
Suara nyanyian burung pagi ini menambah kesan asri bersamaan dengan sinar pagi mentari .
Arthur sudah terbiasa untuk bangun pagi .
bocah itu bangun dan ke kamar orang tuanya karena ia yakin semalam itu Mami nya datang.
Dengan perlahan-lahan Arthur membuka pintu dan ia tersenyum melihat orangtuanya tidur dalam satu kamar.
dengan langkah riang , ia kedapur dan membuka lemari pendingin sesuai yang diajarkan Reiki tadi malam.
ia mengambil segelas susu dan sepotong roti untuk dirinya.
lalu meletakkan 2 gelas susu dan 2 potong roti ke atas nampan.
dengan kaki kecilnya itu. ia membawa nampan itu ke kamar orangtuanya.
lalu masuk ke kamar itu dengan pelan agar tak mengganggu tidur Papi dan mami nya.
Arthur meletakkan nampan itu ke atas meja . lalu ia mencium pipi mami dan papi nya sebelum ia keluar lagi.
Walaupun ia merasa heran dengan posisi keduanya . tapi ia tak mau ambil pusing . toh itu urusan orang dewasa , begitulah pikirnya.
Reiki terbangun setelah mendengar suara pintu ditutup.
Reiki tersenyum melihat sarapan ala Arthur tersedia diatas meja kamarnya.
Namun , hatinya juga sedih karena Arthur harus kesepian beberapa tahun ini.
Reiki melihat Angela yang mulai menggeliat dan perlahan membuka matanya.
" morning sweety " ucap Reiki lembut
" hooaam morning " jawab Angela masih mengumpulkan nyawanya
cup
Angela kaget dan tersadar seketika karena ulah Reiki.
" morning kiss " ucap Reiki tersenyum senang
Angela langsung menutup mulutnya dengan tangan dan melompat dari ranjang nya menuju kamar mandi.
BRAK
suara pintu kamar mandi ditutup Angela..
" aku tunggu dibawah ya " teriak Reiki . hatinya senang karena rona merah itu terlihat jelas di wajah Angela.
" cukup 1 minggu " batin Reiki menuruni tangga dengan tersenyum.
hal pertama yang ia lakukan adalah memeriksa putra nya.
Reiki memeriksa kamar Arthur namun kosong.
lalu ia memeriksa ruang tv , hasilnya juga kosong.
ia mencari ke seluruh isi rumah namun tak juga menemukan Arthur.
Reiki berlari ke halaman belakang dan ia bernafas lega karena melihat Arthur yang sedang duduk di ayunan sambil memakan rotinya.
" morning jagoan " ucap Reiki mengecup pelan puncak kepala Arthur
" morning papi " jawab Arthur tersenyum.
" kamu suka disini ? " tanya Reiki lalu ikut duduk diayunan .
" suka.. suka sekali " jawab Arthur gembira .
" kamu mau tinggal disini sama papi ? " tanya Reiki
" mau " jawab Arthur dengan wajah polosnya
tak lama kemudian Angela pun ke halaman belakang.
" MAMI !! " teriak Arthur langsung turun dari ayunan dan berlari memeluk Angela.
" morning sayang mami .. kamu makan apa tadi ? " tanya Angela menggendong putranya itu.
" makan roti.. rotinya enak loh mi " ucap Arthur
" benarkah ? " tanya Angela
" hmm.. tapi , Arthur masih lapar mi " ucap Arthur memasang wajah polosnya .
" wah , jagoan papi lapar ya .. yaudah kita sarapan ya " ucap Reiki berdiri di depan Angela.
Wajah Angela kembali memerah saat wajahnya berada tak jauh dari Reiki.
" mami , mami sakit kah ? kok muka mami merah ? " tanya Arthur polos.
Reiki menahan tawa dalam hati mendengar putranya sendiri bisa menggoda sang mami .
" gak kok sayang.. yaudah , mami masak dulu ya..kamu mandi sama papi . ya sayang " ucap Angela.
" siap mami " jawab Arthur turun dari gendongan Angela lalu menarik tangan Angela dan Reiki.
keluarga kecil itu pun masuk kedalam rumah.
Skip.
Diyan yang mendapat laporan dari staf nya langsung melajukan mobil menuju rumah Reiki.
pikiran nya tiba-tiba kesal dan geram karena sebuah perusahaan yang seharusnya meeting dengan mereka pagi ini membatalkan jadwal hanya karena tau utusan yang akan datang itu bukan Reiki melainkan dirinya.
Diyan marah bukan main karena ucapan orang itu terus terngiang di pikiran nya.
mobil nya masuk ke parkiran rumah Reiki setelah pagarnya terbuka secara otomatis.
dan seperti biasanya , diyan langsung nyelong masuk kedalam rumah itu karena dirinya juga punya kunci cadangan.
" HEY.. KENAPA HARI INI AKU HARUS MENGGANTIKAN MU ?! BUKANNYA HARI INI HARI LIBUR KU.. SEHARUSNYA SEKARANG AKU MASIH DIKAMAR MEMELUK ISTRIKU BUKANNYA HARUS MENDENGARKAN HINAAN DARI ORANG ITU " teriak diyan tanpa henti saat dirinya berjalan ke kolam renang , ia tau kebiasaan Reiki yang ini.
namun , ia langsung diam bak patung karena sosok didepannya tengah memandang polos dirinya.
" siapa maksudmu ? " tanya Reiki dari dalam kolam renang .
" ini alasannya kau tak pergi ke kantor hari ini ? " tanya Diyan melirik Arthur dengan ekor matanya.
" iya .. memang ada masalah apa di kantor ? " tanya Reiki lalu membawa Arthur yang dipegangnya naik ke daratan.
belum hilang syok Diyan karena Arthur . kini ditambah lagi dengan Angela yang tiba-tiba muncul sambil membawa handuk Arthur.
" ah diyan .. pagi , kapan kamu datang ? " tanya Angela juga sedikit kaget melihat keberadaan Diyan.
" baru aja dia sampai.. gimana , udah sarapannya ? " tanya Reiki menghampiri Angela dengan menggenggam tangan kecil Arthur.
" udah selesai kok.. gimana sayang masih mau belajar renang lagi ? " tanya Angela mengelap tubuh Arthur.
" iya mi.. Arthur mau " jawab Arthur senang
" iya iya . tapi besok aja ya sayang .. lihat kamu udah kedinginan . ayo pakai baju dulu " ucap Angela membalut tubuh Arthur dengan handuk.
" ah .. kalian ngobrol nya nanti aja ya.. sarapan dulu baru ngomongin kerjaan " ucap Angela lembut tapi itu kode bagi Reiki jika mereka harus sarapan.
" sejak kapan ? " tanya Diyan masih kaget.
" apanya ? " tanya Reiki mengering kan rambutnya.
" mereka .. sejak kapan mereka ada disini ? " tanya diyan
" tadi malam. well , kalau ada yang mau kau katakan sebaiknya kau tahan dulu oke.. aku masih dalam masa percobaan jadi harus mendengarkan ucapan ibu ratu.. kalau enggak ... " ucap Reiki menakuti diyan.
Diyan pun langsung diam dan ikut masuk bersama Reiki.
Skip.
Selesai makan
Diyan duduk dengan Reiki dan Angela di ruang keluarga.
Diyan pun mengadukan apa yang ia alami pagi itu ke Reiki dan Angela.
" dari mana orang itu ? " tanya. Reiki
" AV Entertainment " jawab Diyan
"oh ternyata perusahaan itu masih ada ya " ucap Angela
" memang apa yang salah dengan perusahaan itu sweety ? " tanya Reiki
" ah bukan apa-apa " jawab Angela.
" jadi gimana , kamu masih mau kerja sama dengan mereka ? " tanya diyan
" aku sih terserah kau. ah .. tapi , kayaknya gak usah.. aku malas kalau berurusan dengan orang tak tau malu gitu " ucap Reiki
" hm. yaudah , kalau gitu , aku pamit . kantor gak ada orang yang ngawasin " ucap Diyan
" angel.. makasih sarapannya.. dan tolong jagain bocah labil ini ya.. aku pergi dulu " ucap Diyan pada Angela.
" hati-hati di jalan " ucap Angela.
Diyan pun pergi dengan perasaan yang sedikit lega.
.
.
.
.
.
.
to be continue ,🤗😊😘