YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 9



Beberapa hari telah berlalu.


walaupun identitasnya sudah terbongkar. Arthur tetap meneruskan studinya walaupun ia sudah tak bisa lagi tinggal di kamar asramanya.


" Ri .. entar kamu masih ada kelas gak ? " tanya Arthur meminum jusnya.


" kayaknya gak ada. kenapa ? " tanya Bari menutup bukunya.


" pergi bentar yuk. " ajak Arthur.


" kamu yakin ? kamu gak takut dirumorkan punya teman kayak aku ? secara kita berbeda " ucap Bari


" aku gak masalah . lagipula , bukannya kita sahabat jadi apa salahnya kalau aku jalan dengan sahabatku.. aku pastikan mereka gak akan bisa membully sahabatku " ucap Arthur.


" hah.. terserah kau saja.. jangan lupa bilang ke Raya dulu " ucap Bari.


Bari sudah menceritakan tentang dirinya dan Raya yang besar di panti asuhan yang sama.


Arthur pun menjelaskan alasannya menutupi identitas nya dan untungnya Bari bisa memahaminya dan tetap menerimanya.


" udah " ucap Arthur memasukkan ponsel ke saku setelah mengirim pesan ke Raya , kekasihnya.


Bari dan Arthur pun keluar dari ruang kelas menuju parkiran motor.


" ayo naik " ucap Arthur memberikan helm ke Bari.


tanpa kata bantahan lagi , Bari pun mengikuti arahan dari sahabatnya itu.


sepeda motor itupun melaju dengan kecepatan sedang menembus jalanan kota.


Hingga akhirnya berhenti di sebuah dealer motor .


" kita ngapain kesini ? " tanya Bari


" cari motor " jawab Arthur memakai kacamata dan maskernya.


Arthur menarik Bari yang enggan masuk untuk melihat-lihat sepeda motor yang tersusun rapi.


" mana yang bagus ? " tanya Arthur


" hm semua bagus " jawab Bari


" pilih satu yang menurutmu paling bagus " ucap Arthur dan entah kenapa , tanpa banyak pertanyaan lagi Bari pun berkeliling melihat-lihat dan perhatiannya tertuju pada sebuah sepeda motor warna biru.


sesaat Arthur melihat raut wajah Bari yang sangat menyukai motor itu tapi raut wajahnya langsung berubah ketika sales menyebut harganya.


" tolong urus surat-surat nya . kami ambil yang itu . cash " ucap Arthur pada salesman.


beberapa saat kemudian Arthur memberikan kunci motor biru itu pada Bari.


" hadiah ulang tahun dariku.. jangan menolaknya " ucap Arthur tersenyum.


Bari tersentuh dengan sikap Arthur yang tak membedakan status mereka dan tetap mau menjadi temannya.


" apapun hadiah nya. aku terima dengan senang hati karena aku tau kamu ikhlas dan tulus memberikannya padaku.. tapi , apa ini gak kemahalan ? " tanya Bari


" apapun yang penting sahabatku senang . harga hanya angka , tapi kamu adalah sahabat terbaikku " ucap Arthur merangkul Bari.


Setelah semua surat penting selesai diurus.


Bari dan Arthur pergi dari dealer itu menuju ke sebuah kedai BBQ.


" ayo masuk. Raya udah nunggu didalam " ucap Arthur turun dari motornya


Bari mengangguk dan berjalan dibelakang Arthur.


" oh ayolah Bar .. jangan perlakukan aku kayak orang asing , ayo " ucap Arthur menarik Bari dan merangkul bahu nya .


Kehadiran Arthur tak mengalihkan perhatian para pengunjung dari meja 10.


" kayaknya pamormu kalah hari ini " ejek Bari.


" biarin , lebih bagus kayak gini " ucap Arthur menelpon Raya.


" halo .. sayang kamu dimana ? " tanya Raya.


" aku udah sampai , udah didalam.. tapi , kamu duduk dimana ? " tanya Arthur


" SAYANG !!! SEBELAH SINI !! " teriak Raya.


Arthur pun menemukan keberadaan kekasihnya itu .


namun ia kaget saat melihat ternyata kekasihnya lah yang berada di meja 10 itu..


" AWAS MINGGIR !! MENJAUH DARI PACARKU ! " ucap Arthur berlari membelah kerumunan pemuda yang berkumpul di meja kekasihnya itu..


" silakan bubar " ucap Bari membubarkan kerumunan pemuda itu.


Bari tertawa kecil melihat raut wajah Arthur yang terlihat jelas aura kecemburuan nya itu..


" hey adek lucknat .. kau anggap apa aku ini ?! " ucap Lena risih karena Arthur tak melihat keberadaannya sedikit pun dan hanya fokus pada Raya.


" ngapain kau disini ? belum pulang juga ,emang nggak dicariin aunty ? " tanya Arthur dengan nada kesal juga.


" udah udah, ngapain sih pakai berantem segala.. yang namanya saudara itu harus rukun. benarkan Bar ? " tanya Raya mengkode Bari namun yang di kode malah diam tak bergerak dan menatap Lena..


" KAU !! " teriak Lena dan Bari serempak kaget melihat satu sama lain..


Arthur dan Raya hanya diam dan lempar pandang tanda tak tau saat Lena dan Bari mulai berdebat sendiri.


" ngapain kau disini ?! apa belum cukup mobilku yang kau rusak itu !! " ucap Lena dengan nada tinggi.


" apa !! aku yang ngerusak !! gak salah apa , bukannya kau yang hampir nabrak aku .. makanya kalau bawa mobil itu jangan ngebut , perhatikan sekitar !! " ucap Bari tak kalah tinggi..


" huh !! dasar jelek !! " ejek Lena


" lebih baik jelek , daripada kau , nenek lampir , tante-tante !! " balas Bari mengejek Lena.


" kayaknya sampai besok pun gak bakal selesai ni sayang " ucap Arthur..


Keduanya hanya menghela nafas dan membiarkan Lena dan Bari terus saling ejek.


10 menit kemudian.


" gimana , udah selesai ? " sindir Arthur karena Lena dan Bari sudah diam.


" DIAM !! " bentak Lena dan Bari bersamaan.


" hahahaha " Arthur tak bisa lagi menahan tawa yang sedari tadi ia tahan.


" udah udah.. ayo makan dulu entar keburu habis " ucap Raya menengahi.


Akhirnya mereka berempat makan walaupun tetap Bari dan Lena masih saling sindir.


" kak.. kapan lu kesini , kok aku gak tau ? " tanya Arthur


" ya kebetulan aja aku lewat , terus lihat cewek yang di fotomu itu jadi sekalian aja aku mampir .. perkenalan , iyakan Ra " ucap Lena.


" iya , tadi aku sendirian nunggu kalian disini. untung ada kak Lena yang nemenin kalau gak , kayak bocah ilang aku sendirian " ucap Raya.


" maaf ya sayangku.. lain kali aku gak akan lama deh.. " ucap Arthur manja.


" uhuk .. ehem " Bari batuk , Lena berdehem..


" emang lu mau kemana tante ? " tanya Bari sekaligus mengejek Lena.


" tante , tante .. gue belom tua tau.. nikah aja belom " ucap Lena keceplosan.


" ya secara. loe tuh tua dari gue .. iyakan Ra ? " tanya Bari


" eehhmm.. kayaknya gak beda jauh deh Bar.. kak Lena 24 sedangkan loe 25.. jadi kayaknya loe yang paling tua dari kita-kita " ucap Raya mengingat ucapan ibu panti tentang usia Bari..


" Raya,!! ngapain buka rahasia !! " teriak Bari.. ya Wajah Bari memang awet muda , jadi siapapun pasti gak akan percaya , pemuda tampan itu sebenarnya sudah 25 tahun karena dilihat dari wajah usianya mungkin sekitar 20 tahun..


" hahahaha !!! dasar om om bangkotan !! hahahaha " tawa Lena ..


" eh tante !! diam deh loe " balas Bari.


dan perang babak kedua pun kembali dimulai.


HAP HAP


" lebih baik kalian berdua diam dulu . kalau mau berantem lagi entar cari tempat pribadi " ucap Arthur mulai kesal langsung menyodorkan potongan daging ke mulut Lena dan Bari..


Akhirnya mereka berdua makan dalam diam , sedangkan Arthur memanjakan Raya.


" dasar tukang pamer " batin Lena


" huh ! gak peka sama kaum jomblo " gerutu Bari dalam diam.


sejenak Bari dan Lena bertemu pandang , lalu langsung memalingkan wajah masing-masing..


" tante nenek lampir ! " gerutu Bari


" dasar om om jelek " batin Lena.


To be Continue 😊😘🤗


ayo komen tentang siapa yang cocok untuk visual Season 3 ini ya !! 🤗🤗😉