
Raya yang merasa mobil hitam didepan nya itu punya niat buruk lantas ia mencoba mengambil jalan di samping yang terlihat kosong. Namun ia tak tau kalau dibelakang nya juga ada sebuah lagi mobil hitam yang langsung memblokir jalan nya.
Karena sudah tak ada jalan untuk kabur , mau tak mau Raya pun berusaha melawan mereka.
Walaupun Raya pernah mengambil medali emas pertandingan bela diri , tapi apalah daya nya yang hanya seorang gadis.
Raya memang berhasil menumbangkan 2 orang laki-laki tapi ia juga lengah dengan orang lain yang ada dibelakangnya.
Bugh !!
Mike yang baru berhasil menyusul adiknya itu sedikit terlambat karena ia hanya melihat sang adik yang pingsan dibawa masuk ke dalam mobil yang langsung melaju kencang.
Mike menghubungi Rean dan Arthur . tapi tak ada satu pun dari mereka yang tau panggilan itu..
Akhirnya Mike mencoba menghubungi Calista seraya dirinya mengikuti dari belakang mobil yang menculik adiknya itu.
" Lis !! kamu dimana sekarang ?! " tanya Mike begitu Calista menerima panggilannya.
" kenapa ? lah kamu dimana sekarang .. kok suaranya aneh gitu " ucapan Calista karena suara Mike bercampur dengan suara angin.
" ini penting !! tolong hubungi Rean dan juga bilang sama Arthur .. Raya diculik orang !! sekarang aku lagi membuntuti mereka .. cepat ya !! " ucap Mike cepat
Calista yang mendengar berita itu pun langsung menyuruh Julian melacak keberadaan Raya karena mereka berdua lagi ada di ruang kontrol.
" terus gimana ? sana kasih tau kak Arthur " ucap Julian
" kata mami kak Arthur harus dirumah dulu gak boleh kemana-mana .. gimana dong " ucap Calista bingung.
" ah ketemu.. Mereka menuju ke area hutan hujan diselatan " ucap Julian terus melihat layar monitor.
" aku bilang sama mami dulu " ucap Calista langsung keluar dari ruang kontrol menemui mami nya.
Tapi tanpa mereka berdua sadari , Arthur telah mendengar lokasi kekasihnya itu.
dengan hati yang panas dan khawatir , Arthur langsung pergi dengan menggunakan motornya.
" MANA KAKAK KALIAN !! " teriak Nyonya Adinson saat melihat kamar putra sulungnya itu sudah kosong.
" gak tau mi.. Lian dengan Lista gak lihat kak Ar " ucap Julian takut .
" kalian semua .. Cari Tuan Muda Pertama sampai ketemu !! bila perlu cari keseluruh lubang semut sekalipun !! " tegas Nyonya Adinson itu memerintahkan seluruh anggota The Dark Knight yang ada di lantai 1 maupun yang ada diluar.
" baik Ketua !! " seru mereka langsung bergerak
Pagi itu juga , suasana pagi yang tentram berubah mencekam karena para anggota The Dark Knight yang turun ke jalan tak seperti biasanya.
Di satu sisi.
Raya mulai membuka matanya secara perlahan.
ia kaget karena dirinya terikat pada sebuah tiang.
" wah wah .. rupanya putri tidur kita sudah bangun ternyata " ucap seorang pria duduk tak jauh dari tempat Raya terikat.
" siapa kau ?! " tanya Raya menatap tajam pria itu.
" haha aku suka tatapan itu.. menantang " ucap Pria itu berjalan mendekati Raya.
" kau disini karena pacarmu yang menjual dirimu padaku .. sekarang kau paham kan ? " tanya pria itu membuat Raya bingung .
" pacar ? sayangnya aku gak punya tuh. dan sebaiknya kau lepaskan aku sekarang sebelum kau menyesal " ucap Raya mengancam pria itu
" hahahah !! kasian sekali pacarmu mendengar itu cantik .. coba kau lihat disana . lihat wajah kecewa dari pacar mu itu " ucap Pria itu mengarahkan kepala Raya ke kiri.
" kau !! " Raya kaget melihat pemuda yang terlihat babak belur itu.
" Ra . Maaf " ucap pemuda itu melihat Raya.
Raya menunduk tak mau melihat wajah Pemuda yang ternama Itu Pras.
" ah aku tak suka adegan ini. tapi ya aku tetap harus melakukannya " ucap Pria itu lalu melepaskan tali yang mengikat Raya
" selesaikan urusan kalian berdua lebih dulu " ucap pria itu lalu keluar meninggalkan Raya berdua dengan Pras.
Raya masih diam seribu bahasa , ia tak habis pikir dengan apa yang teman nya itu perbuat terhadapnya.
" aku siapa bagimu ? apa artinya pertemanan kita selama ini ? mengapa kau tega menjual temanmu sendiri ? " tanya Raya
" maaf Ra . aku terpaksa. aku gelap mata . aku cemburu dan sakit hati karena kamu lebih memilih orang itu daripada aku. maaf Ra . ini memang salah ku . maaf " ucap Pras
" Maaf ? MAAF KATAMU !!! KAU KAN TAU SENDIRI AKU BARU SEBENTAR BERKUMPUL LAGI DENGAN KELUARGA KU TAPI SEKARANG LIHAT APA YANG KAU PERBUAT !!! KAU MEMISAHKAN AKU DENGAN KELUARGAKU , MEMISAHKAN AKU DENGAN CINTAKU !! KAU PIKIR ITU SEPADAN DENGAN PERTEMANAN KITA INI ???!!!! " teriak Raya menendang Pras membuatnya mundur beberapa langkah.
" KAU PIKIR KAU SIAPA HAH !!! KALAU BUKAN KARENA LUNA YANG BILANG KAU ITU TEMAN YANG SETIA . MANA MUNGKIN AKU MAU BERTEMAN DENGAN ORANG SEPERTIMU !! MEMILIH MU ?! JANGAN HARAP KARENA SEDARI AWAL AKU GAK ADA NIATAN SEDIKIT PUN MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MU !! " bentak Raya
diruangan itu Raya terus memukuli Pras yang tak melawan sedikit pun.
sedangkan Pria yang keluar tadi sebenarnya menonton semua yang terjadi didalam ruangan itu.
" aku suka tipe sepertinya .. kalian , masukan gadis itu ke ruangan ku segera begitu mereka selesai " ucap pria itu lalu pergi.
Beberapa menit Raya terus memukuli Pras yang bahkan sudah tak sadarkan diri lagi.
Raya yang masih emosi langsung disuruh 2 orang laki-laki untuk diam dan menurut.
bukannya menurut , Raya malah memukul salah satu diantara 2 laki-laki itu hingga tak sadarkan diri .
sedangkan yang lainnya tak bisa bergerak.
" makan tuh " geram Raya memukul kepala ketiga nya.
Raya berjalan dengan perlahan sambil melihat keadaan disekitarnya.
ia beruntung karena tas nya masih ada didekatnya.
dengan hati-hati Raya melangkah keluar dari ruangan itu.
Tapi sayang baru beberapa ia melangkah , ia sudah ketahuan.
Mau tak mau Raya berlari tanpa arah mencari jalan keluar.
" Hey !! Berhenti !! " teriak 5 orang penjaga mengejar Raya.
tiba-tiba ..
DUAR !!!
DOR DOR DOR !!
suara pistol terdengar begitu nyaring di lorong kecil itu.
" Ar !! " seru Raya berlari memeluk Arthur yang datang membawa senjata.
" maaf karena aku lama " ucap Arthur langsung memakaikan rompi peluru kepada Raya.
" gak kok . aku gak menunggu lama " ucap Raya tersenyum .
" oke sekarang jangan jauh-jauh dari aku ya. kita keluar dari sini " ucap Arthur menggandeng tangan tunangannya itu.
Raya mengangguk lalu mengikuti derap langkah Arthur yang sigap menembakkan timah panas ke setiap musuh yang menghalangi mereka.
Dor Dor Dor Dor Dor Dor !!!
Suara tembakan demi tembakan terdengar terus menerus di sepanjang lorong.
Beberapa menit mereka terus berlari menuju jalan keluar , akhirnya Raya dan Arthur keluar dari bangunan itu.
Tiba-tiba !!
Dor !!
Arthur dan Raya langsung tersungkur .
Tanah yang tadinya berwarna kuning kini berubah warna merah ..
To Be Continue 😘😋🤗