
Baik Lian maupun Lista sebenarnya merasa sedikit tak nyaman karena sudah mengganggu waktu berharga kakak sulung mereka dengan tunangannya itu .
Namun apa daya , sang kakak masih tidak memperbolehkan mereka kembali ke markas dulu dan harus menginap disana malam ini .
Dan disinilah keduanya sekarang , terjebak di kamar yang tersedia untuk mereka.
" kak ,kira-kira mereka itu siapa ya ? emang nya kita pernah gangguin orang luar ya ? " tanya Lian sambil berbaring di sofa kamar.
" entahlah , coba aja kau pikirkan lagi . coba ingat-ingat lagi mungkin aja kau pernah menyinggung orang diluaran sana " ucap Lista.
Lian pun berusaha mengingat-ingat lagi seperti yang Lista katakan tapi nihil ia tidak bisa ingat apapun mengenai hal yang berhubungan dengan orang luar karena seingat nya ia sudah selesaikan langsung di tempat dan saat itu juga .
" ya kalaupun pernah , gak pernah sampai berlarut-larut kok . Kan papi pernah ngajarin kalau sampai kena masalah diluar ,langsung selesaikan di tempat " ucap Lian.
" iya itu kata papi.. ah sudah lah . lebih baik sekarang kau kabarin mami atau papi gih , takutnya mereka cemas karena kita gak pulang-pulang " ucap Lista.
Lian pun hanya menganggukkan kepalanya dan menghubungi sang papi.
Tak butuh waktu lama ayah dan anak itu berbicara sambungan telepon yang baru terhubung kurang dari 5 menit itu pun sudah terputus.
Malam ini si kembar yang sadar diri dan tidak mau mengganggu kencan sang kakak memutuskan mengurung diri di dalam kamar berfasilitas lengkap itu.
" Aku mau tidur , jangan begadang lagi kau ! " tegur Lista pada Lian yang belakangan ini sering begadang .
" ya ya . ku usahakan " jawab Lian langsung menarik tirai yang menutupi sekeliling ranjang Lista.
Sementara Lista tidur dengan nyenyak , Lian pun sibuk dengan pekerjaan dari kantor Adinson Grup yang ia pegang beberapa waktu belakangan ini .
Disaat yang sama , disebuah cafe kota DA . Seorang gadis duduk sendirian dan hanya ditemani secangkir minuman sedangkan matanya fokus pada apa yang ada di layar laptop miliknya.
" ternyata benar tebakan ku . umpan sudah dimakan sekarang tinggal menunggu ikan nya naik ke permukaan dengan sendirinya " gumam nya melihat foto Arthur yang mengenakan topeng nya .
Sementara Arthur sendiri tidak tau jika sebenarnya yang di incar bukanlah kedua adiknya melainkan dirinya sendiri.
Dan dengan perhatiannya , ia menyuruh beberapa pengawal bayangan nya untuk menjaga kedua adiknya itu .
#
Hari berganti , Kediaman Anson di Metrocity kini menjadi sunyi karena kepergian Nona muda Anson . Kini tinggal lah Tuan dan Nyonya Anson ditemani para pekerja di kediaman itu.
" Sayang , kira-kira Lena udah sampai belum ya ? " tanya Leon karena penasaran dan khawatir.
" mungkin belum, kalau pun udah sampai pasti dia udah kasih kabar . sabar lah , baru juga di tinggal bentar udah kelabakan gitu , gimana kalau nanti Lena nikah . kebakaran rambut ya pak ? " sindir Viona , Nyonya Anson.
" Nikah ?!! siapa ???!!! Kapan !??! Dengan Siapa ?!!! Princess ku gak boleh keluar dari rumah ini !! siapa yang berani mencuri princess kecilku !! Seret kesini biar ku bakar pencuri itu.!! " teriak Leon kaget mendengar kata 'nikah' dari sang istri.
PLETAK !
Leon langsung memegangi bahu nya yang di sentil Viona.
" coba bilang sekali lagi !! pengen tidur diluar ya " ucap Viona dengan poker face nya.
" gak gak aku salah " ucap Leon memeluk istrinya yang kesal.
Sedangkan Lena yang baru saja hendak turun dari pesawat terus-terusan bersin tanpa sebab membuat para kru pesawat panik dan takut karena mereka tau identitas dari Lena.
" emangnya siapa yang berani ngomongin kamu kalau bukan orangtua mu sendiri , sayang " ucap Bari berjalan di samping nya.
Semua kru pesawat memang sudah mendengar tentang kecantikan alami dari seorang Nona Besar keluarga Anson tapi mereka tak bisa menyangkal jika kedua sejoli itu pasangan yang serasi dimana yang satu cantik dan yang satunya sangat menawan dan tampan.
Bahkan beberapa pramugari yang tak tau jika Bari adalah kekasih nya Lena dengan malu-malu meminta kontak Bari , seperti pramugari yang satu ini.
Disaat Lena mencari koper nya , seorang wanita berpakaian pramugari mendekati Bari yang sebenarnya tak terlalu jauh dari Lena.
" maaf permisi , boleh minta kontak nya kak ? " tanya pramugari itu sambil menyodorkan ponselnya ke Bari.
" Maaf Saya sudah punya pacar dan pacar saya ada disana " tolak Bari secara halus sembari menunjuk ke arah Lena.
Namun pramugari itu salah faham dan mengira seorang gadis gendut berkaca mata di depan Lena lah yang di tunjuk Bari.
" Saya jauh lebih cantik dan berpengalaman di bandingkan dengan cewek cupu sepertinya . Dia gak pantas untukmu " goda pramugari itu.
Sedangkan Bari bingung dengan kepercayaan diri orang didepannya ini , entah datang dari mana sampai bisa membandingkan dirinya lebih baik dari Lena.
" Oh ya , memang nya kau berpengalaman dalam bidang apa ,? bidang merayu kekasih orang gitu !? " sarkas Lena sedikit meninggikan nada suara nya dan langsung di dengar orang ramai.
" Dia pacar saya dan tidak ada yang bisa membandingkan nya tanpa terkecuali anda " ucap Bari merangkul Lena dengan mesra lalu pergi menjauh dari tempat itu .
" Awas kau kalau sampai ketemu lagi !! " Teriak Lena mengancam pramugari yang langsung terduduk lemas itu .
Sementara di luar bandara sudah ada Anton dan supir nya yang menunggu kedatangan keduanya.
" Adikku tersayang !! " teriak Anton melebarkan tangannya sambil berlari kecil menghampiri Bari sedangkan Bari langsung berjongkok menghindarinya.
" kan udah ku bilang jangan lebay di muka umum ! jaim dikit kek !! " gerutu Bari.
" ihh aku takutt . seremm " ucap Anton hendak bersembunyi di balik Lena.
" kau mau nyobain ini lagi " ucap Lena sembari mengangkat kepalan tangannya di depan wajah Anton dan secara refleks Anton langsung melangkah mundur.
" huh !! kalian berdua gak asik ah . udah lah , ayo pergi " ucap Anton lalu masuk ke mobil lebih dulu alias menyelamatkan diri ,, hehehe ..
Lena dan Bari hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Anton di depan mereka .
Mobil Silver itu pun perlahan mulai menjauh dari area bandara menuju ke tengah kota.
Beberapa saat berkendara , akhirnya mereka pun tiba di sebuah rumah berlantai 2 bergaya klasik .
" Selamat datang di rumah ku . ayo jangan malu-malu , anggap rumah kalian sendiri " ucap Anton membuka pintu rumah itu.
" Rumah mu ? lalu yang waktu itu ? " tanya Bari.
" rumah itu dari mendiang ayah Max , bukan rumah ku seutuh nya dan bisa kapan saja diambil alih anggota keluarga Max yang lain " jawab Anton.
" sudahlah , ayo masuk kedalam dan istirahat . Malam nanti aku akan mengajak kalian berdua ke suatu tempat yang spesial . " ucap Anton mendorong Bari masuk ke dalam rumah nya itu.
To Be Continue 😊😘🤗