun terbuka.


Dilantai paling atas itu , hanya ada sebuah pintu berukuran sedang.


Arthur masuk ke apartemen miliknya itu .


Tak lama kemudian , ia pun turun setelah berganti pakaian.


Dengan menggunakan lift yang sama , Arthur mencapai parkiran bawah .


langkah kakinya menuju ke barisan mobil sport yang terparkir rapi.


Arthur meninggalkan area gedung apartemen nya menggunakan mobil sport warna merah hasil jerih payah nya menabung selama ini.


" orang kaya memang aneh " ucap si satpam saat mobil merah itu melewati pos nya.


Tak butuh waktu lama , Mobil sport itu pun telah tiba di sebuah arena balapan mobil.


disini siapa cepat , itulah rajanya.


dan selama ini belum pernah ada yang bisa menandingi Arthur dalam hal kecepatan.


Arena balap itu telah ramai dengan penonton maupun orang yang ingin balapan.


Namun, mata Arthur menangkap sosok Sonya yang baru tadi siang menolaknya dengan sangat hina.


Sonya yang selama ini selalu menunggu kehadiran sosok si raja balapan pun langsung tertegun dengan kharisma yang dipancarkan pemuda yang baru keluar dari mobil merah itu.


" mangsa besar . harus dapat " batinnya berjalan mendekati Arthur yang duduk di kap mobilnya sambil memainkan ponselnya.


" hai " sapa Sonya dengan suara menggoda


Namun Arthur tetap tak bergeming. cinta yang ia rasakan selama satu tahun ini sudah lenyap bersamaan dengan penghinaan yang Sonya lontarkan siang tadi.


Tak mau menjawab sapaan Sonya , Arthur memilih pergi menjauh dari Sonya .


" ck sombong " ucap Sonya kesal


Arthur masih dapat mendengar kekesalan Sonya itu namun ia tak perduli.


Arthur menyeringai melihat hampir seluruh pertandingan malam ini adalah menantang dirinya.


Malam itu , Arthur lalui dengan senang karena ia mendapat banyak uang hasil balapan itu.


Saat hari makin malam.


Arthur pergi dari arena balapan itu lalu pulang ke apartemen nya sebelum akhirnya ia kembali ke asramanya.


Walaupun kamar asramanya tak terlalu besar , tapi cukup luas untuk Bari dan Arthur mengingat kamar yang ditujukan untuk 4 orang hanya dihuni mereka berdua.


##


Tiga hari telah berlalu.


Berita tentang Arthur yang ditolak mentah-mentah oleh Sonya pun sudah beredar luas di kampus itu.


Arthur menjadi bulan-bulanan mahasiswa yang mengejar Sonya yang memang dikenal sebagai ratu kampus.


namun Arthur tetap bersabar karena bullyan yang diterimanya masih terhitung wajar.


" eh denger gak , katanya hari ini ada anak pindahan yang datang kesini " ucap seorang mahasiswa.


Saat ini , Arthur dan Bari sedang makan siang dikantin.


mereka mendengarkan semua berita heboh tentang anak pindahan itu.


" eh Ar .. kira-kira yang datang cewek atau cowok ya ? " tanya Bari


" entahlah . aku pun tak tau . udah cepat habiskan makananmu sebentar lagi kita ada kelas " ucap Arthur mengingatkan Bari


Bari pun menghabiskan makanannya lalu keduanya berjalan menuju ruang kelas jurusan Ilmu Komputer .


tak lama mereka tiba dikelas , dosen pun masuk dan memulai pelajaran.


tok tok


" permisi pak. maaf saya telat " ucap seorang gadis masuk ke ruang kelas.


" ya lain kali jangan terlambat " ucap dosen


Sebenarnya Arthur tak terlalu perduli dengan gadis yang terlambat itu.


Namun , perhatiannya langsung teralihkan setelah mendengar suara gadis itu.


" habis sudah hari tenang " batin Arthur melihat dengan jelas siapa gadis yang kini memilih duduk disamping Arthur.


Gadis itu memberikan sebuah catatan kecil ke Arthur.


' ternyata kau sembunyi disini '


Arthur menatap tajam gadis yang saat ini tersenyum manis kearah nya.


" jangan bikin masalah disini atau ku adukan ke papa Leon " bisik Arthur . ya Gadis itu adalah Lena . putri tunggal Leon Anson dan Viona sekaligus kakak sepupu Arthur.


" silakan . aku tak takut " bisik Lena


semua yang ada didalam kelas itu pun memperhatikan segala interaksi keduanya.


mereka bertanya-tanya .


kenapa mahasiswi pindahan seperti Lena yang terlihat sangat cantik itu mau duduk bersebelahan dan lagi bisik-bisik mesra dengan si cupu Arthur.


Dosen pun hanya menghela nafas berat karena ia tau siapa sosok gadis yang datang terlambat itu sehingga ia memilih untuk tidak menyinggungnya.


" habis ini ikut aku " kode yang Lena tangkap Dari mata Arthur.


Lena hanya mengangguk.


Kelas yang awalnya membosankan itu pun akhirnya selesai.


Dengan cepat Arthur menarik tangan Lena setelah membereskan tas mereka.


" Ri . aku duluan ya " ucap Arthur saat Bari masih kaget dengan aksi Arthur dan Lena itu.


" Ri.. entar aku bawain oleh-oleh untukmu. tunggu dikamar , jangan kemana-mana" ucap Arthur pelan seraya menepuk pundak Bari.


dengan cepat Bari pun menganggukkan kepalanya.


Arthur menarik Lena entah kemana , yang pasti ia ingin menjauh dari area kampus .


" kayaknya ni bocah marah ya " batin Lena.


" sekarang baru aku , entar kalau keempat bocah itu datang . gimana reaksi marahnya ya " batin Lena


To be Continue 😘😊🤗


untuk visual.


Author terbuka dengan segala masukannya ya.


ditunggu loh 😂😁