
Malam itu Edward kembali ke rumah kecil nya di kerajaan Trian . ia kembali tapi tidak sendirian , Julian ikut bersamanya.
" kenapa gak mau nginap disana aja malam ini ? kenapa harus ke pelosok gini dan lagi kenapa aku juga harus ikutan sih " tanya Julian sebenarnya hanya ingin ngobrol.
" huss .. disini rumahku , jadi kita bebas disini. disana kamar kosong bisa kau pakai malam ini dan ku peringatkan padamu. kalau kau dengar suara yang aneh-aneh jangan pernah negur ataupun mengeceknya . Biar sebesar apapun rasa penasaran mu . Mengerti ?! " ucap Edward lalu masuk ke dapur.
" hey , memangnya kenapa ? " tanya Julian.
" kenapa , kau takut ? kalau takut kau bisa tidur dikamarku , disana " ucap Edward menunjuk pintu hitam disudut .
Lian langsung berlari ke kamar kosong itu , ia sendiri sedikit ngeri dengan pintu kamar Edward yang di hiasi tulang belulang.
Edward menggelengkan kepalanya melihat reaksi dari adik wanita pujaan hatinya , dan terus menyiapkan makan malam dan cemilan malam lalu membawanya ke dalam kamarnya sendiri.
Malam semakin larut. Lian tak bisa memejamkan matanya karena terus teringat dengan omongan Edward.
HIIIIK HIIIK BUUK BBUUUK.. TAP TAP TAP.. SRIINGG !!
Lian yang baru saja hendak memejamkan matanya kaget saat mendengar suara aneh seperti yang dikatakan Edward..
" DIMANA TANGANKUU !! KEMBALIKAN TANGANKU !! DIMANA !! " DEG jantung Lian seolah berhenti sedetik saat mendengar erangan seseorang tepat didepan pintu kamar yang ia tempati itu..
Seiring waktu , suara erangan itu kian menjauh dari pintu kamar itu.
Dengan langkah perlahan , Lian mengendap-endap seperti seorang pencuri . dengan hati-hati dan membuat langkah sesunyi mungkin , Lian membuka pintu kamar itu dan keluar dari sana .
Namun langkah nya membeku saat melihat siluet mengerikan di arah dapur . Dengan segenap keberanian yang ada , Lian berusaha mengangkat kakinya.
SYUUT !!
Lian langsung mengambil langkah seribu masuk ke kamar Edward saat siluet sosok mengerikan itu hendak berbalik.
Edward tak kaget dengan Lian yang tiba-tiba masuk dan langsung menutup mulut Lian dengan cemilan agar Lian tak bersuara.
' ku jelaskan besok ' Tulis Edward pada sebuah kertas dan di perlihatkan ke Lian yang hanya mengangguk.
Dan begitu lah malam itu berlalu dengan suara erangan dan suara aneh lainnya yang terus terdengar di rumah itu. Namun entah kenapa , Sosok mengerikan itu tidak juga menggangu kamar Edward.
#
Akhirnya matahari pun terbit.
Dengan sedikit takut , Lian keluar dari kamar Edward sambil melirik ke kiri dan ke kanan.
" udah gak ada . udah pergi " ucap Edward berdiri dibelakang Lian .
" ayo cepat ke tempat paman Hyper aja yuk " ucap Lian.
Edward menghela nafas panjang lalu mengambil jaket dan topeng nya.
Lian dan Edward pun perlahan menjauh dari rumah itu.
Dan karena cahaya matahari lah Lian bisa melihat dengan jelas dimana sebenarnya lokasi rumah Edward itu.
" KAU !! KENAPA MALAH MILIH RUMAH DISINI SIH !! " gerutu Lian.
" ya mau gimana lagi. waktu itu uang ku gak cukup kalau harus cari rumah di pusat kota. jadi mau tak mau ya disini deh " jawab Edward.
" tapi ini kan area makam. masa kau gak tau sih " gerutu Lian.
" makanya aku ajak kau tidur disini semalam. aku juga lelah dengan 'mereka' " ucap Edward menghela nafas.
" oke biar nanti ku carikan rumah yang lain. yang murah dan pastinya gak angker kayak rumah itu.. rumah itu bagusnya di robohkan aja " ucap Lian.
" ya ya terserah lah. Tapi soal rumah itu biar aku pikirkan lagi " ucap Edward. Lian pun tak lagi bicara tentang merobohkan rumah Edward itu.
Tak terasa , Keduanya pun tiba di kota.
ada perasaan lega di hati Lian saat melihat keramaian.
" oh iya , mungkin besok aku udah pulang ke kota DA. kamu mau ikut ? " tanya Lian
" oh ya udah deh. secepatnya ku kabarin tentang rumah baru " ucap Lian.
Setelah melewati pasar dan kota , tibalah keduanya di istana Trian.
Lian dan Edward masuk bersama namun berbeda arah tujuan.
Lian yang mengarah ke ruangan orang tua nya, Sedangkan Edward ke ruangan Calista.
Tok tok
" sebentar " jawab Calista dari dalam.
kreek
" hai. aku ganggu tidurmu ya " ucap Edward saat Calista membuka pintu dengan hanya mengenakan pakaian tidur.
" gak juga . aku udah bangun dari tadi kok " jawab Lista tak risih dengan baju tidur beruang nya .
" hemm.. apa sebaiknya kita ngobrol diluar ? " tanya Edward.
" aku lagi malas jalan keluar , hehe " jawab Lista.
" lalu? " tanya Edward.
" masuk aja . tenang , pintunya gak ku kunci kok. " ucap Lista.
Dengan jantung yang seakan bisa copot sewaktu-waktu , Edward melangkahkan kakinya masuk ke ruangan Lista.
" kudengar dari Lian , besok kalian akan pulang . benarkah ? " tanya Edward .
" iya , soalnya kami kan masih kuliah disana. lagipula masalah kak Layla juga udah beres. jadi kami harus masuk kuliah. " ucap Lista duduk di kursi meja riasnya.
" kalau gitu , berarti kita gak bisa ketemu " ucap Edward menunduk.
Lista tau Edward berat berjauhan lagi dengannya tapi apa boleh buat. lagipula sekarang hubungan mereka juga belum pasti berlanjut.
" kamu tunggu disini dulu ya. aku mandi bentar , INGAT!! Jangan ngintip , awas aja kalau kau berani ngintip , ku bekukan kau " ancam Lista mengambil handuk dan baju nya.
Edward diam di tempat duduknya , ia seorang pria normal tentu saja akan bereaksi dengan baju yang dipakai Lista saat keluar dari kamar mandi.
" kamu mau pakai baju itu ? hem. bawa ini juga " ucap Edward mengambil jaket panjang Lista di gantungan.
Setelah minta izin orang tua nya , Edward pun membawa Lista untuk berjalan di pasar kota.
Sepanjang jalan , terkadang mereka tertawa kadang canggung dan ada pula saat yang mampu menggetarkan hati Lista.
Apapun yang Lista suka , pasti langsung Edward berikan.
Namun ada satu hal yang sedikit mengganggu Lista , Jaketnya sendiri jadi ia lepas . saat Lista tengah menunggu Edward sendirian , tiba-tiba ada rombongan preman pasar yang menggoda Lista.
" menjauh dariku selagi aku masih berbaik hati " peringatan Lista tidak didengar para preman itu.
" ayolah anak manis , daripada sendirian mendingan main sama kita-kita " ucap kepala rombongan itu menyentuh pundak Lista.
Tiba-tiba udara mendadak jadi menegangkan. udara di belakang para preman itu jadi dingin.
" SINGKIRKAN TANGANMU DARINYA !! " ucap Edward berada dibelakang para preman itu.
Para preman itu berbalik karena merasakan aura membunuh yang sangat kuat dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat sosok mimpi buruk bagi para penjahat yang terkenal kini berada didepan mata mereka.
Tanpa kata , para preman itu langsung lari tunggang langganan .
" makasih " ucap Lista menunduk saat Edward memakaikan jaket baru yang barusan ia beli untuk pujaan nya itu.
To Be Continue 😊😘🤗🤗
Baca ' Si Cantik Misterius ' juga ya.. ,😍🤗🤗