
Pagi itu Arthur dan keluarga Adinson yang sebenarnya akan datang ke rumah Raya terpaksa harus mengubah lokasi sesuai permintaan dari Rean.
" Ar , udah pesan tempat untuk nanti sore belum ? " tanya papinya
" udah pi , di hotel Lotus jam 3 " ucap Arthur
" kalau gitu kita harus udah ada disana paling lambat 30 menit sebelumnya. kamu paham kan ? " ucap papinya.
" iya pi. Ar paham. kalau gitu Ar pergi dulu , Udah janji sama Adek " ucap Arthur memakai jaketnya.
" yaudah , hati-hati dan jangan terlalu lama " ucap papinya.
Arthur mengangguk lalu keluar rumah.
dan ternyata , Calista dan Julian sudah menunggu di teras .
" sesuai janji , kakak harus ikut aku belanja hari ini . sekalian bantuin aku cari hadiah buat kakak ipar ku yang cantik " ucap Calista girang
" oke. ayo berangkat sekarang " ucap Arthur masuk ke mobil lalu disusul Julian dan Calista.
20 menit kemudian , ketiganya pun tiba di pusat perbelanjaan.
Calista memimpin jalan dan Julian dengan sabar mengikuti langkah kaki sang kembaran.
Sedangkan Arthur sedikit kelabakan karena ada saja orang yang mengenali dirinya dan mengingat bahwa dirinya aktor.
dan dalam beberapa saat , Arthur sudah dikelilingi para fans nya.
Disisi lain , Calista dan Julian hanya bisa melihat dari jarak aman karena mereka sendiri tak mau terlibat dengan fans fanatik kakaknya itu.
" kita kesana dulu yuk " ucap Calista menarik Julian memasuki sebuah toko baju.
" ngapain aku juga ikut masuk sini.. aku nunggu diluar aja deh " ucap Julian sedikit tak nyaman karena Calista menariknya ke toko baju khusus wanita.
" ck belajarlah dari sekarang , jadi suatu saat kau punya pacar , kau bisa memilih baju yang sesuai untuk pacarmu.. jangan jadi seperti kak Arthur yang hanya tau script dan misi. " gerutu Calista sambil memilih beberapa setel baju .
Julian hanya bisa menghela nafas dan mengikuti apa yang Calista inginkan.
" maaf semuanya , saya sangat berterima kasih atas dukungan kalian . tapi maaf , hari ini saya sedang ada urusan keluarga . permisi " ucap Arthur berusaha melepaskan diri dari para fans yang entah darimana datangnya.
Beberapa saat berlalu.
Calista dan Julian bermain di time zone sambil menunggu kedatangan Arthur .
" ayolah Lian.. ya ya . sekali aja " ucap Calista membujuk Julian.
" ngapain sih , mainan itukan buat bocah.. emang kau bocah ? " tanya Julian
" ya gue bocah ..!! jadi sekarang bocah imut ini minta kamu wahai pemuda tampan.. bantuin aku main itu ya " ucap Calista membujuk Julian agar mau bermain.
" hah.. okelah. tapi sekali aja ya " ucap Julian
" oke bos " ucap Calista menarik Julian ke mesin capit boneka.
Julian pun pasrah dan bermain semampunya demi sang kakak yang sudah heboh sendiri.
Saat tengah asyik melihat Julian mencapit boneka beruang.
Secara tak sengaja mata Calista melihat sosok Gani.
" Lian tunggu disini bentar ya " ucap Calista langsung pergi tanpa tau kalau Julian tak mendengar suaranya.
" eh ! kemana tuh orang. kok ngilang ? " gumam Julian bingung karena tak melihat sang kakak yang tadinya berdiri disampingnya.
Sementara Calista berusaha mengejar sosok yang aku yakini sebagai Gani , kekasihnya.
" katanya ada urusan ke luar kota. kok malah ada disini ? " gumam Calista yakin pemuda yang masuk ke sebuah restoran itu Gani karena ia melihat wajahnya dengan jelas.
Saat Calista hendak menghampiri Gani , langkah kakinya berhenti dan ia kaget saat melihat kekasihnya itu duduk dan makan bersama seorang wanita .
" baby , makan yang banyak ya. lihat tanganmu ini jadi sangat kurus kan " ucap pemuda itu menggenggam tangan wanita itu.
" iya . kamu juga makan yang banyak ya. " ucap wanita menyuapi si pemuda.
suasana makan yang harmonis ditambah kemesraan yang diumbar keduanya membuat Calista diam mematung . ia bingung dan juga tak percaya dengan apa yang terjadi.
PUK !
Sebuah tangan menarik Calista menjauh dari tempat itu.
Calista yang masih syok hanya diam tanpa kata dan perlawanan saat tangannya ditarik.
" lain kali jangan jalan sendiri . kalau kau tiba-tiba di culik orang jahat gimana hah !! " gerutu Julian sambil menarik tangan Calista lalu keduanya berhenti di sebuah stand cokelat.
Calista masih duduk diam ditempatnya yang kini dikelilingi boneka yang didapat Julian tadi.
" hah hah hah.. akhirnya ketemu juga ! kalian berdua kok cepat amat sih jalannya " ucap Arthur yang baru datang setelah dirinya berkeliling mencari kedua adiknya itu.
Arthur mengamati wajah Calista.
pandangannya kosong , raut wajahnya tersimpan rasa sakit dan tak percaya.
Arthur hanya diam tak ingin mengganggu Calista yang sepertinya memikirkan sesuatu yang tak seharusnya ia ketahui.
Tak lama kemudian , Julian datang dengan membawa sekotak besar cokelat kesukaan Calista dan tiga gelas minuman.
" minum kak " ucap Julian memberikan segelas untuk Arthur.
" ada apa dengan kakakmu ? " tanya Arthur sedikit berbisik.
" entahlah , kita pulang aja ya kak " ucap Julian .
Arthur mengangguk lalu membawa boneka yang di dapat Julian tadi.
Sedangkan Julian menuntun Calista.
" aku bisa sendiri " ucap Calista melepaskan tangan Julian lalu berjalan sendiri mendahului Arthur dan Julian.
Julian mengejar Calista dan meninggalkan Arthur dengan segala belanjaan dan boneka .
" hah .. untung kalian tuh adikku.. kalau bukan patah tangan itu " gumam Arthur menyusul dua adiknya itu.
Calista duduk diam di dalam mobil menunggu Arthur dan Julian menyimpan belanjaannya.
Hatinya terluka tapi pikirannya terus mencari alasan yang tepat tentang apa yang ia lihat.
" kita langsung pulang kan " ucap Arthur menghidupkan mesin mobil.
" TUNGGU !! " sergah Calista menghentikan Arthur yang hendak menjalankan mobilnya .
" kak . mau kemana ? " tanya Julian melihat Calista langsung turun dari mobil.
Arthur menahan Julian dan hanya melihat dari dalam mobil.
" siapa orang itu ? " tanya Arthur ke Julian
" pacar kak Lista " jawab Julian.
" ternyata ini alasannya . ayo jemput kakakmu " ucap Arthur menjalankan mobil mendekati Calista yang menghampiri Gani yang sedang membuka pintu mobil untuk wanita yang bersamanya.
" siapa dia ?! " tanya Calista
" Lis. kamu sejak kapan disini ? " tanya Gani kaget
" jawab pertanyaan ku ." ucap Calista
" dia .. hm dia " gagap Gani
" Gani.. siapa gadis ini ? kamu kenal ? " tanya Wanita itu keluar dari mobil.
" gak aku gak kenal " ucap Gani bagaikan petir disiang bolong yang menyambar hati Calista.
" Sayangku. ayo kita pulang . " ucap Julian keluar dari mobil dan langsung merangkul pinggang Calista.
" ah ada orang ya.. kenalan mu sayang ? " tanya Julian
" bukan siapa-siapa . hanya orang gila. ayo pulang " ucap Calista .
Julian langsung membawa Calista masuk ke dalam mobil tanpa melihat kebelakang lagi.
Sedangkan Gani dan wanita itu juga langsung pergi dari tempat itu.
Arthur dan Julian hanya diam dan tak bertanya apapun pada Calista tentang apa yang terjadi.
Hingga ketiga saudara itu tiba dirumah.
Calista memilih langsung masuk ke kamarnya .
" jangan ganggu dulu. biar mami yang bicara dengannya " ucap Arthur.
" baiklah " ucap Julian.
Mereka menunggu sang mami dan papi pulang . lalu menceritakan apa yang terjadi tadi kepada orangtua mereka.
To be continue 😘😋🤗