YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 5



Setelah sarapan , keduanya pun kembali ke asrama masing-masing.


Raya kembali dengan hati yang berbunga-bunga , di sisi lain Arthur mencoba membuka hatinya kembali untuk sosok yang baru ia kenal.


Bari hanya diam saat melihat Arthur masuk ke dalam kamar asrama tanpa berkata apapun , Arthur langsung menjatuhkan tubuhnya ke ranjang.


Drrt drrt drrt


" halo .. kenapa mi ? " tanya Arthur menerima telepon dari maminya.


" hay jagoan , kamu bisa pulang hari ini kan ? " tanya maminya dari seberang telepon


" mungkin bisa mi.. yaudah Arthur siap-siap dulu " ucap Arthur


" kamu pergi sendiri atau mami jemput ? " tanya sang mami


" aku pergi sendiri aja ya mi.. lagian aku kan juga udah besar " ucap Arthur lembut .


" oke mami tunggu dirumah ya .. ingat dirumah ya " ucap maminya


" iya iya mami ku sayang yang cantik yang manis " ucap Arthur


lalu telepon pun terputus..


Arthur langsung pergi mandi dan bersiap-siap untuk pulang kerumah.


" Ar mau kemana ? " tanya Bari menutup buku pelajarannya


" aku pulang dulu kerumah bentar.. dapat panggilan dari kanjeng mami " ucap Arthur tersenyum


" oh okelah.. hati-hati ya " ucap Bari


" siap.. kau juga hati-hati ya " ucap Arthur sambil memakaikan gelang ke tangannya.


" kayaknya aku belum pernah lihat gelang itu Ar.. kamu baru beli ya ? beli dimana , aku juga mau 1 dong " tanya Bari penasaran


" nanti , suatu hari nanti aku kasih kekamu . oke sekarang aku pergi dulu.. bye " ucap Arthur keluar kamar.


Sementara Raya pun bersiap untuk pergi ke studio dimana pameran pertamanya akan digelar.


Raya pergi bersama Luna dengan memesan sebuah taxi.


begitu sampai di studio , Raya menyapa seluruh rekannya dengan senyum hangat berbeda dengan biasanya.


hal itu membuat mereka kaget sekaligus was-was dengan perubahan sikap Raya yang begitu drastis.


" Eh Lun .. Raya kenapa ? tumben tuh anak.. salah makan obat kah ? " tanya salah satu rekan mereka.


" hus.. lebih baik kayak gini kan.. udah ah , lanjutkan lagi kerjaan kita , jangan hiraukan dia , dia lagi mabuk cinta " ucap Luna lalu berjalan menjauh dari rekan-rekan nya yang masih terperanjat dengan ucapan Luna.


Raya duduk di sebuah kursi di ruangan khusus nya sambil terus memikirkan wajah Arthur yang membuatnya tergila-gila.


" Ah !! wajahnya terlalu sempurna ! " teriak Raya sambil melompat-lompat.


Rekan-rekan nya bisa melihat semua tingkah konyol Raya didalam ruangannya karena ruangan itu punya kaca yang transparan.


hal itu membuat mereka sedikit lega dan senang melihat senyum dan tawa Raya yang bisa dibilang langka itu.


Tring tring


Raya yang tadinya jingkrak-jingkrak langsung diam seketika saat melihat nama penelpon dilayar ponselnya.


" ehem ehem.. aa. tes tes " ucap Raya menormalkan suaranya yang serak karena habis teriak-teriak kegirangan.


" halo .ada apa Ar ? " tanya Raya menerima panggilan masuk yang ternyata dari Arthur sang pujaan hatinya itu.


" hm.. gak ada apa-apa sih.. cuma mau nanya , kamu lagi dimana ? " tanya Arthur .


" aku lagi di studio , baru aja sampai " jawab Raya


" oh. nanti jangan lupa makan siang ya. jangan sampai telat " ucap Arthur


" iya kamu juga jangan lupa makan.." ucap Raya


" kak.. bagi dong.. jangan pelit !! " suara seorang gadis diseberang telepon membuat Raya kaget .


" hus .. sana pergi main , jangan ganggu aku dulu " ucap Arthur agak jauh karena ia menjauhkan ponselnya.


" ah maaf ya Ray.. tadi itu adik aku , orangnya emang jail " ucap Arthur yang entah kenapa dalam hatinya ada perasaan jika ia harus menjelaskannya ke Raya


" oh adik.. eh , emang kamu lagi dimana sekarang ? " tanya Raya


" aku lagi dirumah , diteleponim terus disuruh mami pulang " jawab Arthur


" oh ku kira masih diasrama " ucap Raya


" iya . salam untuk semuanya. bye " ucap Raya


" iya , bye " jawab Arthur lalu memutuskan panggilan itu.


" AAA !!! PANGERANKU !! " teriak Raya sambil memeluk erat ponselnya yang kini berganti wallpaper menjadi foto Arthur dan dirinya tadi pagi.


#


Sementara disisi lain.


sebuah mansion yang biasanya memang ramai kini bertambah ramai karena sang tuan muda pertama mereka pulang setelah setahun lamanya.


Mansion besar yang dulu hingga sekarang dikenal sebagai markas besar kelompok mafia The Dark Knight .


semua orang berada di ruang makan menunggu Arthur yang sibuk di taman samping , menelpon seseorang .


" mami .. " ucap Arthur mencium pipi maminya.


" ayo duduk sayang " ucap sang mami yang tak lain ketua markas besar itu selama lebih dari 30 tahun.


Ya siapa lagi jika bukan Angela Anson atau sekarang lebih dikenal sebagai Nyonya Adinson.


Arthur duduk disamping Lena , kakak sepupunya.


" mami mami.. kak Arthur tadi habis nelpon pacarnya loh " adu seorang gadis remaja yang tak lain adiknya , Calista Adinson


" iya mi.. kak Arthur udah punya pacar sekarang " ucap Julian si bungsu, sekaligus kembaran Calista .


" benar itu Ar ? " Tanya sang papi .. Tuan Reiki Adinson


" hm. iya pi , mi " jawab Arthur mengirim pesan singkat ke Raya


" siapa namanya ? " tanya nyonya Adinson


" Raya mi . teman kampus sekaligus senior ku " jawab Arthur


" umurnya baru 21 mungkin hampir 22 tahun sekarang. dia mahasiswi semester akhir tahun ini.. anak yatim piatu , besar di panti asuhan Harapan " ucap Arthur menjelaskan apa yang ia tau tentang Raya dari obrolan mereka tadi pagi.


" apa dia benar-benar sayang sama kamu , maksud papi secara tulus dan bukan karena status mu " ucap papinya


" kalau ku lihat , iya.. lagian papi kan tau gimana aku dikampus .. jelek, dekil , bokek , culun lagi.. siapa yang mau " ucap Arthur


" iya aunty , uncle .. Arthur di dalam kampus sama diluar kampus beda . kayak orang yang berbeda " ucap Lena ikut membantu Arthur


" hah.. baiklah.. asal kamu tau batasanmu ya Arthur.. jangan rusak anak gadis orang.. ingat itu ! " tegas sang mami .


" iya mami.. lagian kita juga baru jadian tadi pagi , belum juga sehari " ucap Arthur keceplosan dan langsung menutup mulut dengan tangannya begitu ia sadar.


" ah .. sudah sudah , lanjutkan makan kalian. jarang-jarang Arthur bisa pulang kerumah , iyakan mi ? " tanya Reiki menenangkan Angela yang sedikit kaget mendengar ucapan putranya.


Setelah makan , Arthur ke taman sebelum akhirnya ia kembali ke kamarnya.


Disaat yang sama , Reiki dan Angela mencari tau tentang siapa pacar putra sulungnya itu.


begitu dapat informasi tentang pameran Raya yang akan diselenggarakan siang nanti .


baik Reiki dan Angela langsung mengosongkan jadwal mereka untuk sekedar datang ke pameran perdana yang pasti kurang menarik minat orang .


Tok tok


" masuk aja mi.. gak dikunci " ucap Arthur dari dalam kamar.


Maminya masuk lalu duduk di sofa ranjang sambil melihat putra sulungnya itu mengerjakan tugasnya.


" Arthur.. kamu tau kalau mami sayang sama kamu kan ? " tanya Angela


" iya mi.. Arthur tau. dan Arthur juga sayang sama mami , sama papi , adek-adek " ucap Arthur memutar badannya menghadap sang mami.


" mami cuma mau kamu menemukan seseorang yang menerima segala kekuranganmu bukan hanya memanfaatkan kelebihanmu belaka.. jadi , kamu mau kan lakukan sesuatu untuk mami ? " tanya Angela


" apa mi ? " tanya Arthur merasa akan ada sedikit jebakan dari orangtuanya


Sang mami pun menjelaskan tentang pemikiran nya.


Dan dengan hati-hati , Arthur pun menyetujuinya. dengan catatan , kalau hasilnya gak sesuai harapan maka tidak diperbolehkan untuk menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun.


begitu keduanya sepakat.


keduanya pun bersiap melaksanakan permintaan dari sang kanjeng mami..


To be Continue 😘😊🤗


kira-kira apaan ya ?? 🤔🤔??