YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
162



Reiki mengemudikan mobilnya dengan santai.


setelah 20 menit mereka duduk didalam mobil .


Akhirnya mereka tiba di mansion milik reiki..


" Selamat datang di rumahku " ucap Reiki begitu mobil nya masuk ke halaman nya.


Viona dan Leon belum pernah kerumah Reiki sehingga mereka sedikit takjub dengan pemandangan disekitarnya.


Reiki turun terlebih dulu lalu membukakan pintu untuk Angela.


" my princess " ucap Reiki mengulurkan tangannya ke Angela


" thank you my prince " ucap Angela menyambut uluran tangan sang kekasih.


Setelah menurunkan Viona ,Leon dan Viona melihat sekeliling.


" itu kota DA ? " tanya Leon melihat gedung yang tinggi dibawah bukit itu.


" itu gedung kantor walikota dan yang disana itu kantor mu " ucap Reiki sambil menunjukan ke arah yang ia maksud.


" hahaha .. kok kecil banget sih " ucap Leon sedikit kaget melihat gedung kantor anak cabang Anson Grup yang memiliki 20 lantai hanya terlihat seperti mainan jika dilihat dari halaman mansion Reiki.


" ayo masuk kak . gak usah dilihatin terus " ucap Angela sambil menggenggam tangan Reiki.


" iya tunjukkan jalannya " ucap Leon mendorong kursi roda Viona.


sedangkan Reiki dan Angela berjalan didepan sambil bergandengan tangan dengan mesra..


Kepala pelayan membukakan pintu setelah mendengar suara Reiki diluar.


" selamat datang kembali tuan muda " ucap kepala pelayan itu.


" terima kasih . tolong siapkan kamar untuk kedua kakak ipar ku ini ya " ucap Reiki .


" baik tuan muda " ucap kepala pelayan.


Reiki pun langsung membawa Leon dan Viona serta Angela ke ruang koleksi senjata nya.


Viona terpana melihat koleksi berbagai basoka milik Reiki.


" sayang , kamu mau pegang ? " tanya Leon melihat mata Viona yang berbinar-binar seperti anak kecil yang senang mendapat mainan.


" apa boleh ? " tanya Viona penuh harap.


" tentu boleh kak. pilih aja yang kakak suka " ucap Reiki mengijinkannya.


Viona dengan senang berdiri dan memegang beberapa basoka milik Reiki dan tentu saja dibawah penjagaan Leon yang sedia didekat Viona.


" sweety , mereka aman kan ? " tanya Angela takut basoka milik Reiki itu memiliki peluru didalamnya.


" iya sweety kamu tenang aja , semua yang ada d ruangan ini aman kok. walaupun mereka semua masih berfungsi tapi peluru nya kosong sayangku " ucap Reiki mengelus kepala Angela dengan lembut.


" syukurlah kalau gitu. terus kalau yang itu dimana ? " tanya Angela menanyakan basoka yang pernah dibawa Reiki dulu.


" yang satu itu ku simpan secara terpisah bukan disini tempatnya " bisik Reiki.


" kesana yuk " bisik Reiki tepat ditelinga Angela sambil sedikit meniup telinga Angela yang langsung memerah.


Reiki menarik lembut tangan Angela meninggalkan Leon dan Viona yang masih terpaku pada deretan Basoka yang tersusun rapi itu.


#


Reiki menarik Angela ke dalam kamar nya .


lalu reiki menarik sebuah buka dan terbuka lah ruang rahasia dibalik lemarinya.


Reiki menuntun Angela menuruni tangga dengan perlahan.


" kita mau kemana ? " tanya Angela penasaran


" aku punya sesuatu untukmu sweety " ucap Reiki .


diujung tangga itu ada sebuah pintu dengan ukiran sayap yang indah.


" selamat datang my princess " ucap Reiki membuka lebar pintu itu


sejenak Angela terpana dan tak menyangka bahkan air mata nya pun jatuh tanpa ia sadari..


" ini .... " Angela tak mampu berkata-kata.


" ini semua ku lakukan agar anak kita kelak bisa tau bagaimana kisah kita . dari awal kita bertemu saat kecil , saat kita terpisahkan , saat kita berjuang sendiri selama bertahun-tahun , saat kita akhirnya bertemu lagi setelah sekian tahun saling mencari dan saat kita bersama hingga maut memisahkan dunia kita " ucap Reiki memeluk Angela dari belakang.


" terima kasih karena selama ini selalu mencariku dan tak pernah melupakan ku serta janji kita " ucap Angela berbalik dan memeluk erat Reiki.


" terima kasih juga sayang karena kamu juga mengingat janji kita " ucap Reiki membalas pelukan Angela.


Ruangan yang di terangi dengan lampu yang tak terlalu terang itu dapat dengan jelas memperlihatkan seluruh isi ruangan yang lumayan besar itu.


Ruangan yang berisi kisah mereka berdua .


Foto-foto keduanya mulai dari mereka masih kecil beranjak remaja dan dewasa .


Bahkan foto-foto mereka saat bertemu kembali setelah bertahun-tahun lamanya hingga foto kebersamaan mereka bersama ketiga keluarga besar dan seluruh saudara .


Semua nya tersusun dengan sangat indah .


Walapun hanya sekedar foto yang mungkin bagi sebagian orang tak terlalu penting.


Tapi bagi mereka itu merupakan harta paling penting karena itu bukan sekedar foto dan gambar tapi juga merupakan sejarah dan kisah hidup mereka.


Reiki sendirilah yang menyusun semua kenangan mereka bersama di dalam satu ruangan itu.


Tanpa ada orang yang tau bahkan Diyan pun tak tau.


Setelah beberapa waktu mereka habiskan didalam ruangan itu.


Mereka pun keluar dari sana dan langsung menuju ruang keluarga dimana disana Leon dan Viona sudah menunggu.


" rencananya kapan pernikahan kalian dilangsungkan ? " tanya Leon saat Reiki dan Angela duduk didepannya.


" akhir bulan ini atau mungkin awal bulan depan . itu masih belum pasti dan tergantung dengan jadwal Jordan dan Hyper " jawab Reiki


" sudah kalian diskusikan dengan kakek dan para orang tua ? " tanya Leon


" udah dan mereka setuju untuk akad nikah nya dirumah lama kita tapi secara privat sedangkan untuk resepsi nya udah diserahkan ke mereka bagaimana dan kapan resepsi nya " jawab Reiki dan Angela hanya mengangguk.


" kalau kakak kapan ? jangan lama-lama loh. kasian kak Viona " ucap Angela


" minggu ini ! " ucap Leon tegas membuat Reiki yang tengah minum pun tersedak karena ucapan Leon


" kakak beneran ? " tanya Angela


" iya dan mungkin sekarang kakek dan paman lagi sibuk di mansion kakek " ucap Leon.


" baguslah lebih cepat lebih baik .. tapi mungkin Hyper gak bisa datang karena jadwalnya bentrok " ucap Reiki


" gak mereka bisa datang. kan nikahan mereka hari ini " ucap Leon


Angela pun tampak sangat kaget mendengarnya.


" kenapa ..? " tanya Angela sedikit syok.


" ayahnya Aurora yang minta kita gak usah datang karena itu pernikahan sesuai adat mereka yang hanya keluarga sedarah aja yang boleh datang menghadiri upacara mereka " ucap Leon


" Hyper dan Aurora sengaja gak kasih kabar karena gak mau kamu jadi kepikiran kayak gini. tapi tenang aja dek , pesta khusus untuk kita sudah direncanakan tapi setelah kita sudah nikah semua .. hehehe " ucap Leon merangkul Angela..


Angela pun mengerti dan menerimanya.


#


di mansion kakek Tio .


semua orang sibuk dengan segala persiapan pernikahan Tuan Muda Anson itu..


tak terkecuali Raja Alvin dan Kakek Tio.


Dua pria beda usia itupun sibuk dengan undangan dan juga keamanan serta persiapan yang sifatnya vital.


Raja Alvin bahkan tak segan menurunkan 2 Batalion prajurit kerajaan Phoenix untuk ikut mengamankan jalannya pernikahan keponakan nya itu.


" pak tua . aku senang bisa ikut mempersiapkan pernikahan keponakan ku . tapi , apa harus segini heboh nya kah ? " tanya Raja Alvin yang menilai persiapan pernikahan Leon terkesan sedikit berlebihan.


" YANG MULIA . wajar saja anda tidak paham . anda kan belum pernah menikah.. sedangkan saya , sudah pernah . dan lagi saya ingin menebus kesalahan yang saya perbuat dulu kepada mereka berdua . " ucap Kakek Tio


" jika Diana dan Bara masih ada . pasti mereka bahagia karena anda menjaga dan mendidik kedua anak mereka dengan rasa sayang walaupun dengan cara anda sendiri. saya tau bagaimana rasanya dibentuk agar menjadi lebih kuat tapi saya gagal. namun , anda berhasil membuat mereka berdua menjadi sekuat sekarang ini." ucap Raja Alvin


" tidak .. itu bukan karena saya. tapi itu semua karena keinginan dan tekad kuat mereka berdua . " ucap Kakek Tio


" tapi , semua itu tak lepas dari motivasi yang anda berikan pada mereka yang membuat mereka bertekad untuk jadi seperti sekarang ini " ucap Raja Alvin.


Dan memang benar.


Jika dulu , kakek Tio tidak tegas ataupun terkesan kejam kepada Leon dan Angela .


mungkin kini mereka hanya bisa menjadi Orang Kaya Generasi Ketiga yang hanya mengandalkan kekayaan dan semua yang dimiliki orang tua mereka tanpa mau berusaha dan bekerja keras dan bukan seseorang yang berdiri mengandalkan kaki sendiri seperti saat ini.


.


.


.


.


.


.


to be continue 🤗😘😊


jangan lupa vote , komen dan please Share ya .. 🤗😘😊