
Disaat Lena menebas leher musuh-musuh nya itu , Bari terus menekan luka Anton agar darahnya berhenti walaupun sebentar.
Karena keadaan yang ricuh tiba-tiba pecah begitu saja di tengah kota membuat Pelayanan publik dihentikan untuk sementara termasuk Rumah Sakit terdekat . Dengan terpaksa Anton dilarikan ke rumah sakit di kota KN yang masih terbilang aman dan dekat.
Tak butuh waktu lama , helikopter pun mendarat di rumah sakit itu . Disana sudah siap para dokter dan suster dan dengan segera Anton langsung dilarikan ke kamar operasi .
Sedangkan Bari dalam dilema dengan dua pilihan di depannya , antara menunggu Anton kakaknya atau menyusul dan membantu Lena kekasihnya .
Ditengah kekalutan nya itu , datang bawahan Leon yang tadi mengawal Bari dan Anton .
" Maaf Tuan , sebaiknya anda tetap disini . Begitulah pesan dari Tuan Besar tadi " ucap orang itu berlaku sopan didepan Bari . padahal sebelumnya orang itu memandang remeh Bari karena dinilai terlalu bergantung pada Nona nya dan hanya akan menjadi beban.
Tapi pandangan nya itu berubah begitu melihat secara langsung Bari menghabisi orang-orang yang menyerang mereka dan yang lebih diluar dugaan , Bari menghancurkan markas kecil kelompok musuh hanya dengan beberapa bom yang ia lempar .
" Bagaimana keadaan disana ? " tanya Bari
" Terakhir kali saya dapat informasi kalau situasi masih bisa terkendali " jawab nya
" Sebenernya apa yang terjadi ? kenapa bisa tiba-tiba perang pecah ?! " tanya Bari penuh selidik pada orang didepan nya.
Namun orang itu berhasil mengelak dari pertanyaan Bari karena seseorang memanggil Bari.
" Bari ??! Ngapain kau disini ? " sosok pemilik suara yang sangat familiar di telinga Bari langsung mengalihkan perhatian Bari.
" Kau ! Ngapain kau disini , bukannya hari ini kau di DA " ucap Bari langsung menghampiri sosok itu.
" Aku dijemput pulang sama kak Rean , pulang ke rumah lama disini . Tapi kau belum jawab pertanyaan ku tadi !! Sedang apa kau disini ? " tanya Raya yang secara tak sengaja melihat Bari duduk di depan ruang operasi.
" Aku.. Menunggu Anton .. Dia ada didalam " jawab Bari menatap sendu pintu ruang operasi .
Raya pun sadar akan situasi yang terjadi saat ini.
" Tenang aja , kakak tua itu pasti bisa berjuang karena dia tau kalau adik yang ia sayangi menunggu nya sadar " ucap Raya mencoba menyemangati pemuda yang tumbuh bersama nya dipanti asuhan itu.
" Itu harus ! " tegas Bari tapi sorot penyesalan terpancar dari matanya.
" ehem.. Tapi , orang itu siapa ? " Tanya Raya karena merasa tak mengenal orang asing itu.
" Anggota Dragon Eyes " jawab Bari agak pelan karena tak mau orang lain juga ikut mendengarnya.
" Ra !! hah hah hah !! kakak cariin daritadi juga , akhirnya ketemu " ucap Mike dengan nafas yang terengah-engah .
" hem kenapa ? " tanya Raya bingung padahal tadi dia udah izin sama kakak sulung nya kok.
" Coba lihat ini !! emang benar kah kalau ini kota yang sama dengan yang setiap hari kita tinggali ? kok sekarang jadi begini padahal baru juga beberapa jam kita pergi " ucap Mike memperlihatkan sebuah tayangan berita di ponselnya.
" Wah !! kayaknya lebih parah daripada ditempat ku " ucap Bari karena yang ia tau perang pecah hanya di satu wilayah tanpa tau jika perang itu ada di hampir seluruh wilayah kekuasaan Dragon Eyes.
" Maaf Tuan , Sebenarnya kondisi di metrocity juga tidak jauh berbeda dengan Kota DA " ucap anggota Dragon Eyes yang mengawal Bari.
Ucapan singkat itu sukses membuat ketiga orang didepan nya ternganga karena kaget.
" Apa ucapan saya salah ? " tanya nya karena takut jika kesalahan nya itu sampai terdengar oleh Leon.
" Jadi maksudmu , Metrocity sama seperti ini ? lalu bagaimana dengan Lena ? gimana keadaan Om sama Tante ? " tanya Bari sangat khawatir.
" Tuan Besar dan Nyonya sampai saat ini masih belum turun tangan , sedangkan Nona Besar ... eeemmm ... Gimana ya " ucap nya ragu.
" katakan yang jelas !! " tegas Bari
" Nona besar ... Mengamuk " ucapnya.
Sementara di waktu yang sama , tak jauh dari markas The Dark Knight terlihat perang pun pecah sama seperti dengan yang ada di beberapa wilayah kota itu.
Walaupun kecil tapi jika dilihat dengan seksama , perang itu daya kekuatan penghancurnya berkali-kali lipat lebih besar dari yang ada di pusat kota.
Meskipun begitu , Si kembar masih tetap dengan senjata fisik mereka seperti pedang dan pistol , belum terlihat api dan es biru nya.
Biarpun perang kelompok itu sudah pecah dimana-mana, Namun masing-masing ketua kelompok itu masih enggan menampakkan batang hidung nya.
Tampak seorang pria paruh baya yang mungkin seumuran dengan orangtua Jordan dan Johan LU.
" akan ku tagih hutang di masa lalu dan yang sekarang ! kalian akan menyesal " ucapnya sembari melemparkan panah ke papan dart .
" kalian tunggu lah malaikat maut akan mendatangi kalian !!! " geramnya kembali melempar anak panah tepat ke sebuah foto lama .
###.
Sementara di dalam markas Pasukan Bayangan yang berada tepat di depan markas utama Dragon Eyes.
Shiro sebagai tangan kanan Angela langsung menginstruksikan para anggota Pasukan Bayangan sesuai yang di perintahkan Angela .
" apa mungkin orang itu nungguin kita turun tangan lebih dulu ! " seru Reiki ditengah-tengah panggilan video itu
" hal itu mungkin saja " sambung Johan Lu yang masih berada di metro city
" kalau itu bisa jadi , mungkin " ucao Hyper
Mereka masih tetap memantau keadaan diluaran sana .
" kok ini gak ada habis -habis nya sih " gerutu Lista yang tengah duduk diatas tumpukan tubuh tak bernyawa .
" selesaikan aja bagianmu " ucap Lian.
Sikembar terus saja mengayunkan senjata mereka dan musuh yang perlahan mulai berkurang banyak.
Sedangkan Arthur menahan pasukan kecil di dekat gedung apatemen nya.
Sementara yang kecil bersusah payah menghancurkan pasukan kelompok musuh , para orangtua mulai turun ke lapangan .
Para anggota musuh menjadi ketakutanan hanya dengan melihat Angela Cs.
Terus terdengar suara tembakan dan pedang di hampir setiap wilayah.
Angela keluar dengan baju perangnya lengkap dengan senjatanya.
Tak berbeda jauh dengan Reiki di sampingnya.
Suara tembakan membuat warga sipil takut untuk keluar dari rumah mereka.
" Akhirnya keluar juga kalian " ucap pria paruh baya itu melihat kehadiran Angela dan Reiki.
Suasana di medan pertempuran pun jauh dari kata wajar.
Tubuh tak bernyawa tergeletak begitu saja.
" setelah ini selesai. kita liburan ya ",ucap Angela pada Reiki.
" sesuai keinginan mu , Madam " ucap Reiki.
Kini semuanya berubah , dari yang tadinya medan pertempuran sekarang menjadi medan pembantaian.
Suara teriakan dan erangan kesakitan menggema di telinga membuat yang mendengarnya merasakan pilu dan sakit juga.
To Be Continue 😊🤗😘
Maaf karena lama banget !! "